Setelah Rombongan Ibunya tak lagi terlihat, Putri Tuan Lin segera keluar dari kamarnya kemudian menepuk pundak Xun Mu dan mengatakan bahwa dirinya sudah siap untuk berangkat.
Namun ketika Xun Mu membalikkan badan dan melihat tampilan putri dari atas ke bawah, tak sadar Xun Mu tertawa kecil sambil menggaruk hidungnya yang tidak gatal.
"Kenapa engkau tertawa wahai pendekar Xun??" Tanya gadis itu dengan alis yang terangkat.
"Maafkan hamba Putri, namun seharusnya Putri melepas cadar Putri supaya kesan pelayan nya nampak dan tak ada keraguan!" Pungkas Xun Mu.
Sang putri yang mengetahui kesalahannya hanya tersenyum sambil salah satu tangan menutup mulutnya.
"Baiklah kalau begitu Tuan pendekar Xun, masuklah dahulu ke kamarku," Setelah itu putri pun melepas cadarnya.
DEGG..!!!
"Dia bukan manusia, melainkan seorang Dewi Khayangan yang turun ke bumi!!" Batin Xun Mu, melihat kecantikan paras sang Putri.
Setelah putri melepas cadarnya, Xun Mu hanya mematung. Jantungnya kini berdetak tidak teratur, matanya tidak berkedip melihat wajah cantik gadis di hadapannya. Xun Mu baru tersadar dari lamunannya ketika sang putri menepuk pundaknya,
"Nama ku Xun Mu!!" Secara reflek Xun Mu mengulurkan tangannya, meminta berkenalan.
Putri yang melihat itu semua hanya tersenyum simpul, "Namaku Lin Meime, Tuan Xun boleh memanggilku adik Lin," Sambil meraih tangan Xun Mu dan bersalaman.
"Lin Meime, sungguh nama yg cantik, secantik parasnya!!" Tentu saja Xun Mu hanya membatin.
Setelah mengetahui kecantikan wajah Lin Meime, Xun Mu merasa bahwa wajah Lin Meime sama sekali tidak cocok menjadi seorang pelayan. Sampai akhirnya Xun Mu menemukan ide yaitu dengan mengoleskan sedikit jelaga ke wajah Lin Meime yg seputih susu dan sehalus sutra.
Jujur saja, tangan Xun Mu sampai bergetar ketika menyentuh wajah Lin Meime, sedangkan Lin Meime hanya pasrah sambil menutup kedua matanya dan mengatupkan bibirnya. Setelah jelaga sudah merata, nyatanya tak juga membuat kecantikan Lin Meime berkurang jauh, hal ini membuat Xun Mu menjadi bingung, namun akhirnya mereka pun mengabaikan nya.
Karena tak ingin membuang waktu terlalu lama, maka mereka segera bergegas keluar dari penginapan, lalu dalam waktu yang singkat mereka berdua pun sudah keluar dari kota Dang An.
Sebenarnya untuk mencapai kota Lu Dong ada dua jalur yang bisa ditempuh, yang pertama adalah jalur tercepat melewati Lembah Tengkorak.
Jika lewat jalur tersebut maka perjalanan ke Kota Lu Dong hanya membutuhkan waktu 10 hingga 12 hari, namun jalur tersebut terkenal sebagai jalur maut dikarenakan sering terjadi perampokan dan perampasan. Lain halnya jika lewat jalur satunya yaitu memilih memutar agak jauh dan menghindari lembah tengkorak, meskipun relatif aman namun jarak yang harus ditempuh menjadi hampir dua kali lipat dan memakan waktu hampir satu bulan.
Bukan tanpa alasan tuan Lin Chun mengambil keputusan melewati lembah tengkorak, itu karena ada barang berharga titipan para Bangsawan yang harus segera di antar. Sedangkan kenapa istri dan anaknya bisa sampai ikut rombongan dikarenakan mereka dari mengunjungi rumah orang tua dari Tuan Lin. (Kakek dan nenek Lin Meime).
Sepanjang perjalanan, mereka berdua banyak berbicara dan berdiskusi entah tentang masalah perdagangan, dunia persilatan maupun topik-topik yang sebenarnya tidak penting. Di mata Meime, Xun Mu adalah seorang pria yang tampan, berotak encer dan bertanggung jawab. Harus Meime akui bahwa sejak pertama kali melihat Xun Mu di ruang pertemuan, ada getaran aneh di dada nya. Pun demikian dengan Xun Mu, setelah melihat kecantikan wajah yang selama ini tertutupi oleh cadar, hati Xun Mu meleleh, rasa ingin melindungi gadis itu pun menjadi lebih besar, dan itu semua tak ada hubungannya dengan misi dari Tuan Lin. Bisa dibilang saat ini melindungi dan memastikan Lin Meime sampai di rumah dengan selamat adalah tujuan hidupnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 274 Episodes
Comments
Frisky Silalahi
lanjut thor
2023-01-15
0
Aris Purnomo
br mulai thor dah lop lopan
2022-04-04
0
Afdyllan Fahcrozzi
👍👍
2022-03-18
0