Tuan Lin Chun segera berlari keluar setelah mendapat kabar bahwa rombongan yang membawa istri, anak serta dagangannya telah sampai.
"Yin'er apakah engkau tidak apa-apa, lalu dimana Meime..??" Tuan Lin terlihat kebingungan karena tidak melihat putri nya bersama rombongan.
Setelah Nyonya Lin menjelaskan semua pada suaminya, barulah Tuan Lin merasa tenang, ia lalu mempersilahkan semua pendekar untuk masuk dan ber istirahat di kediamannya.
Setelah beberapa hari terbaring, kondisi Xun Mu kini ber angsur-angsur membaik, dan setelah merasa cukup kuat untuk melanjutkan perjalanan, maka mereka berdua segera mohon pamit kepada nenek Sun.
"Nenek Sun, terima kasih karena sudah menolong dan mengobati hamba, budi baik ini tak akan hamba lupakan sampai mati!! Kami berdua mohon pamit untuk kembali melanjutkan perjalanan." Xun Mu dan Lin Meime bersujud dan berterima kasih kepada nenek Sun.
"Sudah-sudah bangunlah kalian berdua, saling tolong menolong sudah menjadi kewajiban kita sesama manusia. Lagipula aku hanya kebetulan lewat malam itu, mulai sekarang kalian harus bisa menjaga diri dengan baik." Nenek sun kemudian memeluk Lin Meime sebelum melepas kepergian mereka berdua.
Tak terasa air mata menetes di wajah perempuan tua itu. Tak butuh waktu lama, mereka berdua segera menghilang dari pandangan nenek Sun.
Setelah kejadian penyerangan siluman serigala dan sekelompok kecil pria yang coba menggangu Lin Meime, tak ada lagi sesuatu yg menghalangi perjalanan kedua muda mudi tersebut.
hingga setelah hampir tiga minggu melakukan perjalanan, sampailah mereka di gerbang Kota Lu Dong. Namun saat hendak memasuki kota, mereka dihentikan dan ditanyai oleh para prajurit penjaga gerbang Kota.
"Siapa kalian, dan ada perlu apa di Kota Lu Dong??" Tanya salah satu penjaga.
"Saya mendapatkan sebuah perintah untuk mengantar Putri Tuan Lin ke Kota Lu Dong!" Jawab Xun Mu, namun ketika ditanya soal surat perintah tersebut, Xun Mu tidak bisa menunjukan karena surat tersebut dibawa oleh Tetua Feng.
Penjaga itu semakin curiga saat Lin Meime bersikeras mengatakan serta menjelaskan identitasnya sebagai putri dari Tuan Lin, banyak penjaga yang meragukannya. Itu dikarenakan baju yang dipakai Meime saat ini adalah baju pelayan yg sudah terlihat usang, lagipula Lin Meime memang tidak pernah keluar dari rumah, hingga jarang ada yang melihat atau mengetahui wajahnya.
Untungnya disaat terdesak, ada sesosok pemuda gagah yang mengenali Lin Meime.
"Mei'er sedang apa kamu disana? Dan kenapa kamu memakai pakaian seperti itu??" Kata sang pemuda.
Pemuda tersebut adalah putra pertama Tuan Lin dan juga kakak dari Lin Meime yang bernama Lin Dan.
Penjaga yang mendengarkan kata-kata dari Lin Dan, spontan terperanjat dan langsung membukakan gerbang serta minta maaf kepada Lin Meime dan Xun Mu.
"Nona, tolong maafkan kesalahan hamba! Hamba hanya menjalankan tugas." Ucap penjaga tersebut sambil memelas.
"Sudahlah, lain kali aku tidak akan bermurah hati!!" Tegas gadis itu sambil berkacak pinggang.
"Terima kasih Nona..." Kata para penjaga serempak sambil membungkukkan badan.
Setelah memberikan penjelasan kepada kakak nya, mereka bertiga akhirnya pulang bersama sama.
Lin Dan adalah seorang pemuda gagah berumur 25 tahun dan sudah mencapai tingkatan pendekar Ahli yang telah mempunyai sekitar 80 lingkaran tenaga dalam, Lin Dan sendiri ber guru pada salah satu Jenderal besar Kekaisaran Song. Nama guru dari Lin Dan adalah Liu Bu, beliau merupakan salah satu Jenderal utama yang menjadi andalan kekaisaran Song.
"Ayah...Ibu..."
Lin Meime langsung berlari dan memeluk kedua orang tuanya, ketika mereka sampai di rumah dan bertemu keduanya di ruang keluarga.
tangis haru pecah di ruang keluarga kediaman Tuan Lin, sedangkan Lin Dan dan Xun Mu hanya melihat mereka bertiga dari depan pintu.
Setelah Lin Meime dan Xun Mu menceritakan tentang apa saja yang mereka alami selama dalam perjalanan, Tuan Lin mempersilahkan Xun Mu untuk beristirahat sekaligus juga memberitahu bahwa ke empat saudara seperguruannya saat ini masih ada di kediamannya. Tak lama Xun Mu pamit untuk beristirahat dan ditemani oleh pelayan ke kamarnya.
Keesokan harinya, Xun Mu terbangun dengan sangat segar, sudah lama dia tidak merasakan nyaman nya tidur di atas kasur. Setelah membersihkan diri Xun Mu kemudian berniat mencari saudara-saudara seperguruannya, tak butuh waktu lama mencari, terlihatlah beberapa orang yang sedang duduk di sebuah gazebo. Tetua Feng lah yang menyadari terlebih dahulu kedatangan Xun Mu, mereka akhirnya saling berpelukan dan akhirnya dari cerita mereka Xun Mu mengetahui jika salah satu saudara seperguruannya ada yang meninggal saat penyerbuan kalajengking merah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 274 Episodes
Comments
Frisky Silalahi
ceritanya mirip dengan cerita sebelah nih
2023-02-03
0
mochi
mc blm kluar jg,proses pembuatan ny masih lama kah
2022-01-12
0
manek yani
msh blm muncul bintang utama
2022-01-02
0