Sebulan sudah sejak kepergian Lani pindah dari kota ini. Terakhir Lani memberi kabar jika ia tak jadi kuliah diluar negeri karena nggak biasa hidup sendiri. Ia masih mengharapkan Melati untuk menyusulnya ke kota dimana ia tinggal sekarang.
Melati sendiri saat ini bekerja disebuah butik, Melati memilih tak melanjutkan kuliah karena tak ada biaya. Lagi pula Melati tak ingin membebani Bundanya lagi. Dirinya sudah bertekad ingin membantu Bundanya bukan malah menjadi beban.
"Bunda, Mela berangkat dulu," Melati berpamitan kepada Bundanya sebelum berangkat.
"Hati-hati nak, bekal makan siang kamu sudah dibawa?"
"Sudah Bun,"
Melati memang selalu membawa bekal untuk menghemat pengeluaran, syukurlah Melati diterima bekerja pada salah satu butik yang cukup ternama di kota ini. Butik yang khusus untuk kalangan atas.
Hari ini seperti biasa, Melati melayani pelanggan disini dengan senyuman. Sampai akhirnya Melati melihat seorang pelanggan, lelaki muda tampan memasuki butik. lantas Melati langsung menyapanya.
"Selamat siang Tuan, ada yang bisa saya bantu?'
"Selamat siang,kamu pelayan baru disini ya?" tanya Pria tersebut kepada Melati.
"Betul tuan,"
"Pantas baru pertama melihat, jangan panggil Tuan, panggil saja nama saya, Willy, seperti pelayan lainnya yang sudah mengenal saya."
"Baik Tuan ... emh maksudku Willy.. apa ada yang bisa saya bantu?" jawab Melati meralat kalimatnya.
"Saya cuma ingin membeli kemeja buat sehari hari, bisa tunjukkan koleksi terbaru dari butik ini."
"Mari Willy, saya perlihatkan beberapa koleksi terbaru dari butik kami."
Melati menunjukkan beberapa kemeja yang sesuai dengan badan Willy.
"Boleh deh yang ini saya coba dulu, boleh saya tahu nama kamu?" tanya Willy mengambil sepasang kemeja.
"Tentu saja boleh, saya Melati." jawab Melati sopan.
"Saya bawa dulu ya, buat dicoba," Willy kemudian membawa beberapa helai kemeja untuk dicobanya.
Setelah merasa cocok dengan beberapa kemeja Willy membawa nya keluar.
"Aku ambil yang ini saja," ucap Willy sambil mengulurkan tiga helai kemeja.
"Baik Wil, saya buatkan catatan pemesannya, dulu yah," ujar Melati tampak mengambilnya kertas untuk dicatat.
Willy mengikuti langkah Melati yang sedang berada di meja kasir. "Boleh saya minta nomor ponselmu?"
"Buat apa Willy?" tanya Melati dengan senyuman.
"Agar aku mudah menanyakan jika ada koleksi terbaru dari butik ini. Kamu tinggal mengirim foto koleksi terbaru itu. Dan yang paling utama agar aku bisa mengenalmu lebih dekat." jawab Willy membalas senyuman itu.
"Oh ... Boleh, kamu bisa menanyakan koleksi terbaru kami nantinya saya akan mengirimkan foto-fotonya."
"Sudah berapa lama kamu bekerja di sini?"
"Baru sekitar sepuluh hari."
"Kamu kelihatan masih sangat muda, berapa usiamu"
"Usiaku baru memasuki delapan belas tahun, aku baru tamat SMU."
"Pantasan, ternyata memang masih muda.. dan kamu sangat cantik, pasti nanti jadi pramuniaga yang paling dicari dibutik ini."
"Terima kasih Willy atas pujiannya."
"Aku bukan sekadar memuji, kamu memang benar-benar cantik.. tak pantas kamu bekerja di butik. Kamu cocoknya jadi model."
"Kamu terlalu memuji Willy." Melati tersenyum sendiri jadinya.
"Kamu tak percaya dengan wajah polos kamu ini saja kecantikan kamu sudah memancar apa lagi jika dirias."
"Hhmm, apa lagi yang bisa saya bantu Willy?"
"Untuk saat ini, bantuannya sudah cukup, tapi lain kali boleh ya bantu aku yang lainnya."
"Bantuan apa itu."
"Temani aku makan siang atau makan malam."
"Kamu bisa saja Wil, kita baru kenal nggak mungkin aku menemani kamu makan."
