BAB 4. Pergi ke kantor

Pagi hari Ardi sudah rapih. Duduk di atas ranjang menunggu orang yang kini menjadi istrinya. Dari kemarin mereka hingga pagi ini belum ada pembicaraan. Setelah Lisa selesai. Ardi langsung membuka pembicaraan

" Apa kau mau aku antar kerja?"

Lisa tidak menjawab pertanyaan suaminya, dirinya langsung turun ke bawah yang di ikuti suaminya. Hati Ardi semakin sakit, bukan hanya tidak ingin di sentuh, tapi bicara dengan dirinya saja tidak mau. Lisa, Ardi dan Lidia duduk di meja makan, hanya Ayah Lisa yang pergi lebih dulu karena ada pekerjaan mendadak. Lisa tidak mengambil sarapan untuk suaminya

" Sayang, ambilkan sarapan untuk suamimu, sekarang kau sudah menjadi istrinya."

" Iya mah."

Lisa langsung mengambilkan sarapan, walaupun dirinya sangat benci, tapi ini perintah orang tuanya. Mereka makan tanpa ada suara hanya ada dentingan sendok yang terdengar. Ardi tetap diam rasanya kini sudah menjadi orang asing di depan orang yang selama ini membuat dirinya hampir gila. Setelah selesai sarapan Lidia langsung berbicara

" Nak, bajumu biar Bibi Ida yang beresin, kau boleh kerja, agar pulang sudah selesai."

" Apa!, tidak salah, apa mamah ingin mengusirku?"

" Lisa sayang, mana ada seorang ibu mengusir anaknya, kalian sudah menikah mertuamu menginginkan kau tinggal di sana." Jawab Lidia sambil tersenyum,Sebenarnya tidak bisa di bohongi hati Lidia sangat kecewa pada anaknya

" Apa mamah tega padaku?"

" Sayang, pertanyaan macam apa lagi, tentu saja mamah sangat sayang padamu."

Lisa sudah mengepalkan tangan. Kini matanya menatap tajam pada pria yang duduk di hadapannya. Tatapan mata itu mewakili perkataannya

" Awas jika kau berani menyentuhku." Itu lah yang ada di benak Lisa

Ardi menyadari tatapan istrinya adalah tatapan ancaman. Bagaimana pun juga mereka sudah kenal sebelumnya tentu saja sudah paham dengan sikap yang kini menjadi istrinya

" Loh, tidak boleh melototin suami seperti itu sayang." Ucap Lidia karena anaknya menatap tajam yang tidak bisa di artikan

" Mah, Lisa berangkat dulu, suruh pak Maman antar mobilku ke rumah mamah mertuaku, Lisa akan bawa mobil Ayah."

" Apa tidak sama Ardi?"

" Tidak searah mah."

" Sayang, sejak kapan tidak searah, Ardi sekarang akan pergi ke kantor, akan menjadi CEO baru."

Lisa tidak berbicara lagi dirinya langsung berjalan keluar. Lidia yang melihat anaknya seperti itu, langsung menarik nafas dengan kasar. Kini tinggal ada dirinya dan Ardi

" Nak, mamah minta maaf, kalau sekarang Lisa bukan lagi seperti yang kau kenal, mamah harap kau bisa sabar."

" Mah, ini kesalahan Ardi. Ardi tidak akan menyalahkan perubahan sikap Lisa."

" Mamah harap kalian bisa seperti dulu lagi, Lisa anak mamah satu-satunya. Mamah hanya ingin melihat kalian bahagia."

" Iya mah, Ardi mengerti maksud mamah, kalau begitu Ardi pamit dulu."

"Iya nak hati-hati."

" Iya mah."

Lalu Ardi langsung berjalan keluar

" Ya Tuhan kasihlah kesabaran untuk Ardi, agar mereka seperti dulu lagi." Batin Lidia

Lalu Ardi masuk mobil, dirinya langsung menjalankan mobilnya. Ardi menyetir sambil terus memikirkan sikap orang yang di cintainya yang sudah berubah

" Sampai kapan kau seperti ini, atau kau masih mencintai Livino, orang yang selama 1 tahun ini bersamamu." Batin Ardi

...****************...

