Pagi hari Ardi sudah rapih. Duduk di atas ranjang menunggu orang yang kini menjadi istrinya. Dari kemarin mereka hingga pagi ini belum ada pembicaraan. Setelah Lisa selesai. Ardi langsung membuka pembicaraan
" Apa kau mau aku antar kerja?"
Lisa tidak menjawab pertanyaan suaminya, dirinya langsung turun ke bawah yang di ikuti suaminya. Hati Ardi semakin sakit, bukan hanya tidak ingin di sentuh, tapi bicara dengan dirinya saja tidak mau. Lisa, Ardi dan Lidia duduk di meja makan, hanya Ayah Lisa yang pergi lebih dulu karena ada pekerjaan mendadak. Lisa tidak mengambil sarapan untuk suaminya
" Sayang, ambilkan sarapan untuk suamimu, sekarang kau sudah menjadi istrinya."
" Iya mah."
Lisa langsung mengambilkan sarapan, walaupun dirinya sangat benci, tapi ini perintah orang tuanya. Mereka makan tanpa ada suara hanya ada dentingan sendok yang terdengar. Ardi tetap diam rasanya kini sudah menjadi orang asing di depan orang yang selama ini membuat dirinya hampir gila. Setelah selesai sarapan Lidia langsung berbicara
" Nak, bajumu biar Bibi Ida yang beresin, kau boleh kerja, agar pulang sudah selesai."
" Apa!, tidak salah, apa mamah ingin mengusirku?"
" Lisa sayang, mana ada seorang ibu mengusir anaknya, kalian sudah menikah mertuamu menginginkan kau tinggal di sana." Jawab Lidia sambil tersenyum,Sebenarnya tidak bisa di bohongi hati Lidia sangat kecewa pada anaknya
" Apa mamah tega padaku?"
" Sayang, pertanyaan macam apa lagi, tentu saja mamah sangat sayang padamu."
Lisa sudah mengepalkan tangan. Kini matanya menatap tajam pada pria yang duduk di hadapannya. Tatapan mata itu mewakili perkataannya
" Awas jika kau berani menyentuhku." Itu lah yang ada di benak Lisa
Ardi menyadari tatapan istrinya adalah tatapan ancaman. Bagaimana pun juga mereka sudah kenal sebelumnya tentu saja sudah paham dengan sikap yang kini menjadi istrinya
" Loh, tidak boleh melototin suami seperti itu sayang." Ucap Lidia karena anaknya menatap tajam yang tidak bisa di artikan
" Mah, Lisa berangkat dulu, suruh pak Maman antar mobilku ke rumah mamah mertuaku, Lisa akan bawa mobil Ayah."
" Apa tidak sama Ardi?"
" Tidak searah mah."
" Sayang, sejak kapan tidak searah, Ardi sekarang akan pergi ke kantor, akan menjadi CEO baru."
Lisa tidak berbicara lagi dirinya langsung berjalan keluar. Lidia yang melihat anaknya seperti itu, langsung menarik nafas dengan kasar. Kini tinggal ada dirinya dan Ardi
" Nak, mamah minta maaf, kalau sekarang Lisa bukan lagi seperti yang kau kenal, mamah harap kau bisa sabar."
" Mah, ini kesalahan Ardi. Ardi tidak akan menyalahkan perubahan sikap Lisa."
" Mamah harap kalian bisa seperti dulu lagi, Lisa anak mamah satu-satunya. Mamah hanya ingin melihat kalian bahagia."
" Iya mah, Ardi mengerti maksud mamah, kalau begitu Ardi pamit dulu."
"Iya nak hati-hati."
" Iya mah."
Lalu Ardi langsung berjalan keluar
" Ya Tuhan kasihlah kesabaran untuk Ardi, agar mereka seperti dulu lagi." Batin Lidia
Lalu Ardi masuk mobil, dirinya langsung menjalankan mobilnya. Ardi menyetir sambil terus memikirkan sikap orang yang di cintainya yang sudah berubah
" Sampai kapan kau seperti ini, atau kau masih mencintai Livino, orang yang selama 1 tahun ini bersamamu." Batin Ardi
...****************...
Lisa duduk dengan pikiran yang sudah tidak karuan
" Ya Tuhan. Aku tidak pernah menyangka, orang tuaku menjodohkan aku dengan orang yang sangat aku benci, setiap melihat wajahnya, aku selalu melihat luka di mana aku saat itu berlutut untuk dia, begitu hinanya aku saat itu, kini dia menjadi suamiku, setelah aku sudah sangat membencinya." Batin Lisa
" Hey, masih pagi ko bengong."
" Apa Ria."
" Gimana, apa suamimu tampan, atau?"
" Atau bajingan"
Lisa langsung memotong pembicaraan sahabatnya
" Apa maksudnya, apa kau masih belum melupakan kekasih kecilmu?"
