BAB 13 Kecewa

Ardi sampai di rumah dengan wajah di tekuk yang sudah di tunggu oleh Santi

" Pagi pak CEO." Sapa Santi dengan ramah

" Bentar saya ganti baju dulu." Jawab Ardi dengan suara dingin dan tatapan mata tajam yang tidak bisa di artikan

Lalu Ardi masuk dirinya langsung menaiki tangga langsung masuk kamar

" Siapa yang bikin marah pak CEO pagi-pagi, kenapa sudah memasang wajah dingin." Batin Santi

Setelah ganti baju Ardi langsung turun lagi

" Pagi sayang."

" Mah, Ardi pergi ke kantor dulu."

" Tidak sarapan, kenapa wajahmu sudah di tekuk pagi-pagi sayang?"

" Tidak apa-apa mah, Ardi pergi dulu."

Ardi langsung berjalan keluar. Ardian menuruni tangga

" Pagi mah."

Mirna melamun tidak mendengar sapaan suaminya, pikiran yang mulai kacau, dengan sikap anak dan menantunya yang tiap hari tidak pernah ada akurnya

" Aku bahkan menjadi orang tua tidak bisa berbuat apa-apa untuk mereka." Batin Mirna

Ardian mendekati istrinya

" Mah, pagi-pagi sudah melamun, apa yang kau pikirkan?" Tanya Ardian sambil memegang tangan Mirna

" Eh ayah, tidak memikirkan apa-apa."

" Ardi kenapa tidak sarapan mah, Lisa juga sudah pukul 09.00 belum turun?"

" Tidak tau yah, memang dari tadi belum melihat Lisa."

" Apa Lisa sakit mah, Lisa bukan orang yang malas bangun?"

" Ya sudah aku lihat Lisa dulu yah."

Mirna menaiki tangga di ikuti oleh suaminya karena penasaran menantunya belum bangun. Mirna melihat Bi Ira yang sudah membawa sapu dan kain lap

" Bi, sudah bawa sapu, memangnya di kamar tidak ada orang?"

" Pagi nyonya, pagi tuan, iya memang tidak ada orang."

Mirna dan Ardian hanya mengangguk saat di sapa

" Nona muda, memang kemana Bi?"

" Nona muda, sudah pergi dari pagi nyonya."

" Mungkin Lisa di rumah sakit ganti jam kerja mah, itu kenapa berangkat pagi-pagi." Ucap Ardian karena melihat istrinya kuatir

" Tidak tuan, nona muda pergi masih memakai baju tidur dan hanya membawa ponselnya, dengan wajah yang sangat pucat."

Ardian langsung mendekati kamar Ardi, dirinya langsung membuka pintu kamarnya. Ardian sangat terkejut saat melihat semua barang-barang berserakan di lantai. Banyak pecahan beling parfum di lantai

" Ayah, apa yang Ardi lakukan, kenapa mereka bertengkar sampai semua barang berjatuhan, apa Lisa pulang ke rumah orang tuanya?"

Wajah Mirna makin murung setelah melihat dalam kamar anaknya

" Tidak tau mah, apa mungkin Lisa ke rumah sakit mah, mamah jangan murung seperti itu, semoga hubungan mereka masih bisa di perbaiki."

" Ayah, sendainya saja dulu aku tidak menyuruh mereka putus semuanya tidak akan seperti ini."

" Mah, jangan terus menyalahkan diri sendiri, semuanya sudah terjadi."

" Iya ayah."

" Bi, bersih-bersihnya harus hati-hati ya, jangan sampai mengenai kaki."

" Iya nyonya."

...****************...

Ardi setelah di ruangan kerjanya langsung membuang semua dokumennya. Semuanya berserakan di lantai

" Apa kau tidak bisa memberi aku kesempatan, kau bahkan rela memasang alarm masih pagi, hanya untuk menemui Livino, apa kau tidak bisa menghargai aku sebagai suamimu."

