Bab Dua

Melati dan Lani berlari memasuki gerbang sekolah. Mereka agak terlambat karena tadi memang bangun kesiangan. Melati menginap di rumah Lani. Jika mereka sudah tidur bersama, bisa dipastikan akan begadang.

Banyak mata memperhatikan mereka. Bukannya Melati sombong, dia dan Lani termasuk siswi populer di sekolah karena wajah mereka yang cantik. Sebenarnya lebih banyak yang suka pada Melati. Mungkin karena gadis itu juga salah satu siswi yang pintar.

"Untung nggak telat. Lu, sih ngajak begadang terus kalau gue nginap," ucap Melati begitu sampai di kelas.

"Sesekali telat nggak apalah. Guru tak akan marah."

"Kalau lu, sih nggak apa-apa. Gue masa murid yang hanya bisa di sekolah ini karena beasiswa harus datang telat, bisa dicabut beasiswa gue nanti."

"Kalau beasiswa lu dicabut, bokap gue bisa, kok biayai sekolah lu."

"Bokap dan nyokap lu sudah terlalu banyak membantu gue selama ini. Mana mungkin gue mau merepotkan mereka lagi."

"Uang jajan gue juga masih cukup buat bayar sekolah lu."

"Lani, lu juga sudah terlalu banyak membantu gue. Gue malu harus terus minta bantuan."

"Lu kayak sama orang lain saja. Kan gue kembaran lu," canda Lani.

Begitulah Lani. Dia terlalu baik sebagai sahabat. Melati terkadang merasa iri dengannya. Ia anak yang cantik, baik, dan juga berasal dari keluarga mampu.

"Sudah diam! Guru sudah masuk tuh," tegurnya ketika melihat Lani masih ingin mengobrol.

Ketika jam istirahat, mereka berdua berjalan di lorong sekolah menuju kantin dengan mata yang banyak memandangi mereka. Lelaki mengagumi mereka, tetapi wanita lebih banyak memandang iri.

Baru memasuki kantin, Lani berbisik ke telinga Melati..

"Mel, lu lihat tuh di sudut kantin ada Bagas. Kita duduk dekat dia, ya."

"Malu, dong, Lan. Masa kita cewek yang nyamperin cowok?"

"Mengapa malu, Mel. Kan kita bukan mencuri," ucap Lani sambil berjalan menuju meja tempat di mana ada Bagas dan Bintang duduk.

Bagas dan Bintang juga termasuk cowok populer di sekolah itu. Bagas sang ketua Osis, sedangkan Bintang sang ketua basket.

"Hei, bolehkah kami duduk disini?" tanya Lani.

Bagas dan Bintang langsung memandang ke arah asal suara. Melihat ada dua orang cewek cantik, mereka langsung tersenyum.

"Boleh banget," jawab Bintang antusias.

Bagas memang menyukai Melati, sedangkan Bintang menyukai Lani.

"Duduklah, La!" ajak Bagas.

"Terima kasih," ucap Lani yang mengira Bagas menyapanya, sedangkan Melati hanya membalas dengan senyuman.

"Kamu sudah pesan makanannya La?" tanya Bagas.

"Belum. Emang kamu mau pesankan buatku?" tanya Lani senang.

"Maaf, Lan. Maksudku Mela," ucap Bagas.

"Jadi, ku dari tadi menyapa Mela bukan gue?" tanya Lani dengan ketus.

"Biar gue yang pesankan buat kamu, Lan," ujar Bintang coba menengahi keduanya.

"Boleh juga," jawab Lani, lalu menyebutkan pesanannya.

"Kamu mau makan apa, La? Biar aku yang beliin. Ramai banget tuh."

"Maaf, Bagas. Biar aku pesan sendiri. Nggak apa-apa, kok," ucap Melati.

"Biar aku saja. Kamu nggak usah sungkan begitu. Kalau cowok, akan lebih cepat dapat makanannya."

Melati akhirnya menyebutkan makanan yang ingin ia santap. Kantin memang sedang ramai sekali. Jadi, mungkin lebih baik Bagas yang pesan makanannya. Mereka berempat menyantap makanan masing masing. Setelah bel masuk kelas berbunyi, mereka menuju kelas masing masing.

"Gila! Bagas makin lama makin tampan saja. Jamu nggak naksir Bagas, 'kan Mel? Karena gue nggak mau bersaing dengan sahabat sendiri."

"Nggak, kok, Lan."

"Syukurlah. Gue harus dapat tuh cowok. Sekarang bisa saja ia jual mahal karena belum kenal siapa Lani. Nggak ada yang tak bisa gue dapatkan," ucapnya.

Setelah pelajaran usai, mereka berdua menunggu supir Lani yang akan menjemput. Bagas yang pulang dengan mengendarai motor, berhenti di depan mereka.