Lisa duduk dengan pikiran yang sudah tidak karuan

" Ya Tuhan. Aku tidak pernah menyangka, orang tuaku menjodohkan aku dengan orang yang sangat aku benci, setiap melihat wajahnya, aku selalu melihat luka di mana aku saat itu berlutut untuk dia, begitu hinanya aku saat itu, kini dia menjadi suamiku, setelah aku sudah sangat membencinya." Batin Lisa

" Hey, masih pagi ko bengong."

" Apa Ria."

" Gimana, apa suamimu tampan, atau?"

" Atau bajingan"

Lisa langsung memotong pembicaraan sahabatnya

" Apa maksudnya, apa kau masih belum melupakan kekasih kecilmu?"

" Haha, terlalu mimpi, kau tau siapa pria yang aku nikahi?" Tanya Lisa sambil tertawa

Ria hanya menggelengkan kepalanya

" Iya dia bajingan yang sudah meninggalkan aku."

" Kau tidak mimpi?"

Lisa tidak menjawab, dirinya langsung menyerahkan foto pernikahan kemarin

" Hah, beneran sama dia, bagus dong, apa sudah malam pertama?"

" Heh, jangankan malam pertama, berbicara saja aku tidak sudi."

" Lisa, aku tau, kau sangat membencinya, tapi sekarang Ardi sudah menjadi suamimu, setidaknya lakukanlah kewajibanmu sebagai istri."

" Kau tidak perlu menasehati aku, ya sudah aku mau memriksa kondisi pasien dulu."

Ria tidak menjawab perkataan sahabatnya. Lisa langsung berdiri lalu berjalan keluar. Pikiran Ria tidak karuan, walaupun dirinya menasahti Lisa, tapi tetap saja dirinya memikirkan Livino

" kenapa Ardi datang, setelah Lisa memiliki Livino orang yang bersamanya selama 1 tahun ini, di saat Lisa sudah memiliki orang yang dia sukai, apa yakin Lisa tidak tertarik dengan Ardi, aku yakin dengan berjalannya waktu pasti tertarik, bagaimana dengan Livino, yang selalu ada buat Lisa, apa Lisa akan meninggal Livino?" Batin Ria

...****************...

Ardi berjalan memasuki kantor, ini adalah pertama kalinya Ardi menginjakkan kakinya ke perusahaan SETIAWAN Grup setelah 5 tahun di Inggris. Para karyawan banyak yang mengagumi ketampanan yang akan menjadi CEO baru

" Wah tidak salah yang tadi masuk itu, Anak CEO kita?" Tanya wati

" Sepertinya tidak, meski sudah 5 tahun berlalu, wajahnya tidak berubah tetap tampan dan memiliki aura dingin, aku juga tau, dia tidak pernah tersenyum dengan siapapun." Jawab intan

Ardi masuk ruangan ayahnya

" Ayah."

Ardi langsung duduk di sofa. Memasang wajah yang malas

" Loh ko wajahnya di tekuk gitu pengantin baru, apa tidak cukup semalam?" Tanya Ardian sambil tersenyum

" Ayah, bicara apa sih, Ardi kan kesini mau kerja."

" Nak, ini Santi, dia asisten baru untukmu."

Santi membungkuk kepalanya untuk tanda hormat

Ardi matanya melotot. Bagaimana mungkin Ayahnya mengambil Asisten seorang wanita

" Ardi, Ayah tau, kau tidak suka seorang wanita di sisimu, tapi Santi sudah bekerja 3 tahun dengan Ayah, bukankah yang penting kerjanya benar?"

" Baiklah Ayah."

Ardi sudah tidak bisa menolak karena Ayahnya sudah membela asistennya mau tidak mau ya sekarang dialah yang jadi asistennya

" Baiklah, kalau begitu Santi, kau suruh kariawan berkumpul, karena sekarang akan mengenalkan CEO baru."

