Sementara diruangan Raka sedang mempersiapkan rencana untuk membuat keluarga ANGNANDA PRASETYA hancur.
"Max." ucap Raka menatap tajam seketarisnya.
"Iyah Tuan." ucap Max tegas.
"Apa mereka sudah menemukan Markas besar nya.??" tanya Raka yang sedari tadi melihat Max menerima telvon dari anak buah nya.
"Mereka pindah Markas Tuan, tapi salah satu anak buah kita sudah berhasil masuk ke dalam Markasnya." ucap Max menyampaikan seperti di telvon.
"Bagus ingat sebelum ada aba aba dari ku jangan dulu bertindak." menatap Max tajam.
"Baik Tuan." ucap Max.
Raka berdiri dia akan pergi ke club biasa nya Max pun mengikuti dari belakang saat akan keluar Raka melihat Aurin sedang bersiap siap pergi dengan Rara sambil membawa keranjang belanjaan.
"Kalian mau kemana.??" ucap Raka menghentikan Langkah mereka berdua Rara dan Aurin pun kaget setengah mati dia hampir menjatuhkan keranjang belanjaan itu.
"Maaf Tuan saya mau membeli beberapa buah dan daging persediaan sudah habis." ucap Rara menjawab sopan sementara Aurin menunduk tidak berani menatap Raka.
"Max suruh pengawal membeli buah dan daging dan kalian berdua kalo keluar dari rumah ini saya pastikan kaki kalian tidak di tempatnya." ucap Raka menatap mereka berdua.
"Baik Tuan." ucap Raka lalu pergi meninggalkan kedua orang itu semua penjaga yang melihat Raka menunduk dengan hormat.
Max membuka kan pintu mobil nya Raka pun masuk Max masuk ke mobil lalu pergi meninggalkan ruma itu menuju bar yang biasa dia datangi.
Sesampainya disana Mamih Lola menyambut nya dengan hangat serta senyuman manisnya.
"Tuan silahkan." ucap Mamih Lola mempersilahkan Masuk ruangan Privatnya.
"Berikan aku wanita tercantik di club ini." ucap Raka Sambil mengambil minuman berwarna biru muda itu yang harga nya mehong.
Sementara Max masih berdiri di belakang Raka dengan aura menakutkan Seorang wanita cantik dan seksi datang dia langsung duduk dipangkuan Raka yang masih menikmati minuman itu.
"Tuan Selamat menikmati." ucap Mamih Lola keluar dari ruangan itu sementara Max masih berdiri teguh Dibelakang Raka.
"Max." ucap Raka dengan nada tegas.
"Kamu mau lihat aku livestreaming." ucap Raka mata nya tak jauh dari perempuan itu Max pun mengerti lalu keluar.
Dasar Tuan Raka wanita secantik Aurin di anggurin malah pergi dengan wanita cabe bosok begitu.
Sementara didalam Raka mengelus pipi wanita itu dengan lembut matanya menatap tajam.
"Kerjakan apa yang ku suruh dengan rapih." ucap Raka Perempuan itu mengangguk mengerti.
"Baik tuan." ucap perempuan itu yang bernama Lia.
"Max masuk." ucap Raka Max pun masuk dengan cepat melihat sekeliling ruangan Rapih.
"Tuan." ucap Max mengerti arti tatapan Raka yang menyuruh jangan bicara disini.
"Baik." ucap Max lalu berdiri dibelakang Raka dengan tegak sementara Lia menatap Max lucu seperti tidak takut dengan Max.
Raka dan Max pulang dua dini hari Raka masuk kekamar nya sementara Max dia pergi menuju Kamarnya.
Pagi pun datang dengan sinar yang menyilaukan mata tapi enak di lihat Raka mengeliat mengumpulkan Nyawa nya yang masih setengah perjalanan di alam mimpi.
Dia bangun dari tidurnya menuju kamar mandi lalu berendam air hangat rasanya benar benar mantap.
Sementara Aurin dia sudah bangun dari subuh membersihkan Rumah itu dengan pelayan lainya sementara penjaga laki laki menatap Aurin dengan mata terpesona.
"Lihat dia cantik banget." ucap penjaga yang melihat Aurin sedang membersihkan taman dengan sapu lidi sementara di belakang Raka sudah berdiri dengan boxser serta baju hitam polosnya yang besar.