Santi yang melihat pak CEO berbicara sendiri sambil membuang semua dokumen di lantai dirinya sudah mulai gemetar. Santi terus menundukkan kepala karena takut dengan pak CEO

" Siapa kira-kira istri pak CEO, kenapa bisa membuat pak CEO semarah ini tanpa takut, ya Tuhan lindungi aku, jangan sampai pak CEO melampiaskan ke marahannya padaku, melihat saja aku sudah bergidik ngeri, apa lagi kalau di marahin, kenapa juga pak CEO Ardian menyuruh menjadi asisten anaknya, bukan asisten pak CEO saja, untung saja aku tidak memiliki penyakit jantung, kalau memiliki penyakit jantung mungkin sudah meninggal dari kemarin, dari awal kerja dengan pak CEO Ardi, tapi tidak pernah sedikit pun tersenyum." Batin Santi

Tok-tok. Tok-tok

Santi mendekati pintu lalu dirinya langsung membuka pintunya

" Pagi pak." Sapa Santi dengan ramah

" Iya." Jawab Yoga langsung masuk mendekati Ardi

" Pak CEO, anak siapa yang mengacak-acak, hingga semua dokumen berserakan di lantai?"

Yoga tetap memanggil pak CEO meskipun sahabatnya, tapi karena sekarang masih jam kerja. Ardi tidak menjawab pertanyaan Yoga. Ardi langsung menatap tajam yang tidak bisa di artikan pada Yoga

" Siapa yang membuatnya marah pagi-pagi." Batin Yoga

Yoga langsung duduk di sofa. Ardi mendekati Yoga dirinya langsung duduk di samping Yoga

" Yoga, apa yang harus aku lakukan, agar dia mencintaiku?"

" Apa yang harus aku jawab, kenapa aku kesini di saat yang tidak tepat, bukankah masih jam kerja, kenapa membahas masalah pribadi." Batin Yoga

" Apa yang kau pikirkan?"

" Tidak ada pak CEO, aku juga tidak tau, harus jawab apa."

" Santi, rahasia pembicaraan ini. Jika bocor kau siap-siap di pecat, di sini hanya ada kau. Jika pembicaraan ini sampai ke telinga anak kantor, saya tidak akan segan-segan memecatmu."

" Baik pak Yoga."

" Apa kau yakin ingin mendapatkan cintanya, setelah apa yang Livino ucapkan, apa kau sudah menanyakan perkataan Livino pada istrimu?"

" Sudah."

" Dia jawab apa?"

" Sudah pernah."

" Apa!, aku tau, kau sangat mencintainya, tapi apa kau benar-benar tidak memandang statusnya?"

" Tidak peduli, mau dia sudah pernah dengan pria mana pun, yang penting aku bisa mendapatkan hatinya, apa kau memiliki cara?"

" Hahaha, kau seorang CEO, tapi tentang itu saja tidak paham, buat dia hamil, itu satu-satunya cara buat mempertahankan hubungan kalian."

" Mana mungkin, di sentuh saja dia tidak mau, bagai mana membuatnya hamil?"

" Kau menikah belum melakukan apa-apa?" Tanya Yoga dengan raut wajah bingung

" Kalau aku sudah melakukannya, mana mungkin aku bertanya padanya, sudah pernah apa belum, tapi dia bukan gadis yang suka seperti itu, meski aku sudah mendengar jawabaan dari mulutnya, tapi aku masih tidak percaya."

" Hahaha, Ardi itu karena terlalu cinta, mungkin saja orang tua dia tidak setuju dengan Livino, itu kenapa dia melakukan itu, kau kenapa marah-marah?"

" Dia menemui Livino di bandara, bahkan memasang alarm pukul 06.00. dia bangun pukul 07.00. Dia langsung lari memanggil taksi masih menggunakan baju tidur karena takut tidak bisa bertemu dengan Livino, aku sebagai suami tidak tau harus berbuat apa agar mereka itu mengakhiri hubungannya."