" Baik pak CEO."

Santi berjalan keluar

" Ardi, apa istrimu mau tinggal di rumah kita?"

" Ayah, lihat saja nanti sore, Ardi juga tidak tau."

" Apa kalian belum melakukan apapun semalam?"

" Ayah, kenapa bertanya tidak masuk akal."

" Baiklah, semoga kalian cepat punya momongan, Ayah hanya punya satu anak, jadi wajar kalau Ayah sangat mengharapkan kalian segera punya momongan."

Ardi menatap Ayahnya dirinya melihat jelas bahwa Ayahnya ingin segera memiliki cucu

" Ardi akan berusaha yah."

" Baiklah."

Ardi mulai kecewa setelah mendengar ucapan ayahnya

" Ya Tuhan, jangankan momongan, bicara saja Lisa tidak mau." Batin Ardi

Santi setelah mengumpulkan karyawan langsung masuk lagi

" Pak CEO semuanya sudah ada di depan."

Ardian dan Ardi langsung keluar di ikuti oleh Santi

" Nah ini anak saya, yang akan menjadi CEO baru di sini."

" Nama Saya Ardi Setiawan, kalian bisa panggil saya CEO Ardi."

" Baik CEO." Jawab berbarengan

" Kalian bisa kembali ke pekerjaan masing-masing." Suruh Ardi

Mereka pun bubar melanjutkan pekerjan masing-masing

Terpopuler

Comments

hiatus

hiatus

hai kak aku mampir 🥰

2021-09-04

1

auliasiamatir

auliasiamatir

like . banget buat bab ini thor

2021-05-23

2

Seirioss

Seirioss

5 hadir y kk 😊cemungut

salam manis dari"LUKA YANG DALAM"😊

2021-05-06

2

lihat semua
Episodes
1 Pengenalan tokoh dan Cerita
2 BAB 1. Putus
3 BAB 2. Di tinggal pergi
4 BAB 3. Menikah
5 BAB 4. Pergi ke kantor
6 BAB 5. Pindah rumah mertua
7 BAB 6. Peraturan baru
8 BAB 7 Bertemu Livino
9 BAB 8. Bertengkar
10 BAB 9. Menceritakan masalalu
11 BAB 10 Ke apartemen Livin
12 BAB 11. Salah Paham
13 BAB 12 Tidak jadi pergi
14 BAB 13 Kecewa
15 BAB 14 Surat perjanjian
16 BAB 15 Senyuman pagi
17 BAB 16 Tangisan Livino
18 BAB 17 Di tinggal Livino
19 BAB 18 Tiga kecupan tiga balasan
20 BAB 19 Bertemu Diana
21 BAB 20 Memikirkannya
22 BAB 21 Menjadi rasa manis
23 BAB 22 Memeluk erat
24 BAB 23 Ke bahagiaan pagi
25 BAB 24 Kecewa
26 BAB 25 Ke jujuran Ardi
27 BAB 26 Mulai jujur
28 BaB 27 Di rumah
29 BAB 28 Pertama kali masak
30 BAB 29 Di kamar
31 BAB 30 Masih ragu
32 BAB 31 Gelisah
33 BAB 32. Gagal
34 BAB 33. Mengantar Lisa
35 BAB 34. Tentang Livino
36 BAB 35. Curhat
37 BAB 36. Saling jujur
38 BAB 37. Obrolan di kamar
39 BAB 38. Lapar
40 BAB 39. Ke Jujuran Mirna
41 BAB 40. Gagal lagi
