Setelah mengurus administrasi kepulangan jenazah bunda,Willy membawa pulang Melati walau ia belum sadarkan diri.
Jenazah bunda di bawa ke rumah kediaman bunda. Karena Willy ingin tetangga dan teman teman terdekat dapat memberikan penghormatan terakhir buat bunda dan melayat jenazahnya.
Melati di bawa masuk ke kamar yang biasa ia tempati ketika masih gadis.
Mama nya Willy yang menerima para pelayan, karena Willy masih menemani Melati. Rencananya sore ini juga jenazah akan segera dimakamkan.
Melati membuka matanya dan melihat kesekeliling ruangan kamar. Ia mengenal ini adalah kamar tidurnya sebelum menikah dengan Willy.
"Mas.. mengapa aku ada dikamarku"ucap Melati ketika melihat Willy .
"Kamu tadi pingsan dirumah sakit, karena dokter mengizinkan kamu dibawa pulang jadi mas bawa saja kamu kesini. "
"Mas.. bunda dimana.. "Melati jadi teringat tentang bundanya
"Ada di sini. Melati kamu nggak boleh kepikiran teruz.karena itu akan mepengaruhi kehamilamu... "
"Mas... bunda satu satunya keluarga yang aku miliki mas"
"Kamu lupa ya... sekarang kamu sudah ada suami.. dan juga keluarga ku berarti keluargamu jua"
Melati bangun dari tidurnya dan mengganti pakaiannya. Ia menemui para pelayat, duduk disamping jenazah ibunya dengan tak berhenti menangis.
"Jangan menangis terus.. apa kamu pikir dengan menangis ibumu akan kembali"gumam Mama Willy disampingku
"Maaf ma.. aku masih kaget dengan kepergian bunda"
"Makanya kamu tuh jangan tinggalin bunda kamu sendirian.. punya anak satu maunya cepat cepat nikah, nggak mikirin orang tua yang kesepian sendirian "ucap mama Willy pelan.
Willy yang juga berada disamping Melati mengingatkan mamanya agar tak banyak omong.
"Ma.. Melati lagi berduka.. mama jaga ucapan mama.. "
"Mama betulkan Willy.. umur Melati baru sembilan belas tahun, seharusnya masih dihabiskan bersama orang tua nya bukannya cepat cepat nikah"
"Ma.. aku mau bicara.. "Willy memegang tangan mamanya,membawa menjauh dari pelayat.
"Ma.. aku mohon kali ini mama menjaga ucapan mama"
"Ucapan mama yang mana yang harus dijaga.. mama benarkan, Melati terlalu cepat mengambil keputusan menikah denganmu, usia masih sangat belia. Bunda nya pasti kesepian selama Melati pindah.. sehingga ia tertekan dan kena serangan jantung. Seandainya Melati ada disamping bundanya pasti bunda bisa tertolong"
"Ma... aku yang mengajak Melati menikah... mengapa mama belum bisa juga menerima semua ini.. "
"Jika ia menolak.. pasti kamu bisa menundanya"
"Ma... aku mohon sekali lagi, jaga ucapan mama... Melati lagi hamil muda.. "
"Apa... hamil... "
"Ya.. Melati lagi hamil enam minggu saat ini"
"Mengapa kalian tidak menundanya dulu...kalian masih muda.. "
"Aku sudah dua puluh lima tahun ma.. lagi pula mengapa menundanya. Bukankah salah satu tujuan pernikahan ingin mendapatkan keturunan.. "
"Mama masih belum rela kamu menikahi Melati, mama masih berharap mendapat menantu yang layak. Kamu anak laki laki mama satu satunya.. masa hanya mendapatkan istri seperti Melati. Jika ia hamil, akan sulit bagimu meninggalkan ia nanti "
"Ma.. ayo kita kedalam dan lebih baik mama diam.. jangan banyak omong"ucap Willy kesal
Mama Willy kesal karena dinasihati terus oleh anaknya.
"Kamu lihat sekarang Willy.. kamu bahkan membentak mama. Sekarang kamu jauh lebih mementingkan Melati dari ibu mu sendiri. "
Melati masih terus menangis..
"Bunda maafkan Melati yang tidak ada disaat terakhir bunda menghembuskan nafas. Mama memang benar, seandainya Melati nggak meninggal kan bunda sendirian dirumah.. pasti Melati dapat menolong bunda"
Setelah memandikan jenazah dan mengkafaninya, jenazah bunda dibawa ketempat peristirahatan terakhir.
Pelayat tidak begitu banyak yang mengantar bunda sampai ke pemakaman. Hanya teman teman serta tetangga terdekat saja.
Setelah jenazah bunda dikuburkan dan didoakan, para pelayat kembali ke rumah mereka masing masing. Yang tertinggal hanya Willy, Melati dan kedua mertuanya.
