Setelah selesai sarapan Raka mengobrol dengan Bu Lastri serius dia ingin meminta Aurin tinggal dengan nya sementara Bu Lastri menjaga rumah ini.
Bu Lastri pun mengerti dan mengangguk dia tersenyum habis makan ini Raka akan membawa Aurin.
Saat itu Aurin sedang duduk ditaman belakang sambil menyirami tanaman yang begitu tumbuh subur Aurin tersenyum melihat tanaman itu Raka menghampiri dari belakang dan memeluk Aurin dia pun mencium kening Aurin.
"Tuan." ucap Aurin kaget.
Raka mempererat pelukannya Aurin membiarkan nya.
"Sekarang sudah waktunya kita pergi." ucap Raka.
"Maksudnya Tuan." ucap Aurin tak mengerti akan ucapan Raka.
Belum sempat Aurin melepaskannya Raka membalikan badan Aurin dan Mencium bibir Aurin lembut dia pun sambil mempererat pelukannya.
Dari kejauhan Max melihat nya dia langsung menutup matanya itu tidak baik untuk dilihat dan langsung pergi dari situ sambil tersenyum.
Tangan Aurin berusaha melepaskan pelukan Raka yang sedari tadi tak berhenti menyium nya.
"Tuan." ucap Aurin dia berhasil melepaskan diri dari Raka.
"Kau selamanya milik ku." ucap Raka menarik tangan Aurin dan pergi dari situ sementara Max mengikuti di belakang.
Sesampainya di rumah Raka dia membawa Aurin ke kamar saat sudah dikamar Raka melanjutkan aksinya.
"Tuan, lepas." ucap Aurin merasa risih dari luar kamar Raka Max berdiri dia mengetuk pintu Raka menghentikan aksinya.
Siapa pun diluar aku berterima kasih.!! Aurin.
Aurin pun membenarkan baju nya sementara Raka dia menatap kesal lalu melangkah menuju pintu itu dia pun membuka pintu itu dengan emosi.
"Kau." ucap Raka menatap tajam Max saat itu Max langsung membisikan sesuatu Raka langsung menuju menutup pintunya dan keluar dengan Max.
Aurin menatap kepergian Raka dia pun melihat wajah marah Raka yang tak biasanya.
Ada apa dengan nya.??? Aurin.
Sudah seminggu Raka dan Max tak pulang ke rumah Aurin begitu penasaran sebenarnya ada apa dengan mereka saat Aurin melamun suara tembakan dari luar mengangetkan nya dia pun berlari menuju kamar Rara para pelayan keluar dengan ketakutan.
"Rara, ada apa.??" ucap Aurin dia sungguh takut.
"Nona, lebih baik kita pergi dari dari sini sebelum mereka membunuh kita." ucap Rara yang sudah paham kondisinya.
Belum sempat Aurin menjawab pintu di dobrak dengan sangat keras mata Aurin melihatnya dia pun sungguh sangat ketakutan.
"Non, ayo." Rara menarik tangan Aurin sementara Aurin mengikuti tarikan Rara dia pun keluar dari rumah itu menuju jalan pintas.
"Bawah wanita itu." ucap salah satu pemimpin nya mereka mengejar Rara dan Aurin.
Tiga pria itu menghadang mereka dengan cepat Rara memukul mereka baru berapa menit mereka berkelahi tumbang sementara Aurin kaget dia benar benar tak menyangka Rara bisa beladiri.
Saat akan menarik Aurin Rara ditembak dia terjatuh Aurin memeluk nya dengan tangis dia menangis disamping Rara.
"Rara, bangun." ucap Aurin sambil menangis mata Rara menutup dia pingsan kini semua Pria itu menghampiri Aurin saat sudah dekat dengan Aurin mereka tertawa.
"Hahahaha." tawa pemimpin itu dengan keras sementara Aurin sungguh takut dia sangat merindukan kehadiran Raka disisinya.
Hah bukan kah dia pria yang ada diruangan Raka.?? Aurin.
Mata Aurin terfokus menatap pria itu dia benar benar mengenali pria yang berdiri di depanya.
"Hey wanita cantik." ucap Pria itu menakutkan kini Aurin begitu takut dia menangis.
"Bawah perempuan itu kekamar aku akan bersenang senang dengan nya." ucap Pria itu kedua pengawal itu menyeret Aurin sementara Aurin memberontak dia menangis.
Raka kamu dimana.?? Aurin.
"Lepas." ucap Aurin memberontak.