" Ardi sabar, aku yakin suatu saat dia bisa kembali padamu, Livino akan pergi ke Paris, selama dia pergi, kau berusaha mendekatinya seperti kau mengejar dia saat SMA dulu, setidaknya kau memiliki waktu untuk memperjuangkan cintamu lagi, tanpa ada orang ke tiga."

" Iya kau benar, terimakasih karena sudah memberi saran untuk aku."

" Santai saja, aku tau, kau sangat tergila-gila padanya, aku pikir kau sudah melupakan dia."

" Tidak mungkin, selama di Inggris aku selalu terbayang-bayang oleh senyuman manisnya, bahkan aku hampir gila setelah tau Lisa memiliki kekasih."

" Selamat berjuang."

" Iya sekali lagi terimakasih Yoga."

" Sama-sama pak CEO."

Ardi tersenyum kembali setelah di kasih saran oleh sahabatnya

" Siapa istri pak CEO, kenapa tidak menyebut namanya, dari tadi aku sudah memasang telinga agar tau siapa nama istrinya, tapi hanya dia." Batin Santi

Terpopuler

Comments

Hiatus

Hiatus

aku mampir, nyicil dulu ya bacanya

2021-03-29

0

Nyai iia

Nyai iia

hadir kembali dengan like..

jangan lupa feed back yak😊
"i will die in love"

