Sudah hampir tiga bulan sejak kembalinya Lani ke kota tempat tinggalnya.
Willy kembali perhatian dan sayang padaku. Malahan aku terkadang merasa perhatiannya terlalu berlebihan.
Setiap pulang dari luar kota karena mengurus Bisnisnya ia pasti akan membawa aku jalan jalan bersama Nabila ke mal dan membelikan aku banyak baju.
Aku senang karena kebahagiaan aku seolah kembali. Aku juga sudah melupakan tentang kecurigaan aku terhadap Lani dan mas Willy.
Tapi tiga bulan sejak kembalinya, Lani tak pernah mau menghubungi aku. Ketika aku mencoba menghubungi ia pasti tak mengangkatnya. Setelah itu hanya mengirim pesan maaf karena tak mengangkat telepon aku.
Hari ini mas Willy kembali pergi keluar kota,ia mengatakan akan mengurus bisnisnya yang diluar kota. Biasanya ia akan pergi selama tiga hari. Aku sedang asyik menyusui Nabila sambil menonton ketika aku mendengar suara bel berbunyi.
Aku meletakkan Nabila ke dalam ayunan dan membuka pintu rumah. Tampak mama mertua dan kakak iparku Shinta berdiri di depan pintu.
"Mama... Kak Shinta masuklah... "ujarku. Mama dan Kak Shinta langsung menuju ruang keluarga. Kak Shinta menggendong Nabila.
"Maaf ma. . ada perlu apa ya..mas Willy lagi nggak dirumah. "
"Memangnya mama tak boleh datang jika Willy tak di rumah"
"Bukan begitu ma... cuma biasanya mama datang karena ada yang perlu diomongkan dengan mas Willy"
"Mama sengaja datang ketika Willy tak dirumah. Mama ingin mengatakan sesuatu yang tak bisa Willy katakan dengan jujur padamu.. "
"Maksud mama mas Willy ada menyembunyikan sesuatu dari aku"
"Ya.. dan mama harus mengatakan ini secepatnya agar tidak berlarut larut.. "
"Apa yang ingin mama katakan.. "ucapku gemetar.
"Ya Tuhan.. apa yang telah mas Willy sembunyi kan dariku... aku takut mendengar sesuatu hal buruk yang akan mama sampaikan"
"Melati... Kak Shinta tidak ada ikut campur ya.. Kak Shinta hanya menemani mama. Jika selama ini Kak Shinta diam dan tak memberitahukan kamu karena Kak Shinta menjaga perasaan kamu... Kak Shinta takut kamu nanti sedih mendengar kenyataannya "
"Apa sebenarnya yang ingin mama sampaikan.. ada apa ini"ucapku sudah makin kuatir.
"Mama hanya ingin mengatakan jika Willy dan Lani sudah menikah sebulan yang lalu. Mama harap kamu dapat menerimanya... "
"Apaaaa.... mas Willy sudah menikah dengan Lani sebulan lalu.. "ucapku dengan gemetar. Badanku terasa lemas, aku langsung bersandar di kursi.
"Apa maksud dari semua ini ma... ini tak benarkan ma... "
"Ternyata selama Lani disini ia menjalin hubungan dengan Willy sehingga ia hamil, dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya Willy harus menikahi Lani. Sekarang kehamilan Lani sudah memasuki tiga bulan. Mama harap kamu bisa menerima Lani sebagai madumu... "
"Apa ini.. mengapa mas Willy dan mama tega membohongi aku selama ini... "
"Mama sudah meminta Willy berterus terang padamu ketika ia akan menikah kemarin, tapi Willy tak sampai hati ,ia tak mau menyakiti hatimu.. "
"Apa mas Willy mengira aku tak akan sakit hati jika aku mengetahuinya dari mulut orang lain. Mengapa kalian semua tega melakukan ini padaku.. apa salahku... "ucap Melati terisak
"Mela.. .. Kak Shinta tidak bisa menghalangi pernikahan itu karena Lani telah hamil. Tapi jika Kak Shinta tahu dari awal hubungan mereka pasti Kak Shinta melarangnya"
"Mama tahu hubungan mas Willy dengan Lani.. "
"Mama tidak bisa melarang, jika mereka memang saling suka. Seharusnya kamu introspeksi diri sebagai seorang istri mengapa Willy sampai menduakan kamu. Lagi pula Willy masih mampukan membiayai hidup kedua istrinya apa salahnya. Mama sudah meminta Willy menceritakan ini, jika kamu memang tak bisa menerima ini mama juga sudah meminta Willy menceraikan kamu"
"Ma.. mama sebagai seorang wanita... mengapa mama tega melakukan ini. Coba mama berada dalam posisi aku bagaimana ma.. "