42 BAB 41. Jemput Intan
43 BAB 42. Ulet bulu
44 BAB 43. seperti 7 tahun
45 BAB 44. Menahan Amarah
46 BAB 45. 7-8 Hari
47 BAB. 46. Suapin
48 BAB 47. Berangkat
49 BAB 48. Visual. Fota tidur
50 BAB 49. Diana
51 BAB 50. Pulang
52 BAB. 51. Salah paham
53 BAB 52. Keras kepala
54 BAB 53. Egois
55 BAB 54. Mirna
56 BAB 55. Nasehat Mamah
57 BAB 56. Ingin memiliki satu kisah cinta
58 BAB 57. Dia bukan anak kandungku
59 BAB 58. Aku ini ibu yang membesarkanmu!
60 BAB 59. Aku tidak peduli dengan kartu ATM
61 BAB 60. Aku minta maaf mah
62 BAB 61. Cerita sekaligus nasehat
63 BAB 62. Memang tidak boleh kesini?
64 BAB 63. Aku minta maaf kak
65 BAB 64. Yoga, aku minta maaf
66 BAB 65. Aku hanya ingin memilikimu
67 BAB 66. Aku Sangat mencintainya
68 BAB 67. Kuatir
69 BAB 68. Apa tidak lupa sesuatu?
70 BAB 69. Apa kau sedangan menghindariku?
71 BAB. 70. Aku buru-buru
72 BAB 71. Curhatan Intan
73 BAB 72. Tapi yang salah itu hati dan pikiranku
74 BAB 73. Mabuk
75 BAB 74. Bingung
76 BAB 75. Berapa banyak kekasih yang kau miliki
77 BAB 76. Pergi ke moll
78 BAB 77. Lisa mabuk
79 BAB 78 panggilan dari kekasihmu
80 BAB 79. Laporan dari rumah sakit
81 BAB 80. Lanjutkan nanti malam
82 BAB 81. Kaka...!
83 BAB 82. Munafik
84 BAB. 83
85 BAB 84. Mau aku gendong?
86 BAB 85. Itu mah anu mah
87 BAB 86. Apa mau aku paksa?
88 BAB 87. Kaka sangat merindukanmu
89 BAB 88. Yoga, boleh aku memelukmu
90 BAB. 89 Menangis
91 BAB 90. Apa hubungannya denganku?
92 BAB 91. Kenapa di kamar ada nyamuk
93 BAB 92. Tapi apa sayang?
94 BAB 93. Apa ini roti buatan pertama?
95 BAB 94. Tunggu
96 BAB 95. I Love you Yoga
97 BAB 96. Menemui Yoga
98 BAB 97. Gagal di mengungkapkan
99 BAB 98. Ungkapkan hati Intan
100 BAB 99. Ungkapkan hati yoga
101 BAB 100. Mencicipinya
102 BAB 101. Dasar pelit
103 BAB 102 Kebahagiaan Intan
104 BAB 103. ulang tahun Ardi
105 BAB 104. Salah paham
106 BAB 105. Buka amplop
107 BAB 106. Berpelukan
108 BAB 107. Mengakhiri hubungan
109 BAB 108. Permintaan Intan
110 BAB 109. Masa lalu Veronica
111 BAB 110. Permohonan Intan pada Rangga
112 BAB 111. Jujur
113 BAB 112. Tangisan Herman
114 BAB 113. Perjodohan
115 BAB 114. Pasrah
116 BAB 115. Serigala tanpa bulu
117 BAB 116. Domba kecil
118 BAB 117. Mommy sayang
119 BAB 118. Calon keponakan
120 BAB 119. Papih sayang
121 BAB 120. Bertemu
