Malam hari di rumah penuh Rahasia itu Raka Aurin serta Ibunya sedang asikk menonton pertandingan Bola mata mereka fokus menatap layar televisi itu.
Karna Lampu belakang di matikan sengaja supaya lebih fokus melihat televisi seperti di bioskop tiba tiba tangan Raka menempel pada paha Aurin karna reflek Aurin pun mengeser tubuhnya mendekat ke Ibunya.
Dasar bandot.!!! Aurin.
Tiba tiba Raka membaringkan kepalanya di pangkuan Aurin dia sambil pura pura tidur sementara Ibunya menatap senyum melihat kelakuan dua pasangan muda ini.
Ting tong.
Suara bel dari luar mengangetkan mereka bertiga Raka pun menyuruh mereka jangan keluar biar dia saja mengecek saat membuka pintu Max membawa daging Ayam Banyak sekali.
"Max." ucap Raka kaget sementara Max tersenyum menatap Raka baik baik saja tak terluka sedikit pun.
"Ayo mulai pesta nya." suara dari dalam mengangetkan dua pria itu Raka pun menyadari ada yang tak beres.
"Kau yang menelvon Max." ucap Raka tak percaya Aurin mengambil ponselnya.
Sementara Aurin tersenyum dari dalam Bu Lastri keluar dia melihat Max membawa ayam banyak untuk apa.
"Kalian mau pesta.??" tanya Bu Lastri menatap Raka Max dan Aurin bergantian kemudian mereka mengeleng setelahnya mengangguk seperti robot.
"Ohh Bu, Raka ingin makan ayam dia ingin sekali apa lagi bagian yang empuk nya dia suka banget jadi dia menyuruh sekretaris nya membeli ayam." ucap Aurin sedikit menahan tawanya.
"Yaudah Ibu siapkan Panggang ayam dulu yah." ucap Bu Lastri.
"Bu, aku dan Max yang nyiapin api Ibu dan Aurin membersihkan Daging empuk itu." ucap Raka menunjuk daging ayam tapi matanya fokus ke dada Aurin kini Aurin menatap Raka sebal.
Dasar muka tebal.!!! Aurin.
Bu Lastri mengangguk lalu menyuruh Aurin membawa ayam itu saat Aurin melangkah melewati Raka mata Raka masih fokus di dada Aurin.
Dasar mata keranjang.!!! Aurin.
Semuanya sudah siap dari ayam api serta orang orang disitu sudah pada kumpul hanya berempat tapi mereka melakukannya sambil tertawa.
Raka sangat senang karna rumah ini sudah tak sunyi lagi dulu saat Raka ulang tahun dia menghabiskan nya dengan minum minuman keras sampai tak sadar karna rumah ini sangat penting bagi Raka.
Mereka pun makan dengan diiringi tawa saat itu Aurin melihat Raka begitu pun juga dengan Raka dia melihat Aurin mata mereka beradu.
Makasih sudah memberi warna dalam hidup ku.!!! Raka.
Aurin pun membalikan wajah nya memandang yang lain saat itu senyum Aurin terukir dia menunduk.
Hari semakin malam semua orang sudah tidur tapi tidak dengan ke empat orang yang sedang berpesta.
"Kalian tidak ngantuk." ucap Bu Lastri yang dari tadi menguap Aurin pun melihat Ibunya.
"Bu, ayo tidur Aurin juga ngantuk." ucap Aurin sudah berdiri tapi tangan nya ditahan Raka.
"Bu, Aurin tidur sama saya." ucap Raka menarik tangan Aurin Bu Lastri tersenyum sementara Max memandang dirinya sendiri.
Tuan aku tidur di mana.??? Max.
"Tuan, anda sebaiknya tidur di kamar sebelah saya." ucap Bu Lastri Max pun mengangguk dia lalu berdiri dan melangkah menuju kamar disamping Bu Lastri.
Saat sampai di kamar Raka membaringkan dirinya sementara Aurin dia memandang Raka bagaimana bisa dia santai begitu.
"Kamu mau tidur sambil berdiri.??" ucap Raka yang melihat Aurin tak ikut berbaring.
"Tuan, lebih baik saya tidur dengan Ibu saya." sudah melangkah pergi.
