"Wangi benar... masak apa Lan... "ucap Melati mengagetkan Lani
"Ini mie goreng aceh.. bagai mana tidurnya.. nyenyak.."
"Ya.. nggak mungkin tidur seorang ibu yang memiliki bayi bisa nyenyak.. pasti ada terbangun ketika si kecil haus dan ngompol"
"Aku jadi pengin jadi ibu... ingin merasakan begadang karena bayiku"
"Aku bangunkan mas Willy dulu ya Lan.. buat sarapan.. "
"Mel.. Willy sudah pergi kerja dari tadi. Ia pesan padaku untuk sampaikan denganmu.."
"Oh tumben mas Willy berangkat kerja pagi benar "
"Mungkin ada yang harus diselesaikan.. aku juga mau pamit. Mama nya Willy mengajak aku jalan Mel.. kamu nggak apa kan"
"Mengapa tanya aku Lan.. baguslah jika mama bisa akrab denganmu... kamu sahabatku sudah ku anggap seperti saudara sendiri.. "
"Aku siap siap dulu ya.. aku nggak enak tinggalin kamu sendiri"
"Nggak apa.. apa. Lagi pula aku nggak bisa bawa kamu jalan"
Lani masuk ke kamar dan bersiap siap akan pergi dengan mama. Jam sepuluh.. mama menjemput Lani. Melati keluar mendengar suara mesin mobil mama.
"Mama.. masuk dulu ma"ujar Melati
"Nggak perlu.. mama cuma mau jemput Lani..mama mau ngajak jalan. Mama nggak mau nanti orang tua Lani tahu anaknya cuma dijadikan pembantu selama di sini"
"Ma.. aku tak pernah menjadikan Lani pembantu. Ia sendiri yang ingin mengerjakan semuanya.. "
"Sama saja.. kamu juga menikmatinya.. "
Belum sempat Melati menjawab terdengar suara Lani menyapa mama mertuanya. Melati tak jadi berkata.
"Selamat pagi tante ...kita berangkat langsung atau tante mau masuk dulu. Aku tadi buat mie goreng Aceh loh tante.. "
"Bolehlah.. tante mau nyicipi masakan kamu dulu"
"Baiklah tante... masuklah dulu"ucap Lani dan memegang lengan mama membawanya masuk.
"Apa ini... mengapa hatiku sakit melihat kedekatan mama dan Lani... siapa yang menantu mama disini.. aku atau Lani"
Melati mengikuti langkah Mama dan Lani menuju dapur. Mama dan Lani tampak sangat akrab.
"Bagaimana tante... enak"
"Enak banget.. apalagi kalau kamu jadi menantu tante.. pasti lebih enak.. tante pasti dimanjain dengan masakan kamu... "
Melati yang mendengar ucapan mama memegang dadanya yang terasa sakit.
"Ma... aku juga bisa masak. Tapi mama yang tak pernah mau menyicipi masakan aku.. jika mama mau aku bisa masakin mama setiap harinya"
Melati nggak jadi menuju dapur, ia masuk ke kamar dan menghapus air matanya yang jatuh.
"Bunda... Melati kangen bunda.. mengapa hati Melati merasa sedih hari ini. Mas Willy tidak biasanya pergi kerja tanpa pamit dan Melati harus menyaksikan mama mertua yang lebih akrab dengan sahabatku sendiri dari aku menantunya... Bunda .. apa yang harus Melati lakukan... Melati kangen bunda"
"Mela.. aku berangkat ya... "ucap Lani Dari pintu
"Ya.. Lan... hati hati"
"Oke... kamu mau aku beliin apa"
"Nggak ada Lan.. terima kasih"
"Kamu jangan tidur saja.. jaga cucu mama baik baik"
"Baik ma.. "
Lani Dan Mama meninggalkan rumah. Melati mengintip dari jendela kamar kepergian mama mertuanya dan Lani. Ia melihat keakraban mereka.
