Mereka Ber enam paham betul bahwa misi kali ini tidak boleh gagal, selain karena imbalan yang diberikan oleh Tuan Lin Chun sangat besar, misi ini juga sedikit banyak akan berpengaruh pada reputasi Sekte Pedang Pinus secara keseluruhan. Itu dikarenakan Tuan Lin adalah seorang Saudagar Besar yang memiliki koneksi pada Keluarga Bangsawan.
Kegagalan misi bukan hanya akan membuat kepercayaan pada Sekte menurun tapi nama baik Sekte juga pasti akan tercoreng, yang berakibat pada sepinya misi dan dipastikan keuangan sekte akan terganggu.
Oleh karena itu tidak sedikit para pendekar yang memilih mati daripada menerima kegagalan dalam menjalankan sebuah misi.
Dihari ke dua, ke enam pendekar utusan Sekte Pedang Pinus semakin mendekat ke titik perkumpulan yaitu Kota Dang An. Jika tidak ada hambatan maka sebelum matahari terbenam keesokan hari mereka akan sampai di Kota tersebut. Untuk saat ini mereka memilih untuk beristirahat lebih awal demi menjaga kondisi serta mengembalikan tenaga yang hilang karena perjalan panjang, tak lupa juga, kuda mereka pun mereka jaga sebaik mungkin.
hiyaaa...hiyaaa...prakkk..praaakk...prakkk...
Suara kuda bersahutan saat pagi menjelang, mereka ber enam segera berangkat menuju tujuan mereka. Selain hewan buas yang menghadang, tak ada lagi hambatan yang mereka temui, bahkan perampok pun memilih menghindar karena mereka ber enam sama sekali tidak menyembunyikan identitas mereka sebagai seorang pendekar.
Baju resmi sekte Pedang Pinus berwarna hitam dengan aksen perak, serta di belakang ada logo yin yang, dan dengan pedang yang diselipkan di pinggang mereka, maka sekali lihat juga pasti orang bakalan tahu jika mereka adalah para pendekar.
Matahari hampir terbenam ketika rombongan dari Sekte Pedang Pinus tiba di Kota Dang An. mereka langsung mencari penginapan sesuai instruksi yang Tuan Lin Chun berikan.
Kota Dang An merupakan kota kecil yang damai nan asri, Kota ini lebih terkenal sebagai kota perdagangan dikarenakan letaknya yang dekat dengan pelabuhan. Rombongan Sekte Pedang Pinus sebenarnya ingin melihat lihat kota tersebut terlebih dahulu, andai saja tidak terikat sebuah misi. Setelah berkeliling Kota sejenak, mereka akhirnya menemukan sebuah penginapan dengan nama "Penginapan Samudera. "
Ketika mereka akan memasuki penginapan tersebut, seorang pelayan bertanya kepada mereka, "Tuan-tuan pendekar, apakah ada yang bisa saya bantu?"
"Kami hendak menemui istri Tuan Lin." Jawab Tetua Feng.
"Apakah kalian membawa sebuah surat perintah misi??" Lanjut pelayan tersebut.
Tetua Feng segera memberikan surat dari Tuan Lin Chun kepada pelayan tersebut, mereka ber enam pun dipersilahkan masuk dan menunggu makanan disiapkan di sebuah kedai yang ada di lantai bawah.
"Maaf Tuan, apakah anda bisa menunjukan sebuah surat yang menyatakan kalian adalah bagian dari Rombongan Tuan Lin??" Kali ini terlihat seorang prajurit yang menghampiri mereka.
"Tolong dicek dulu Tuan," Ucap Tetua Feng seraya menyerahkan surat yang diterimanya dari Tuan Lin kepada prajurit di hadapannya.
"Ahh.. Maafkan hamba yang telah lancang, silahkan masuk..silahkan.." Prajurit tersebut menerima surat yang diberikan Tetua Feng kemudian terperanjat seraya memberikan hormatnya kepada para rombongan Pendekar dari Sekte Pedang Pinus.
Penginapan samudra sendiri adalah sebuah penginapan mewah dengan 3 lantai, penginapan tersebut terkenal karena harga sewa yang mahal, namun itu semua sepadan dengan pelayanan serta kenyamanan yang diterima oleh para tamu.
Lantai pertama penginapan samudra adalah sebuah rumah makan sedangkan lantai kedua dan ketiga adalah kamar-kamar tamu. Harga sewa kamar lantai dua dan tiga jelas berbeda, karena lantai tiga memiliki fasilitas yang jauh lebih lengkap daripada lantai dua.
Setelah menyantap hidangan yang telah disediakan, keenam pendekar tersebut diantar pelayan ke lantai tiga, tetapi bukan ke kamar masing-masing, melainkan ke sebuah ruangan tempat pertemuan.
Saat mereka sampai di dalam ruangan, ternyata di sana telah berkumpul sekitar 30 pendekar, sementara di barisan depan terlihat 10 orang prajurit dengan baju tempur lengkap sambil membawa tombak di tangan.
Di tengah-tengah kerumunan para pendekar tersebut terlihat seorang gadis muda yang berusia sekitar 20 tahunan, meskipun Gadis tersebut memakai cadar untuk menutupi wajahnya, namun bisa terlihat jika gadis itu memiliki paras yang cantik ditunjang dengan tubuh yang sempurna, membuat mata tiap laki-laki yang berada di sana tak lepas memandangnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 274 Episodes
Comments
Frisky Silalahi
sepertinya asik nih thor
2023-01-15
0
Afdyllan Fahcrozzi
👍👍👍
2022-03-14
0
labib Zack Lee Ramadhani
sudah hampir bab ke lima thor ,mana yang bakal jadi pendekar yang cacat itu ,ini mah salah judul
2022-01-19
0