"Telunjuk Kebenaran Sang Buddha.."
Seberkas sinar yang mengandung tenaga dalam besar, keluar dari ujung jari telunjuk nenek Sun, sinar tersebut sukses menembus kepala siluman serigala dan membuatnya meregang nyawa.
Nenek Sun kemudian segera mengibaskan tangannya, seketika itu pula tubuh siluman tersebut terbelah dua karena gelombang angin yang setajam pisau. Nenek Sun bergegas mengambil permata siluman dari dalam tubuh serigala tersebut, lalu segera menghampiri Lin Meime.
"Gadis Cantik, kita harus secepatnya merawat luka-luka pemuda ini, karena jika tidak, aku khawatir nyawa nya tidak akan tertolong!! Mari ikut denganku!" Nenek Sun kemudian membantu Lin Meime membopong tubuh Xun Mu.
"Tolong nek, sembuhkan Xun gege..hiks..hiks.." Rengek Lin Meime.
"Iya.. Iya.. Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menyembuhkan nya!" Jawab nenek Sun.
Sesampainya di gubuk milik nenek Sun, mereka berdua segera merawat Xun Mu. Nenek Sun menyalurkan tenaga dalam miliknya kepada Xun Mu untuk menutup luka-luka nya dan menghentikan pendarahannya, kemudian dia mengambil sebutir pil dan meminumkan kepada Xun Mu.
Nampak perubahan di wajah Xun Mu, dari yang sebelumnya pucat, kini mulai berwarna. Pertanda bahwa dia sudah melewati masa kritis.
Sementara itu di tempat lain, rombongan yang dipimpin oleh Tetua Feng sudah akan memasuki Kota Lu Dong, terlihat wajah - wajah bahagia terpancar di semua pendekar. Akhirnya misi ini pun sebentar lagi akan berakhir,
"Jurus meringankan tubuh Senior Ciu benar-benar hebat, hingga beliau bisa tertidur dengan pulas nya diatas kuda tanpa terganggu sedikitpun." Feng Shen hanya bisa menggeleng melihat Ciu Pek Long yang sedang tertidur di atas kudanya.
Saat tiba di depan pintu gerbang kota Lu Dong, para prajurit penjaga gebang segera memberi hormat kepada rombongan Nyonya Lin, itu bisa dimaklumi karena keluarga Lin termasuk salah satu keluarga Bangsawan di Kota itu.
Tak berapa lama kemudian, sampailah mereka di depan sebuah rumah yang sangat luas dan megah, bahkan luas rumah tersebut hampir sama dengan luas sekte Pedang pinus. Saat Nyonya Lin turun dari kereta kuda nya dan hendak menghampiri Senior Ciu, terlihat dua orang paruh baya yang sedang berjalan ke arah mereka.
Entah bagaimana, ketika 2 orang itu semakin mendekat ke arah rombongan, Senior Ciu mendadak terbangun dan melotot,
"wahhh, gawat! Ehh... Aku pergi dulu ya, Nyonya jangan lupa anda punya hutang arak dan makanan kepadaku!" Tegas Ciu Pek Long, setelah berkata seperti itu, Senior Ciu berlari dengan kecepatan tinggi, Bahkan belum sempat Nyonya Lin berkata sepatah kata pun, Senior Ciu sudah menghilang dari pandangan.
Kedua lelaki paruh baya itu menggunakan jubah putih dengan tali emas sebagai sabuk nya, setelah mendekat barulah Tetua Feng Shen mengenali mereka berdua. Ternyata mereka adalah Tetua dari sekte Teratai Putih yang bernama Tetua Li Yapeng dan Tetua Kong Bun.
"Saudara Li dan Saudara Kong lama tidak berjumpa, kalau boleh tahu ada keperluan apa kalian ke kota Lu Dong ini?" Tetua Feng memberi salam sekalian bertanya kepada kedua Tetua.
"Saudara Feng, senang bisa berjumpa dengan mu disini, kami sedang menjalankan misi dari sekte." Tetua Li mencoba menjelaskan.
"Maaf jika menyela pembicaraan tuan-tuan pendekar, jika berkenan mari kita bicara didalam, sekalian ijinkan saya menjamu Tuan-tuan pendekar sekalian." Nyonya Lin segera mengajak semua pendekar dan rombongan untuk masuk dan beristirahat di kediamannya.
Hal pertama yang terlintas di pikiran para pendekar saat memasuki halaman rumah keluarga Lin adalah "MEWAH."
Kediaman keluarga Lin memang sangat luas dan dipenuhi oleh benda-benda mewah yang bagi sebagian orang pasti cuma bisa bermimpi untuk memilikinya.
rumah itu juga memiliki kamar yang sangat banyak, ada taman serta kolam ikan yang besar di halaman nya yang luas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 274 Episodes
Comments
Iskandar Yunaeni
ah bingung deh...ga ada jagoannya
2021-10-01
0
Pendekar
sampai dikota dan kediamannya nyonya Lin
2021-09-19
0
Dimas Adryan
yg memberi ide kok sekarat..?
2021-08-27
0