Pagi harinya Melati pergi dengan Willy membelikan oleh oleh buat papa dan mama Lani. Nabila dititipkan dengan Lani.
Lani memasuki kamar Melati dan mengawasi semua isi didalamnya..
"Seandainya aku yang pertama bertemu Willy.. pasti ini menjadi kamar aku dan Willy. Nabila... jika nanti tante jadi ibu tiri kamu.. dan ibu kamu tak bisa menerima tante.. tante mau kok mengasuh dan menjaga kamu.. biar kamu jadi anak tante saja"
Nabila meneliti semua isi kamar Melati dan mengambil album foto pernikahan Melati dan Willy.
"Aku juga mau menjadi pengantin kamu Willy.. aku rela menjadi yang kedua.. aku juga sudah terbiasa berbagi dengan Melati dari dulunya"
Lani meletakan kembali album foto itu ditempat nya ketika mendengar suara mesin mobil Willy.
Lani berpura pura tidur diranjang Melati dan Nabila berada disampingnya. Seperti Melati biasa tidur bersama Nabila.
Melati melangkah masuk ke kamar dan melihat Lani yang tertidur di ranjangnya.
"Mengapa Lani tidur di ranjang aku ya.. apa ia kelelahan atau sakit. Tapi aku kurang suka dengan sikap Lani seperti ini.. bukan kah ini ranjang aku dan mas Willy.. aku nggak suka ada orang lain yang tidur diatas ranjangku... "
Willy yang masuk ke kamar juga kaget melihat Lani yang tidur diranjangnya.
"Lani ketiduran ya... "tanya Willy
"Ya.. mas. Mungkin masih sakit perutnya.. "
"Biarkan saja ia tidur sebentar.. sebelum berangkat... "ucap Willy.
Melati memandangi Willy.. mendengar ucapan Willy yang tak merasa keberatan ranjang mereka di tiduri oleh Lani.
Melati berjalan keluar mengikuti langkah Willy yang duduk di sofa ruang keluarga sambil menonton televisi.
"Mas.. apa mas nggak keberatan Lani tidur diranjang kita"tanya Melati pelan dan hati hati
"Memangnya kenapa jika Lani tidur diranjang kita.. Ia sahabat kamu kan.. "
"Ya. sih mas.. tapi lain saja kelihatannya jika ranjang kita ditiduri wanita lain"
"Kamu cemburu dengan Lani.."
"Bukan begitu mas... tapi aku juga mau istirahat "
"Kamu bisa tidur disisi lainnya kan Melati, kamu nggak kasihan lihat Lani.. ia mungkin saja masih sakit"ucap Willy dengan suara agak keras
"Maaf mas.. aku memang salah"ucap Melati menahan air matanya ,selama ini Willy tak pernah membentaknya atau berkata dengan suara keras seperti saat ini.
Willy yang sadar dengan ucapannya, melihat Melati, tampak dari sudut mata Melati ada air mata. Ia menangkup wajah Melati dan mengecup matanya.
"Maafkan mas ya.. mas tak bermaksud membentak kamu.. mas lagi banyak masalah di kantor. Tak seharusnya mas melampiaskan kepada kamu.. "
Air mata Melati akhirnya tak bisa lagi dibendung.. jatuh tumpah membasahi pipinya.
"Aku yang salah mas.. tak seharusnya aku mempermasalahkan hal sepele seperti itu.. maaf mas jika aku membuatnya bertambah pusing. Aku mau masak dulu"ucap Melati meninggalkan Willy. Ia tak mau menambah kesedihannya jika melihat wajah Willy yang telah membentaknya.
Di dapur Melati duduk dilantai memegang kedua lututnya sambil menangis terisak
"Bunda... aku tak tahu apa yang aku rasakan... mengapa aku merasa ada sesuatu antara Lani dan Mas Willy.. bunda aku ingin menangis diperlukanmu... aku tak tahu mengapa aku merasa sesedih ini hanya karena suara mas Willy yang besar.. bunda aku rindu.. "
Willy melihat ke dapur dan tampak Melati yang menangis terisak,ia merasa sangat bersalah. Seharusnya ia tak berkata kasar dengan Melati.
"Ada apa dengan diriku ini... aku takut Melati mencurigai hubungan kami... aku melampiaskan kekesalanku pada Lani dengan Melati.. maaf sayang.. melihat kamu menangis seperti itu hatiku juga sakit.. aku tak pernah ingin membuat kamu sedih dan menangis tapi aku selalu saja melakukan kesalahan yang membuat kamu makin sedih.. Melati aku mencintai kamu"
Willy berjalan ke kamar dan membangunkan Lani..
