Bab. 16 Terima kasih Yogyakarta (1)

selamat menikmati💕💕💕

Tak terasa sudah 10 bulan Syaza menjadi sekretaris Raka, hubungan mereka sedikit ada kemajuan karena campur tangan kedua orang tua mereka.

Syaza sering dijemput oleh mama Lina untuk sekedar jalan-jalan dengan Lala pada hari libur kerja. Hanya saja untuk jalan dengan Raka, Syaza masih selalu mencari alasan kecuali jika keperluan kantor, biar bagaimana pun sikap profesionalisme mereka selalu utamakan

Hari ini dikantor Mandiri Coorporate tepatnya diruangan direktur nampak ketegangan terlihat dari wajah sang direktur setelah menerima telpon dari orang kepercayaannya

"Sya,,,,masuk ke ruangan ku sekarang ". kata Raka dengan nada masih emosi

"Ada yang bisa saya lakukan, pak???" tanya Syaza setelah masuk ke ruangan Raka

"Siapkan semua berkas kantor cabang kita di Yogya, kita berangkat jam 11 ". jawab Raka

"Saya harus pulang dulu, pak,,,,mengambil baju dan perlengkapan lainnya ". kata Syaza

"Gak perlu, Sya,,,,nanti di sana kita beli semua kebutuhanmu, sekarang yang terpenting berkas-berkas kamu siapkan. Beritahu padaku jika semua sudah siap ". balas Raka tak mau dibantah .

"Baik pak,,," kata Syaza mengalah

Kemudian Syaza kembali ke meja kerjanya menyiapkan berkas sesuai perintah bossnya. Sementara Syaza sibuk mengatur berkas yang akan dibawa, Jery nampak sedang berjalan ke ruangan direktur

"Lagi sibuk Bu Syaza???" tanya Jery melihat Syaza sedang memilih berkas.

"Oh iya pak Jery, silahkan pak Jery langsung aja masuk,,," jawab Syaza tanpa menoleh ke arah Jery.

"Ok, terima kasih Bu Syaza,,,".kata Jery kemudian masuk ke ruangan Raka

"Ngapain sih, loe singgah ngobrol gak penting,,,". kata Raka setelah Jery masuk ke ruangannya

"Namanya juga PDKT boss, lagian Bu Syaza juga gak masalah, tuh ". balas Jery asal

"Jam 11 aku dengan Syaza ke Yogya, aku titip kantor untuk beberapa hari kedepan ". kata Raka

"Tunggu dulu, sejak kapan boss pergi tanpa asisten pribadinya??? biasanya juga kita pergi bertiga ". balas Jery dengan tatapan menyelidik

"Otak loe tuh dibenerin,,,,kalo loe juga ikut, siapa yang akan menghandle rapat besok??? kalo ngomong suka asal nyablak " kata Raka mengomel

Jery yang mendengar penjelasan bos sekaligus sahabatnya hanya bisa cengar_cengir memperlihatkan deretan giginya yang rapi.

"Tapi bos gak ada rasa kan sama Bu Syaza???" tanya Jery

"Emang apa urusannya sama loe???" jawab Raka kesal

"Jangan bersaing denganku bos, pastinya aku kalah banyak ". kata Jery dengan tatapan yang sengaja disayu_sayukan

"Kalo iya, kan sah_sah aja, toh aku juga butuh istri,,," balas Raka sambil merapikan meja kerjanya.

Setelah merapikan mejanya kemudian Raka berjalan keluar ruangannya diikuti oleh Jery.

"Berkas semua sudah siap???" tanya Raka pada Syaza

"Sudah siap semua, pak ". jawab Syaza

"Kalo gitu, yuk kita berangkat ". kata Raka " jaga kantor yang bener,,,,"lanjut Raka pada Jery

"Bu Syaza,,,jaga selalu hatimu.". kata Jery tak mengindahkan perkataan Raka.

Syaza hanya tersenyum menghadapi kekonyolan Jery,,,Yaaa menurut Syaza,.perkataan Jery hanyalah sebuah kekonyolan belaka, berbeda dengan Raka yang menganggap perkataan Jery adalah suatu keseriusan.

Tiba diparkiran, kemudian mereka diantar oleh pak Agus ke bandara. Syaza yang tidak siap berangkat secara dadakan menjadi gelisah.

Tak butuh waktu lama untuk tiba di bandara karena memang letak kantor dan bandara tidaklah terlalu jauh.

