Lani masuk ke kamar Melati dan membangunkan Melati.
"Mel... bangun. Aku mau pulang... "
Melati membuka matanya dan duduk ditepi ranjang.
"Kamu sudah siap ya... salam buat papa dan mama. Maaf aku tak bisa mengantar.. hanya mas Willy yang mengantarmu"
"Nggak apa Mel.. kamu lanjutkan saja tidurmu"
"Aku memang tak berharap kamu mengantar aku, jika kamu mengantar... akan menjadi ribet"
"Kamu memang tak ingin mengantar Lani....sayang"
"Nggak usah mas.. aku di rumah saja. Kamu hati hati ya Lan "Melati berdiri dan memeluk Lani
"Maafkan aku Mel... aku tak pernah bermaksud membuat kamu sedih dan merampas kebahagiaan kamu"
"Mengapa kamu berkata begitu Lan "
"Seandainya aku tak pindah ke kota lain mungkin kita masih bisa terus bersama dan berbahagia... "
"Nggak apa Lan.. aku juga sudah cukup bahagia dengan pernikahanku. Kamu cepat juga menyusul ya.. "
"Aku pasti akan secepatnya menikah... sepertinya enak juga punya keluarga "
"Semoga kamu mendapat suami yang baik... "
"Semoga... seperti suami kamu.. agar aku juga bahagia.. "
"Hhhmmm... "dehem Willy
"Aku pamit dulu... Nabila sayang... aunty berangkat dulu ya sayang... semoga kita dapat kembali bertemu.. gadis cantik"
Melati mengantar kepergian Lani hingga ia masuk kemobil dan menghilang.
"Mas... aku tak tahu apa yang aku rasakan saat ini. Dadaku sesak melihat kamu dan Lani. Aku sudah berusaha membuang semua rasa curiga ini.. maafkan aku mas karena mencurigai kamu. Semoga ini tidak benar.. hanya kecurigaan aku saja.... "
Melati masuk ke kamarnya dan menangis. Ia tak tahu mengapa ia sangat ingin menangis.
"Kamu mau kemana... "tanya Willy
"Ke hotel A... aku mau kamu menemani aku"
"Kamu tahu kan jika lelaki berdua dengan wanita didalam kamar pasti akan terjadi hal intim"
"Tentu saja... "
"Apa kamu sudah terbiasa dengan tubuhku dan merindukan selalu... aku takut nanti setelah kamu kembali dan merindukanku.. apa yang akan kamu lakukan.. "
"Aku akan datangi kamu kesini.. "
"Dasar wanita gila.. "
"Tapi kamu suka kan.. "
"Aku lelaki normal Lan... jika ada wanita yang dengan suka rela memberikan tubuhnya mana mungkin menolaknya... apa kamu tahu.. yang rugi kamu jika aku terus memakai tubuhmu"
"Mengapa aku yang rugi.. kita sama sama merasakan kenikmatan "
"Jika suami kamu tahu aku sering tidur denganmu bagaimana... "
"Aku mau kamu yang menjadi suamiku... "
"Kamu tahu aku tak mungkin pisah dengan Melati.. aku sangat mencintainya... "
"Jika kamu sangat mencintainya.. kamu tak akan mengkhianati Melati denganku"
"Tapi aku memang mencintainya... sebanyak Apapun wanita disampingku tak bisa menghapus rasa cintaku... aku tetap menginginkannya.. tak bisa melepaskannya.. jika wanita lain bisa datang dan pergi.. tapi tidak buat Melati.. aku akan mempertahankannya... "
"Aku cemburu... berarti kamu tidak mencintaiku... "
"Aku menyukai kamu dan terutama tubuhmu.."
"Dasar mesum.. aku kira kamu memang lelaki setia.. melihat kamu yang begitu perhatian dan menyayangi Melati.. ternyata kamu juga buaya"
"Kamu juga... aku kira kamu sahabat yang baik.. ternyata kamu bisa juga mengkhianati Melati dibelakangnya"
Lani menginap dikamar itu ditemani Willy sampai malam mau menjelang. Setelah itu Willy kembali ke rumah. Ia melihat Melati lagi menyiapkan masakannya di atas meja.
Setiap melihat Melati, Willy merasa bersalah. Tapi ia tak tahu mengapa tetap saja bermain api dengan Lani. Willy memeluk Melati dari belakang.
"Masak apa sih sayang... enak banget kelihatannya... "ucap Willy sambil meletakan kepalanya dibahu Melati dan mengecup pipi istrinya
"Ini masak rendang. Mas paling doyan rendangkan. Kebetulan ada daging di kulkas."
