Kehamilan Melati sudah memasuki bulan ke delapan. Perutnya sudah tampak membuncit.
Willy sudah semakin sibuk dan sukses dalam usahanya. Ia juga membuka cabang usahanya di kota Batam.
"Sayang... ini mungkin rezeki kamu dan calon anak kita yang sebentar lagi lahir. Usaha makin berkembang pesat sejak kita menikah. Apa yang kamu inginkan sayang... sebagai hadiah.. "
"Sayang.. aku tak menginginkan apa apa. Semua yang aku inginkan dan butuhkan telah kamu siapkan. Aku hanya ingin kamu selalu ada disampingku saat aku membutuhkan kamu... aku tak ingin kamu melupakan aku hanya karena bisnismu"
"Tidak mungkin sayang... kamu adalah yang nomor satu dalam hidupku"
"Mas... jangan pernah menduakan cintaku.. aku bisa memaafkan dan menerima apa pun yang kamu lakukan, asal jangan pernah berpikir untuk menduakan cintaku"
"Sayang mengapa kamu berpikir begitu... "
"Karena aku tahu.. lelaki akan diuji saat ia memiliki segalanya... tetapi wanita akan diuji saat tidak memiliki apa apa. Karena semakin kamu sukses akan banyak godaan yang akan datang... "
"Kamu tak perlu kuatir... aku sudah memiliki wanita yang sempurna seperti kamu.. apa lagi yang akan aku cari"
"Mas... tak ada manusia yang sempurna, aku sadar aku juga memiliki banyak kekurangan, jadi ketika kamu mendapati kekuranganku, kamu bisa katakan padaku agar aku bisa berubah, jangan kamu menjadikan kekurangan dariku alasan buat kamu mencari yang lebih dariku... "
"Jangan kuatir sayang... aku belum mendapati ada kekurangan di didirimu... kamu juga jangan pernah bosan dan lelah menjadi pendamping hidupku.. "
Melati lalu memeluk suaminya. Willy mengelus perut buncit istrinya.
"Sayang... ayah sudah tak sabar ingin bertemu kamu.. pasti kamu sangat cantik seperti bunda mu... kamu adalah bukti dari cinta ayah bunda"ucap Willy sambil mengecup perut Melati
"Sayang aku sudah ngantuk.. tidur lagi ya"
"Baiklah.. sayang... "Willy langsung menggendong Melati membawa masuk ke kamar dan meletakan dengan pelan diatas kasur.
Willy mencium dahi istrinya dengan lembut, lalu hidung, pipi dan bibir. Ia menciumi bibir Melati lama dan perlahan mulai memasukan lidahnya ke dalam rongga mulut Melati. Mereka akhirnya saling membelit lidah. Ciuman yang pertama lembut makin lama makin menuntut.
Perlahan Willy membuka pakaian istrinya..
"Sayang... bolehkan aku meminta.. tak akan menyakitkan buat kamu dan calon bayi kita kan"
"Boleh sayang... lakukan dengan pelan"
"Baiklah.."ucap Willy dan mulai lagi mengecup ,menghisap dan menggigit leher serta dada Melati hingga meninggalkan banyak tanda ke pemilikan.
Mereka melakukan penyatuan tubuh mereka dengan pelan. Setelah mencapai puncaknya, Willy mengecup dahi Melati.
"Terima kasih sayang...sekarang tidurlah"ucapnya sambil memeluk tubuh Melati.
#####################
Hari ini Melati merasakan sakit dipinggangnya. Ia juga merasakan keram pada perutnya.
Melati membangunkan Willy yang masih terlelap dalam tidurnya.
"Sayang... ada apa.. "
"Mas... pinggang ku sakit. Sudah dari tadi aku merasakan sakit. Terkadang hilang, lalu datang lagi rasa sakitnya. Perutku juga terasa keram... "
"Apa kamu sudah mau lahiran sayang.. "
"Aku nggak tahu mas... tapi menurut perkiraan seharusnya seminggu lagi"
"Coba kita periksa saja... aku takut nanti terjadi sesuatu denganmu dan calon bayi kita"
Willy bangun dan membersihkan wajahnya. Ia mengambil tas yang berisikan perlengkapan buat Melati dan calon bayi mereka.
"Mas.. mengapa tas nya dibawa..Siapa tahu aku belum akan lahiran "
"Nggak apa... aku letakan dalam bagasi saja.. nanti seandainya kamu memang mau lahiran nggak perlu pulang mengambilnya. Kamu mau ganti pakaian dulu. "
"Iya.. mas"Melati ingin berdiri tapi ditahan oleh Willy.
"Duduklah... biar aku yang ambil dan pakaikan baju kamu"ujar Willy ,ia mengambil baju dan membantu Melati memakaikannya
Setelah semua siap, Willy melakukan mobilnya menuju rumah sakit yang menjadi tujuan istri nya akan melahirkan.
Sepanjang perjalanan Willy melihat Melati meringis dan memegang perut serta pinggulnya,menahan rasa sakit.
"Semakin sakit ya sayang... "
"Ya... mas. Makin sering dan terasa sakit"
"Tahan sebentar ya... kita sudah mau sampai"
"Mas... aku seperti nya pipis.. "ucap Melati malu.
"Nggak apa apa... nanti bisa ganti pakaiannya... "
"Mas... apa ini yang dikatakan dokter air ketuban itu.. tanda tanda aku akan melahirkan segera"
"Oh iya.. aku ingat kata dokter kemarin waktu kita terakhir periksa. Sayang kamu bisa bertahankan...sebentar lagi kita sampai "Willy Makin mempercepat laju mobilnya.
Sampai dirumah sakit Willy langsung meminta bantuan perawat buat membawa istrinya ke ruang persalinan. Setelah memarkirkan mobilnya Willy menuju ruang persalinan.
Dokter mengatakan istri nya akan segera melahirkan dan meminta Willy masuk menemani istrinya.
Willy melihat peluh di dahi Melati, ia membersihkan keringat di dahi istrinya itu.
"Mas... sakit.. "ucap Melati sambil mencengkeram lengan Willy keras.
"Sayang kamu harus kuat.. kamu pasti bisa.. demi anak kita.. "ucap Willy sambil mengecup dahi Melati
Dokter dan perawat datang memeriksa keadaan Melati..
"Ibu.. ini waktunya ibu akan melahirkan. Usahakan mengejannya jangan putus dengan nafas yang panjang.. "ucap dokter
"Bagaimana dok... kita mulai.. "tanya perawat
"Ya.. ibu mulailah mengejan... "
Dengan satu tarikan nafas Melati mulai mengejan, Willy yang melihatnya sangat cemas. Ia melihat Melati dengan rasa kasihan.
Melati mencengkeram lengan Willy sampai kukunya melukai kulitnya.
Melati terus mengejan sampai terdengar suara tangisan bayi.
"Alhamdulillah... "ucap Willy melihat bayi keluar dari rahim istrinya
Melati terkulai lemas.. Willy mengecup dahi istrinya..
"Terima kasih sayang.. telah berjuang melahirkan bayi kita.. "
*****************************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Jasmine
aku rasa ada kesalahan diotak willy....dia ikut dlm proses lahiran anaknya dan betapa susah payahnya melahirkan..bisa kepincut si markonah
2023-01-07
0
Khurul Aini
update sll
2022-10-12
0
☠ᵏᵋᶜᶟբɾҽҽթαlҽsԵíղαKᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ
disini lah pelakor berkeliaran
2021-11-01
0