Bab Sepuluh

Tak terasa kandungan aku sudah memasuki bulan ketiga. Semenjak hamil Willy tidak membolehkan aku mengerjakan perkerjaan rumah. Ada yang membantu aku membersihkan rumah dan mencuci serta menyeterika pakaian kami.

Willy merasa kasihan melihatku yang sering muntah. Ia selalu masak jika sempat dan jika tak ada waktu ia hanya memesan makanan. Ia juga tak mengizinkan aku memasak.

Pagi ini aku merasakan kepalaku sangat pusing dan aku sudah beberapa kali muntah. Willy memintaku untuk beristirahat saja.

"Kamu tidur saja sayang... aku masak dulu ya"ucap Willy dan mengecup dahiku

Willy lalu menuju dapur, memulai kegiatannya. Willy termasuk pria yang pandai memasak. Ia mengatakan itu karena ia sejak kuliah tinggal jauh dari orang tua yang membuat ia harus belajar memasak.

Aku akhirnya tertidur dan tidak tahu jika mertua ku datang berkunjung.

"Mama.. masuklah. Tumben pagi pagi sudah mampir "ucap Willy

"Memangnya mama nggak boleh mampir.. "

"Bukan nggak boleh ma... cuma aku heran saja pagi pagi mama sudah datang"

"Sedang apa kamu... memakai celemek. Jangan bilang kamu masak.. "tanya mama

"Ya... aku sedang masak.. "

"Mana istrimu.. mengapa bukan ia saja yang masak "ucap mama sudah mulai tampak emosi

"Melati tidur ma... kepalanya pusing, dari pagi muntah muntah terus.. "

"Itu biasa dikehamilan muda seperti saat ini. Tapi bukan berarti ia harus malas malasan dan menyuruh kamu memasak"

"Melati tidak pernah meminta aku memasak.. tapi ini kemauan aku saja ma.. "

"Jangan dimanjakan istri tuh, nanti ngelunjak"

"Sebelum hamil, Melati kok yang mengerjakan semua.. "

"Itu memang kewajiban seorang istri.. "

"Mama ada perlu apa nih berkunjung ke sini"tanya Willy mengalihkan pembicaraan

"Ini mama buatkan rendang daging untuk mu kemarin.. "

"Mama memang yang terbaik.. "ucap Willy Dan membawa rendang itu ke dapur.

Mama mengikuti Willy Dan melihat apa yang sedang dimasak anaknya.

"Biar mama yang masak.. kamu duduk saja"

"Nggak usah ma.. aku bisa kok"

"Mama tak mau kamu capek.. sudah mencari uang, pekerjaan rumahpun kamu yang kerjakan"

Mama memakai celemek dan melanjutkan masakannya. Willy duduk di kursi makan memperhatikan mama memasak.

Melati yang baru terbangun, langsung menuju dapur. Ia mencium aroma masakan.

"Mas.. kamu lagi masak apa.. "tanya Melati belum menyadari kehadiran mertuanya

"Kamu sudah bangun sayang... bagaimana.. sudah hilang sakit kepalanya.. "

"Sudah mendingan.. "

Mama yang baru muncul dari belakang rumah langsung ikutan berbicara.

"Itu biasa dirasakan pada kehamilan muda.. jangan dibuat alasan buat bermakna dengan suami. Kasihan suami kamu, sudah capek kerja di kantor, waktu libur seharusnya istirahat terpaksa juga memasak.. "

"Maaf ma... aku tak meminta mas Willy memasak "

"Betul ma.. aku saja yang ingin memasak buat Melati"

"Tentu saja Willy memasak sendiri, mau makan apa ia.. kalau kamu tak ada memasak makanan buatnya. Nanti kalau kamu terlalu manja dan membuat suami kamu seperti ini terus..jangan salahkan ia mencari istri lagi"

"Mama.. ngomongnya kok gitu. Melati biasanya mengerjakan semua.. ini hanya karena kehamilannya"