122 BAB 121. Sandiwara Mey
123 BAB 122. Mengajak kabur
124 BAB 123. Meneolak untuk kabur
125 BAB 124. Pagi calon suamiku
126 BAB 125. Menikah
127 BAB 126. Tangisan Bahagia
128 BAB 127. Minta maaf
129 BAB 128. Suamiku
130 BAB 129. Ciuman
131 BAB 130. Ciuman pagi hari
132 BAB 131. Pulang
133 BAB 132. Tidur siang
134 BAB 133. Lelah Menunggu
135 BAB 134. Ngidam
136 BAB 135. Sate kambing
137 BAB 136.
138 BAB 37. Nasehat mamah
139 BAB 138. Mengantar mamah
140 BAB 39. Arga
141 BAB 140. Kemarahan Lisa
142 BAB 141. Tangisan Lisa
143 BAB 142. Bertengkar
144 BAB 143. Mirna minta maaf
145 BAB 144. Menujuk Lisa
146 BAB 145. Bertemu Ria
147 BAB. 146 Menesahati Lisa
148 BAB 147. Mencari Lisa
149 BAB 148. Kemarahan Lidia
150 BAB 49. Menasehati
151 BAB 150. CCTV
152 BAB 151. Di rumah Ria
153 BAB 152. Memaafkan
154 BAB 153 Ketakutan Ria
155 BAB 154. Mirna
156 BAB 155. Rencana Arga
157 BAB 157. Di hotel
158 BAB 158. Dandi
159 BAB 158. Rahma
160 BAB 159 Romi dan Jenni
161 BAB 160. Menerima foto
162 BAB 161. Menerima video
163 BAB 162. Terharu
164 BAB 163. Selalu salah
165 BAB 164 Ulat
166 BAB 165. Kedatangan Mirna
167 BAB 166. Ancaman Jenni
168 BAB 167. Ancaman Arga
169 BAB 168. Masa lalu Jenni
170 BAB 169. Keputusan Jenni
171 BAB 170. Permintaan Romi
172 BAB 171. Orang bayaran
173 BAB 172. Rem blong
174 BAB 173. Masuk rumah sakit
175 BAB 174. Datang ke rumah sakit
176 BAB 175. Menyesal
177 BAB 176. Ternyata Livino
178 BAB 177. Arga minta maaf
179 BAB 178. Memafkan Arga
180 BAB 179. Jenni terluka
181 BAB 180. Foto Sunmei Larissa
182 BAB 181. Dokter Calista
183 BAB 182. Lioni
184 BAB 183. Berbicara sendiri
185 BAB 184. Jenni menangis
186 BAB 185. Sadar
187 BAB 186. Aku adalah Sunmei
188 BAB 187. Ingin lebih dari sahabat
189 BAB 188. Di tolak
190 BAB 189. My Honey
191 BAB 190. Seperti kekasih
192 BAB 191. Nyonya muda YX
193 BAB 192. Di taman
194 BAB 183. Jenni pulang
195 BAB 194. Arga dan Lioni
196 BAB 195. Bandara
197 BAB 196. Penjelasan Argantara
198 BAB 197. Setuju
199 BAB 198. Saya kekasih Jenni
200 BAB 199. Mari kita menikah Jen
201 BAB 200. Lingsih Group
202 BAB 201. Kecewa
203 BAB 202. Tidak Sudi
204 BAB 203. Setuju
205 BAB 204. Masakan Jenni
206 BAB 205. Nasehat Romi
207 BAB 206. Buku harian
208 BAB 207. Di terima
209 BAB 208. Lamaran
210 BAB 209. Menika
211 BAB 210. (END)
Episodes