"Lani bangun.. jangan pura pura tidur. ..."
"Kamu tahu ya aku pura pura tidur"
"Tentu saja.. aku melihat kamu melirik ke arah Melati"
"Aku mau mencoba tidur diranjang yang biasa tempat kamu tidur"
"Kamu gila Lan.. Melati bisa curiga.. "
"Bagus dong.. kalau ia curiga.. malahan kalau bisa ia tahu hubungan kita. "
"Lani... aku tak mengira kamu segila ini.. "
"Kamu yang membuat aku gila.. setelah kamu puas tidur denganku... seenaknya kamu minta agar aku tak punya perasaan padamu.. hubungan ini hanya buat senang senang.. kamu kira aku ini pemuas nafsu kamu saja"
"Lani.. bukankah kita melakukan atas suka sama suka tak ada paksaan"
"Kamu dan Melati juga melakukan atas suka sama suka.. tapi kalian melibatkan perasaan "
"Melati istriku Lan... "
"Kalau aku hanya pemuas nafsumu begitu... "
"Sudahlah Lan.. aku tak mau berdebat"
"Aku menginap di hotel A selama seminggu ini.. aku mau kamu jangan mengabaikan aku.. ingat itu"
"Lan.. aku tak mungkin menemani kamu setiap saat "
"Aku juga tak meminta waktu mu sepenuhnya... ingat ya.. jika kamu tak mau aku beri tahu semuanya pada Melati.. kamu ikuti saja apa mauku. Aku mau menyusun pakaian dulu... terima kasih karena telah membelaku dan membiarkan aku mencoba tidur di ranjangmu"
Lani keluar dari kamar Willy menuju kamar tamu tempat selama ini ia tidur. Sebelum masuk ke kamar ia melihat Melati yang terduduk di lantai.
"Maaf Melati... aku tak pernah bermaksud membuat kamu sedih... tapi apa yang bisa aku lakukan.. kami sudah terlanjur berbuat lebih jauh... Willy harus bertanggung jawab... karena telah berani meniduri aku... "
Setelah hampir setengah jam menangis Melati masuk ke kamar ingin melihat Nabila. Ia melihat Willy yang sedang menatap wajah Nabila.
Melati akan keluar lagi.. karena belum mau bertemu Willy, tapi Willy yang sudah melihat kehadiran Melati langsung berdiri dan memeluk Melati erat.
"Sayang... maaf. Jangan menangis lagi.. aku tak mau kamu menangis.. katakan apa yang bisa kau lakukan agar kamu memaafkan aku."ucap Willy memeluk tubuh Melati dari belakang dan menyandarkan kepalanya dibahu Melati.
"Aku nggak apa apa mas.. aku hanya rindu bunda... aku mau ke kuburan bunda.. "
"Aku temani ya... "
"Kamu harus mengantar Lani... "
"Kamu pergi sama siapa.. nanti Nabila bagaimana"
"Aku mau titip dengan tante Defi tetangga aku dulu .... aku juga sudah merindukan tante Defi"
"Kamu nggak boleh pergi jika tidak bersama aku"
"Baiklah mas ,jika mas tak mengizinkan... aku besok saja ke kuburannya... mas mau mengantar Lani kan,pergilah..."ucap Melati tak ingin berdebat dengan Willy.
"Kamu ikut ya.. .. "
'Nggak usah mas... aku sama Nabila dirumah saja"ucap Melati dan melepaskan pelukan Willy dipinggangnya.
Ia berjalan menuju ranjang dan tidur disamping Nabila membelakangi Willy.
************************
Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Sukliang
dasar pelakor murahan
tega ya sama Sahabat
2023-01-10
0
Jasmine
masih ada perasaankah willy dgn istrinya...kesalahannya telah menjerat hidupnya
2023-01-07
0
..
lani bilang willy harus bertanggung jawab karena meniduri nya bukan nya juga dulu kamu lani pernah tidur dengan lelaki lain kenapa engga minta tanggung jawab coba 😒🤔😜kalau iri bilang aja apa yang dimiliki melati kamu harus punya dasar wanita engga bersyukur engga sedikitpun apa kamu engga bersalah sama melati 😡🏃♀️🏃♀️🏃♀️
2021-12-02
1