Matanya menatap tajam kedua pejaga itu lalu melangkah menuju kedua orang itu dengan tatapan mematikan.
"Mau mata kalian di cukil melihat Istri bos kalian." ucap Raka dengan tatapan tajam sementara penjaga itu meminta maaf lalu pergi dari situ.
Raka pun melangkah menuju Aurin yang masih membersihkan Dedaunan yang jatuh itu.
"Kamu sedang berusaha mengoda pejaga laki laki." ucap Raka menatap Aurin tajam.
"Maaf Tuan, saya sama sekali tidak menggoda nya." ucap Aurin menunduk Raka pun maju semakin dekat dengan Aurin parfum tercium dari hidung Aurin bertanda dia baru mandi.
Mencengkram dagu Aurin hingga menatap mata Raka yang tak bersahabat namun indah untuk dilihat.
"Kamu itu hanya perempuan murah jadi jangan pernah mencoba menggoda para pria disini." ucap Raka lalu melepaskan cengkraman nya karna melihat air mata Aurin terjatuh.
"Maaf Tuan." ucap Aurin menunduk lalu berniat ingin pergi dari situ tapi tangan nya ditahan Raka.
"Ingat jangan pernah muncul didepan muka ku, karna aku tal sudi melihat muka mu yang sok polos sama seperti pacar mu." ucap Raka lalu melepaskan tangan Aurin dengan kasar sementara Aurin menatap Raka yang menjauh darinya.
"Hahahaha perempuan sok polos." ucap Gina pelayan rumah belakang yang melihat Aurin di katai oleh Raka sementara Aurin menatap penuh amarah dia pun pergi dari situ dengan sedih.
Sesampainya di kamar Aurin terdiam menatap dirinya di cermin melihat pantulan dirinya senyum nya terukir di bibir mungil nya.
"Hah sok polos.??" ucap Aurin lalu berdiri dia rebahan di kasurnya yang super sempit tapi cukup untuk dirinya.
"Aurin." ucap Rara yang mengetuk kamarnya hati hati semenjak curhatan itu Rara menurut dia tidak akan memanggilnya dengan sebutan Nona, Aurin pun bangun dari tiduran membuka kan pintu itu.
"Makan ini yuh." ucap Rara sembari menunjukan makanan yang dia bawa Aurin pun tersenyum lalu mengangguk.
"Di taman belakang yu." ucap nya lagi lalu menarik tangan Aurin dia pun mengikuti Rara sesampainya disana mereka duduk di kursi taman itu.
Rara menaruh makanan nya di meja itu yang dibuat dari batu asli sementara Aurin melihatnya sambil tersenyum.
"Rara kamu kesini tuh pekerjaan kamu udah selesai belum.??" tanya Aurin sambil memakan bakso mercon nya.
"Udah dong nie buktinya aku keluar buat beli nie bakso." ucap Rara sambil tersenyum.
"Ohh." ucap Aurin mangut mangut sambil mengunyah bakso mercon itu.
"Kalian makan apa." ucap Raka yang melihat mereka sedari tadi asik mengobrol.
mereka pun kaget langsung reflek berdiri dan menunduk.
Dasar laki laki jailakung.!!!
Gerutu mereka samaan didalam hati seakan bisa bicara telepati.
"Saya bilang kalian makan apa." ucap Raka yang tak suka omongan nya diabaikan.
"Ini Tuan, bakso mercon yang super pedes." ucap Rara menjawab dengan lidah gemetar karna pedas belum minum tadi sementara Aurin masih mengunyah bakso nya yang tadi baru dimasukkan dimulutnya.
Raka pun melihat Aurin yang masih mengunyah tiba tiba tersenyum dengan muka menunduk.
Dasar perempuan doyan makan bakso.
"Lanjutkan." ucap Raka lalu pergi dari situ dengan santai sementara Aurin dan Rara mengembuskan nafas dengan kasar.
"Dasar jailangkung." ucap mereka lalu menatap Aurin begitu pun dengan Aurin yang menatap Rara lalu tawa mereka pun mengelegar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Lina Maulina Bintang Libra
😁😁😁😁 datang ga d undang y
2022-11-22
0
Lina Maulina Bintang Libra
CK ternyata ska celap celup
2022-11-22
0
Amin Tohari
kak hati hati lain kali menyematkan kata atau nama
2022-02-19
0