Belum sempat perempuan itu ngomong dia di tampar oleh Nanda hingga terjatuh mengeluarkan darah segar disudut bibirnya.
"Lancang sekali kau menampar orang yang aku cintai." ucap Nanda dia lalu ingin membangunkan Aurin tapi tangan nya dicegah oleh Ibunya.
Saat itu Raka langsung membangunkan Aurin dia menatap cewek itu dengan tajam.
Aku akan menunggu waktu kamu dipermalukan oleh ibu mu sendiri Nanda.
Plak.
Tamparan keras dipipi Nanda dia reflek memegang pipinya sementara mata Ibunya memandang nya dengan marah.
"Dia Istri mu, sementara perempuan itu hanya seorang anak dari PSK." ucap Ibunya Nanda marah.
"BERHENTI MENGHINA ISTRI KU." ucap Raka dengan suara meninggi matanya tajam menatap wanita tua itu dia melangkah mendekati Bu Mawar dengan tangan mengepal.
"Aku peringatkan kalian untuk sopan terhadap Istri ku, jika masih ada yang bersikap kurang ajar terhadapnya saya tidak akan tinggal diam dan saya pastikan kalian akan bangkrut dalam waktu dekat." ucap Raka lalu menarik tangan Aurin keluar dari acara itu.
"HEY GELANDANGAN SAYA TIDAK TAKUT SAMA ANCAMAN KAMU." ucap Bu Mawar berteriak kencang.
Raka pun membalik tubuhnya lalu mengisyaratkan kepada Max yang ada dibelakang Bu Mawar.
Derr.
Bu Mawar terjatuh dengan peluru di punggung nya Nanda langsung memeluk ibunya dia ingin bangun mengajar Raka.
"Itu hukuman buat orang yang sudah membunuh mertua ku." ucap Raka dengan sinis.
Mertua.?? jadi ibu meninggal karna Bu Mawar.
"Jangan bicara sembarangan." ucap Nanda lalu meninju Raka tapi Raka berhasil menepis dengan santai lalu kembali memukul Nanda sampai tersungkur jatuh.
"Sudah hentikan." ucap Aurin menengahi Raka dan Nanda air matanya terjatuh bener bener sangat kaget yang diucapkan Raka tadi.
"Aurin." ucap Nanda dia tidak tahan dengan air mata Aurin.
"Nanda bawa Ibu kamu ke rumah sakit aku tidak mau dia mati karna ulah Suami ku." ucap Aurin sambil mengapus air matanya.
Suami.!!!
Senyum Raka mengembang karna ucapan Aurin tadi lalu Aurin menarik tangan Raka menuju keluar dari ruangan itu.
"Kamu kenapa sampe menembak nya." ucap Aurin dengan sedikit penekanan.
"Dia telah membunuh Ibu mu." ucap Raka dengan mata nya menatap tajam Aurin.
"Aku gak percaya itu." ucap Aurin suaranya bergetar berusaha tidak mengeluarkan air mata.
"Seterah kau mau percaya atau tidak." ucap Raka meninggalkan Aurin yang masih terdiam berfikir.
"Nona, ayo." ucap Max yang membuyarkan lamunan Aurin lalu melangkah pergi dari situ.
Saat didalam mobil Aurin terdiam begitu dengan dua orang itu terdiam dengan pikiran nya masing masing.
Sesampainya dirumah Raka, Raka turun duluan sebelum Max membukakan pintu mobil lalu menutup pintu mobil dengan kencang raut muka Raka begitu menakutkan untuk dilihat sementara Aurin melihat dari dalam jendela mobil.
Ada apa dengan Raka.?? Bukan kah yang seharus nya marah adalah aku.
Max membukakan pintu mobil Aurin turun.
"Kenapa dengan Tuan Raka." tanya Aurin sementara Max mengeleng tanda tidak tau.
Saat Aurin memasuki kamar nya Raka lagi duduk di sofa nya dengan tatapan tajam.
"Keluar dari kamar ini sekarang kamu hanya pembantu dirumah ini." ucap Raka dengan keras Aurin pun terdiam matanya menatap Raka.
Raka pun berdiri lalu menarik tangan Aurin dengan keras membawa Aurin ke kamar pembantu lalu mendorong nya didepan pintu itu.