"Ohh yaudah nanti aku suruh Ibu mu kerja lagi di club malam." ucap Raka sedikit mengancam tak berfikir panjang lagi Aurin berlari menuju Raka dan tidur disamping Raka.
Saat sudah berbaring Raka langsung memeluk Aurin erat dia pun memejamkan matanya merasa nyaman disamping Aurin sementara Aurin dia berusaha bersikap tenang.
Pagi Hari saat Raka bangun Aurin tak ada dikamar nya dia memanggil manggil Aurin tapi tak ada sahutan karna kesal Raka bangun dari tidurnya.
Saat membuka pintu kamar bau masakan yang sangat harum Raka langsung menunju dapur disana Aurin sudah memasak nasi goreng dan ayam goreng dia sedang membuat teh hangat Raka yang melihat langsung tersenyum dia pun duduk di meja itu lalu melihat Aurin yang tak tau kehadirannya.
"Astaga." ucap Aurin kaget saat menaruh teh hangat dimeja makan.
Raka hanya tersenyum melihat wajah kaget Aurin sekarang Aurin langsung meletakan teh hangat nya dimeja dekat Raka.
"Kamu bangun jam berapa.??" tanya Raka sambil mengambil teh hangat itu dan meminumnya.
Asal kamu tahu Baginda Raja aku gak bisa tidur karna suara ngorok mu itu.!!! Aurin.
"Jam Lima Tuan." ucap Aurin mengambil piring buat Raka dan menuangkan nasi goreng nya ke Raka.
Setelah selesai dia ingin pergi tapi tangan nya ditahan Raka..
"Kamu mau kemana." ucap Raka yang hendak melihat Aurin mau pergi.
"membangunkan Ibu dan Max." ucap Aurin kini mata Raka tajam.
Apa tadi dia bilang membangun kan Max.!!! Raka.
"Biar aku saja kamu duduk." ucap Raka berdiri kini Aurin yang bingung sendiri dia kenapa sih.
Raka pun melangkah pergi menuju kamar Max yang berdekatan dengan Ibunya Aurin Raka langsung masuk tidak mengetuk pintu dulu disana Max sedang tidur tengkurap.
Dasar sekretaris tidak tau diri Tuannya sudah bangun dia masih enak tidur. Raka.
Raka langsung mengambil gelas yang ada di samping tempat tidur dan menyiram nya sedikit ke muka Max dia pun kaget dan langsung berdiri.
"Tuan." ucap Max menyadari Tuan nya berdiri didepan nya dengan muka marah.
"Jam segini kau baru bangun." ucap Raka.
"Maaf Tuan." ucap Max menunduk dia tak berani menatap Raka karna semalam kemarin dia tidak bisa tidur.
"Cuci muka mu dan ke dapur kita sarapan bareng inget jangan makan banyak banyak." ucap Raka lalu pergi kini Max menarik nafas lega.
Ehh apa tadi dia bilang ngajak sarapan bareng ahhh Tuan cute deh.!! Max.
Saat Raka ingin ke Kamar Ibunya ingin mengetuk Bu Lastri membuka pintunya dia kaget saat Raka didepan pintunya.
"Nak Raka." ucap Bu Lastri.
"Bu, saya disuruh Aurin membangunkan Ibu kita sarapan bareng." ucap Raka sesopan mungkin Bu Lastri pun mengerti dia melangkah menuju meja makan.
Saat di sana sudah ada Max dan Surin sedang duduk menunggu Raka dan Bu Lastri mata elang Raka menatap Max.
Dia cepat banget sih kesini berduaan lagi.?? Raka.
Mereka makan dengan keadaan sepi Raka mengambil nasi goreng dengan porsi banyak dan mengambil ayam sampai memenuhi piring nya sementara yang lain melihat sambil mengeleng.
"Tuan, apa tidak kebanyakan.??" ucap Max yang tak dapat daging ayam sama sekali.
"Kamu mau saya penggal." ucap Raka tajam Max pun diam dia memakan nasi sama kerupuk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Siti Homsatun
ya ampun Rakaaaa,,kasian Mex gak kebagian Ayam goreng ,,sabar Mex..
2021-10-14
0
Stevani febri
dasar tuan tsundare
2021-06-24
0
sinti123
kasian max tidak dapat daging ayam gara-gara Raka ya ampun dah....
2021-05-18
0