"Banyak juga wanita hamil.. tapi masih bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah.. tidak dibuat manja. Mama dan kakakmu juga begitu, masih bisa memasak buat suami walau kami sedang hamil"

"Maaf ma.. aku tak akan melakukannya lagi. Aku akan tetap memasak dan tak akan manja lagi dengan kehamilanku"ucap Melati sambil menunduk

"Makanya mama nggak setuju kamu menikah dengan Willy saat itu, karena usia yang masih sangat muda.. kamu belum tahu kewajiban sebagai seorang istri.. sesakit bagaimanapun seorang istri.. melayani suami itu wajib. Kamu tahukan...wanita banyak ditinggal suami karena kurangnya pelayanannya terhadap suami.. "

"Ma.. sudahlah.. sayang aku tak akan meninggalkan kamu, jangan sedih begitu"ucap Willy menghibur

"Saat ini kamu bisa mengatakan demikian.. nanti setelah mulai bosan melihat istri yang manja... barulah terpikir cari yang lain"gumam mama

Willy mengajak Melati duduk diruang keluarga, menonton televisi.

"Mas.. biar aku bantu mama memasak"

"Biarkan saja... mama kalau masak tak suka dibantu. "

"Mama benar.. aku tak boleh manja. Bagaimana pun memasakan suami adalah kewajiban istri. Mulai hari ini kamu tak boleh melarangku memasak.. "

"Tapi aku kasihan melihatmu memasak sambil muntah muntah karena bau masakan kamu"

"Nggak apa mas... itu sudah kodratku sebagai wanita"

"Tapi jika kamu rasa sudah tak sanggup.. kamu hentikan saja.. pesan saja makanan. Lagi pula jika aku kerja.. yang makan cuma kamu sendiri"

"Nggak apa mas.. aku harus kuat dan tak boleh manja.. nanti anak kita ikutan manja"

"Terserah kamu.. apapun yang kamu senang.. lakukanlah"

Setelah selasai memasak mama ikutan duduk dekat Melati. Willy kebetulan sedang mandi.

"Melati kamu tak boleh manja.. aku tak pernah meminta Willy memasak dari ia lahir sampai saat ini, padahal aku ibunya. Kamu jangan terlalu manja.. ia saat ini Willy masih mau menuruti apa maumu, karena ia masih dibutakan cintanya padamu... tapi setelah ia merasa bosan.. kamu nanti bisa ditinggalkan."

"Baik ma... aku tak akan manja dan malas lagi"

"Kamu jangan ngelunjak hanya karena Willy memanjakan kamu dan menuruti kemana kamu. Ini hanya di awal perkawinan saja.. nanti setelah beberapa tahun kamu bisa melihat perubahan sikap suami"

"Baik ma... aku akan berusaha menjadi istri yang baik dan selalu melayani suami dengan baik"

"Kamu tuh.. ya.. seharusnya bersyukur mendapatkan suami seperti Willy yang jauh melebihi segalanya dari kamu.. kamu yang seharusnya memanjakan Willy agar ia tak berpaling darimu... "

"Baik ma... aku akan ingat perkataan mama"

"Aku mau pulang. Ingat aku tak mau melihat Willy masih mengerjakan pekerjaan rumah, jika aku melihatnya aku pastikan Willy meninggalkan kamu dengan kemauan Willy sendiri atau atas paksaan dariku"

"Iya ma.. "jawab Melati dengan menahan air matanya.

"Ma mengapa kamu berkata begitu.. apa kamu masih tidak terima aku sebagai istrinya Willy.. padahal selama ini aku sudah berusaha menjadi istri yang baik, jika aku tak masak, itu juga atas permintaan dan kemauan Willy"

"Willy... mama pulang"teriak mama

Willy keluar dengan tergesa setelah berpakaian.