2021-03-20

1

@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ

@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ

semangat hadir

2021-03-19

1

lihat semua
Episodes
1 Pengenalan tokoh dan Cerita
2 BAB 1. Putus
3 BAB 2. Di tinggal pergi
4 BAB 3. Menikah
5 BAB 4. Pergi ke kantor
6 BAB 5. Pindah rumah mertua
7 BAB 6. Peraturan baru
8 BAB 7 Bertemu Livino
9 BAB 8. Bertengkar
10 BAB 9. Menceritakan masalalu
11 BAB 10 Ke apartemen Livin
12 BAB 11. Salah Paham
13 BAB 12 Tidak jadi pergi
14 BAB 13 Kecewa
15 BAB 14 Surat perjanjian
16 BAB 15 Senyuman pagi
17 BAB 16 Tangisan Livino
18 BAB 17 Di tinggal Livino
19 BAB 18 Tiga kecupan tiga balasan
20 BAB 19 Bertemu Diana
21 BAB 20 Memikirkannya
22 BAB 21 Menjadi rasa manis
23 BAB 22 Memeluk erat
24 BAB 23 Ke bahagiaan pagi
25 BAB 24 Kecewa
26 BAB 25 Ke jujuran Ardi
27 BAB 26 Mulai jujur
28 BaB 27 Di rumah
29 BAB 28 Pertama kali masak
30 BAB 29 Di kamar
31 BAB 30 Masih ragu
32 BAB 31 Gelisah
33 BAB 32. Gagal
34 BAB 33. Mengantar Lisa
35 BAB 34. Tentang Livino
36 BAB 35. Curhat
37 BAB 36. Saling jujur
38 BAB 37. Obrolan di kamar
39 BAB 38. Lapar
40 BAB 39. Ke Jujuran Mirna
41 BAB 40. Gagal lagi
42 BAB 41. Jemput Intan
43 BAB 42. Ulet bulu
44 BAB 43. seperti 7 tahun
45 BAB 44. Menahan Amarah
46 BAB 45. 7-8 Hari
47 BAB. 46. Suapin
48 BAB 47. Berangkat
49 BAB 48. Visual. Fota tidur
50 BAB 49. Diana
51 BAB 50. Pulang
52 BAB. 51. Salah paham
53 BAB 52. Keras kepala
54 BAB 53. Egois
55 BAB 54. Mirna
56 BAB 55. Nasehat Mamah
57 BAB 56. Ingin memiliki satu kisah cinta
58 BAB 57. Dia bukan anak kandungku
59 BAB 58. Aku ini ibu yang membesarkanmu!
60 BAB 59. Aku tidak peduli dengan kartu ATM
61 BAB 60. Aku minta maaf mah
62 BAB 61. Cerita sekaligus nasehat
63 BAB 62. Memang tidak boleh kesini?
64 BAB 63. Aku minta maaf kak
65 BAB 64. Yoga, aku minta maaf
66 BAB 65. Aku hanya ingin memilikimu
67 BAB 66. Aku Sangat mencintainya
68 BAB 67. Kuatir
69 BAB 68. Apa tidak lupa sesuatu?
70 BAB 69. Apa kau sedangan menghindariku?
71 BAB. 70. Aku buru-buru
72 BAB 71. Curhatan Intan
73 BAB 72. Tapi yang salah itu hati dan pikiranku
74 BAB 73. Mabuk
75 BAB 74. Bingung
76 BAB 75. Berapa banyak kekasih yang kau miliki
77 BAB 76. Pergi ke moll
78 BAB 77. Lisa mabuk
79 BAB 78 panggilan dari kekasihmu
80 BAB 79. Laporan dari rumah sakit
81 BAB 80. Lanjutkan nanti malam
82 BAB 81. Kaka...!
83 BAB 82. Munafik
84 BAB. 83
85 BAB 84. Mau aku gendong?
86 BAB 85. Itu mah anu mah
87 BAB 86. Apa mau aku paksa?
88 BAB 87. Kaka sangat merindukanmu
89 BAB 88. Yoga, boleh aku memelukmu
90 BAB. 89 Menangis
91 BAB 90. Apa hubungannya denganku?
92 BAB 91. Kenapa di kamar ada nyamuk
93 BAB 92. Tapi apa sayang?
94 BAB 93. Apa ini roti buatan pertama?
95 BAB 94. Tunggu
96 BAB 95. I Love you Yoga
97 BAB 96. Menemui Yoga
98 BAB 97. Gagal di mengungkapkan
99 BAB 98. Ungkapkan hati Intan
100 BAB 99. Ungkapkan hati yoga