"Kamu memang istri yang sangat perhatian"
"Mas baru pulang... kemana habis mengantar Lani.. kok masih wangi benar"
"Mengapa memangnya kalau aku nasih wangi.. aku tadi langsung ke kantor habis dari mengantar Lani.. ada meeting jadi harus wangi dong"ujar Willy. Ia tadi sebelum pulang memang mandi dulu di hotel tempat Lani mengidap.
"Mas.. mau makan langsung "
"Iya lah.. mas sudah nggak sabar mau nyicipi masakan kamu. Sayang... maafin mas tadi pagi ya... "
"Sudahlah mas.. aku sudah melupakan"ucap Melati berbohong. Padahal dari Willy pergi mengantar Lani ia hanya menangis di kamar .
Willy makan sambil memperhatikan wajah Melati. Ia tahu Melati pasti menangis dari tadi, tampak dari matanya yang masih memerah dan bengkak.
Sehabis makan Melati membawa Nabila dan menggendongnya duduk di sofa sambil menonton.
Willy duduk disamping melati sambil memeluk bahu Melati dan mengecup pipinya.
"Anak ayah.. cantik benar seperti bunda nya. Besok kalau sudah besar nggak boleh cengeng, harus jadi wanita kuat biar bisa lindungi bunda"ucap Willy sengaja menyindir Melati yang selalu menangis.
Melati memandangi wajah suaminya dengan intens.
"Mengapa memandangi mas begitu... "
"Mas.. sekuat kuatnya wanita ia pasti punya sisi rapuh yang akan menjadi cengeng bila menghadapi masalah. Dan sekuatnya wanita ia tak akan bisa menahan air matanya jika dibentak suaminya "
"Kamu menyindir mas... "
"Apa mas merasa tersindir ..."
"Melati... mas kan sudah minta maaf. Mengapa kamu masih mengungkitnya..apa mas harus berlutut agar kamu memaafkan mas.. "ucap Willy mulai dengan suara tinggi kembali dan melepaskan pelukannya
"Mas... aku tak akan pernah meminta kamu berlutut sebesar Apapun kesalahan kamu.. dan aku tak pernah bermaksud mengungkitnya...aku cuma mengeluarkan pendapatku. Maaf jika mas tersinggung.."ucap Melati
"Melati... mas tak mau kamu salah paham terus. Lani sudah pulang.. mengapa kamu sejak ada Lani menjadi sensitif.. ia sahabatmu kan. Bukankah kamu yang mengajaknya datang"
"Semoga aku tak akan menyesal karena telah mengajak Lani masuk ke rumah ini"
"Mengapa bawa Lani mas.. aku atau kamu yang sensitif.. "
"Sudahlah Mela... jangan berdebat lagi.. aku capek. Aku mau tidur dulu... "
"Mas mau tidur di kamar kita atau masih mau di kamar tamu"
Willy memandangi Melati sebelum menjawab pertanyaan
"Apa kamu sudah boleh berhubungan badan.."
"Apakah mas hanya akan tidur bersamaku jika sudah boleh berhubungan "
"Jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi Mela.. "
"Tentu saja boleh... jika kamu masih membutuhkan aku.. apa kamu lupa jika umur Nabila sudah hampir dua bulan.. "
"Mela.. mengapa kamu sekarang selalu menjawab perkataan aku dengan ketus"
"Apa menurut mas aku berkata ketus.. aku menjawab dengan baik aku rasa"
"Mel... maaf aku malam ini masih mau tidur sendiri "ucap Willy dan masuk ke kamar tamu.
"Maaf Melati... apa kamu sudah mencurigai hubungan aku dengan Lani... aku takut kamu tahu semuanya dan meninggalkan aku.. Aku mencintaimu dan kamu adalah rezeki bagiku... sejak aku menikah denganmu bisnis ku makin berkembang.. "
Melati masuk kamar dan menidurkan Nabila. Sambil air matanya kembali jatuh.
"Mas... apa sebenarnya yang kamu sembunyikan. Aku takut kamu melakukan sesuatu yang buruk dibelakang aku"
*************************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
LENY
DUH DASAR SUAMI BUAYA DARAT GAK KUAT IMSN GAMPANG BANGET DIGODA. WANITA NYA JG GAK TAHU MALU SUAMI TEMAN DIEMBAT AMIT2 ADA YA ORANG KAYAK GINI. 🤮🤮
2025-03-18
0
Nuryanti 94
suami setia n kuat iman gk bakln kegoda cwek lain, paksu aku dlu ps lhrn dia kuat kok 3 bln gak d ksh, krna dia tau kalau proses melahirkn itu bagaimna, dia ikt mersakan sakit nya gimna, yg sbr kk melati doa terbaik buat kk,
2023-07-21
1
Jasmine
jgn sampai rejekimu itu ditarij kembali sama yg memberikanNya..jd jgn terlena dgn kepuasanmu saat ini
2023-01-07
0