Setelah para pendekar dan ketua rombongan merencanakan segala sesuatunya untuk keberangkatan esok hari, para pendekar kemudian diijinkan untuk istirahat dikamar masing-masing yang telah disiapkan.
Terlihat jelas wajah lelah para pendekar setelah menempuh perjalanan panjang. Mereka langsung memasuki kamar mereka dan memutuskan istirahat penuh sebelum kembali melakukan perjalanan panjang keesokan harinya.
Sebagai info, ternyata Tuan Lin Chun tidak hanya menyewa jasa pendekar dari Sekte Pedang Pinus saja, melainkan juga dari sekte-sekte kecil aliran putih dan netral lainnya. Hingga para pendekar yang datang berjumlah 36 orang, belum lagi ditambah 10 prajurit terlatih yang dipinjamkan kolega Bangsawan Tuan Lin.
Malam semakin larut, ketika semua pendekar sudah beristirahat, Xun Mu sedang memikirkan rencana tambahan supaya misi mereka sukses. Setelah mendapatkan cukup ide, Xun Mu pun akhirnya menyerah terhadap godaan kasur yang nyaman. Setelah beberapa hari tidur beralaskan langit, tidur di atas kasur sungguh adalah sebuah kenikmatan tersendiri.
Tanpa terasa pagi mendatangi mereka dengan cepat, bahkan Xun Mu merasa baru saja memejamkan mata. Namun misi tetaplah misi, setelah menyegarkan diri dan memakan makanan serta meminum teh hangat yang diantar pelayan ke kamar, Xun Mu segera keluar dari kamar dan bergabung bersama rekan-rekannya dari Sekte Pedang Pinus.
"Saudara Xun, bagaimana istirahatmu semalam??" Tanya Tetua Feng.
"Lumayan nyenyak Tetua, Tetua sendiri bagaimana??"
"Aku terlalu gugup sehingga membuat tidurku kurang nyenyak!! Hahaha.." Ucap Feng Shen.
"Baiklah, kalian berlima tunggu dulu disini, sementara aku mengatur para pendekar lainnya!!" Tukas Feng Shen.
"Siap Tetua!!!" Jawab mereka berlima secara bersama sama.
Tetua Feng Shen yang ditunjuk oleh Tuan Lin Chun sebagai pemimpin rombongan para pendekar, segera mengomando semua pendekar sesuai dengan hasil kesepakatan semalam. Tak butuh waktu lama Pendekar-pendekar tersebut langsung menempati pos sesuai kesepakatan. Para pendekar dari sekte Pedang pinus sendiri mendapat bagian di tiga posisi berbeda, Tetua Feng sebagai pemimpin pendekar berada di barisan depan bersama 5 prajurit serta disusul pendekar lain sedangkan Xun Mu dan satu murid inti pedang pinus bertugas di area tengah atau ber iringan dengan kereta yang memuat istri, putri serta ke dua pelayan.
Kedua rekan Xun Mu yang sama-sama berasal dari sekte pedang pinus menjaga di belakang bersama para pelayan, barang dagangan dan juga harta, mereka akan dibantu oleh pendekar yang lainnya.
secara garis besar itulah rencana mereka, namun sesaat sebelum rombongan berangkat Xun Mu meminta waktu untuk berdiskusi kepada istri Tuan Lin, akhirnya istri tuan Lin pun menyetujui setelah mendengar sedikit rencana dari Xun Mu.
"Nyonya, apakah engkau bersedia meluangkan waktu sejenak?? Karena ada yang ingin hamba bahas dengan anda!!" Ucap Xun Mu tegas.
"Soal apa kalau saya boleh tahu??" Tanya Nyonya Lin.
"Ini berkaitan dengan pengamanan Putri anda..!!!"
"Hmm.. Baiklah kalau begitu, mari ikuti saya!!" Jawab Nyonya Lin seraya berdiri dan berjalan ke sebuah kamar.
Mereka ber empat (istri Tuan Lin, Putri Tuan Lin, Xun Mu dan tetua Feng) memasuki kamar Putri Tuan Lin.
"Silahkan duduk para pendekar!!" Suara putri tuan Lin sangat halus, membuat penasaran Xun Mu dan Feng Shen akan paras dari putri Tuan Lin.
Setelah sedikit basa basi Xun Mu kemudian menjelaskan rencana nya sedetail mungkin, intinya adalah Xun Mu merencanakan untuk membuat sebuah pengalihan, dimana salah satu pelayan diminta bertukar posisi dengan putri Tuan Lin, lalu Xun Mu akan membawa putri Tuan lin melalui jalur yang berbeda, walaupun lebih jauh namun jalur tersebut relatif aman.
Karena merasa bahwa itu adalah rencana yang bagus, istri Tuan Lin pun menyetujui rencana tersebut. Putri Tuan Lin segera meninggalkan mereka untuk berganti pakaian dengan pakaian pelayan, sedangkan istri Tuan Lin segera menaiki kereta kuda disusul pelayan yang kini sudah memakai baju Tuan putri beserta cadarnya.
Tak ada satupun pendekar dan prajurit yang curiga, setelah pengecekan akhir rombongan, mereka bergegas berangkat dan dipimpin oleh tetua Feng, Rombongan tersebut bergerak dengan teratur dan rapi membentuk suatu formasi. Tanpa mereka sadari teryata ada sepasang mata yang mengawasi gerak gerik mereka dari tadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 274 Episodes
Comments
Edy Sulaiman
penjajakan dulu ngebacanya siapa tahu oke..
2024-11-09
0
Norius Pande
start nya salah...sampai chapter 4 MC nya tidak jelas.. masalah nya tidak jelas..para reader nya ikut ngambang
2023-01-31
0
Frisky Silalahi
hmmm
2023-01-15
0