"Pranggg"
Tiba-tiba vas bunga yang ada di sebelah Lin Meime pecah tanpa sebab, firasat buruk mulai menyerang pikirannya. Sedangkan si kecil JeHa yang belum tahu apa-apa hanya memeluk ibu nya karena kaget dengan suara pecah barusan.
"Dewa tolong lindungilah suami hamba"
Saat ini hanya do'a lah yang bisa Lin Meime panjatkan untuk keselamatan suami nya, setelah menenangkan diri, dia segera mencoba memejamkan mata meskipun hati nya belum tenang.
Sementara itu di kediaman Keluarga Lin. Nampak sekali jika pertarungan itu berat sebelah, Xun Mu sudah hampir kehabisan tenaga dalam, stamina nya pun juga sudah terkuras. Terlihat tarikan nafasnya juga mulai memburu, dan nampak luka mulai menghiasi sekujur tubuhnya.
sedangkan di lain pihak, kedua Jendral binatang neraka masih dalam keadaan segar, mereka pun tidak segan menyerang lawannya bersama-sama. Memang dalam pertarungan hidup mati, tidak ada aturan adil ataupun curang, yang ada hanyalah bagaimana bisa membunuh lawan.
"Arrgggghhh..."
Seorang pendekar yang bersenjatakan gada berhasil menempatkan serangan mematikan di tubuh Xun Mu, membuat pemuda itu mundur beberapa meter ke belakang.
Xun Mu bisa merasakan beberapa tulang di dada nya retak, jika saja tadi dia terlambat menyalukan tenaga dalam nya, maka mungkin dada tersebut sudah hancur.
Darah mulai mengalir di sela sela bibir Xun Mu, Keadaannya sungguh diujung tanduk. kedua pembunuh itu tidak menunggu sang pemuda untuk memulihkan diri, mereka berniat menghabisi pemuda tersebut secepatnya.
"Gada Penghancur Bumi"
"Golok Membentur Karang"
Kedua jurus terhebat pun langsung dikeluarkan oleh mereka.
"Tarian Pedang Malam"
Tak mau kalah, Xun Mu pun menyambut mereka dengan mengerahkan semua tenaga yang tersisa. Pertukaran jurus pun terjadi, setelah lebih dari puluhan kali mereka bertukar jurus akhirnya salah satu tebasan dari golok lawannya sukses memotong lengan kiri Xun Mu.
Darah pun mengalir dengan deras dari lengan kirinya yang terpotong, Xun Mu mundur sambil berlutut. Hanya pedangnya lah yang kini menopang tubuhnya, kesadarannya makin menurun, tenaga dalamnya sudah habis dan stamina nya pun sudah terkuras semua.
Pembunuh bersenjata gada pun segera mengambil kesempatan ini untuk menghabisi pemuda tersebut. Dia langsung melompat dan berencana menghancurkan kepala Xun Mu dari atas. Saat gada tersebut hanya berjarak beberapa inchi dari kepala Xun Mu, tiba tiba ada energi berbentuk pusaran angin yang mengarah ke tubuh Xun Mu sehingga membuat tubuh pemuda itu bergeser ke samping beberapa meter.
Gada itu pun akhirnya hanya menghancurkan lantai dengan bunyi yang mengerikan, tidak terbayang bagaimana jika sampai mengenai kepala. Pembunuh yang kesal pun segera melihat dan mencari tahu ulah siapa barusan, ternyata Tetua Jin sudah berhasil mengatasi ke dua pemimpin Binatang Neraka yang tadi menjadi lawannya.
Tetua Jin segera merangsak maju dengan kecepatan tinggi sambil tangan kiri nya merogoh sesuatu di dalam baju nya. saat jarak antara mereka semakin dekat, Tetua Jin segera melepaskan bom asap yang seketika menimbulkan asap yang sangat pekat, Tetua Jin bergegas menghampiri Xun Mu lalu membawanya kabur dari tempat itu.
Diwaktu yang sama, Ketua dari Kalajengking Merah, si Iblis Rambut Merah segera menyuruh seluruh anggota nya untuk membakar habis kediaman keluarga Lin setelah menguras habis harta di rumah itu.
Tak butuh waktu lama, api pun menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Dan dengan diiringi tawa kesombongan, Kelompok Kalajengking Merah meninggalkan tempat itu bersama harta benda hasil jarahan nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 274 Episodes
Comments
Duda lapuk
ada LG janda...
2023-02-16
0
Ahmad Syah
MC nya masih lemah, sibuk dg rmh tangganya
2022-07-03
0
manek yani
wahhh
2022-01-02
0