101 BAB 100. Mencicipinya
102 BAB 101. Dasar pelit
103 BAB 102 Kebahagiaan Intan
104 BAB 103. ulang tahun Ardi
105 BAB 104. Salah paham
106 BAB 105. Buka amplop
107 BAB 106. Berpelukan
108 BAB 107. Mengakhiri hubungan
109 BAB 108. Permintaan Intan
110 BAB 109. Masa lalu Veronica
111 BAB 110. Permohonan Intan pada Rangga
112 BAB 111. Jujur
113 BAB 112. Tangisan Herman
114 BAB 113. Perjodohan
115 BAB 114. Pasrah
116 BAB 115. Serigala tanpa bulu
117 BAB 116. Domba kecil
118 BAB 117. Mommy sayang
119 BAB 118. Calon keponakan
120 BAB 119. Papih sayang
121 BAB 120. Bertemu
122 BAB 121. Sandiwara Mey
123 BAB 122. Mengajak kabur
124 BAB 123. Meneolak untuk kabur
125 BAB 124. Pagi calon suamiku
126 BAB 125. Menikah
127 BAB 126. Tangisan Bahagia
128 BAB 127. Minta maaf
129 BAB 128. Suamiku
130 BAB 129. Ciuman
131 BAB 130. Ciuman pagi hari
132 BAB 131. Pulang
133 BAB 132. Tidur siang
134 BAB 133. Lelah Menunggu
135 BAB 134. Ngidam
136 BAB 135. Sate kambing
137 BAB 136.
138 BAB 37. Nasehat mamah
139 BAB 138. Mengantar mamah
140 BAB 39. Arga
141 BAB 140. Kemarahan Lisa
142 BAB 141. Tangisan Lisa
143 BAB 142. Bertengkar
144 BAB 143. Mirna minta maaf
145 BAB 144. Menujuk Lisa
146 BAB 145. Bertemu Ria
147 BAB. 146 Menesahati Lisa
148 BAB 147. Mencari Lisa
149 BAB 148. Kemarahan Lidia
150 BAB 49. Menasehati
151 BAB 150. CCTV
152 BAB 151. Di rumah Ria
153 BAB 152. Memaafkan
154 BAB 153 Ketakutan Ria
155 BAB 154. Mirna
156 BAB 155. Rencana Arga
157 BAB 157. Di hotel
158 BAB 158. Dandi
159 BAB 158. Rahma
160 BAB 159 Romi dan Jenni
161 BAB 160. Menerima foto
162 BAB 161. Menerima video
163 BAB 162. Terharu
164 BAB 163. Selalu salah
165 BAB 164 Ulat
166 BAB 165. Kedatangan Mirna
167 BAB 166. Ancaman Jenni
168 BAB 167. Ancaman Arga
169 BAB 168. Masa lalu Jenni
170 BAB 169. Keputusan Jenni
171 BAB 170. Permintaan Romi
172 BAB 171. Orang bayaran
173 BAB 172. Rem blong
174 BAB 173. Masuk rumah sakit
175 BAB 174. Datang ke rumah sakit
176 BAB 175. Menyesal
177 BAB 176. Ternyata Livino
178 BAB 177. Arga minta maaf
179 BAB 178. Memafkan Arga
180 BAB 179. Jenni terluka
181 BAB 180. Foto Sunmei Larissa
182 BAB 181. Dokter Calista
183 BAB 182. Lioni
184 BAB 183. Berbicara sendiri
185 BAB 184. Jenni menangis
186 BAB 185. Sadar
187 BAB 186. Aku adalah Sunmei
188 BAB 187. Ingin lebih dari sahabat
189 BAB 188. Di tolak
190 BAB 189. My Honey
191 BAB 190. Seperti kekasih
192 BAB 191. Nyonya muda YX
193 BAB 192. Di taman
194 BAB 183. Jenni pulang
195 BAB 194. Arga dan Lioni
196 BAB 195. Bandara
197 BAB 196. Penjelasan Argantara
198 BAB 197. Setuju
199 BAB 198. Saya kekasih Jenni
200 BAB 199. Mari kita menikah Jen
201 BAB 200. Lingsih Group
202 BAB 201. Kecewa
203 BAB 202. Tidak Sudi
204 BAB 203. Setuju
205 BAB 204. Masakan Jenni
206 BAB 205. Nasehat Romi
207 BAB 206. Buku harian
208 BAB 207. Di terima
209 BAB 208. Lamaran
210 BAB 209. Menika
211 BAB 210. (END)
Episodes

