Semua mata menuju Aurin yang mengenakan seragam SMA yang sudah jelek semua mata menatap nya dengan tatapan sinis bahkan saat Aurin lewat pun masih bisa mendengar cacian mereka.
Saat itu Nanda sedang duduk dengan temannya matanya terpesona dengan kecantikan Aurin yang natural bahkan tanpa riasan make up.
"Dia siapa.??" tanya Nanda menunjuk Aurin dari kejauhan sementara temanya itu melihat yang ditunjuk Nanda.
"Ohh dia itu anak dari PSK kalo gue saranin sih mending elo jangan suka sama dia banyak dari adik kelas kita yang memusuhinya dia itu dikelas tidak punya teman sama sekali." ucap Ical teman Nanda sementara Nanda matanya menatap Aurin.
Sudah seminggu Nanda selalu memperhatikan nya hatinya tak tega setiap kali Aurin menangis akibat perlakuan teman temanya dan saat itu Nanda melihat Aurin di siram pake air es karna ibunya menghancurkan keluarganya.
"Dasar anak ******* karna ibu mu mengoda Ayah ku sekarang mereka mau pisah karna ibu mu itu yang tak tau malu." ucap Sarah sambil menunjuk nunjuk muka Aurin semua orang memandangi Aurin dengan tatapan sinis.
"Kenapa diam oh saya tau elo juga kan gak tau Ayah elo yang mana karna saking banyak nya ibu elo melayani mereka jadi elo itu anak campuran dari berbagai pria hidung belang." ucap Sarah lagi tangan Aurin mengepal kuat dia sungguh sungguh tak tahan dengan hinaan ini sedari kecil.
"Berhenti menghina Ibu ku Sar, kamu gak tau dia melakukan itu." ucap Aurin dia cape terus diam dia sudah tak tahan.
Plak.
Tamparan itu mendarat dipipi Aurin mata Nanda melihat Aurin diujung bibir Aurin keluar darah mereka bahkan tega menyiramnya dengan es.
"Jangan pernah berbicara dengan mulut mu yang sama sekali tak bermanfaat untuk diucapkan." ucap Sarah lagi.
Saat Sarah ingin menyiramnya lagi tangan nya di tahan oleh Nanda semua mata menuju ke arah Nanda siswa terkeren dan terkaya disekolahannya.
"Berhenti menganggu nya." ucap Nanda menaroh gelas itu dimeja sementara Aurin menatap dengan tatapan tak percaya.
"Tapi Kak, dia itu telah menghancurkan keluarga ku." ucap Sarah masih tak terima.
"Sarah, aku minta maaf atas masalah dia." ucap Nanda lalu membawa Aurin dari kerumuhan orang itu.
Saat sudah sampai di belakang sekolah Nanda mengeluarkan sapu tangan nya dan membersihkan muka Aurin yang terkena es itu Aurin hanya diam tak bergerak baru kali ini ada orang yang menolong nya.
Setelah selesai Nanda menyerahkan sapu tangan itu ke Aurin sejak saat itu Nanda dan Aurin dekat menjadi teman dan akhirnya Nanda menyatakan rasa cintanya pada Aurin sementara Aurin menerimanya karna dia pria yang sudah melindunginya selama masa SMA itu banyak kenangan yang dia ukir indah dengan Nanda.
Sampai mereka lulus Nanda kuliah diuniversitas bagus Aurin bekerja di salah satu cafe dekat dengan kampus Nanda dia juga bekerja karna Nanda membantunya mencari pekerjaan sehingga dia bisa bekerja di cafe itu karna milik teman Nanda.
Sampai suatu ketika Ibunya Nanda mencium hubungan mereka Bu Mawar dengan berbagai cara memisahkan Aurin dia menghina Aurin terang terangan dicafe saat pengunjung sedang ramai.
Tapi Aurin selalu menahannya dia tidak menceritakan nya hal iti pada Nanda karna dia tidak mau kalo Nanda dan Ibunya berantem karna dirinya.
Sampai akhirnya cara terakhir Bu Mawar mengaku perusahan suaminya sedang hancur dia meminta Nanda menikah dengan Laura.
Sementara pikiran Nanda sangat kacau dia di ancam sama ibunya sendiri jika tidak mau menikah dengan Laura gadis kesayangan kamu akan mati dengan mengenaskan Nanda pun menerimanya dan memberitahu Aurin tentang hal perjodohan ini.