Updated 211 Episodes

1
Pengenalan tokoh dan Cerita
2
BAB 1. Putus
3
BAB 2. Di tinggal pergi
4
BAB 3. Menikah
5
BAB 4. Pergi ke kantor
6
BAB 5. Pindah rumah mertua
7
BAB 6. Peraturan baru
8
BAB 7 Bertemu Livino
9
BAB 8. Bertengkar
10
BAB 9. Menceritakan masalalu
11
BAB 10 Ke apartemen Livin
12
BAB 11. Salah Paham
13
BAB 12 Tidak jadi pergi
14
BAB 13 Kecewa
15
BAB 14 Surat perjanjian
16
BAB 15 Senyuman pagi
17
BAB 16 Tangisan Livino
18
BAB 17 Di tinggal Livino
19
BAB 18 Tiga kecupan tiga balasan
20
BAB 19 Bertemu Diana
21
BAB 20 Memikirkannya
22
BAB 21 Menjadi rasa manis
23
BAB 22 Memeluk erat
24
BAB 23 Ke bahagiaan pagi
25
BAB 24 Kecewa
26
BAB 25 Ke jujuran Ardi
27
BAB 26 Mulai jujur
28
BaB 27 Di rumah
29
BAB 28 Pertama kali masak
30
BAB 29 Di kamar
31
BAB 30 Masih ragu
32
BAB 31 Gelisah
33
BAB 32. Gagal
34
BAB 33. Mengantar Lisa
35
BAB 34. Tentang Livino
36
BAB 35. Curhat
37
BAB 36. Saling jujur
38
BAB 37. Obrolan di kamar
39
BAB 38. Lapar
40
BAB 39. Ke Jujuran Mirna
41
BAB 40. Gagal lagi
42
BAB 41. Jemput Intan
43
BAB 42. Ulet bulu
44
BAB 43. seperti 7 tahun
45
BAB 44. Menahan Amarah
46
BAB 45. 7-8 Hari
47
BAB. 46. Suapin
48
BAB 47. Berangkat
49
BAB 48. Visual. Fota tidur
50
BAB 49. Diana
51
BAB 50. Pulang
52
BAB. 51. Salah paham
53
BAB 52. Keras kepala
54
BAB 53. Egois
55
BAB 54. Mirna
56
BAB 55. Nasehat Mamah
57
BAB 56. Ingin memiliki satu kisah cinta
58
BAB 57. Dia bukan anak kandungku
59
BAB 58. Aku ini ibu yang membesarkanmu!
60
BAB 59. Aku tidak peduli dengan kartu ATM
61
BAB 60. Aku minta maaf mah
62
BAB 61. Cerita sekaligus nasehat
63
BAB 62. Memang tidak boleh kesini?
64
BAB 63. Aku minta maaf kak
65
BAB 64. Yoga, aku minta maaf
66
BAB 65. Aku hanya ingin memilikimu
67
BAB 66. Aku Sangat mencintainya
68
BAB 67. Kuatir
69
BAB 68. Apa tidak lupa sesuatu?
70
BAB 69. Apa kau sedangan menghindariku?
71
BAB. 70. Aku buru-buru
72
BAB 71. Curhatan Intan
73
BAB 72. Tapi yang salah itu hati dan pikiranku
74
BAB 73. Mabuk
75
BAB 74. Bingung
76
BAB 75. Berapa banyak kekasih yang kau miliki
77
BAB 76. Pergi ke moll
78
BAB 77. Lisa mabuk
79
BAB 78 panggilan dari kekasihmu
80
BAB 79. Laporan dari rumah sakit
81
BAB 80. Lanjutkan nanti malam
82
BAB 81. Kaka...!
83
BAB 82. Munafik
84
BAB. 83
85
BAB 84. Mau aku gendong?
86
BAB 85. Itu mah anu mah
87
BAB 86. Apa mau aku paksa?
88
BAB 87. Kaka sangat merindukanmu
89
BAB 88. Yoga, boleh aku memelukmu
90
BAB. 89 Menangis
91
BAB 90. Apa hubungannya denganku?
92
BAB 91. Kenapa di kamar ada nyamuk
93
BAB 92. Tapi apa sayang?
94
BAB 93. Apa ini roti buatan pertama?
95
BAB 94. Tunggu
96
BAB 95. I Love you Yoga
97
BAB 96. Menemui Yoga
98
BAB 97. Gagal di mengungkapkan
99
BAB 98. Ungkapkan hati Intan
100
BAB 99. Ungkapkan hati yoga
101
BAB 100. Mencicipinya
102
BAB 101. Dasar pelit
103
BAB 102 Kebahagiaan Intan
104
BAB 103. ulang tahun Ardi
