Seorang pemuda yang berusia sekitar 20 Tahun sedang serius melatih ilmu beladiri nya di sebuah halaman belakang yang luas, dengan pedang ditangannya, pemuda itu terlihat sangat menyatu dengan irama Jurus-jurusnya, gerakannya sangat lembut namun tegas, bahkan setiap sabetan pedangnya mampu membelah udara dan menimbulkan gelombang angin ringan.
SWOSSSSHHH..
SWOSSSHHH..
Daun-daun yang gugur di halaman tersebut, berterbangan seiring dengan makin cepatnya gerakan pedang pemuda tersebut.
Pemuda tersebut tidak lain adalah Xun Mu, salah satu murid inti di Sekte Pedang Pinus. Pemuda tersebut selain seorang jenius beladiri juga mempunyai wajah yang rupawan dan body yang proporsional, sungguh perpaduan yang pas sebagai seorang pendekar.
Saat ini Xun Mu berada di tingkatan awal Pendekar Ahli. Xun Mu sebenarnya adalah salah satu kandidat kuat untuk menempati jabatan Tetua, Andai saja bukan karena kerendahan hatinya, pasti saat ini dirinya sudah mengambil jabatan tersebut.
Meskipun baru memasuki fase Pendekar Ahli, namun kekuatan fisik serta teknik berpedang dari Xun Mu tidak kalah dari para Tetua yang saat ini berada di tingkatan puncak pendekar Ahli.
"Ehmm...Saudara Xun, maaf jika kehadiranku mengganggu latihan mu," Suara Tetua Feng mengagetkan Pemuda tampan tersebut, Xun Mu segera menghentikan latihannya lalu berbalik dan memberi hormat, "Tetua, maafkan junior yang tidak menyadari kehadiran Tetua." Ucap Xun Mu kepada Tetua Feng.
"Saudara Xun, sebenarnya kehadiranku kesini hari ini dikarenakan ada sebuah misi yang harus kita lakukan!! Untuk lebih jelasnya, mari kita bicara disana." Ucap Feng Shen sembari menunjuk sebuah tempat, mereka berdua pun kemudian menuju ke sebuah gazebo yang berada di tepi kolam.
Di gazebo tersebut sudah ada teko yang berisi teh serta beberapa gelas. Setelah Xun Mu menuangkan teh untuk mereka berdua, Feng Shen pun segera menjelaskan garis besar misi yang akan mereka jalani sambil tak lupa juga ia mensesap teh yang ada di hadapannya.
Misi mereka kali ini adalah menjaga Istri serta Putri seorang Saudagar kaya yang bernama Tuan Lin Chun. Istri dan Putri Saudagar kaya ini sedang dalam perjalanan pulang ke Kota asalnya yaitu Kota Lu Dong, sudah menjadi rahasia umum jika perjalanan ke Kota Lu Dong sangat berbahaya karena harus melewati hutan yang penuh dengan perampok, karena itulah para Saudagar Kaya dan para Bangsawan biasanya tak segan-segan menyewa jasa para pendekar untuk menjaga harta, barang dagangan, serta tentu saja nyawa mereka.
Tuan Lin Chun kali ini ternyata tidak main-main, Beliau bahkan berani membayar mahal kepada Sekte Pedang Pinus untuk mengamankan Istri dan anak nya, tidak tanggung-tanggung Sekotak besar peti berisi sekitar ratusan ribu Keping Emas telah disediakan.
Oleh karena itu Sekte Pedang Pinus pun juga tidak mau setengah-setengah, mereka bahkan berencana mengirimkan tiga Tetua utama sekaligus, namun ternyata ke tiga Tetua tersebut belum juga pulang dari misi yang saat ini sedang mereka emban, sedangkan Tetua yang tersisa di Sekte hanyalah Tetua Feng, akhirnya Ketua Yan pun berdiskusi dengan Tetua Feng dan memutusan untuk mengangkat Tetua Feng Shen sebagai Ketua misi ditemani 5 murid inti yang kemampuannya telah menembus tingkatan Peendekar ahli, dan salah satunya adalah Xun Mu.
Keesokan harinya sesuai kesepakatan akhirnya Tetua Feng beserta 5 murid inti Sekte Pedang Pinus berangkat meninggalkan Sekte dengan menggunakan kuda pilihan yang juga telah disediakan oleh Tuan Lin Chun.
Menurut informasi yang mereka dapatkan, mereka ber enam akan bergabung dengan rombongan lainnya di sebuah Kota kecil yang bernama Dang An. Jarak antara Sekte Pedang Pinus sendiri dengan kota Dang An tidaklah terlalu jauh dan jika ditempuh dengan berkuda hanya membutuhkan waktu kurang lebih tiga hari.
Enam pendekar dari Sekte Pedang Pinus memacu kuda mereka dengan harapan segera sampai di Kota Dang An, ketika matahari mulai terbenam mereka memutuskan untuk berhenti karena kuda mereka juga butuh istirahat, akhirnya mereka ber enam segera membuat api unggun dan memakan bekal makan mereka yang berupa roti kering, tak lupa juga mereka menyiapkan rumput serta air sebagai makanan kuda-kuda mereka.
"Tetua Feng silahkan dimakan bekalnya, aku akan menyiapkan minum untuk kita semua!!" Xun Mu memulai percakapan seraya mempersilahkan Tetua Feng memakan bekalnya terlebih dahulu.
"Tenang saja Saudara Xun, aku belum terlalu lapar, bukankah makanan akan menjadi semakin lezat ketika kita memakan nya bersama-sama?? Hahaha.." Tetua Feng tertawa, kemudian diikuti oleh semua pendekar yang ada di sana.
Matahari bahkan belum menampakan dirinya, ketika ke enam pendekar telah bersiap siap berangkat dan memacu kuda mereka kembali menembus hutan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 274 Episodes
Comments
Frisky Silalahi
teruskan thor
2023-01-15
0
Muhammad Syahrir
belum jelas, lanjut
2022-12-01
0
Afdyllan Fahcrozzi
👍👍👍👍
2022-03-08
0