"Non, yang sabar yah." ucap Rara yang sedari tadi mendengarkan cerita Aurin kisah begitu pilu gak semua orang bisa bertahan dengan keadaan itu.
"Non sekarang sudah malem lebih baik kita pulang." ucap Rara yang baru menyadari suasana taman itu Aurin mengangguk lalu berdiri melangkah menuju mobil Raka sopir itu masih setia menunggunya.
Diperjalanan ke rumah Raka Aurin membaringkan kepalanya yang terasa pusing akibat tangisnya yang berlebihan sesampainya di rumah Raka semua penjaga dengan cepat membuka gerbang itu dengan cepat saat Aurin turun Raka sudah berdiri dengan muka marah matanya benar benar menakutkan.
Raka menarik tangan Aurin dia membawa Aurin ke dalam kamarnya dengan marah semua mata melihatnya termasuk Max dan Rara tapi mereka tak bisa menghentikan Raka yang sedang marah.
Sesampainya dikamar Raka mendorong Aurin hingga tubuhnya terbentur dinding.
"Jadi selama ini kau keluar hanya untuk berpelukan dengan laki laki lain." ucap Raka dengan tatapan menakutkan.
"Dengerin penjelasan aku dulu Tuan." ucap Aurin belum sempat Aurin melanjutkan dagu Aurin dipegang Raka dengan keras Aurin merintih sakit.
"Dasar wanita murah." ucap Raka kesal sementara mata Aurin sudah berkaca kaca dia merasa sakit karna perkataan Raka tadi.
"Atau jangan jangan Kau sudah tak perawan lagi." ucap Raka yang menatap Aurin dari atas sampai bawah sementara Aurin dia ketakutan.
"Tuan." belum sempat Aurin berbicara Raka menarik nya ke kasur dan mendorongnya dengan kencang dia pun menindihkan tubuhnya ke tubuh Aurin.
"Aku akan menikmati mu." mengelus pipi Aurin yang sudah mengeluarkan airmata dia mengeleng.
"Maaf Tuan." ucap Aurin dia sungguh sangat takut dengan keadaan ini tapi Raka tak menghentikan nya dia menarik baju Aurin dengan paksa sampai sobek memperlihatkan tubuhnya.
Mereka menghabiskan malam dengan rintihan dan desahan sementara Aurin dia merasa kotor dengan tubuhnya dia bahkan takut dengan Raka yang sedang tidur pulas disampingnya.
Aurin bangun tapi tangannya ditahan Raka mata Aurin masih menangis sementara Raka dia menatap Aurin tajam.
"Makasih untuk malam ini tapi belum selesai sampai disini." ucap Raka menarik Aurin kembali dia melakukannya lagi Aurin memberontak sekuat tenaga rasanya sakit sekali.
Sementara diluar kamar Rara dan Max ingin masuk tapi keduanya takut dengan Raka apa yang harus mereka lakukan agar bisa menolong Nona Aurin.
Pagi hari Rara dan Max masih berdiri di pintu kamar Raka dia begitu takut Aurin disiksa sampai mati sementara didalam kamar Raka masih terbaring tertidur karna lelah dari malam sampai dini hari mereka melakukan nya berulang kali.
Aurin melepaskan pelukan Raka benar benar seperti kotor seperti ini kah pekerjaan mu Ibu tangis Aurin keluar dia lalu menghapus nya dengan cepat.
Aurin bangun dia melihat dirinya di pantulan cermin kamar mandi rambut yang kusut baju berantakan serta kecupan di setiap tubuhnya dia merasakan sakit saat berjalan.
sementara Raka dia masih tidur dengan pulasnya tak memakai baju sehelai pun dia hanya di tutupi selimut.
Aurin mandi sambil menangis kenapa takdirnya begitu tega terhadap ku dia menumpahkan kesedihannya dengan merendam kepalanya penuh kedalam air.
Setelah selesai mandi Aurin keluar saat akan melewati Raka dia melihat Raka yang tertidur pulas di kasur nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Siti Homsatun
kasihan Aurin, benar" kamu ya Raka,,,, iiiih,,,
2021-10-14
0
Anni 21
padahal di dunia nyata mau ank psk ank germo pn gak ada lh sampi segitu nya orang2 memusuhi apalagi sampi menjauhi,, sungguh dunia nyata reall
2021-05-18
0
Suky Anjalina
aurin kenapa merasa kotor ...,Raka suamimu kan udah sah kan
2021-03-14
3