"Mama nggak makan siang disini dulu, mengapa cepat pulangnya "

"Mama harus melayani papamu.. Mama tak pernah membiarkan papamu makan sendiri tanpa pelayanan mama.. itu lah sebabnya papa kamu tak pernah meninggalkan Mama. Karena mama selalu ada dan melayaninya terus"sindir mama

"Mama memang istri yang setia dan baik"

"Tentu saja... kamu harus juga mendapatkan istri yang setia dan melayani kamu sepenuh hatinya"

"Ini aku sudah mendapat kan... "ucap Willy memeluk Melati

"Mama pamit dulu"

"Baik ma... hati hati. Salam buat papa"ucap Melati

"Hhmmm... "jawab mama

Willy Dan Melati mengantar mama sampai masuk kedalam mobil dan menghilang dari pandangan barulah mereka masuk kedalaman rumah.

****************************

Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

AMIT2 PUNYA MERTUA KAYAK BEGINI. PASTI NGATUR DAN MERECOKIN RMH TANGGA ANAKNYA. NNT LIHAT AJA MM WILLY INI YG NYURUH WILLY KAWIN LAGI.
KASIHAN MELATI😥

2025-03-18

0

Sukliang

Sukliang

awal2 willy mmg sayang dg melati

2023-01-10

0

Jasmine

Jasmine

klu mertua sdh tak suka dgn menantu ya beginilah jadinya...apa2 dilakukan menantu selali salah dimata mertua

