Tak terasa kandungan aku sudah memasuki bulan ketiga. Semenjak hamil Willy tidak membolehkan aku mengerjakan perkerjaan rumah. Ada yang membantu aku membersihkan rumah dan mencuci serta menyeterika pakaian kami.
Willy merasa kasihan melihatku yang sering muntah. Ia selalu masak jika sempat dan jika tak ada waktu ia hanya memesan makanan. Ia juga tak mengizinkan aku memasak.
Pagi ini aku merasakan kepalaku sangat pusing dan aku sudah beberapa kali muntah. Willy memintaku untuk beristirahat saja.
"Kamu tidur saja sayang... aku masak dulu ya"ucap Willy dan mengecup dahiku
Willy lalu menuju dapur, memulai kegiatannya. Willy termasuk pria yang pandai memasak. Ia mengatakan itu karena ia sejak kuliah tinggal jauh dari orang tua yang membuat ia harus belajar memasak.
Aku akhirnya tertidur dan tidak tahu jika mertua ku datang berkunjung.
"Mama.. masuklah. Tumben pagi pagi sudah mampir "ucap Willy
"Memangnya mama nggak boleh mampir.. "
"Bukan nggak boleh ma... cuma aku heran saja pagi pagi mama sudah datang"
"Sedang apa kamu... memakai celemek. Jangan bilang kamu masak.. "tanya mama
"Ya... aku sedang masak.. "
"Mana istrimu.. mengapa bukan ia saja yang masak "ucap mama sudah mulai tampak emosi
"Melati tidur ma... kepalanya pusing, dari pagi muntah muntah terus.. "
"Itu biasa dikehamilan muda seperti saat ini. Tapi bukan berarti ia harus malas malasan dan menyuruh kamu memasak"
"Melati tidak pernah meminta aku memasak.. tapi ini kemauan aku saja ma.. "
"Jangan dimanjakan istri tuh, nanti ngelunjak"
"Sebelum hamil, Melati kok yang mengerjakan semua.. "
"Itu memang kewajiban seorang istri.. "
"Mama ada perlu apa nih berkunjung ke sini"tanya Willy mengalihkan pembicaraan
"Ini mama buatkan rendang daging untuk mu kemarin.. "
"Mama memang yang terbaik.. "ucap Willy Dan membawa rendang itu ke dapur.
Mama mengikuti Willy Dan melihat apa yang sedang dimasak anaknya.
"Biar mama yang masak.. kamu duduk saja"
"Nggak usah ma.. aku bisa kok"
"Mama tak mau kamu capek.. sudah mencari uang, pekerjaan rumahpun kamu yang kerjakan"
Mama memakai celemek dan melanjutkan masakannya. Willy duduk di kursi makan memperhatikan mama memasak.
Melati yang baru terbangun, langsung menuju dapur. Ia mencium aroma masakan.
"Mas.. kamu lagi masak apa.. "tanya Melati belum menyadari kehadiran mertuanya
"Kamu sudah bangun sayang... bagaimana.. sudah hilang sakit kepalanya.. "
"Sudah mendingan.. "
Mama yang baru muncul dari belakang rumah langsung ikutan berbicara.
"Itu biasa dirasakan pada kehamilan muda.. jangan dibuat alasan buat bermakna dengan suami. Kasihan suami kamu, sudah capek kerja di kantor, waktu libur seharusnya istirahat terpaksa juga memasak.. "
"Maaf ma... aku tak meminta mas Willy memasak "
"Betul ma.. aku saja yang ingin memasak buat Melati"
"Tentu saja Willy memasak sendiri, mau makan apa ia.. kalau kamu tak ada memasak makanan buatnya. Nanti kalau kamu terlalu manja dan membuat suami kamu seperti ini terus..jangan salahkan ia mencari istri lagi"
"Mama.. ngomongnya kok gitu. Melati biasanya mengerjakan semua.. ini hanya karena kehamilannya"
"Banyak juga wanita hamil.. tapi masih bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah.. tidak dibuat manja. Mama dan kakakmu juga begitu, masih bisa memasak buat suami walau kami sedang hamil"
"Maaf ma.. aku tak akan melakukannya lagi. Aku akan tetap memasak dan tak akan manja lagi dengan kehamilanku"ucap Melati sambil menunduk
"Makanya mama nggak setuju kamu menikah dengan Willy saat itu, karena usia yang masih sangat muda.. kamu belum tahu kewajiban sebagai seorang istri.. sesakit bagaimanapun seorang istri.. melayani suami itu wajib. Kamu tahukan...wanita banyak ditinggal suami karena kurangnya pelayanannya terhadap suami.. "
"Ma.. sudahlah.. sayang aku tak akan meninggalkan kamu, jangan sedih begitu"ucap Willy menghibur
"Saat ini kamu bisa mengatakan demikian.. nanti setelah mulai bosan melihat istri yang manja... barulah terpikir cari yang lain"gumam mama
Willy mengajak Melati duduk diruang keluarga, menonton televisi.