Updated 211 Episodes

1
Pengenalan tokoh dan Cerita
2
BAB 1. Putus
3
BAB 2. Di tinggal pergi
4
BAB 3. Menikah
5
BAB 4. Pergi ke kantor
6
BAB 5. Pindah rumah mertua
7
BAB 6. Peraturan baru
8
BAB 7 Bertemu Livino
9
BAB 8. Bertengkar
10
BAB 9. Menceritakan masalalu
11
BAB 10 Ke apartemen Livin
12
BAB 11. Salah Paham
13
BAB 12 Tidak jadi pergi
14
BAB 13 Kecewa
15
BAB 14 Surat perjanjian
16
BAB 15 Senyuman pagi
17
BAB 16 Tangisan Livino
18
BAB 17 Di tinggal Livino
19
BAB 18 Tiga kecupan tiga balasan
20
BAB 19 Bertemu Diana
21
BAB 20 Memikirkannya
22
BAB 21 Menjadi rasa manis
23
BAB 22 Memeluk erat
24
BAB 23 Ke bahagiaan pagi
25
BAB 24 Kecewa
26
BAB 25 Ke jujuran Ardi
27
BAB 26 Mulai jujur
28
BaB 27 Di rumah
29
BAB 28 Pertama kali masak
30
BAB 29 Di kamar
31
BAB 30 Masih ragu
32
BAB 31 Gelisah
33
BAB 32. Gagal
34
BAB 33. Mengantar Lisa
35
BAB 34. Tentang Livino
36
BAB 35. Curhat
37
BAB 36. Saling jujur
38
BAB 37. Obrolan di kamar
39
BAB 38. Lapar
40
BAB 39. Ke Jujuran Mirna
41
BAB 40. Gagal lagi
42
BAB 41. Jemput Intan
43
BAB 42. Ulet bulu
44
BAB 43. seperti 7 tahun
45
BAB 44. Menahan Amarah
46
BAB 45. 7-8 Hari
47
BAB. 46. Suapin
48
BAB 47. Berangkat
49
BAB 48. Visual. Fota tidur
50
BAB 49. Diana
51
BAB 50. Pulang
52
BAB. 51. Salah paham
53
BAB 52. Keras kepala
54
BAB 53. Egois
55
BAB 54. Mirna
56
BAB 55. Nasehat Mamah
57
BAB 56. Ingin memiliki satu kisah cinta
58
BAB 57. Dia bukan anak kandungku
59
BAB 58. Aku ini ibu yang membesarkanmu!
60
BAB 59. Aku tidak peduli dengan kartu ATM
61
BAB 60. Aku minta maaf mah
62
BAB 61. Cerita sekaligus nasehat
63
BAB 62. Memang tidak boleh kesini?
64
BAB 63. Aku minta maaf kak
65
BAB 64. Yoga, aku minta maaf
66
BAB 65. Aku hanya ingin memilikimu
67
BAB 66. Aku Sangat mencintainya
68
BAB 67. Kuatir
69
BAB 68. Apa tidak lupa sesuatu?
70
BAB 69. Apa kau sedangan menghindariku?
71
BAB. 70. Aku buru-buru
72
BAB 71. Curhatan Intan
73
BAB 72. Tapi yang salah itu hati dan pikiranku
74
BAB 73. Mabuk
75
BAB 74. Bingung
76
BAB 75. Berapa banyak kekasih yang kau miliki
77
BAB 76. Pergi ke moll
78
BAB 77. Lisa mabuk
79
BAB 78 panggilan dari kekasihmu
80
BAB 79. Laporan dari rumah sakit
81
BAB 80. Lanjutkan nanti malam
82
BAB 81. Kaka...!
83
BAB 82. Munafik
84
BAB. 83
85
BAB 84. Mau aku gendong?
86
BAB 85. Itu mah anu mah
87
BAB 86. Apa mau aku paksa?
88
BAB 87. Kaka sangat merindukanmu
89
BAB 88. Yoga, boleh aku memelukmu
90
BAB. 89 Menangis
91
BAB 90. Apa hubungannya denganku?
92
BAB 91. Kenapa di kamar ada nyamuk
93
BAB 92. Tapi apa sayang?
94
BAB 93. Apa ini roti buatan pertama?
95
BAB 94. Tunggu
96
BAB 95. I Love you Yoga
97
BAB 96. Menemui Yoga
98
BAB 97. Gagal di mengungkapkan
99
BAB 98. Ungkapkan hati Intan
100
BAB 99. Ungkapkan hati yoga
101
BAB 100. Mencicipinya
102
BAB 101. Dasar pelit
103
BAB 102 Kebahagiaan Intan
104
BAB 103. ulang tahun Ardi
