"Saudara Mu bertahanlah, jangan menyerah"
Tetua Jin berusaha menyemangati Xun Mu yang sudah hampir kehilangan kesadaran akibat luka dan kehabisan darah. Tetua Jin mencoba menyalurkan tenaga dalam nya namun semua usaha nya sia-sia.
"Tetua, to..long sampaikan permintaan maafku ke istr..."
Xun Mu tak pernah menyelesaikan kalimat tersebut, badan nya lemas dan akhirnya pemuda itu pun menghembuskan nafas terkhirnya di pangkuan Tetua Jin.
Setelah menengkan diri, Jin Sung segera membersihkan dan merapikan jasad Xun Mu sebelum membawa nya kembali ke Sekte untuk dikuburkan.
Sementara itu saat kobaran api yang berasal dari kediaman keluarga Lin membesar, prajurit di bantu dengan warga bahu membahu berusaha memadamkan api tersebut. Setelah api berhasil dipadamkan mereka kemudian melakukan pencarian korban yang selamat namun hasilnya nihil.
Dalam semalam Keluarga Saudagar kaya raya itu telah dibantai, tak ada satupun yang bertahan hidup. Setidaknya itulah laporan yang prajurit itu sampaikan ke atasan nya.
Malam pun berlalu, pagi-pagi buta Jin Sung segera memacu kuda nya kembali ke sekte Pedang Pinus. Dia tidak bisa berkonsentrasi karena sibuk merangkai kata, entah apa yang harus ia jelaskan kepada Ketua Yan, pun juga kepada Istri Xun Mu. Misi yang seharusnya jauh dari kata bahaya tersebut, nyata nya malah merenggut nyawa seorang murid, suami dan juga ayah.
Setelah beberapa hari berkuda akhirnya tibalah Jin Sung di sekte Pedang Pinus, ketika murid perwakilan sekte mengabarkan hal ini pada Lin Meime, wanita itu langsung kehilangan keseimbangan nya lalu kemudian pingsan.
Butuh waktu yang tidak sebentar bagi Lin Meime untuk menerima dan mempercayai berita itu, dirinya bahkan sempat pingsan beberapa kali sebelum akhirnya memutuskan untuk mendatangi aula pinus, tempat dimana jenasah suami nya disemayamkan.
Lin Meime sebenarnya paham dengan resiko di dunia persilatan, bagi seorang pendekar kehilangan nyawa dan kematian adalah sebuah resiko serta hal yang lumrah dijumpai hampir setiap hari nya. Namun rasa kehilangan itu tetaplah menyakitkan, apalagi bagi seorang wanita biasa seperti Lin Meime yang notabene bukanlah sebuah pendekar.
Sebenarnya impian Lin Meime sangat sederhana, dirinya hanya ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama laki-laki yang mencintai dan dicintai nya, bersama-sama anak anak nya menjalani kehidupan yang jauh dari hiruk pikuk. Namun takdir berkata lain, baru saja membangun rumah tangga selama enam tahun bersama lelaki pilihan hati nya, saat ini diri nya harus ditinggal pergi oleh suami nya untuk selama lama nya.
Menyandang gelar janda di usia pernikahan yang semuda ini jelas tak pernah terbersit sedikitpun dipikiran nya, apalagi ketika mendengar kabar bahwa kedua orang tua nya pun turut gugur bersama suami nya di tragedi malam itu. Membuat semangat hidup wanita muda tersebut jatuh di titik nadir.
Jenazah Xun Mu disemayamkan semalam di aula pinus, banyak teman dan kerabat sesama pendekar datang untuk mengucapkan bela sungkawa. Esok hari nya jenasah Xun Mu pun di makamkan di pemakaman pinus yang terletak di puncak gunung.
BRRUUUAAAKKK...
Meja kayu itu pun hancur terkena telapak dari Ketua Yan, kedatangan Yin Song membawa berita kematian Xun Mu benar-benar membuat kakek tua itu kehilangan kendali. Wajar jika Ketua Yan se emosi itu, sudah dua orang murid nya tewas di tangan kelompok perampok tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 274 Episodes
Comments
Frisky Silalahi
lanjut thor
2023-02-05
0
manek yani
yahh.....balas mmbalas...dendam...berantai
2022-01-02
0
Pendekar
Xunu mati tinggal istri dan anak orang tuanya jug mati ayah dan ibunya
2021-09-19
0