Akhirnya tibalah waktu perpisahan, Acara perpisahan diadakan di salah satu hotel berbintang di kota ini.
Sekolah tempat Melati, menimba ilmu selama tiga tahun ini adalah salah satu sekolah ternama dikota ini. Banyak siswa nya berasal dari keluarga mampu.
Melati sendiri dapat bersekolah disekolah ini atas bantuan papanya Lani, yang mengenal kepala yayasan. Lani meminta yayasan memberikan beasiswa untuk Melati.
Secara tidak langsung, Melati banyak berhutang budi dengan orang tua Lani. Jika Orang Tua Lani, keluar negeri pasti ia membelikan sesuatu untuk Melati, apa yang mereka belikan untuk Lani dibelikan juga untuk Melati. Bahkan Baju Melati banyak diberikan oleh mereka.
Ketika acara sedang berlangsung Melati merasa ada yang menarik tanganku agar menjauh dari keramaian.
"Lepasin, siapa sih?"ucap Melati mencoba menarik tangannya dari genggaman tangan orang itu.
"La.. ini aku. Aku mau bicara."
"Bagas? Kamu mau apa?"
"La, mengapa kamu menghindari akhir akhir ini. Apa salahku. Jika kamu memang tak mencintai aku, mengapa harus menghindar, kita bisa berteman sajakan?"
"Aku tak merasa menghindari kamu, mungkin kita memang jarang bertemu saja."
"Kamu bohong La, aku tahu kamu dan Lani sengaja menghindar dariku, Aku tahu kamu tak enak dengan Lani. Tapi perlu kamu tahu La, aku benar benar mencintaimu. Aku sedih karena kita harus berpisah. Aku akan kuliah keluar kota. Tapi aku harap kamu tak mengindahkan aku lagi. Aku masih boleh berkomunikasikan. Aku ingin kita masih tetap saling bertegur sapa walau hanya melalui ponsel."
"Bagas, aku masih temanmu. Kamu masih boleh lah berkomunikasi denganku. Semoga nanti kuliahmu berjalan lancar."
"Jika liburan aku masih bolehkan menemuimu? Hanya sebagai seorang teman, aku tak akan memaksakan cintaku. Aku sudah katakan bukan. jika cinta tak bisa dipaksakan."
"Tentu saja Bagas, kamu boleh menemuiku"
"Terima kasih La, aku tahu kamu gadis yang baik. Aku tahu kamu selama ini tak bermaksud menghindariku, kamu hanya tak enak hati dengan Lani. Aku tak tahu apa yang Lani katakan tentang aku padamu, semoga kamu tak langsung mempercayai apa kata Lani, jika kamu ingin tahu kebenaran nya kamu bisa tanyakan padaku."
"Lani tak ada berkata apa apa tentangmu. Jadi tak ada yang meski aku tanyakan. Apa sudah cukup biaranya Bagas. Aku tak enak jika ada yang lain melihat kita berdua disini."
"Baiklah La, mari kita masuk.. aku senang dapat mengenalmu selama ini dan pernah mencintaimu, aku akan simpan rasa cinta aku ini untuk diriku."
"Terima kasih karena pernah mencintaiku, tapi aku memang sudah bertekad dari dulu tak akan berpacaran sebelum tamat sekolah. Aku masuk duluan ya." ujar Melati yang melangkahkan kakinya masuk kedalam ruang acara lagi.
Semua teman teman satu sekolahan larut dalam acara sampai tengah malam. Sedangkan Melati memilih pulang bersama Lani dan menginap dirumah Lani.
################
Besok Lani dan keluarga nya akan pindah ke luar kota. Orang tua Lani masih saja membujuk diri Melati agar ikut mereka. mereka senang jika Melati bersahabat dengan anaknya, itu kata mereka. Dan mereka juga telah menganggap Melati seperti anak mereka.
"Melati? Apa kamu benar benar tak mau ikut kami, nanti kamu bisa kuliah sambil bekerja. Papa akan mencarikan kerja untuk," ucap papa Lani yang Melati diminta panggil, dengan sebutan papa.
