Lani melihat kiri dan kanan mencari penjemput yang memegang kertas bertuliskan namanya.
Terdengar bunyi ponsel dari dalam tasnya.. Lani melihat nomor yang tak tersimpan diponselnya. Ia membiarkan saja ponselnya berdering.
Ponselnya kembali berdering, dan Lani melihat nomor yang sama tadi menghubunginya. Ia akhirnya menerimanya.
"*Halo ini Lani ya... "
"Ya... ada Apa"
"Ini aku Willy suaminya Melati.. kamu yang mana ya.. aku ada di sudut kiri dengan kemeja hitam dan celana jeans.. kamu yang mana"
"Aku melihat kamu dari tempat aku berdiri.. biar aku yang menghampirimu*"
Lani menutup sambungan ponselnya.
"Gila... suami Melati ganteng banget"
Lani menghampiri Willy.. "Hai.. Willy ya.. "
"Ya... Lani.. "
"Iya.. maaf jadi merepotkan kamu"
"Nggak apa apa... sahabatnya Lani berarti juga sahabat aku.. "
"Bagaimana kabar Melati... dan ponakan aku"
"Alhamdulillah sehat.. "
"Pasti ponakan aku cantik... bapaknya aja seganteng ini"
"Kamu bisa saja... Melati kan cantik.. jadi jelas anaknya juga cantik. Kita langsung ke rumah atau kamu ingin aku antar ke suatu tempat"
"Hhmmm... sepertinya pulang kerumahmu saja dulu. Aku masih ada banyak waktu,apa nanti kamu mau mengantar aku, jika aku ada keperluan "
"Tentu saja.. aku akan siap mengantar kamu kemanapun kamu pergi, karena itu juga maunya Melati. Ia ingin aku memperlakukan kamu seperti aku padanya"
"Masa sih.. tapi kamu nggak mungkin samain aku dengan Melati.. kalau Melati istri kamu.. bisa kamu bawa kemana saja.."
"Kamu libur kuliah Lan.. "
"Ya.. mungkin aku akan lama disini... sampai kamu dan Melati bosan denganku"
"Sepertinya aku nggak akan bosan... karena kamu orangnya cukup ramah dan supel.. beda dengan Melati, ia agak sedikit pendiam"
"Kalau kamu makin dekat denganku... kamu akan tahu bagaimana cerewetnya aku.. "
"Wanita yang cerewet biasanya perhatian"
"Memangnya Melati nggak perhatian.. "
"Tentu saja perhatian... ia wanita yang sangat perhatian dan pengertian.. "
Lani mengajak Willy mengobrol sepanjang perjalanan menuju rumah, sampai tak terasa mereka telah sampai di depan rumah.
"Ini rumah kamu dan Melati"
"Ya.. biar kecil yang penting di beli dengan uang sendiri"
"Siapa bilang kecil.. aku suka model rumahnya... kelihatannya nyaman. Itu ada mobil.. mobil buat Melati ya.. "
"Bukan.. itu sepertinya mobil mama aku"
Lani Dan Willy masuk ke dalam rumah. Saat itu mama lagi memasak di dapur.
"Selamat siang Mela..."
"Selamat siang... Lani.. "teriak Melati dan langsung memeluk tubuh lani
"Kamu tambah cantik saja habis melahirkan, mana ponakan aku"
Melati membawa Kami masuk ke kamarnya..
"Ini ponakan cantik kamu.. "
"Cantik banget... kayak papanya bibir dan matanya"ucap Lani.
"Betul.. mama juga mengatakan kalau anaknya Willy mirip dengannya... tapi Willy dan papanya bilang mirip Melati"ucap mama yang baru masuk
"Selamat siang tante.. pasti tante mamanya Willy.. karena wajah tante sangat cantik dan mirip Willy"
"Kamu bisa saja.. kamu siapa ya"
"Aku Lani ...sahabatnya Melati. Aku boleh pinjam nginap disini nggak tante selama liburan kuliah"
"Kamu masih kuliah.. "
"Ya.. tante.. mama dan papa mengharuskan aku kuliah biar bisa meneruskan bisnisnya "
"Papa kamu pengusaha... "
"Pengusaha kecil kecilan.. saja tante. Dulu kami juga tinggal dikota ini, tapi karena papa diangkat jadi pimpinan cabang perusahaan keluarga.. kami harus pindah"
"Oh ya... boleh tante tahu apa nama perusahaan keluargamu dan siapa nama papa kamu"
"Papa aku namanya Handoko... perusahaan keluarga aku bergerak dibidang tambang emas... perusahaan X tante"
"Jadi kamu anak nya Handoko... istrinya bernama Kartika.. "
"Iya.. tante kenal.. "
"Tentu saja... karena papa kamu rekan Bisnisnya papa Willy"
Mama dan Lani asyik berbincang tanpa mempedulikan Melati, mama membawa Lani ke dapur, mereka masak berdua.
