Tak terasa sudah tiga bulan aku menikah dengan Willy. Hari hari yang aku jalankan selama pernikahan ini sangatlah indah. Aku mendapatkan perhatian dan cinta yang melimpah dari Willy. Setiap bangun tidur, di dalam kamarku pasti sudah tersedia sarapan yang dibuatkan Willy suamiku.
Pagi ini aku merasa sangat pusing. Tiba tiba aku merasa mual. Aku langsung berlari menuju kamar mandi.
Willy yang masuk dengan membawa nampan berisikan sarapan buat Melati mendengar suara muntahan Melati dari kamar mandi.
"Sayang... kamu kenapa.. buka pintunya cepat"
"Aku mungkin masuk angin sayang.. "ucap Melati sambil membuka pintu kamar mandi.
Willy langsung menggendong Melati dan membawanya ke tempat tidur.
"Kita periksa ya.. aku takut kamu kenapa napa"
"Nggak perlu mas... palingan masuk angin"
"Walau hanya masuk angin, aku mau kamu kedokter sekarang. Kamu ganti pakaian sekarang.. kita ke rumah sakit"
"Tapi mas.. masa cuma masuk angin berobat ke dokter "
"Kamu belum pasti masuk anginkan... Kalau ternyata itu penyakit yang lain bagaimana"
"Terserah mas saja.. aku ganti pakaian dulu"
Setelah mengganti pakaian Melati dan Willy pergi ke rumah sakit langganan keluarga Willy. Ia menemui dokter keluarganya.
"Pagi om Chandra "ucap Willy begitu masuk keruang dokter Chandra
"Pagi Willy.. ada yang bisa om bantu"
"Perkenalkan ini istri aku om... Melati"
"Melati.. "ucap Melati sambil mengulurkan tangannya.
"Sekarang katakan siapa yang sakit.. "
"Melati om.. dari pagi tadi Melati merasa pusing, mual dan muntah"
"Coba om periksa dulu ya... "
Dokter Chandra meminta Melati tidur dan mulai memeriksanya. Setelah dirasa cukup, ia meminta Melati kembali duduk.
"Kapan kamu terakhir kali haid.. Melati"
"Bulan lalu om... "
"Tanggal berapa... "
"Awal bulan om.. karena aku selalu haid diawal bulan.. "
"Awal bulan ini kamu belum haid kan.. "
"Seperti nya belum om... "
"Melati.. sakit apa om"tanya Willy cemas
"Sepertinya Melati bukan sakit.. tapi kamu akan menjadi seorang ayah Willy.. "
"Maksud om apa... aku tak mengerti "
"Kalau melihat gejala dan hasil pemeriksaan sepertinya Melati lagi hamil"
"Apa om... om nggak salah kan.. "
"Nggak... tapi untuk lebih pastinya kamu periksa ke dokter kandungan saja. Biar om hubungi dari sini. Kamu tinggal pergi ke ruang kerja nya saja"
"Baiklah om.. kalau begitu saya permisi.. "
"Terima kasih om.. "ucap Melati
Willy Dan Melati menuju ruang dokter kandungan sesuai dengan yang dikatakan dokter Chandra
"Sayang... aku sangat senang.. kamu ternyata hamil"
"Tapi mas... kita harus memastikan dulu ke dokter kandungan"
Willy Dan Melati pergi menemui dokter kandungan. Sesuai dengan perkiraan dokter Chandra, saat ini Melati memang lagi hamil.
Kehamilan Melati sudah memasuki minggu keenam. Dokter meminta agar Melati dapat menjaga kehamilannya dengan baik karena pada usia Melati saat ini yang baru memasuki usia sembilan tahun dan juga kehamilan yang sangat muda akan rentan dengan keguguran.
"Mas.. kita mampir kerumah bunda ya sebelum kembali ke rumah kita"
"Baiklah.. tapi sebentar saja.. karena kamu nggak boleh capek. Atau bawa bunda menginap ke rumah kita saja"
"Aku juga maunya bunda menginap ..tapi kamu tahu kan mas... bunda nggak pernah mau meninggalkan rumah peninggalan ayah. Bunda merasa selalu ada ayah jika ia masih berada dirumah itu... "
"Bunda pasti sangat mencintai Ayahmu.. "
"Aku juga sangat mencintai kamu... mas"
"Begitu juga dengan aku sayang.. aku sangat mencintai kamu.. "
Willy Dan Melati langsung mengetuk pintu rumah bunda ketika sampai. Tapi sudah beberapa saat mengetuk tapi tak ada sahutan.
Melati memanggil nama bunda.. tapi tetap tak ada juga sahutan. Melati mulai cemas, ia menghubungi ponsel bunda.. tapi tak ada jawaban.