"Bunda... maafkan Melati. Mengapa bunda begitu cepatnya meninggalkan Melati. Belum sempat Melati membalas jasa bunda, tapi bunda sudah pergi.. Bunda.. "ucap Melati sambil terisak.
"Tahu jika belum sempat membalas jasa bundanya.. mengapa cepat menikah,bukannya mengurus orang tua dulu dan membantunya"gumam Mama Willy
Papa yang berdiri disamping maunya, menegur..
"Ma.. jaga ucapanmu, nanti Melati dengar. Kasihan.. ia sedang berduka. Bukannya menghibur tapi menyakiti hatinya"
"Kan aku cuma mengeluarkan pendapatku. Memang betulkan jika Melati itu tega meninggalkan orang tuanya sendiri hanya karena ingin cepat cepat menikah dengan Willy. Takut nanti Willy berpaling.. "
"Ma.. kamu harus menerima Melati, bagimanapun ia istrinya Willy. Itu memang sudah jodoh mereka "
"Tapi Pa.. aku masih belum bisa menerima Willy yang memilih Melati menjadi istrinya... Willy jauh lebih segalanya dari Melati, ia seharusnya mendapat wanita yang jauh lebih diatas Melati"
"Ma.. tapi Willy mencintai Melati, jadi hargai pilihan anakmu"
Setelah puas di pemakaman ibunya, Willy membawa Melati pulang ke rumah mereka.
"Mas.. boleh nggak kalau kita menginap dikediaman orang tuaku seminggu ini. Aku takut nanti ada teman bunda yang masih ingin melayat"
"Boleh.. aku antar kamu kerumah bunda, setelah itu aku kembali ke rumah kita mengambil pakaian"
"Pakaian buat kamu saja mas.. pakaian aku masih banyak di rumah bunda"
Seminggu sudah sejak meninggalnya bunda. Hari ini Willy memanggil para tetangga dan anak yatim untuk mendoakan kepergian bunda.
Ia sudah mengurus semuanya dari mencetak surat yasin bergambar bunda buat dibagikan pada para tetangga yang datang untuk memberi doa atas kepergian bunda.
Selama seminggu Willy selalu berada disampingku. Menghibur diriku. Aku merasa beruntung memiliki suami seperti Willy walau aku sadar jika mama Willy masih saja belum bisa menerima kehadiran aku.
Aku pernah mendengar cerita dari salah seorang sepupunya, jika Willy pernah dijodohkan dengan seorang wanita kaya.. tapi ia menolak dan lebih memilih diriku.
Aku merasa sangat dicintai, dan disayangi oleh Willy. Apa lagi sejak aku mengandung anaknya.
*******************
**Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini.
Mampir juga ya ke novel aku yang berjudul
ELEGI CINTA LANGIT DAN BUMI yang berkisah tentang...
Pelangi gadis yang hidup dipanti asuhan tanpa tahu siapa ibu bapaknya. Ia ditinggalkan di panti asuhan sejak berumur 3 hari. Setelah dewasa ia harus bekerja keras untuk membantu bunda pengurus panti mencari uang buat biaya hidup anak anak panti. Selain bekerja di kantor, malam harinya ia bekerja sebagai guru les. Disanalah ia mengenal Langit. Hingga suatu malam Langit mabuk dan memerkosa Pelangi.
Langit yang tak tahu Pelangi hamil pergi keluar negeri untuk meneruskan kuliahnya. Pelangi mencari tahu keberadaan Langit pada orang tuanya, tapi orang tuanya malah mengancamnya setelah tahu Pelangi hamil anaknya Langit, sehingga Pelangi harus pergi jauh untuk mempertahankan darah dagingnya. Sampai anaknya berusia lima tahun, Pelangi dan Langit bertemu kembali. Langit begitu heran melihat anak Pelangi yang begitu miripnya dengannya ketika kecil... bagaimana kisah selanjutnya.. apakah Pelangi dan Langit bisa bersatu**.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
LENY
TUH KAN MAMA NYA WILLY KETUS ANGKUH JULID GAK SETUJU SAMA MELATI. PADAHAL WILLY YG MAKSA MENIKAH. SALAH JG MELATI TERLALU CEPAT MENERIMA BELUM TAHU KEL WILLY GIMANA.
2025-03-18
0
Jasmine
thor aku ga ridho klu willy lbh bahagia dgn lani...buat lani tak bisa memberi keturunan...jika lani menjebak dgn mengatakan hamil buat dia keguguran frontal yg mengakibatkan cedera rahimnya dan harus akan diangkat tuk menyelamatkan nyawa lani
2023-01-06
1
ani nurhaeni
nikah tanpa restuuu emng nyeseekk
2021-12-26
0