Pagi pagi Lani sudah ada di dapur membuat sarapan. Ia memasak nasi goreng.
"Selamat pagi Lani... baunya sedap benar.. masak apa sih.. "ucap Willy yang baru bangun mendengar seseorang ada di dapur langsung menuju ke sana.
"Cuma nasi goreng Wil... tapi bisa lah buat mengganjal perut lapar "
"Aku paling suka sarapan nasi goreng... kamu bangun jam berapa sih... kok sudah masak saja nasi gorengnya"
"Habis sholat subuh.. aku langsung memasak.... nanti tinggal dipanasin buat Melati. Melati nya sudah bangun belum Wil "
"Nggak tahu juga ya... "
"Kok bisa nggak tahu... tadi waktu kamu bangun Melati masih tidur.. apa sudah bangun"
"Aku kan nggak tidur sekamar dengan Melati sejak ia melahirkan... takut khilaf.. nanti aku makan pula Melatinya... "
"Ha.. ha... jadi puasa nih... "
"Iya... selama empat puluh hari pula lagi.. buat sakit kepala"
"Cari dong obatnya... biar nggak sakit kepala. Lagi pula pikiran kamu tuh jangan mesum melulu... istri baru lahiran harus kuat mental menahan nafsu"
"Memang kamu tahu ya tentang itu.. kamu sudah pernah melakukan dengan pacar kamu"
"Kamu Wil... pengin tahu saja. Rahasia... ha... ha.. "tawa Lani
"Jangan dong melakukannya sebelum nikah... nanti kasihan calon suami kamu.. "
"Memangnya lelaki juga nggak akan melakukan sebelum nikah... enak sama lelaki dong... masa iya boleh melakukannya sebelum nikah perempuan nggak boleh"
"Kamu bisa saja Lan.. "ucap Willy sambil mengacak rambut Lani. Membuat Lani kaget.
"Mulutnya tutup.. nanti masuk lalat... kaget benar. ..aku mandi dulu.. baru sarapan ya.. "kembali Willy mengacak rambut Lani
Lani makin terpaku berdiri di tempatnya. Ia memegang dadanya yang berdetak lebih cepat..
"Apa.. apa sih... mengapa aku jadi salah tingkah begini. Willy pasti melakukan itu karena ia menganggap aku hanya sahabat istrinya.. aku nggak boleh begini.. aku nggak boleh suka dengan Willy.. ia suami Melati... jangan suka Lani..jangan sampai kamu jatuh cinta dengan suami sahabat kamu sendiri. "
Lani duduk sebentar untuk menetralkan detak jantungnya. Setelah ia merasa normal... Lani berjalan menuju kamar Melati. Tanpa mengetuk terlebih dahulu ia masuk.
Tampak Willy yang masih bertelanjang dada, hanya memakai celana pendek. Dengan rambut masih basah sehabis mandi.
"Maaf Wil.. Mela...aku nggak tahu ada Willy. Aku kira Willy mandi di kamar tamu.. karena ia bilang nggak tidur disini"
"Nggak apa Lan... mas itu pakai bajunya.. Lani malu nanti.. kamu mau apa Lan "
"Aku mau bangunkan kamu... mau membantu menjaga si kecil.. biar kamu bisa mandi.. karena sarapan sudah aku buatkan"
"Terima kasih Lan... biar Nabila mas Willy yang jaga. Memang kamu bisa gendong bayi"
"Bisa dong Mela... kamu kira aku cuma bisa dandan"
"Habis aku nggak pernah lihat kamu mengerjakan sesuatu selain dandan"
"Kamu saja yang nggak tahu.. buktinya aku bisa masak.. membersihkan rumah.. dan dandan yang nomor satu.. biar tetap cantik"
"Kamu sudah cantik.. nggak perlu dandan terus "
"Betul kata Mela.. kamu sudah cantik.. tak usah dandan terus.. nanti banyak yang naksir.. kamu yang susah milihnya "ujar Willy
Melati hanya tersenyum mendengar Willy memuji Lani, sedangkan Lani tampak memerah wajahnya karena mendengar pujian dari Willy.
"Sayang.. Nabila sudah bangun tuh.. kamu atau Nabila yang mandi dulu"ucap Willy sambil memeluk perut Melati dari belakang
"Aku mandiin Nabila dulu ya mas... nanti bisa mas gendong ketika aku mandi.. "
"Baiklah sayang... kamu belum mandi saja sudah wangi"ucap Willy sambil mengecup pipi Melati
"Mas.. malu ah.. ada Lani.. "
"Nggak apa apa Mela.. anggap saja aku dinding"
Willy Dan Melati tertawa mendengar jawaban Lani.