"Sekarang tugas kamu cukup melayani kebutuhan ku, dan ingat selama kamu disini kamu dilarang memasuki kamar ku." ucap Raka lalu melangkah pergi semua pelayan disitu melihatnya ada tatapan kasian ada juga tatapan sinis.
"Nona." ucap pelayan wanita itu tak lain Rara wanita yang biasa melayaninya.
"Jangan panggil aku dengan sebutan Nona , aku hanya seorang pelayan." ucap Aurin lalu bangun sementara hatinya benar benar sakit.
Semarah itu kah.
Lalu masuk kekamar itu sementara Rara mengikuti nya dari belakang sementara pelayan lainya pergi menyelesaikan tugas nya masing masing.
Dua pelayan itu menatap Aurin dengan sinis lalu pergi dengan berbicara seenaknya tentang Aurin.
"Lihat sis kalo udah gak butuh dibuang kayak sampah macam dia." ucap Gina pelayan rumah belakang itu dia ketua pelayan rumah belakang sementara temannya tersenyum sinis.
"Iyah begitu lah wanita murahan seperti dia pantes di jadikan pelayan." ucap siska.
Didalam kamar Aurin duduk terdiam dia benar benar merindukan ibunya kenapa takdir begitu tega mempermainkan ku begini.
"Non." tepukan bahu membuyarkan lamunan Aurin.
"Rara." ucap Aurin memeluk Rara dia menangis di pelukan Rara dia ingin mecurahkan isi hatinya.
"Sabar Non, mungkin ini sudah ditulis jalan cerita nya." ucap Rara sambil mengelus rambut Aurin lembut.
"Sekarang Aurin gak punya siapa siapa lagi Ibu yang selalu menguatkan Aurin sekarang sudah pergi dari Aurin." tangis pun keluar dari bibir mungil Aurin.
"Kenapa takdir Aurin seperti Ra." ucap Aurin seperti tidak terima kenyataan.
"Semua orang menghina Ibu Aurin, karna dia seorang ******* tapi mereka tidak pernah berfikir gimana perasaan Ibu Aurin yang di paksa melayani Ratusan pria hidung belang." ucap Aurin sambil menangis.
Sementara diruangan rumah sakit Bu Mawar sudah melewati masa koma nya
Nanda duduk disamping Bu Mawar sementara Istrinya disampingnya.
"Ibu mau kamu balas dendam dengan Anak sialan itu." ucap Bu Mawar berapi api sementara Nanda hanya diam memandangi Ibunya.
"Bu, apa benar yang dikatakan Raka, Ibu membunuh Bu Lastri." ucap Nanda dengan nada bergetar sementara Bu Mawar tidak menjawab.
"Kamu percaya dengan cerita mulut preman itu." ucap Wanita itu tak lain istrinya sendiri.
Nanda menatap wanita itu tajam seakan ingin merobek mulutnya karna dia Aurin di tampar.
"Jangan bicara dengan Ku, aku tak sudi berbicara dengan mu." ucap Nanda mata nya menatap tajam Istrinya.
"Ibu mu terbaring di sini kalian masih bisa berdebat." ucap Lelaki yang baru masuk dari ruangan itu.
"Ayah." ucap Nanda berdiri lelaki itu melangkah menuju Bu Mawar mata nya fokus menatap Istrinya.
"Sekarang kalian boleh pergi biar Ayah yang jaga." ucap Ayah nya Andra.
"Tapi Ayah." belum sempat Andra menjawab tangan nya di tarik oleh istrinya.
Mereka pun keluar dari ruangan itu saat sudah jauh dari ruangan itu Nanda melepaskan genggaman tangan Wanita itu.
"Dengar baik baik aku tak sudi melihat mu di samping ku dan ingat jangan pernah menganggap ku mencintai mu itu tidak akan pernah." ucap Nanda tajam dan langsung pergi meninggalkan istrinya yang menatapnya tajam.
"Hey setidaknya anterin aku pulang." teriak wanita itu dengan emosi lalu menyetop taksi yang lewat didepannya.
Awas kau lelaki sialan.!! aku akan buat keluarga mu hancur.
Sambil meremas tisu yang dipegang nya dan membuang nya kesembarang tempat didalam taksi itu pun melaju meninggalkan rumah sakit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Lasmi Kasman
Penasaran
2022-01-19
0
Tina Susmaeni
Bingung bacanya gak ada titik koma ya
2021-12-23
0
Siti Homsatun
rumit sekali sih jln ceritanya..
2021-10-10
0