"Bunda tidak mau meninggalkan kota ini Pa, kota ini terlalu banyak menyimpan kenangan, begitu yang bunda selalu katakan."
"Kalian masih bisa mengunjungi kota ini jika kamu liburan."
"Tapi bunda tak mau meninggalkan rumah peninggalan ayah, walau itu hanya rumah papan, tapi bunda senang tinggal dirumah itu, karena itulah harta yang ayah tinggalkan."
"Mama padahal berharap kamu ikut dengan kami, karena jika ada kamu bersama Lani, mama tidak kuatir meninggalkan Lani, jika mama ikut papa dinas keluar kota."
"Maafkan Mela Ma, bukannya Mela tak menghargai niat baik mama dan papa, tapi Mela tak mungkin meninggalkan bunda sendirian disini."
"Mela, apa kamu tak mau lagi bersahabat denganku, apa kamu tak menghargai persahabatan kita, kamu tak ingin terus bersamaku"
"Maaf Lani, bukannya aku tak menghargai persahabatan kita, kamu adalah satu satunya sahabatku yang juga sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri. Aku tak mungkin bisa menggantikan kamu dengan yang lainnya, aku tak akan bisa melupakan persahabatan kita, semoga kamu juga tak akan melupakan persahabatan kita walau kamu nanti dapat teman yang lebih segalanya dariku."
"Aku tak akan bisa dapat sahabat sebaik kamu," ucap Lani kemudian memeluk Melati.
Melati ikut membantu keluarga Lani untuk membereskan dan menyusun barang barang yang akan dibawa buat pindahan. Barang mereka akan dikirim melalui jasa pengiriman. Mereka akan berangkat menggunakan pesawat.
#####################
Melati dan Bunda nya mengantar keberangkatan keluarga Lani.
"Terima kasih bapak dan ibu atas kebaikan nya selama ini buat saya dan Melati. Saya tidak akan pernah bisa membalas semua kebaikan ibu."
"Kami juga mengucapkan terima kasih karena ibu sudah membantu kami selama ini." ucap papa Lani.
"Ingat ya, jangan pernah lupakan aku... walaupun dimana kamu akan kuliah."
"Padahal aku berharap Melati ikut kami, jika ia ikut kami Lani akan kuliah di kota dekat kami tinggal sekarang, tapi karena Melati nggak mau ikut, Lani lebih memilih kuliah di luar negeri," ujar mama Lani tampak sedih.
"Asyik dong teman kamu nanti bule semua... jangan lupa kenalin dengan aku ya, kalau ada cowok ganteng."
"Kalau aku kenalin dengan kamu nanti dia, jadi naksir kamu dong, nggak jadi ama aku." canda Lani
"Nggak apalah bagi-bagi biar aku bisa mengubah keturunan."
"Gila kamu ya, haha," Melati dan Lani tertawa mereka bersamaan.
Mereka mengobrol sampai akhirnya pesawat yang akan mereka tumpangi segera berangkat.
"Hati-hati, semoga dimanapun kamu kuliah, kamu akan sukses" ucap Melati memeluk Lani sambil menangis.
"Ma, terima kasih karena telah menyayangiku selama ini seperti anak mama sendiri," Melati pun memeluk mama Lani
Melati mencium telapak tangan papa Lani
"Pa, terima kasih atas semua kebaikan papa selama ini, aku tak akan pernah melupakannya."
"Jika kamu ada kesulitan jangan sungkan minta bantuan, walau kami jauh, kami akan tetap membantumu."
"Ya Pa, hati-hati. Ma, Lani, hati-hati" Melati melambaikan tangannya sampai mereka menghilang.
Setelah pesawat yang mereka tumpangi terbang, Melati dan ibunya meninggalkan bandara.
*************************
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
LENY
KE 2 ORANG TUA LANI BAIK SEKALI. MELATI BNYK BERHUTANG BUDI SAMA KEL. LANI.
2025-03-18
0
Jasmine
Kelak Melati jodohnya Bagaskah???
Berarti cerai dr Willy
2023-01-06
0
Khurul Aini
update
2022-10-12
0