2023-01-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu ...
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 Bab tujuh
8 Bab. Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam belas.
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas
20 Bab Dua puluh
21 Bab Dua puluh Satu
22 Bab Dua puluh dua
23 Bab Dua puluh tiga
24 Bab Dua puluh Empat
25 Bab Dua puluh Lima
26 Bab Dua puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua puluh Delapan
29 Bab Dua puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga puluh Satu
32 Bab Tiga puluh Dua
33 Bab Tiga puluh Tiga
34 Bab Tiga puluh Empat
35 Bab Tiga puluh Lima
36 Bab Tiga puluh Enam
37 Bab Tiga puluh Tujuh
38 Bab Tiga puluh Delapan
39 Bab Tiga puluh Sembilan
40 Bab Empat Puluh
41 Bab Empat puluh Satu
42 Bab Empat Puluh Dua
43 Bab Empat puluh Tiga
44 Bab Empat puluh Empat
45 Bab Empat puluh Lima
46 Bab Empat puluh Enam
47 Bab Empat puluh Tujuh
48 Bab Empat puluh Delapan
49 Bab Empat puluh Sembilan
50 Bab Lima Puluh
51 Bab Lima Puluh Satu
52 Bab Lima Puluh Dua
53 Bab Lima puluh Tiga
54 Bab Lima puluh Empat
55 Bab Lima puluh Lima
56 Bab Lima puluh Enam
57 Bab Lima puluh Tujuh
58 Bab Lima puluh Delapan
59 Bab Lima puluh Sembilan
60 Bab Enam Puluh
61 Bab Enam puluh Satu.
62 Bab Enam puluh Dua
63 Bab Enam puluh Tiga
64 Bab Enam puluh Empat
65 Bab Enam puluh Lima
66 Bab Enam puluh Enam
67 Bab Enam puluh Tujuh
68 Bab Enam puluh Delapan
69 Bab Enam puluh Sembilan
70 Bab Tujuh puluh
71 Bab Tujuh puluh Satu
72 Bab Tujuh puluh Dua
73 Bab Tujuh puluh Tiga
74 Bab Tujuh puluh Empat
75 Bab Tujuh puluh Lima
76 Bab Tujuh puluh Enam
77 Bab Tujuh puluh Tujuh
78 Bab Tujuh puluh Delapan.
79 Bab Tujuh puluh Sembilan
80 Bab Delapan Puluh
81 Bab Delapan puluh Satu
82 Bab Delapan puluh Dua
83 Bab Delapan puluh Tiga
84 Bab Delapan puluh Empat
85 Bab Delapan puluh Lima
86 Bab Delapan puluh Enam
87 Bab Delapan puluh Tujuh
88 Bab Delapan puluh Delapan
89 Bab Delapan puluh Sembilan
90 Bab Sembilan Puluh
91 Bab Sembilan puluh Satu
92 Bab Sembilan puluh Dua
93 Bab Sembilan puluh Tiga
94 Bab Sembilan puluh Empat
95 Bab Sembilan puluh Lima
96 Bab Sembilan puluh Enam
97 Bab Sembilan puluh Tujuh
98 Bab Sembilan puluh Delapan
99 Bab Sembilan puluh Sembilan
100 Bab Seratus
101 Bab Seratus Satu
102 Bab Seratus Dua
103 Bab Seratus Tiga
104 Bab Seratus Empat
105 Bab Seratus Lima
106 Bab Seratus Enam
107 Bab Seratus Tujuh
108 Bab Seratus delapan
109 Bab Seratus Sembilan
110 Bab Seratus Sepuluh
111 Bab Seratus Sebelas
112 Bab Seratus Dua Belas
113 Bab Seratus Tiga belas
114 Bab Seratus empat Belas
115 Bab Seratus Lima Belas
116 Bab Seratus Enam Belas
117 Bab Seratus Tujuh Belas
118 Bab Seratus Delapan Belas
119 Bab Seratus sembilah belas
120 Bab Seratus dua puluh
121 Bab Seratus Dua puluh Satu
122 Bab Seratus Dua puluh Dua
123 Bab Seratus Dua puluh Tiga
124 Bab Seratus dua puluh Empat
125 Bab Seratus Dua puluh Lima
126 Bab Seratus Dua puluh Enam
127 Bab Seratus Dua puluh Tujuh
128 Bab Seratus Dua puluh Delapan
129 Bab Seratus Dua puluh Sembilan
130 Bab Seratus Tiga puluh
131 Bab Seratus Tiga puluh Satu
132 Bab Seratus Tiga puluh Dua
133 Bab Seratus Tiga puluh Tiga
134 Bab Seratus Tiga puluh Empat
135 Bab Seratus Tiga puluh Lima
136 Bab Seratus Tiga puluh Enam
137 Bab Seratus Tiga puluh Tujuh
138 Bab Seratus Tiga puluh Delapan
139 Bab Seratus Tiga puluh Sembilan
140 Bab Seratus Empat puluh
141 Bab Seratus Empat puluh Satu
142 Bab Seratus Empat puluh Dua
143 Hanya Promo
144 Pengumuman
145 Novel Noda Merah Pernikahan
146 LOVE IS RAIN
147 RATU KETIBAN DUREN