105
BAB 104. Salah paham
106
BAB 105. Buka amplop
107
BAB 106. Berpelukan
108
BAB 107. Mengakhiri hubungan
109
BAB 108. Permintaan Intan
110
BAB 109. Masa lalu Veronica
111
BAB 110. Permohonan Intan pada Rangga
112
BAB 111. Jujur
113
BAB 112. Tangisan Herman
114
BAB 113. Perjodohan
115
BAB 114. Pasrah
116
BAB 115. Serigala tanpa bulu
117
BAB 116. Domba kecil
118
BAB 117. Mommy sayang
119
BAB 118. Calon keponakan
120
BAB 119. Papih sayang
121
BAB 120. Bertemu
122
BAB 121. Sandiwara Mey
123
BAB 122. Mengajak kabur
124
BAB 123. Meneolak untuk kabur
125
BAB 124. Pagi calon suamiku
126
BAB 125. Menikah
127
BAB 126. Tangisan Bahagia
128
BAB 127. Minta maaf
129
BAB 128. Suamiku
130
BAB 129. Ciuman
131
BAB 130. Ciuman pagi hari
132
BAB 131. Pulang
133
BAB 132. Tidur siang
134
BAB 133. Lelah Menunggu
135
BAB 134. Ngidam
136
BAB 135. Sate kambing
137
BAB 136.
138
BAB 37. Nasehat mamah
139
BAB 138. Mengantar mamah
140
BAB 39. Arga
141
BAB 140. Kemarahan Lisa
142
BAB 141. Tangisan Lisa
143
BAB 142. Bertengkar
144
BAB 143. Mirna minta maaf
145
BAB 144. Menujuk Lisa
146
BAB 145. Bertemu Ria
147
BAB. 146 Menesahati Lisa
148
BAB 147. Mencari Lisa
149
BAB 148. Kemarahan Lidia
150
BAB 49. Menasehati
151
BAB 150. CCTV
152
BAB 151. Di rumah Ria
153
BAB 152. Memaafkan
154
BAB 153 Ketakutan Ria
155
BAB 154. Mirna
156
BAB 155. Rencana Arga
157
BAB 157. Di hotel
158
BAB 158. Dandi
159
BAB 158. Rahma
160
BAB 159 Romi dan Jenni
161
BAB 160. Menerima foto
162
BAB 161. Menerima video
163
BAB 162. Terharu
164
BAB 163. Selalu salah
165
BAB 164 Ulat
166
BAB 165. Kedatangan Mirna
167
BAB 166. Ancaman Jenni
168
BAB 167. Ancaman Arga
169
BAB 168. Masa lalu Jenni
170
BAB 169. Keputusan Jenni
171
BAB 170. Permintaan Romi
172
BAB 171. Orang bayaran
173
BAB 172. Rem blong
174
BAB 173. Masuk rumah sakit
175
BAB 174. Datang ke rumah sakit
176
BAB 175. Menyesal
177
BAB 176. Ternyata Livino
178
BAB 177. Arga minta maaf
179
BAB 178. Memafkan Arga
180
BAB 179. Jenni terluka
181
BAB 180. Foto Sunmei Larissa
182
BAB 181. Dokter Calista
183
BAB 182. Lioni
184
BAB 183. Berbicara sendiri
185
BAB 184. Jenni menangis
186
BAB 185. Sadar
187
BAB 186. Aku adalah Sunmei
188
BAB 187. Ingin lebih dari sahabat
189
BAB 188. Di tolak
190
BAB 189. My Honey
191
BAB 190. Seperti kekasih
192
BAB 191. Nyonya muda YX
193
BAB 192. Di taman
194
BAB 183. Jenni pulang
195
BAB 194. Arga dan Lioni
196
BAB 195. Bandara
197
BAB 196. Penjelasan Argantara
198
BAB 197. Setuju
199
BAB 198. Saya kekasih Jenni
200
BAB 199. Mari kita menikah Jen
201
BAB 200. Lingsih Group
202
BAB 201. Kecewa
203
BAB 202. Tidak Sudi
204
BAB 203. Setuju
205
BAB 204. Masakan Jenni
206
BAB 205. Nasehat Romi
207
BAB 206. Buku harian
208
BAB 207. Di terima
209
BAB 208. Lamaran
210
BAB 209. Menika
211
BAB 210. (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!