Ardi sampai di rumah. Raut wajah yang penuh dengan kecewa, di ikuti Santi yang membawa berkas-berkas kantor
" Sore sayang." Sapa Mirna sambil tersenyum
" Sore juga mah. Ardi masih ke kamar dulu." Jawab Ardi masih dengan raut wajah kecewa
" Apakah terlalu lelah di kantor sayang?"
" Ardi naik dulu mah mau mandi." Jawab Ardi yang mengalihkan pembicaraan. Ardi langsung menaiki tangga
" Santi kau boleh pulang, seperti kau mengantarkan pak CEO Kalau sudah sampai rumah kau tidak perlu di suruh pulang karena anak saya tidak suka terlalu banyak bicara."
" Baik bu CEO." Jawab Santi sambil membungkuk kepala lalu langsung berjalan keluar
Lisa sampai di rumah dirinya langsung turun dari mobil. Santi yang melihat Lisa yang akan masuk dirinya langsung menyapa
" Sore nona muda." Sapa Santi dengan ramah
Lisa melirik sekilas dengan tatapan mata tajam yang tidak bisa di artikan lalu dirinya langsung melangkah masuk ke dalam rumah. Santi mengelus dadanya
" Tatapan nona Lisa sangat menyeramkan, jangankan bersuara mengangguk saja tidak, ada hubungan apa pak CEO dengan nona Lisa, apa mereka sodara, tatapan mata yang sama, hebat sekali dokter Livino bisa mendapatkan nona Lisa yang super dingin."
" Neng Santi." Panggil Bi Minah
" Eh iya Bi."
" Jangan bicara sendiri, lebih baik pulang neng, nona muda memang tidak suka berbicara dengan siapa pun."
" Iya."
Santi langsung menyalakan motor dirinya langsung pergi. Bi Minah masuk mengikuti Lisa
" Sore menantu mamah yang cantik." Sapa Mirna sambil tersenyum
Lisa tidak menjawab sapaan mertuanya. Melirik saja tidak, dirinya langsung menaiki tangga. Mirna sudah tidak aneh dengan menantunya. Mirna langsung duduk di ruang tamu. Bi Minah langsung masuk ke dapur sambil mengelus dadanya
" Nona muda bahkan tidak menjawab sapaan nyonya, jangankan bersuara melirik saja tidak masih dengan muka sinis, tapi bagaimana kalau di ranjang dengan tuan muda, apa dia tetap sinis, aneh sekali kenapa tuan muda menyukai nona dingin itu."
Bi Asih langsung menyenggol tangan Bi Minah
" Jangan ngomong sendiri?"
" Eh Asih kau sudah kembali."
" Saya dengar tuan muda sudah datang dan sudah menikah, seperti apa istirnya, apa dia cantik?"
" Asih kau pulang kampung 11 hari, jadi tidak tau."
" Iya, bagaimana apa istrinya cantik?"
" Sangat cantik, saya juga melihatnya sangat kagum, tapi dia tidak suka bicara, sapaan mertuanya saja tidak di jawab."
" Siapa namanya?"
" Lisa."
" Namanya mirip dengan dokter Lisa yang sangat cantik."
" Asih, istrinya tuan muda, memang dokter Lisa, dokter cantik dan tidak suka berbicara selain bukan dengan pasiennya."
" Apa serius?"
Bi Ira mendekati Bi asih dan Bi Minah
" Jangan ngerumpi, ingat meski sikapnya seperti itu, dia tetap bos kita, apa kalian mau di pecat oleh nyonya karena mejelekan sikap nona muda?"
" Hahaha, bukan begitu Ira, saya tadi membayangkan kalau nona muda dan tuan muda di ranjang, apa nona muda tetap memasang wajah sinis?" Tanya Bi Minah sambil tertawa
" Hahaha, kau sudah tua masih saja mesum." Jawab Bi Ira dengan tertawa
" saya juga jadi penasaran." Timpal Bi Asih
" Kalian semua,gila." Jawab Bi Ira
Ardi setelah di kamar dirinya langsung masuk ke dalam kamar mandi lalu menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya
" Apa aku bisa mendapatkan hati Lisa, aku bener-bener tidak rela Lisa bersama lelaki lain, aku sangat mencintainya." Batin Ardi
Lisa masuk kedalam kamar dirinya langsung mengambil baju untuk mandi. Lisa tidak tau ada suaminya di dalam kamar mandi, dirinya langsung masuk karena tidak di kunci. Ardi yang sedang ganti baju tidak sadar kalau istrinya masuk. Lisa yang melihat suaminya belum pakai baju menelan ludahnya sendiri, karena postur tubuh yang sangat kekar dan seperti roti sobek yang menghiasi tubuhnya, karena ini pertama kalinya dirinya melihat dengan jelas. Ardi selsai ganti baju, saat pandangan mata melihat ke depan ada Lisa yang melihatnya. Lisa yang di lihat langsung refleks
" Saya tidak lihat apa-apa."