"Belum pulang, ya," sapa Bagas, "nunggu siapa?"

"Nunggu kamu. Gue bisa bareng, 'kan boncengan denganmu? Melati sudah ada yang jemput. Gue takut pulang sendiri," ucap Lani sambil mengedipkan matanya .

Lani berbisik pada Melati

"Lu pulang dengan pak Anto sendiri saja ya. Gue bareng sama Bagas." Lani langsung naik ke boncengan tanpa menunggu jawaban Bagas.

"Sudah Bagas. Ayo, kita berangkat sekarang!" ajak Lani.

"Apa nggak nunggu jemputan Melati datang dulu?"

"Nggak usah! Melati bisa sendiri, kok."

"La, aku jalan dulu, ya. Kamu nggak apa-apa nunggu sendirian?"

"Nggak apa-apa, Bagas. Kalian jalan saja duluan."

"Kamu hati hati, ya, La!"

"Iya, terima kasih," jawab Melati.

Melati melihat kepergian Bagas sampai mereka menghilang. Sebenarnya Melati juga menyukai Bagas, tetapi ia tak berani mendekati lelaki itu lebih dahulu. Ia merasa tak pantas seorang wanita yang terlebih dahulu menyatakan suka.

Melati juga selalu merasa kurang percaya diri jika menjalin hubungan dengan lelaki karena ia hanyalah seorang anak janda miskin. Pak Anto datang setelah Lani menghilang. Ia berhenti tepat di depan Melati.

"Non Melati, mana non Lani? Kok, sendirian saja?"

"Lani sudah pulang duluan bareng teman, Pak."

"Jadi, Non sendirian saja? Ayo, Non! Masuklah!"

"Aku naik angkot saja, Pak. Nggak enak sendirian saja."

"Nggak apa-apa, Non. Kan rumahnya berdekatan, dari pada Non naik angkot."

"Baiklah, Pak."

Sesampai dirumah, Melati turun. "Terima kasih, Pak," ucap Melati.

"Sama-sama, Non.. "

Melati masuk ke rumahnya, melihat ibunya sedang membuat kue.

"Selamat siang, Bunda. Lagi buat kue pesanan siapa nih?" tanya Melati sambil memeluk pinggang ibunya.

"Ini ada pesanan dari ibu Joko yang akan ada acara nanti malam."

"Melati ganti pakaian dulu, ya, Bunda baru Mela bantu."

"Kamu makan dulu baru bantu bunda."

"Bisa sambil makan, kok, Bun bantunya,"ucap Melati. Dia lalu masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian.

Setelah mengganti pakaiannya, Melati membantu ibunya. Begitulah keseharian Melati yang waktunya hanya dihabiskan buat belajar dan membantu sang ibu. Ibunya yang hanya seorang janda dengan tamatan ijazah SMP. Dia tidak bisa bekerja di kantor, hanya bisa berjualan kue dan membantu pekerjaan di rumah Lani.

Perkenalan Lani dan Melati berawal dari ibunya yang bekerja di rumah Lani sebagai tukang cuci dan menyetrika baju keluarganya.

Ketika itu mereka sama-sama ingin masuk ke SMP. Sejak saat itulah Melati dan Lani menjadi sahabat. Di mana ada Melati, pasti ada Lani. Orang tua Lani yang kasihan melihat ibunya harus bekerja keras untuk biaya hidup dan sekolah Melati sering membantu mereka dengan memberi uang lebih dari gaji yang dijanjikan.

****************************

Terima kasih buat yang telah membaca novel ini.

Terpopuler

Comments

𝐀⃝🥀Angel❤️⃟Wᵃf

𝐀⃝🥀Angel❤️⃟Wᵃf

duhhh yg tertib dunkk bebb ...