"Lani memang wanita yang supel.. siapa saja pasti mudah akrab dengannya.. "
Willy masuk setelah lama ikutan ngobrol dengan mama dan Lani.
"Lani bisa cepat akrab gitu ya sama mama.. padahal mama biasanya susah dekat dengan orang lain"ucap Willy Dan menggendong Nabila
"Lani anaknya memang mudah bergaul, ia ramah dan baik"
"Kamu tahu Mel... sekarang malahan mama lagi asyik masak berdua dengan Lani"
"Mama seperti nya sangat menyukai Lani... aku menantunya saja tidak pernah diajak masak berdua. Aku mau bantu masakpun tak diizinkan.. apa ..apaan sih pikiran aku ini.. masa cemburu dengan sahabat sendiri. Seharusnya aku senang Lani bisa dekat dengan suami dan mertuaku"
"Sayang... kamu mikirin apa sih. Melamun saja.. "ucap Willy mengagetkan Melati
"Nggak mikirin apa apa kok.. mas nggak ke kantor hari ini.. "
"Ada mama disini... masa aku tinggalin.. ntar kamu nggak enak lagi dengan mama kalau nggak ada aku"
"Mas...maafkan aku yang belum bisa mengambil hati mama"
"Nggak apa sayang... mama juga kadang yang susah didekati.. "
Mama masuk bersama Lani...
"Willy kamu mau makan lagi.. kamu tahu tadi siapa yang masak"
"Mama kan yang masak "
"Siapa yang bilang mama yang masak... tapi Lani.. masakannya enak banget lagi. Kamu cobain deh.. pasti ketagihan. Lani ini pasti akan menjadi menantu kesayangan nanti jika telah menikah.. udah cantik, pintar dan pandai memasak lagi.. "
"Tante bisa saja kalau memuji. Melati yang pintar dari aku tan... dan Melati juga pintar masak.. "
"Kalau sudah berkeluarga tak bisa masak itu keterlaluan namanya.. Willy kita makan lagi yuk... cicipi masakan Lani. Habis ini mama mau pulang.. "
"Cepat banget tante pulangnya.. "
"Kalau lama lama disini nanti ada yang bosan "ujar mama
"Ma.. tidak ada yang bosan mama disini.. mama menginap juga nggak apa apa.. aku malahan senang"ucap Melati
"Sudahlah.. Mel. Kamu mau makan bareng atau di kamar saja... "tanya mama
"Aku di kamar saja ma.. nanti takut Nabila menangis.. "
"Baiklah... biar nanti diambilkan"
"Nggak usah ma.. aku bisa ambil sendiri nanti.. mas Willy, mama dan Lani makan saja dulu"
"Biar nanti aku yang ambilkan Mela...kamu nggak usah terlalu banyak bergerak.. kamu baru melahirkan.. aku datangkan ingin membantumu"ujar Lani
"Kamu memang gadis yang baik Lan.. padahal dari keluarga berada tapi tetap saja mau bersahabat dengan Melati dan melayani dirinya"
"Tante itulah yang namanya sahabat.. tak akan memandang perbedaan... aku dan Melati sudah lama bersahabat.. papa dan mama juga sangat sayang dengan Melati"
"Keluarga kamu sangat baik banget.. "
"Ma.. jadi nggak makannya... aku sudah lapar nih"ujar Willy
"Kamu lapar atau nggak sabaran mau nyicip masakan Lani.. "
"Dua duanya"ucap Willy.
Melati melihat Willy, mama dan Lani meninggalkan kamar menuju ruang makan..
"Mengapa aku sedih ya melihat Mas Willy dan mama yang begitu akrabnya dengan Lani.. aku tak boleh begini.. "
*********************
Terima kasih buat pembaca setia novel ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
LENY
LANI INI KELIHATAN LICIK DAN MAMA WILLY MEMANDANG SESEORANG DARI HARTA DUH MELATI KASIHAN SEKALI KAMU NNT DITIKUNG SAHABAT MU😭😭
2025-03-18
0
Jasmine
dr awal pertemuan aja willy udh niat selingkuh...mengatakan kekurangan istri di depan org yg blm dikenalnya sama sekali
2023-01-07
0
bungaAaAaA
lagian aneh, ko bisa²nya ngasih ijin cewe lain nginep selama itu dirumah yg jelas² ada suaminya.
2022-11-14
0