Karna Aurin tak menurut Pria itu mendekatkan ke Aurin dia pun tersenyum sambil melihat body Aurin.
"Baik kalo kamu tidak sabaran kita akan melakukan nya disini." ucap Pria itu ingin membuka paksa baju Aurin.
Tiba tiba tangan nya tertembak Aurin begitu kaget dia melihat Raka berdiri dengan santai sambil tersenyum pria itu menatap nya kesal.
"Alex, kamu masuk perangkap ku." ucap Raka sementara lelaki yang dipanggil Alex bingung dia tak mengerti arti ucapan Raka.
"Kau menyuruh orang yang salah." ucap Raka menatap salah satu anak buah Alex dia pun melepaskan tangan nya dari Aurin.
"Kau." ucap Alex dia pun mengambil pisau nya dan menuju Raka sementara Raka meladeni dengan santai.
Perkelahian pun terjadi cukup lama sementara Aurin dia cemas takut Raka kenapa kenapa sementara Max dia membawa Rara untuk diobati setelah selesai dia pun kembali menuju Raka disana Raka berantem dengan Alex.
Alex pun jatuh tubuhnya sudah kacau tak terbentuk lagi karna tinjuan Raka sementara Aurin menatap Raka takut saat Raka menyuruh anak buah nya mengelupaskan kulit Alex dan membakarnya hidup hidup.
Raka melangkah mendekati Aurin tapi Aurin bergerak mundur ke belakang takut dengan Raka dia benar benar takut.
"Stop." ucap Aurin menyuruh Raka tak lagi melangkah.
"Kau seorang Mafia." ucap Aurin dia menatap Raka tajam dari baju Raka terdapat banyak bercak darah entah itu darah manusia atau hewan.
"Yah." ucap Raka tegas kini Aurin merasa takut dengan Raka baru kali ini dia bersama dengan seorang pembunuh yang menakutkan.
Aurin melangkah mundur saat itu ke penjaga Raka langsung menahan Aurin supaya tak pergi dari situ kini Raka maju kedepan dia mendekat ke Aurin.
"Kau hanya perantara nya." ucap Raka tersenyum menakutkan saat itu dua orang membawa Nanda dari belakang babak belur Aurin menatap Nanda.
"Sebenarnya ada apa ini aku tak mengerti dengan semua ini." ucap Aurin menatap tajam Raka.
"Kau hanya mainan ku." ucap Raka matanya menatap Aurin mengejek.
Raka pun menceritakan dia pergi selama seminggu ini dia menyelediki anak buah nya yang sudah melakukan korupsi dan itu adalah Alex yang bekerja sama dengan Nanda.
"Max, bawah perempuan itu kekamar." ucap Raka menunjuk Aurin yang terdiam.
Max membawa nya Aurin mengikuti langkah nya Max dia masih syok dengan kejadian tadi saat sudah di kamar Max keluar menyelesaikan masalah itu.
Sementara Raka masuk ke kamar dia pun langsung memeluk Aurin erat kini Aurin bingung dengan sikap Raka tadi dia menunjukan kebencian sekarang dia.
"Maafin aku yang datang terlambat." ucap Raka mengelus Rambut Aurin.
"Kenapa kamu berbeda." ucap Aurin melepas pelukan Raka.
"Masih banyak penghianat di rumah ini jadi ikuti semua rencana ku dengan baik dan rapih." ucap Raka memegang wajah Aurin lembut dia menatap Aurin.
"Tunggu aku membersihkan penghianat itu sampai tuntas." ucap Raka lalu melangkah keluar sementara Aurin mengangguk mengerti dia pun melihat Raka menutup pintu kamar itu.
"Tuan, ternyata Gina yang jadi perantara atas masalah ini." ucap Max Raka mendengarkan.
"Sekarang Gina sudah ada dibawah tanah dia sudah tertangkap waktu akan kabur." ucap Max.
"Buat dia menderita di dalam penjara itu dan jangan kasih dia makan." ucap Raka tegas.
Max pun mengangguk mngerti dan pergi dari situ sementara Raka dia memikirkan rencana yang bagus untuk menyiksa wanita sialan itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Lhady Uriyama
apa sih blm ngerti ceritanya sampai di sini
2022-08-04
0
Novianti Ratnasari
aku ko jd lieur kieu.ini cerita nya gmn.tapi masih menyimak dlu smpai paham.
2021-07-05
0
Drupadi
kok bingung z q bacany
2021-04-16
1