###############
Melati yang baru selesai berpakaian setelah mandi berjalan ke ruang keluarga tempat Willy sedang menggendong Nabila. Tapi Melati kaget melihat Willy dan Lani yang duduknya berdekatan banget sampai tubuh mereka menempel sambil memandangi Nabila yang ada dipangkuan Willy.
"Hhmmmm.... Nabila nya ketiduran ya mas"ucapku membuat Lani reflek menjauh duduknya dari Willy.
"Mel... anakmu lucu banget. Jadi pengin punya anak aku"
"Cepat dong nikah.. katanya kamu sudah dapat pasangan.. anak teman papa"
"Iya... tapi aku kurang cocok dengan sifatnya. Takut nanti setelah nikah jadi pisah karena tidak cocok"
"Lan... mana ada manusia yang sempurna. Jika kamu mencari kesempurnaan kamu tak akan pernah mendapatnya.. "
"Aku takut nanti ia meninggalkan aku karena sifat kami yang berbeda.. "
"Kamu memang nya suka sifat lelaki yang seperti apa... "
"Seperti Willy... perhatian dan sayang dengan istri. Kalau cowok aku orang nya super cuek."
"Cuek belum tentu nggak sayang loh.. "ucap Melati. Sebenarnya Melati nggak suka mendengar Lani mengatakan kalau ia menyukai lelaki seperti Willy.
"Lani... mengapa kamu selalu menyukai lelaki seperti yang aku sukai. Dulu Bagas... sekarang mas Willy... aku nggak boleh curiga dengan teman sendiri. Nggak mungkin Lani menyukai mas Willy. Jika Bagas.. ia kan nggak tahu kalau aku menyukai Bagas dulu"
Setelah makan mereka mengobrol bertiga. Sampai Willy pamit pergi kerja.
"Sayang... aku kerja dulu ya. Nggak apa kan kamu dirumah.. ada Lani yang menemani"
"Nggak apa mas.. "
"Mas pamit dulu... "ucap Willy sambil mengecup dahi ,pipi dan terakhir bibir Melati. Lani memandangi semua yang dilakukan Willy tanpa kedip. Willy mengedipkan matanya ke arah Lani melihat ia memandangi wajahnya terus. Lani jadi tersenyum dan salah tingkah.
"Lan... aku titip Melati dan Nabila ya.. "
"Oke.. kamu bisa kerja dengan aman.. karena aku jamin ketika kamu pulang kerja... Melati dan Nabila tetap utuh tanpa kekurangan satu pun"
"Lani.. kamu kira aku apa.. "
Willy menjalankan mobilnya perlahan meninggalkan rumah. Tinggal Melati dan Lani yang menonton diruang keluarga.
"Mela... kamu bahagia dengan pernikahan kamu"
"Tentu Lan... mas Willy memberikan semua yang aku butuhkan... baik perhatian, kasih sayang dan cinta, ia juga bertanggung jawab."
"Di mana kamu kenal Willy.. "
"Ketika aku kerja disebuah butik.. Willy Dan keluarga nya merupakan pelanggan tempat butik aku bekerja "
"Maaf ya Mel.. apa kamu kurang cocok dengan mama Willy"
"Mengapa kamu tanyakan itu.. apa aku dan mama kelihatan tidak cocok"Melati balik bertanya
"Bukan begitu Mel... karena aku lihat mama kemarin selalu membantah kata kata kamu"
"Itu biasa lah antara seorang mama dan anak menantu. Tapi selama ini hubungan kami baik baik saja"
"Oh.. ya kamu sudah cobakan kalung dan gelang pemberian mama buat Nabila"
"Sudah... masih kebesaran.. nanti setelah pas.. aku pakaikan. Papa dan Mama repot repot segala beliin perhiasan. Lagi pula itukan mahal beli nya Lan "
"Nggak apalah.. itu hadiah dari opa dan oma nya. Aku masak dulu buat makan siang ya.. kamu istirahat saja.. temani Nabila"
"Kamu nggak perlu masak Lan.. kamu kan tamu.. jadi merepotkan kamu."
"Nggak apa Lan ...aku lagi senang masak. Dirumah sekarang aku yang sering masakin"
"Lan.. aku masuk kamar dulu ya.. Nabila menangis"
"Ya.. aku juga mau kedapur.."ucap Lani dan berjalan menuju dapur.
***************************
Terima kasih untuk semua pembaca novel ini
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
LENY
WILLY TYPE LAKI2 GAK BISA LIHAT CEWEK CANTIK DIKIT DUH DASAR BUAYA
2025-03-18
0
Jasmine
terang2an euyy..willy dan lani ada hubungan
2023-01-07
0
RenAisyasuk
pelajaran buat kita para istri...
jgn membuat celah ,jln untuk suami selingkuh ,karna tampa kita sadari ,kita lah yg membuka jln suami tuk selingkuh
2022-12-15
0