2024-09-24

0

Nuryanti 94

Nuryanti 94

mampir k

2023-07-21

0

Jasmine

Jasmine

seharusnya sahabat itu tdk saling tikung

2023-01-06

0

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu ...
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 Bab tujuh
8 Bab. Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam belas.
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas
20 Bab Dua puluh
21 Bab Dua puluh Satu
22 Bab Dua puluh dua
23 Bab Dua puluh tiga
24 Bab Dua puluh Empat
25 Bab Dua puluh Lima
26 Bab Dua puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua puluh Delapan
29 Bab Dua puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga puluh Satu
32 Bab Tiga puluh Dua
33 Bab Tiga puluh Tiga
34 Bab Tiga puluh Empat
35 Bab Tiga puluh Lima
36 Bab Tiga puluh Enam
37 Bab Tiga puluh Tujuh
38 Bab Tiga puluh Delapan
39 Bab Tiga puluh Sembilan
40 Bab Empat Puluh
41 Bab Empat puluh Satu
42 Bab Empat Puluh Dua
43 Bab Empat puluh Tiga
44 Bab Empat puluh Empat
45 Bab Empat puluh Lima
46 Bab Empat puluh Enam
47 Bab Empat puluh Tujuh
48 Bab Empat puluh Delapan
49 Bab Empat puluh Sembilan
50 Bab Lima Puluh
51 Bab Lima Puluh Satu
52 Bab Lima Puluh Dua
53 Bab Lima puluh Tiga
54 Bab Lima puluh Empat
55 Bab Lima puluh Lima
56 Bab Lima puluh Enam
57 Bab Lima puluh Tujuh
58 Bab Lima puluh Delapan
59 Bab Lima puluh Sembilan
60 Bab Enam Puluh
61 Bab Enam puluh Satu.
62 Bab Enam puluh Dua
63 Bab Enam puluh Tiga
64 Bab Enam puluh Empat
65 Bab Enam puluh Lima
66 Bab Enam puluh Enam
67 Bab Enam puluh Tujuh
68 Bab Enam puluh Delapan
69 Bab Enam puluh Sembilan
70 Bab Tujuh puluh
71 Bab Tujuh puluh Satu
72 Bab Tujuh puluh Dua
73 Bab Tujuh puluh Tiga
74 Bab Tujuh puluh Empat
75 Bab Tujuh puluh Lima
76 Bab Tujuh puluh Enam
77 Bab Tujuh puluh Tujuh
78 Bab Tujuh puluh Delapan.
79 Bab Tujuh puluh Sembilan
80 Bab Delapan Puluh
81 Bab Delapan puluh Satu
82 Bab Delapan puluh Dua
83 Bab Delapan puluh Tiga
84 Bab Delapan puluh Empat
85 Bab Delapan puluh Lima
86 Bab Delapan puluh Enam
87 Bab Delapan puluh Tujuh
88 Bab Delapan puluh Delapan
89 Bab Delapan puluh Sembilan
90 Bab Sembilan Puluh
91 Bab Sembilan puluh Satu
92 Bab Sembilan puluh Dua
93 Bab Sembilan puluh Tiga
94 Bab Sembilan puluh Empat
95 Bab Sembilan puluh Lima
96 Bab Sembilan puluh Enam
97 Bab Sembilan puluh Tujuh
98 Bab Sembilan puluh Delapan
99 Bab Sembilan puluh Sembilan
100 Bab Seratus
101 Bab Seratus Satu
102 Bab Seratus Dua
103 Bab Seratus Tiga
104 Bab Seratus Empat
105 Bab Seratus Lima
106 Bab Seratus Enam
107 Bab Seratus Tujuh
108 Bab Seratus delapan
109 Bab Seratus Sembilan
110 Bab Seratus Sepuluh
111 Bab Seratus Sebelas
112 Bab Seratus Dua Belas
113 Bab Seratus Tiga belas
114 Bab Seratus empat Belas
115 Bab Seratus Lima Belas
116 Bab Seratus Enam Belas
117 Bab Seratus Tujuh Belas
118 Bab Seratus Delapan Belas
119 Bab Seratus sembilah belas
120 Bab Seratus dua puluh
121 Bab Seratus Dua puluh Satu
122 Bab Seratus Dua puluh Dua
123 Bab Seratus Dua puluh Tiga
124 Bab Seratus dua puluh Empat
125 Bab Seratus Dua puluh Lima
126 Bab Seratus Dua puluh Enam
127 Bab Seratus Dua puluh Tujuh
128 Bab Seratus Dua puluh Delapan
129 Bab Seratus Dua puluh Sembilan
130 Bab Seratus Tiga puluh
131 Bab Seratus Tiga puluh Satu
132 Bab Seratus Tiga puluh Dua
133 Bab Seratus Tiga puluh Tiga
134 Bab Seratus Tiga puluh Empat
135 Bab Seratus Tiga puluh Lima
136 Bab Seratus Tiga puluh Enam
137 Bab Seratus Tiga puluh Tujuh
138 Bab Seratus Tiga puluh Delapan
139 Bab Seratus Tiga puluh Sembilan
140 Bab Seratus Empat puluh
141 Bab Seratus Empat puluh Satu
142 Bab Seratus Empat puluh Dua
143 Hanya Promo
144 Pengumuman
145 Novel Noda Merah Pernikahan
