Sudah hampir dua minggu Xun Mu dan Lin Meime berkuda, tidak ada halangan berarti sampai saat ini. Hanya terkadang ada pria mabuk ataupun perampok jalanan yang menghadang mereka, namun semua itu jelas bukan tandingan Xun Mu.
Mereka kini sudah lebih dari setengah jalan untuk sampai ke kota Lu Dong, saat hari sudah mulai gelap akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat untuk mengembalikan kondisi mereka.
Setelah menautkan kekang kuda pada salah satu pohon, Xun Mu membuat api unggun dan memberikan bekal yang sudah mereka beli saat singgah di desa terdekat.
"Me'er kemarilah, duduk didekat perapian, karena udara malam sangat dingin.." Ucap Xun Mu sambil memberikan tempat kepada gadis tersebut.
"Eh, iya...Terima kasih Xun gege.." Kata Lin Meime malu-malu.
"Makanlah, habiskan! Supaya engkau tidak masuk angin.." Tegas Xun Mu sambil menyerahkan roti isi daging, tak lupa juga ia tersenyum manis kepada gadis cantik di sebelahnya.
"I..iya.." Lin Meime kehabisan kata, gadis itu mengambil roti isi daging lalu menunduk malu, melihat senyuman Xun Mu.
Setelah menghabiskan makan malam dan bersenda gurau, Lin Meime ijin untuk tidur, sedangkan Xun Mu seperti biasa langsung bermeditasi dan menajamkan indra nya untuk berjaga jaga.
Malam makin larut saat Xun Mu tiba-tiba melompat menghindar, seketika itu juga pohon di tempat Xun Mu tadi berada langsung terkoyak dengan sura ledakan yang memekikkan telinga.
DUARRR...
Ledakan itu tak ayal langsung membuat Lin Meime terjaga dari tidurnya, dan saat melihat sosok yang mendekat, secara reflek Lin Meime langsung menjerit.
"Aaarrrggghhhh...." Lin Meime hanya bisa mematung dan gemetar ketika sosok menyeramkan yg mempunyai tinggi lebih dari dua meter itu mendekatinya dengan perlahan namun pasti dengan memamerkan seringai tajam gigi-gigi nya.
"Me'er, pergilah cari bantuan, aku akan mencoba sekuat tenaga menahannya disini!!" Xun Mu berbisik saat dia secara cepat muncul di depan gadis itu.
"Tidak mau..!!!" Tentu saja Meime tidak mau, dia tahu bahwa makhluk apapun itu, bukanlah lawan yang bisa dikalahkan dengan mudah oleh Xun Mu sekalipun, namun dia juga sadar bahwa keberadaannya disini hanya akan jadi beban dan akan memecah konsentrasi Xun Mu.
Akhirnya dengan berat hati Meime lari untuk mencari bantuan, air mata jatuh dengan deras membasahi pipinya.
"Bertahanlah... Kumohon..!!!" Hanya itu yang bisa Meime katakan.
Entah sudah sejauh apa Meime berlari sampai akhirnya dia menabrak seorang nenek, "Bangunlah anak gadis, ada apa gerangan sehingga engkau berlari sambil menangis seperti itu?? Apakah ada seseorang yang berniat tidak baik kepadamu??" Tanya nenek tersebut.
Lin Meime menggeleng dan segera menceritakan kejadiannya pada nenek tersebut, meskipun dengan terbata bata tapi nenek itu sudah bisa menangkap garis besarnya.
"Kalau begitu kita harus segera membantu pemuda tersebut, karena siluman yang dihadapinya sangat ganas!!" Ucap nenek itu.
Tanpa menunggu lama, wanita tua tersebut langsung memeluk Meime dan kemudian berlari dengan menggunakan jurus meringankan tubuhnya.
Sementara Xun Mu yang sudah kehilangan banyak darah akibat serangan brutal dari siluman serigala api, mulai putus asa dan berpikir bahwa nyawanya akan berakhir sebagai santapan siluman tersebut.
"Setidaknya aku sudah berhasil mengulur waktu selama mungkin, Me'er, maafkan aku tidak bisa mengantarkan mu pulang dengan selamat!!" Penglihatan Xun Mu mulai kabur, tepat saat siluman serigala itu hendak melancarkan serangan terakhirnya, tiba-tiba ada gelombang tenaga dalam dahsyat yang menyapu tempat itu dan memaksa siluman serigala untuk mundur.
"Siapa anda..??" Dengan kesadaran dan tenaga terakhirnya Xun Mu sempat bertanya kepada sosok tersebut, sampai akhirnya dia terjatuh dan kehilangan kesadaran nya.
"Panggil saja aku nenek Sun." Wanita tua tersebut menoleh ke arah Xun Mu sekejap, sebelum kembali memfokuskan perhatiannya pada siluman serigala di depan.
"Gadis cantik, bawalah pemuda itu menjauh dari sini, aku akan mengurus siluman ini sebentar."
Perintah nenek Sun.
"Baik nek!!" Lin Meime kemudian dengan susah payah membawa Xun Mu menjauh, sedangkan nenek Sun kini telah beradu jurus dengan siluman serigala api.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 274 Episodes
Comments
Norius Pande
kualat..sok pahlawan jadi pagar makan tanaman..ya hampir di makan siluman
2023-01-31
2
Syamsu Alam
xun mu, gk punya kemampuan nekat berjalan berdua dasar tolol
2022-02-06
1
manek yani
gerrrrrt
2022-01-02
0