"Mengapa tidak mungkin, bukankah aku yang memintanya?"
Melati hanya tersenyum menanggapi perkataan Willy.
"Aku bayar ke kasir dulu ya, ingat simpan nomor ponsel aku yang tadi."
"Baik, terima kasih, semoga kamu senang dengan pelayanan kami dan kembali lagi kesini."
"Pasti, aku pasti kembali seminggu lagi. Karena besok aku harus berangkat keluar kota untuk mengurus bisnisku, tunggu aku seminggu lagi ya," jawab Willy sambil tersenyum.
Senyuman Willy memang sangat manis. Ia memiliki wajah yang sangat tampan ditambah postur tubuh yang sangat proporsional, menambah nilai plus buat dirinya.
Selama Melati melayaninya, pramuniaga yang lain banyak yang memandang iri karena Melati yang dapat melayani dirinya.
"Kamu beruntung deh dapat melayani Willy.. selain tampan ia juga pembeli yang loyal. Setiap masuk butik ia pasti akan membeli pakaian, bukan hanya sekadar melihat saja" ucap Dina, teman Melati.
"Oh ya, berarti ia pelanggan butik ini"
"Ya! Orang tuanya juga pelanggan disini."
"Aku nggak tahu jika ia pelanggan setia butik ini, jika tahu begitu aku akan lebih baik melayaninya."
"Tapi sepertinya Willy senang dengan pelayanan kamu, ia memberi bintang lima atas pelayanan kamu dikasir."
Butik ini memang selalu meminta pendapat pelanggan atas pelayanan yang diberikan pramuniaga agar pemilik butik tahu jika ada keluhan dan ketidak-puasan pelanggan atas layanan yang diberikan.
Tepat jam sembilan malam, semua pramuniaga bersiap-siap untuk pulang. Melati pulang menggunakan ojek online
Jika pergi kerja ia hanya menggunakan bus atau angkot untuk menghemat sedikit uangnya.
Sampai dirumah sudah menunjuk pukul setengah sepuluh malam, Melati masih mendengar suara berisik dari dapur rumahnya. Ia langsung menuju kesana.
"Bunda, belum tidur?" tanya Melati.
"Belum sayang, masih ada yang bunda kerjakan."
"Bunda buat apa, dan untuk siapa."
"Bunda lagi buat bolu pandan dan bolu pisang pesanan bu Joko, untuk dibawa kesekolah anaknya besok pagi. Anaknya merayakan ulang tahunnya disekolah."
"Apa yang harus Mela bantu bunda?"
"Sudah nggak ada, bunda hanya menunggu matang saja bolu yang dua itu."
"Bunda, maafkan Mela, karena belum bisa membantu bunda, bunda masih harus tetap bekerja untuk hidup kita."
"Mela, bunda senang melakukan semua ini. Kamu adalah tanggung jawab bunda. sudah sepantasnya bunda mencari nafkah buatmu. Seharusnya bunda yang harus minta maaf padamu."
"Minta maaf apa bunda, bunda tidak ada salah dan tidak pernah salah."
"Maaf, karena sampai usia kamu saat ini, bunda tak bisa memberikan kemewahan buat kamu. Hanya kehidupan seperti ini yang bisa bunda berikan, terkadang bunda sangat sedih melihat kamu yang dalam usia segini seharus nya masih mengecap pendidikan, tapi harus terhenti karena keterbatasan biaya."
"Bunda. Aku tak apa apa, masih banyak anak diluar sana yang sama sekali tidak pernah mengenyam pendidikan, aku yang hanya dibesarkan dengan bunda seorang masih bisa juga sampai SMU."
"Bunda selalu berdoa kelak kamu diberikan kehidupan yang jauh lebih layak dari bunda dan juga diberi suami yang bertanggung jawab dan sayang denganmu seperti ayah kamu."
"Aamiin, semoga doa bunda didengar Tuhan"
"Sekarang kita tidur lagi nak, bunda sudah selesai buat kuenya."
Melati dan bundanya masuk ke kamar, sebelumnya Melati mengganti pakaiannya dan membersihkan badannya.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Jasmine
Willy ini yg matanya jelalatan ga bisa lht cwe nganggur...dikasih kambing dimake over jg doyan tuh willy
2023-01-06
1
wily andriani
Wily..
kok samaan ya namanya sama aku 🤭🤭
2021-11-11
0
☠ᵏᵋᶜᶟբɾҽҽթαlҽsԵíղαKᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ
oh jd gt awal pertemuan melati sm willy
2021-10-31
0