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Bab Satu ...
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
Bab tujuh
8
Bab. Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam belas.
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas
20
Bab Dua puluh
21
Bab Dua puluh Satu
22
Bab Dua puluh dua
23
Bab Dua puluh tiga
24
Bab Dua puluh Empat
25
Bab Dua puluh Lima
26
Bab Dua puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua puluh Delapan
29
Bab Dua puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga puluh Satu
32
Bab Tiga puluh Dua
33
Bab Tiga puluh Tiga
34
Bab Tiga puluh Empat
35
Bab Tiga puluh Lima
36
Bab Tiga puluh Enam
37
Bab Tiga puluh Tujuh
38
Bab Tiga puluh Delapan
39
Bab Tiga puluh Sembilan
40
Bab Empat Puluh
41
Bab Empat puluh Satu
42
Bab Empat Puluh Dua
43
Bab Empat puluh Tiga
44
Bab Empat puluh Empat
45
Bab Empat puluh Lima
46
Bab Empat puluh Enam
47
Bab Empat puluh Tujuh
48
Bab Empat puluh Delapan
49
Bab Empat puluh Sembilan
50
Bab Lima Puluh
51
Bab Lima Puluh Satu
52
Bab Lima Puluh Dua
53
Bab Lima puluh Tiga
54
Bab Lima puluh Empat
55
Bab Lima puluh Lima
56
Bab Lima puluh Enam
57
Bab Lima puluh Tujuh
58
Bab Lima puluh Delapan
59
Bab Lima puluh Sembilan
60
Bab Enam Puluh
61
Bab Enam puluh Satu.
62
Bab Enam puluh Dua
63
Bab Enam puluh Tiga
64
Bab Enam puluh Empat
65
Bab Enam puluh Lima
66
Bab Enam puluh Enam
67
Bab Enam puluh Tujuh
68
Bab Enam puluh Delapan
69
Bab Enam puluh Sembilan
70
Bab Tujuh puluh
71
Bab Tujuh puluh Satu
72
Bab Tujuh puluh Dua
73
Bab Tujuh puluh Tiga
74
Bab Tujuh puluh Empat
75
Bab Tujuh puluh Lima
76
Bab Tujuh puluh Enam
77
Bab Tujuh puluh Tujuh
78
Bab Tujuh puluh Delapan.
79
Bab Tujuh puluh Sembilan
80
Bab Delapan Puluh
81
Bab Delapan puluh Satu
82
Bab Delapan puluh Dua
83
Bab Delapan puluh Tiga
84
Bab Delapan puluh Empat
85
Bab Delapan puluh Lima
86
Bab Delapan puluh Enam
87
Bab Delapan puluh Tujuh
88
Bab Delapan puluh Delapan
89
Bab Delapan puluh Sembilan
90
Bab Sembilan Puluh
91
Bab Sembilan puluh Satu
92
Bab Sembilan puluh Dua
93
Bab Sembilan puluh Tiga
94
Bab Sembilan puluh Empat
95
Bab Sembilan puluh Lima
96
Bab Sembilan puluh Enam
97
Bab Sembilan puluh Tujuh
98
Bab Sembilan puluh Delapan
99
Bab Sembilan puluh Sembilan
100
Bab Seratus
101
Bab Seratus Satu
102
Bab Seratus Dua
103
Bab Seratus Tiga
104
Bab Seratus Empat
105
Bab Seratus Lima
106
Bab Seratus Enam
107
Bab Seratus Tujuh
108
Bab Seratus delapan
109
Bab Seratus Sembilan
110
Bab Seratus Sepuluh
111
Bab Seratus Sebelas
112
Bab Seratus Dua Belas
113
Bab Seratus Tiga belas
114
Bab Seratus empat Belas
115
Bab Seratus Lima Belas
116
Bab Seratus Enam Belas
117
Bab Seratus Tujuh Belas
118
Bab Seratus Delapan Belas
119
Bab Seratus sembilah belas
120
Bab Seratus dua puluh
121
Bab Seratus Dua puluh Satu
122
Bab Seratus Dua puluh Dua
123
Bab Seratus Dua puluh Tiga
124
Bab Seratus dua puluh Empat
125
Bab Seratus Dua puluh Lima
126
Bab Seratus Dua puluh Enam
127
Bab Seratus Dua puluh Tujuh
128
Bab Seratus Dua puluh Delapan
129
Bab Seratus Dua puluh Sembilan
130
Bab Seratus Tiga puluh
131
Bab Seratus Tiga puluh Satu
132
Bab Seratus Tiga puluh Dua
133
Bab Seratus Tiga puluh Tiga
134
Bab Seratus Tiga puluh Empat
135
Bab Seratus Tiga puluh Lima
136
Bab Seratus Tiga puluh Enam
137
Bab Seratus Tiga puluh Tujuh
138
Bab Seratus Tiga puluh Delapan
139
Bab Seratus Tiga puluh Sembilan
140
Bab Seratus Empat puluh
141
Bab Seratus Empat puluh Satu
142
Bab Seratus Empat puluh Dua
143
Hanya Promo
144
Pengumuman
145
Novel Noda Merah Pernikahan
146
LOVE IS RAIN
147
RATU KETIBAN DUREN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!