"Mas.. biar aku bantu mama memasak"
"Biarkan saja... mama kalau masak tak suka dibantu. "
"Mama benar.. aku tak boleh manja. Bagaimana pun memasakan suami adalah kewajiban istri. Mulai hari ini kamu tak boleh melarangku memasak.. "
"Tapi aku kasihan melihatmu memasak sambil muntah muntah karena bau masakan kamu"
"Nggak apa mas... itu sudah kodratku sebagai wanita"
"Tapi jika kamu rasa sudah tak sanggup.. kamu hentikan saja.. pesan saja makanan. Lagi pula jika aku kerja.. yang makan cuma kamu sendiri"
"Nggak apa mas.. aku harus kuat dan tak boleh manja.. nanti anak kita ikutan manja"
"Terserah kamu.. apapun yang kamu senang.. lakukanlah"
Setelah selasai memasak mama ikutan duduk dekat Melati. Willy kebetulan sedang mandi.
"Melati kamu tak boleh manja.. aku tak pernah meminta Willy memasak dari ia lahir sampai saat ini, padahal aku ibunya. Kamu jangan terlalu manja.. ia saat ini Willy masih mau menuruti apa maumu, karena ia masih dibutakan cintanya padamu... tapi setelah ia merasa bosan.. kamu nanti bisa ditinggalkan."
"Baik ma... aku tak akan manja dan malas lagi"
"Kamu jangan ngelunjak hanya karena Willy memanjakan kamu dan menuruti kemana kamu. Ini hanya di awal perkawinan saja.. nanti setelah beberapa tahun kamu bisa melihat perubahan sikap suami"
"Baik ma... aku akan berusaha menjadi istri yang baik dan selalu melayani suami dengan baik"
"Kamu tuh.. ya.. seharusnya bersyukur mendapatkan suami seperti Willy yang jauh melebihi segalanya dari kamu.. kamu yang seharusnya memanjakan Willy agar ia tak berpaling darimu... "
"Baik ma... aku akan ingat perkataan mama"
"Aku mau pulang. Ingat aku tak mau melihat Willy masih mengerjakan pekerjaan rumah, jika aku melihatnya aku pastikan Willy meninggalkan kamu dengan kemauan Willy sendiri atau atas paksaan dariku"
"Iya ma.. "jawab Melati dengan menahan air matanya.
"Ma mengapa kamu berkata begitu.. apa kamu masih tidak terima aku sebagai istrinya Willy.. padahal selama ini aku sudah berusaha menjadi istri yang baik, jika aku tak masak, itu juga atas permintaan dan kemauan Willy"
"Willy... mama pulang"teriak mama
Willy keluar dengan tergesa setelah berpakaian.
"Mama nggak makan siang disini dulu, mengapa cepat pulangnya "
"Mama harus melayani papamu.. Mama tak pernah membiarkan papamu makan sendiri tanpa pelayanan mama.. itu lah sebabnya papa kamu tak pernah meninggalkan Mama. Karena mama selalu ada dan melayaninya terus"sindir mama
"Mama memang istri yang setia dan baik"
"Tentu saja... kamu harus juga mendapatkan istri yang setia dan melayani kamu sepenuh hatinya"
"Ini aku sudah mendapat kan... "ucap Willy memeluk Melati
"Mama pamit dulu"
"Baik ma... hati hati. Salam buat papa"ucap Melati
"Hhmmm... "jawab mama
Willy Dan Melati mengantar mama sampai masuk kedalam mobil dan menghilang dari pandangan barulah mereka masuk kedalaman rumah.
****************************
Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
LENY
AMIT2 PUNYA MERTUA KAYAK BEGINI. PASTI NGATUR DAN MERECOKIN RMH TANGGA ANAKNYA. NNT LIHAT AJA MM WILLY INI YG NYURUH WILLY KAWIN LAGI.
KASIHAN MELATI😥
2025-03-18
0
Sukliang
awal2 willy mmg sayang dg melati
2023-01-10
0
Jasmine
klu mertua sdh tak suka dgn menantu ya beginilah jadinya...apa2 dilakukan menantu selali salah dimata mertua
2023-01-06
1