105
BAB 104. Salah paham
106
BAB 105. Buka amplop
107
BAB 106. Berpelukan
108
BAB 107. Mengakhiri hubungan
109
BAB 108. Permintaan Intan
110
BAB 109. Masa lalu Veronica
111
BAB 110. Permohonan Intan pada Rangga
112
BAB 111. Jujur
113
BAB 112. Tangisan Herman
114
BAB 113. Perjodohan
115
BAB 114. Pasrah
116
BAB 115. Serigala tanpa bulu
117
BAB 116. Domba kecil
118
BAB 117. Mommy sayang
119
BAB 118. Calon keponakan
120
BAB 119. Papih sayang
121
BAB 120. Bertemu
122
BAB 121. Sandiwara Mey
123
BAB 122. Mengajak kabur
124
BAB 123. Meneolak untuk kabur
125
BAB 124. Pagi calon suamiku
126
BAB 125. Menikah
127
BAB 126. Tangisan Bahagia
128
BAB 127. Minta maaf
129
BAB 128. Suamiku
130
BAB 129. Ciuman
131
BAB 130. Ciuman pagi hari
132
BAB 131. Pulang
133
BAB 132. Tidur siang
134
BAB 133. Lelah Menunggu
135
BAB 134. Ngidam
136
BAB 135. Sate kambing
137
BAB 136.
138
BAB 37. Nasehat mamah
139
BAB 138. Mengantar mamah
140
BAB 39. Arga
141
BAB 140. Kemarahan Lisa
142
BAB 141. Tangisan Lisa
143
BAB 142. Bertengkar
144
BAB 143. Mirna minta maaf
145
BAB 144. Menujuk Lisa
146
BAB 145. Bertemu Ria
147
BAB. 146 Menesahati Lisa
148
BAB 147. Mencari Lisa
149
BAB 148. Kemarahan Lidia
150
BAB 49. Menasehati
151
BAB 150. CCTV
152
BAB 151. Di rumah Ria
153
BAB 152. Memaafkan
154
BAB 153 Ketakutan Ria
155
BAB 154. Mirna
156
BAB 155. Rencana Arga
157
BAB 157. Di hotel
158
BAB 158. Dandi
159
BAB 158. Rahma
160
BAB 159 Romi dan Jenni
161
BAB 160. Menerima foto
162
BAB 161. Menerima video
163
BAB 162. Terharu
164
BAB 163. Selalu salah
165
BAB 164 Ulat
166
BAB 165. Kedatangan Mirna
167
BAB 166. Ancaman Jenni
168
BAB 167. Ancaman Arga
169
BAB 168. Masa lalu Jenni
170
BAB 169. Keputusan Jenni
171
BAB 170. Permintaan Romi
172
BAB 171. Orang bayaran
173
BAB 172. Rem blong
174
BAB 173. Masuk rumah sakit
175
BAB 174. Datang ke rumah sakit
176
BAB 175. Menyesal
177
BAB 176. Ternyata Livino
178
BAB 177. Arga minta maaf
179
BAB 178. Memafkan Arga
180
BAB 179. Jenni terluka
181
BAB 180. Foto Sunmei Larissa
182
BAB 181. Dokter Calista
183
BAB 182. Lioni
184
BAB 183. Berbicara sendiri
185
BAB 184. Jenni menangis
186
BAB 185. Sadar
187
BAB 186. Aku adalah Sunmei
188
BAB 187. Ingin lebih dari sahabat
189
BAB 188. Di tolak
190
BAB 189. My Honey
191
BAB 190. Seperti kekasih
192
BAB 191. Nyonya muda YX
193
BAB 192. Di taman
194
BAB 183. Jenni pulang
195
BAB 194. Arga dan Lioni
196
BAB 195. Bandara
197
BAB 196. Penjelasan Argantara
198
BAB 197. Setuju
199
BAB 198. Saya kekasih Jenni
200
BAB 199. Mari kita menikah Jen
201
BAB 200. Lingsih Group
202
BAB 201. Kecewa
203
BAB 202. Tidak Sudi
204
BAB 203. Setuju
205
BAB 204. Masakan Jenni
206
BAB 205. Nasehat Romi
207
BAB 206. Buku harian
208
BAB 207. Di terima
209
BAB 208. Lamaran
210
BAB 209. Menika
211
BAB 210. (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!