##################
"Sudah malam.. mengapa mas Willy dan Lani belum juga kembali ya.. apa aku hubungi mereka saja"pikir Melati
Baru saja Melati ingin mengambil ponselnya, terdengar tanda pesan masuk dari Willy.
"Sayang... maaf aku tadi pergi nggak sempat pamit. Ada masalah di cabang usaha ku yang di Batam.. jadi aku pagi pagi harus ke Batam. Sampai sekarang aku masih mencoba selesaikan. Jadi maaf ya sayang.. aku tak bisa pulang hari ini.. mungkin lusa aku baru pulang... maaf.. aku tak bisa menelepon aku lagi meeting.. salam sayang buat Nabila.. "
Melati membaca isi pesan Willy dengan rasa tak percaya..
"Mengapa mas Willy tak membangunkan aku tadi pagi ya.. padahal ia harus keluar kota.. Aahh.. aku tak boleh curiga.. mas Willy nggak mungkin macam macam"gumam Melati.
Ia mengetik pesan balasan buat Willy
"Mas.. mengapa mas tak bangunkan aku kalau mau keluar kota... semoga semua urusan mas bisa diselesaikan secepatnya. Salam sayang... istrimu... "
Melati menunggu balasan dari Willy, tapi hampir setengah jam tak juga ada balasannya..
"Mungkin mas Willy sibuk.. aku harus bisa mengerti. Tadi ia kan bilang akan meeting.. "
Melati meletakkan ponselnya.. Baru saja diletakan ponselnya kembali berdering. Melati cepat mengambilnya karena Melati pikir pasti Willy yang akan menghubunginya.. tapi ketika dilihatnya nama Lani yang tertera.
"*Hallo Lan... kamu dimana kok belum pulang"
"Maaf Mela... aku baru bisa hubungi kamu, aku nggak bisa pulang sekarang.. mungkin lusa ya aku baru kembali... aku pergi ke tempat rumah saudara papa dan nggak boleh pulang nih"
"Oh.. kamu menginap disana"
"Iya.. kamu nggak apa apa nih sendiri"
"Kok kamu tahu aku sendiri... "
"Maksud aku kamu nggak apa apa kan kalau aku mengidap di rumah saudara papa.. kamu kan jadi sendiri nggak ada temanmu ini maksudku... kalau Willy kan pagi biasanya sudah pergi kerja... "
"Nggak apalah Lan.. kamu kan juga harus mengunjungi saudara kamu.. masa kamu sudah ke sini tapi nggak kerumh mereka "
"Makasih ya sayangku.. kamu memang sahabat yang mengerti aku"
"Kamu juga sahabat aku yang paling mengerti aku.. hati hati ya.. "
"Oke.. sayangku.. salam sayang dan peluk cium dari tante Lani yang cantiknya sejagat raya buat ponakan Cantikku ....Nabila"
"Oke.. salam sayang juga dari Nabila*... "
Lani menutup sambungan ponselnya. Melati jadi termenung. Perasaannya jadi tak enak.
"Mengapa tadi Lani tahu aku sendiri... walau ia mengalihkan pembicaraan pada akhirnya...apa mungkin Lani tahu tentang kepergian mas Willy ke luar kota... dan apa mereka dan mama lagi bersama... Melati.. kamu nggak boleh curiga dan berburuk sangka dengan suami dan sahabat kamu sendiri... nggak mungkin Lani mau merayu suami kamu Melati..sadar Melati... Lani sahabat kamu sendiri.. "
Melati mencoba memejamkan matanya yang tidak mengantuk. Pikirannya lagi menerawang kemana mana
************************
Terima kasih untuk semua pembaca novel ini
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
LENY
DITIPU 2 ORANG YG JAGO KASIHAN MELATI YG MSH LUGU😭😭
2025-03-18
0
Sukliang
tolol
2023-01-10
0
Jasmine
klu begini jdnya relakan saja...daripada terus2an dikhianati...
2023-01-07
0