"Mama sudah sering mengingatkan kamu... jangan sampai suami kamu cari wanita lain jika kamu malas malasan.. "
"Ma.. kapan aku malas malasan.. jika dulu aku sempat tak masak itu karena aku lagi nggak kuat ma.. aku lagi ngidam"
"Jika kamu tak bisa terima semua ini.. kamu bisa minta cerai dari Willy. Karena Willy tak mau ceraikan kamu.. padahal mama tak tahu apa kelebihan kamu sehingga Willy begitu mencintai kamu.. Jika kamu bercerai mama yang akan yakinkan Willy untuk memberi nafkah buat anakmu sampai besar dan jika kamu mau biar Nabila di rawat Lani.. Lani mengatakan ia bersedia merawat Nabila... "
"Nabila anakku ma.. aku tak akan memberikan pada siapapun.. mama mengapa begitu tega dan membenciku.. apa salahku pada mama... "
"Salahmu... salahmu Melati adalah Kau tak lahir dari keluarga terhormat seperti Lani dan kau tak bisa melayani Willy dengan baik sehingga ia jatuh ke tangan Lani yang lebih segalanya dari kamu.. "
"Ma... aku tak kan melepaskan Willy buat Lani"
"Kalau begitu kamu harus bisa menerima Lani dan jangan terlalu lama membiarkan Willy disini, ia juga punya istri yang lagi hamil yang memerlukan perhatiannya . Kamu tahu,saat ini Willy ada ditempat Lani. Satu lagi yang perlu mama ingatkan.. jangan pernah kamu mengatakan semua ini pada papa dan mama Lani. Ia hanya tahu Willy masih lajang. Makanya kemarin pesta nya Willy dan Lani diadakan besar besaran, jadi jangan membuat keluarga Lani dan mama malu. "
Melati berdiri dan mengambil Nabila dari gendongan Shinta.
"Ma.. Kak Shinta bisa tinggalkan aku sendiri... aku mau sendiri saat ini.. "ucap Melati
"Kamu berani mengusir mama.. kamu tahu kan ini rumah Willy.. jangan sombong kamu.. "ucap mama emosi
"Ma.. biarkan Melati sendiri. Kita memang sebaiknya pergi. Melati maafkan kak Shinta ya... "
"Untuk apa kamu meminta maaf... kamu tahu Melati.. aku sangat berharap suatu saat Willy menceraikan kamu, biar kamu tahu rasa. Kamu hidup senang seperti ini karena Willy. Jika tidak karena Willy..buat makan aja kamu dan ibumu sulit mencarinya"
"Mama jangan pernah membawa bunda... "
"Ma sudahlah... mengapa mama sampai berkata begitu, nanti jika Willy tahu ia akan marah pada mama"
"Aku hanya sedikit saja melirikmu karena kamu ibunya Nabila.. jika kamu tak memiliki anak.. aku yang pastikan kamu ditendang Willy. "
"Sudah cukup ma... pergilah.. aku mau sendiri"teriak Melati
"Untung saja Willy punya istri Lani yang bisa aku banggakan pada teman temanku..kalau kamu... apa yang bisa dibanggakan dari dirimu"ucap mama sambil berlalu.
Belum sempat mama masuk kedalam mobil, Melati sudah membanting pintu rumahnya.
"Dasar anak tak tahu diri.. sudah dinaikan derajatnya sama anakku.. malah tidak sopan padaku"
"Mama juga berkata dengan keterlaluan... siapapun wanita yang berada diposisi Melati pasti akan marah, jika aku mungkin sudah dari tadi aku mengusir mama"
"Kamu selalu saja membela Melati.. sama dengan Willy.. apa yang kalian pandang dari wanita itu... "
"Melati wanita yang cantik dan baik ma... "
"Lani lebih baik dan juga cantik "
"Terserah mama... tapi ingat ya ma.. aku jangan dibawa bawa jika Willy marah karena mama memberi tahukan ini pada Melati. "
"Ia harus tahu secepatnya sebelum Lani melahirkan, agar nanti ia tak bisa melarang Willy bertemu Lani "
Shinta mengendarai mobil meninggalkan rumah kediaman Willy dan Melati.
*****************************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
LENY
DASAR MERTUA BIADAB TUNGGULAH KARMA MU IBLIS JAHAT BENER MULUTNYA. SDH LAH MELATI CERAI AJA BUAT APA SUAMI LAKNAT DIPERTAHANKAN PERGI AJA DROD DIHINA TERUS YA ALLAH SEDIHNYA MELATI😭😭
LANI WILLY TUNGGULAH BALASAN TUHAN ATAS PERBUATAN BIADAB KALIAN😡😡
2025-03-18
0
Dewi Dama
jahat bangat mertua..laknat...
2024-09-17
0
Nuryanti 94
miris bgt y allh yg sbr yach kk, auto mwek dech
2023-07-21
0