" Haha, terlalu mimpi, kau tau siapa pria yang aku nikahi?" Tanya Lisa sambil tertawa
Ria hanya menggelengkan kepalanya
" Iya dia bajingan yang sudah meninggalkan aku."
" Kau tidak mimpi?"
Lisa tidak menjawab, dirinya langsung menyerahkan foto pernikahan kemarin
" Hah, beneran sama dia, bagus dong, apa sudah malam pertama?"
" Heh, jangankan malam pertama, berbicara saja aku tidak sudi."
" Lisa, aku tau, kau sangat membencinya, tapi sekarang Ardi sudah menjadi suamimu, setidaknya lakukanlah kewajibanmu sebagai istri."
" Kau tidak perlu menasehati aku, ya sudah aku mau memriksa kondisi pasien dulu."
Ria tidak menjawab perkataan sahabatnya. Lisa langsung berdiri lalu berjalan keluar. Pikiran Ria tidak karuan, walaupun dirinya menasahti Lisa, tapi tetap saja dirinya memikirkan Livino
" kenapa Ardi datang, setelah Lisa memiliki Livino orang yang bersamanya selama 1 tahun ini, di saat Lisa sudah memiliki orang yang dia sukai, apa yakin Lisa tidak tertarik dengan Ardi, aku yakin dengan berjalannya waktu pasti tertarik, bagaimana dengan Livino, yang selalu ada buat Lisa, apa Lisa akan meninggal Livino?" Batin Ria
...****************...
Ardi berjalan memasuki kantor, ini adalah pertama kalinya Ardi menginjakkan kakinya ke perusahaan SETIAWAN Grup setelah 5 tahun di Inggris. Para karyawan banyak yang mengagumi ketampanan yang akan menjadi CEO baru
" Wah tidak salah yang tadi masuk itu, Anak CEO kita?" Tanya wati
" Sepertinya tidak, meski sudah 5 tahun berlalu, wajahnya tidak berubah tetap tampan dan memiliki aura dingin, aku juga tau, dia tidak pernah tersenyum dengan siapapun." Jawab intan
Ardi masuk ruangan ayahnya
" Ayah."
Ardi langsung duduk di sofa. Memasang wajah yang malas
" Loh ko wajahnya di tekuk gitu pengantin baru, apa tidak cukup semalam?" Tanya Ardian sambil tersenyum
" Ayah, bicara apa sih, Ardi kan kesini mau kerja."
" Nak, ini Santi, dia asisten baru untukmu."
Santi membungkuk kepalanya untuk tanda hormat
Ardi matanya melotot. Bagaimana mungkin Ayahnya mengambil Asisten seorang wanita
" Ardi, Ayah tau, kau tidak suka seorang wanita di sisimu, tapi Santi sudah bekerja 3 tahun dengan Ayah, bukankah yang penting kerjanya benar?"
" Baiklah Ayah."
Ardi sudah tidak bisa menolak karena Ayahnya sudah membela asistennya mau tidak mau ya sekarang dialah yang jadi asistennya
" Baiklah, kalau begitu Santi, kau suruh kariawan berkumpul, karena sekarang akan mengenalkan CEO baru."
" Baik pak CEO."
Santi berjalan keluar
" Ardi, apa istrimu mau tinggal di rumah kita?"
" Ayah, lihat saja nanti sore, Ardi juga tidak tau."
" Apa kalian belum melakukan apapun semalam?"
" Ayah, kenapa bertanya tidak masuk akal."
" Baiklah, semoga kalian cepat punya momongan, Ayah hanya punya satu anak, jadi wajar kalau Ayah sangat mengharapkan kalian segera punya momongan."
Ardi menatap Ayahnya dirinya melihat jelas bahwa Ayahnya ingin segera memiliki cucu
" Ardi akan berusaha yah."
" Baiklah."
Ardi mulai kecewa setelah mendengar ucapan ayahnya
" Ya Tuhan, jangankan momongan, bicara saja Lisa tidak mau." Batin Ardi
Santi setelah mengumpulkan karyawan langsung masuk lagi
" Pak CEO semuanya sudah ada di depan."
Ardian dan Ardi langsung keluar di ikuti oleh Santi
" Nah ini anak saya, yang akan menjadi CEO baru di sini."
" Nama Saya Ardi Setiawan, kalian bisa panggil saya CEO Ardi."
" Baik CEO." Jawab berbarengan
" Kalian bisa kembali ke pekerjaan masing-masing." Suruh Ardi
Mereka pun bubar melanjutkan pekerjan masing-masing
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 211 Episodes
Comments
hiatus
hai kak aku mampir 🥰
2021-09-04
1
auliasiamatir
like . banget buat bab ini thor
2021-05-23
2
Seirioss
5 hadir y kk 😊cemungut
salam manis dari"LUKA YANG DALAM"😊
2021-05-06
2