146 LOVE IS RAIN
147 RATU KETIBAN DUREN
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Bab Satu ...
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
Bab tujuh
8
Bab. Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam belas.
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas
20
Bab Dua puluh
21
Bab Dua puluh Satu
22
Bab Dua puluh dua
23
Bab Dua puluh tiga
24
Bab Dua puluh Empat
25
Bab Dua puluh Lima
26
Bab Dua puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua puluh Delapan
29
Bab Dua puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga puluh Satu
32
Bab Tiga puluh Dua
33
Bab Tiga puluh Tiga
34
Bab Tiga puluh Empat
35
Bab Tiga puluh Lima
36
Bab Tiga puluh Enam
37
Bab Tiga puluh Tujuh
38
Bab Tiga puluh Delapan
39
Bab Tiga puluh Sembilan
40
Bab Empat Puluh
41
Bab Empat puluh Satu
42
Bab Empat Puluh Dua
43
Bab Empat puluh Tiga
44
Bab Empat puluh Empat
45
Bab Empat puluh Lima
46
Bab Empat puluh Enam
47
Bab Empat puluh Tujuh
48
Bab Empat puluh Delapan
49
Bab Empat puluh Sembilan
50
Bab Lima Puluh
51
Bab Lima Puluh Satu
52
Bab Lima Puluh Dua
53
Bab Lima puluh Tiga
54
Bab Lima puluh Empat
55
Bab Lima puluh Lima
56
Bab Lima puluh Enam
57
Bab Lima puluh Tujuh
58
Bab Lima puluh Delapan
59
Bab Lima puluh Sembilan
60
Bab Enam Puluh
61
Bab Enam puluh Satu.
62
Bab Enam puluh Dua
63
Bab Enam puluh Tiga
64
Bab Enam puluh Empat
65
Bab Enam puluh Lima
66
Bab Enam puluh Enam
67
Bab Enam puluh Tujuh
68
Bab Enam puluh Delapan
69
Bab Enam puluh Sembilan
70
Bab Tujuh puluh
71
Bab Tujuh puluh Satu
72
Bab Tujuh puluh Dua
73
Bab Tujuh puluh Tiga
74
Bab Tujuh puluh Empat
75
Bab Tujuh puluh Lima
76
Bab Tujuh puluh Enam
77
Bab Tujuh puluh Tujuh
78
Bab Tujuh puluh Delapan.
79
Bab Tujuh puluh Sembilan
80
Bab Delapan Puluh
81
Bab Delapan puluh Satu
82
Bab Delapan puluh Dua
83
Bab Delapan puluh Tiga
84
Bab Delapan puluh Empat
85
Bab Delapan puluh Lima
86
Bab Delapan puluh Enam
87
Bab Delapan puluh Tujuh
88
Bab Delapan puluh Delapan
89
Bab Delapan puluh Sembilan
90
Bab Sembilan Puluh
91
Bab Sembilan puluh Satu
92
Bab Sembilan puluh Dua
93
Bab Sembilan puluh Tiga
94
Bab Sembilan puluh Empat
95
Bab Sembilan puluh Lima
96
Bab Sembilan puluh Enam
97
Bab Sembilan puluh Tujuh
98
Bab Sembilan puluh Delapan
99
Bab Sembilan puluh Sembilan
100
Bab Seratus
101
Bab Seratus Satu
102
Bab Seratus Dua
103
Bab Seratus Tiga
104
Bab Seratus Empat
105
Bab Seratus Lima
106
Bab Seratus Enam
107
Bab Seratus Tujuh
108
Bab Seratus delapan
109
Bab Seratus Sembilan
110
Bab Seratus Sepuluh
111
Bab Seratus Sebelas
112
Bab Seratus Dua Belas
113
Bab Seratus Tiga belas
114
Bab Seratus empat Belas
115
Bab Seratus Lima Belas
116
Bab Seratus Enam Belas
117
Bab Seratus Tujuh Belas
118
Bab Seratus Delapan Belas
119
Bab Seratus sembilah belas
120
Bab Seratus dua puluh
121
Bab Seratus Dua puluh Satu
122
Bab Seratus Dua puluh Dua
123
Bab Seratus Dua puluh Tiga
124
Bab Seratus dua puluh Empat
125
Bab Seratus Dua puluh Lima
126
Bab Seratus Dua puluh Enam
127
Bab Seratus Dua puluh Tujuh
128
Bab Seratus Dua puluh Delapan
129
Bab Seratus Dua puluh Sembilan
130
Bab Seratus Tiga puluh
131
Bab Seratus Tiga puluh Satu
132
Bab Seratus Tiga puluh Dua
133
Bab Seratus Tiga puluh Tiga
134
Bab Seratus Tiga puluh Empat
135
Bab Seratus Tiga puluh Lima
136
Bab Seratus Tiga puluh Enam
137
Bab Seratus Tiga puluh Tujuh
138
Bab Seratus Tiga puluh Delapan
139
Bab Seratus Tiga puluh Sembilan
140
Bab Seratus Empat puluh
141
Bab Seratus Empat puluh Satu
142
Bab Seratus Empat puluh Dua
143
Hanya Promo
144
Pengumuman
145
Novel Noda Merah Pernikahan
146
LOVE IS RAIN
147
RATU KETIBAN DUREN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!