Lisa langsung keluar dari kamar mandi
" Siapa yang nanya?"
Ardi juga ikut keluar dari kamar mandi
" Kau mau mandi?"
Lisa tidak menjawab pertanyaan dari suaminya dirinya langsung masuk kamar mandi. Lisa menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya, dirinya masih mengingat kejadian tadi
" Sial, kenapa aku jadi mesum."
Ardi duduk sambil membuka laptopnya, tapi pikirannya tetap masih mengingat kejadian tadi siang yang melihat istrinya tersenyum manis dengan pria lain. Setelah selesai mandi Lisa langsung duduk di meja rias. Ardi langsung berjalan mendekati istrinya, meski ragu-ragu tetapi dirinya sudah tidak bisa menahan apa yang di lihat tadi siang
" Cinta, bisa berbicara sebentar?"
Lisa masih tidak menjawab. Ardi menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan-lahan
" Cinta, sampai kapan kita akan seperti ini, kita sudah menikah, apa akan terus diam seperti ini, kau mengambil cuti untuk menemui siapa, apa seorang pria?"
Lisa langsung memutarkan badannya dirinya menatap suaminya. Lisa tau pasti suaminya melihatnya terpaksa dirinya menjawab pertanyaan suaminya meski jawabannya berbohong
" Iya aku mengambil cuti untuk menemui Livino."
" Cinta, ingat kau istriku sekarang "
" Hahaha, istri, sejak kapan aku jadi istrimu satu lagi namaku Lisa bukan Cinta." Jawab Lisa sambil tertawa
" Apa kau sudah tidak mengingat masalalu kita?" Tanya Ardi dengan lirih
" Hahaha, kau suruh aku mengingat saat berlutut di kakimu seperti gadis bodoh." Jawab Lisa masih tertawa
" Ada hubungan apa kau bertemu dengan Livino?"
" Pasti kau sudah tau jawabannya." Jawab Lisa dengan senyum sinsis
" Apa kau masih memiliki hubungan dengan Livino?"
" Tentu saja, aku sangat mencintainya, kau tau, sendainya tidak di jodohkan denganmu, aku akan menikah dengan Livino."
" Kenapa kau menerima perjodohan?" Tanya Ardi dengan raut wajah kecewa
" Karena aku tidak ingin mengecewakan mereka, apa lagi ini permintaan pertama mereka, tentu saja tidak bisa menolak, tapi jika saja aku tau orang yang di jodohkan itu kau, aku tidak akan pernah menerimanya. Apa kau puas sekarang hah!" Bentak Lisa
" Apa salahku, kau sebenci itu padaku?" Tanya Ardi masih dengan raut wajah
kecewa
" Apa kau pura-pura bodoh, semenjak kau membuat aku berlutut di kakimu semenjak itu juga aku membencimu, bahkan kau sekarang menjadi duri di hubungan aku dengan Livino, apa kau puas itu hah!."
Bentak Lisa
" Berapa lama kau hubungan dengannya, aku tau, kau bukan wanita yang mudah untuk di dapatkan?"
Lisa menatap mata suaminya dengan tatapan mata yang mulai merah dirinya mengingat kembali bagaimana dirinya hina hingga 5 tahun berlalu, tapi luka itu masih membekas di hatinya
" Kenapa kau tidak menjawab!." Bentak Ardi
" Itu bukan urusanmu, yang jelas aku sangat mencintai Livino."
" Jawab Lisa, aku ini suamimu!" Bentak Ardi dengan raut wajah yang sangat kecewa
" Kau bertanya seperti polisi." Jawab Lisa langsung menunduk dirinya menahan air matanya
" Lisa, aku tanya sekali lagi, berapa lama kau mengenal Livino dan berapa lama kau hubungan dengan Livino?"
" Sudah 17 tahun yang lalu, aku mengenalnya dan Livino adalah kekasih kecilku, apa aku harus menjelaskan semuanya hah?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 211 Episodes
Comments
Your name
Semangat terus buat Authornya.
2021-07-27
0
mutoharoh
Semangat kak....
berkunjung juga yah
2021-06-18
1
pinnacullata pinna
halo thor aku mampir dan memberikan like this dukung juga novelku cinta adalah sebuah perjalanan yang indah 🙏
2021-03-30
1