"Kemana bunda mas... aku takut terjadi sesuatu dengan bunda... "
"Kita coba lewat pintu belakang bagaimana"
"Iya mas.. dibelakang juga ada jendela yang bisa kamu masuk dengan sedikit memanjat"
Melati dan Willy langsung menuju pintu belakang. Setelah beberapa kali panggilan, tetap juga sama, Willy mencoba masuk melalui jendela.
Ia mengitari rumah mencari bunda sambil memanggilnya. Willy melihat pintu kamar bunda yang terbuka dan terkejut melihat bunda yang sudah pingsan di lantai.
Willy menggendong bunda ketempat tidur sebelum membuka pintu.
"Bagaimana mas.. apa bunda ada"
"Kamu jangan terlalu cemas ya.. ingat kamu sekarang lagi hamil"
Melati masuk ke rumah dan langsung menuju kamar bunda dan melihat bunda yang tertidur diatas kasur.
"Bunda... bunda bangun.. bunda kenapa"
"Sepertinya bunda pingsan.. kita harus membawanya ke rumah sakit "
"Ya mas... cepat bawa bunda. Aku tak mau terjadi apa apa dengan bunda.. "ucap Melati cemas dan sudah mulai menitikan air matanya.
Sampai dirumah sakit bunda langsung di bawa masuk keruang UGD.
Tapi belum begitu lama diperiksa, dokter sudah keluar dari ruang pemeriksaan bunda.
"Maaf bapak.. ibu..Saya harus menyampaikan berita duka ini.. ibunya anda sudah tiada"
"Apaaa... itu mingkin... bunda tak mungkin meninggal"ucap Melati lemas dan hampir terjatuh, untung Willy cepat menangkap tubuh istrinya
"Maaf dok.. apa itu benar. Apa yang terjadi dengan ibu saya.. "
"Ibu anda mengalami gagal jantung... ibu anda sudah lama mengidap penyakit jantung, tapi ia tak pernah menjalani pengobatan. Jadi tadi ia pasti mengalami gagal jantung.. "
"Sudah berapa lama.. kira kira ibu saya meninggal"tanya Willy lagi sambil memeluk tubuh Melati
"Ibu anda sudah dua jam yang lalu menghembuskan nafas terakhirnya, menurut hasil pemeriksaan yang telah kami lakukan. "
"Dokter.. apa bunda saya tidak bisa ditolong.. kembalikan nyawa bunda saya dok"ucap Melati
"Maaf bu... kami tak bisa mengembalikan nyawa orang yang telah tiada. Saya harap ibu dapat menerima kenyataan ini.
"Sayang.. kamu harus mengikhlaskan kepergian bunda... jangan terlalu bersedih begini, kasihan bunda.. nanti ia tak tenang disapa.. "
"Dok... apa kami boleh melihat bunda.. "
"Silakan bu.. bapak"
Willy memapah Melati masuk ke kamar dimana bunda di periksa. Begitu melihat bunda Melati langsung histeris.
"Bunda... bangun bunda.. bunda tak boleh meninggalkan Melati... bunda jangan pergi secepat ini.. Melati masih membutuhkan bunda. Bunda... Melati mau bilang, Melati sekarang lagi hamil... jika bunda tak ada.. siapa nanti yang membantu Melati ketika melahirkan.. bunda bangunlah... bunda hanya tidurkan. Bunda tak mungkin meninggalkan Melati sendiri kan.. "
"Melati.. kamu nggak boleh begitu. Kamu harus merelakan dan mengikhlaskan kepergian bunda.. "
"Mas.. Bunda cuma tidurkan... bunda tak meninggalkan... bunda masih hidupkan"setelah mengatakan itu, Melati tak sadarkan diri.
Willy menggendong Melati dan meletakkannya ditempat tidur disamping bunda. Willy memanggil dokter untuk memeriksa Melati. Setelah Melati diperiksa dan dokter mengatakan Melati hanya kaget dan sebentar lagi pasti sadarkan diri. Barulah Willy sedikit merasa tenang.
Ia lalu meninggalkan Melati dan mengurus administrasi untuk kepulangan jenazah bunda.
********************************
Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
LENY
ORANG TUA WILLY GMN YA APA SETUJU PERNIKAHAN WILLY SAMA MELATI
2025-03-18
0
Jasmine
terllu cpt kepergian bundanya mel disaat berita bahagia datang hrs pupus dgn berita dan kejadian dukacita
2023-01-06
0
Jasmine
9 thn msh cencen donk thor..
19 thn udh termasuk dewasa
pasti typo
2023-01-06
0