"Pak, saya belanja perlengkapan dulu sebentar ". kata Syaza

"Gak usah ,Sya,,,nanti aja tiba di Yogya kita langsung belanja baru ke hotel istirahat ". balas Raka

"Astaga pak,,,saya harus telpon mama dan papa dulu ". kata Syaza menepuk jidatnya

"Gak perlu, Sya,,,,aku udah ijin mereka tadi dikantor, mana mungkin aku bawa anak gadis orang tanpa ijin ". balas Raka

Syaza hanya mendengus mendengar perkataan Raka yang dibalas dengan senyum oleh Raka.

"Bapak udah bilang sama Lala???kasian nanti dia menunggu papanya, lho.". tanya Syaza

"Sya,,,bisa gak kalo kita hanya berdua jangan panggil pak atau bapak,,,kesannya aku tua banget ". kata Raka sedikit mengeluh

"Maaf pak,,,kayaknya gak bisa, karena biar bagaimanapun bapak tetap atasan saya ". balas Syaza ngotot

"Makanya itu Sya, kita mulai dari awal lagi, benahi hubungan kita ke arah yang lebih pasti". kata Raka bersemangat.

Pembicaraan mereka terhenti ketika terdengar panggilan kepada para penumpang tujuan Yogyakarta agar segera naik ke pesawat.

Kemudian mereka bergegas naik ke pesawat dan menempati bisnis class, mereka kemudian duduk berdampingan, sepintas mereka layaknya pasangan suami istri karena begitu serasinya.

"Silahkan bapak dan ibu ,,," kata pramugari menyambut mereka dengan senyum

Syaza hanya membalas dengan senyum sapaan pramugari tadi.

Setelah mereka duduk, Syaza segera mencari posisi enak sekedar memejamkan matanya untuk menghindari berbicara dengan Raka yang selalu saja mengajaknya menjalin hubungan.

Raka yang mengetahui trik Syaza hanya tersenyum dan memberanikan diri menggenggam tangan Syaza. Syaza yang tak menyangka Raka akan menggenggam tangannya menjadi kaku seketika merasakan aliran darahnya berdesir aneh, tulang-tulangnya terasa lemas tak bertenaga.

Raka pun merasakan hal yang sama, jantungnya terasa akan melompat keluar seluruh badannya panas dingin hanya dengan bersentuhan dengan Syaza.

Kemudian Syaza perlahan membuka matanya setelah mampu mengatasi perasaannya yang 6 tahun lalu menghilang kini terasa lagi.

Pandangan mata mereka beradu tanpa kata yang terucap, tatapan mata mereka mewakili bibir mereka berbicara.

Perlahan Raka mencium punggung tangan Syaza dengan penuh perasaan membuat bulu kuduk Syaza meremang.

"Maaf aku tak bisa menahannya lebih lama, Sya,,,,perasaanku cintaku padamu semakin hari semakin besar ". kata Raka dengan wajah bersalah

Syaza kemudian membalas genggaman tangan Raka sambil tersenyum manis membuat Raka sangat bahagia.

Setelah menempuh perjalanan 1 jam 15 menit, tibalah mereka di bandar udara Adi Sucipto

Kemudian mereka berjalan beriringan menuju mobil jemputan mereka, bahkan sesekali Raka merangkul pinggang ramping Syaza.

"Awas tangannya pak, gak baik diliat orang, ini tempat umum lho ". kata Syaza mengingatkan

"Gak apa-apa juga, toh kamu akan jadi istriku". balas Raka santai

"Emang bapak yakin???" tanya Syaza acuh

"Sayang,,,,,,jangan panggil bapak dong,,,,"kata Raka sambil merangkul pundak Syaza

Setelah sampai di mobil dan duduk manis, kemudian Raka menyuruh ke Malioboro untuk berbelanja keperluan mereka beberapa hari kedepan.

Syaza yang memang sudah hafal dengan keadaan di Yogyakarta dengan lincahnya berbelanja segala keperluannya. Selesai berbelanja kemudian Syaza ke kasir untuk membayar belanjaannya dan Raka segera mengambil semua belanjaan Syaza dan disatukan dengan belanjaannya.

"Terima kasih sudah dibayarkan belanjaannya.". kata Syaza merasa tak enak hati

"Gak usah berterima kasih ,sayang,,,ini kan kepentingan perusahaan juga.". balas Raka.

"Sudah selesai kan belanjanya??? sekarang kita ke hotel untuk istirahat, malam kita diskusi dengan kepala cabang mengenai masalah yang mereka hadapi ". kata Raka lebih lanjut.

Mereka pun kemudian menuju hotel Meriot salah satu hotel bintang 5 di Yogyakarta

kira-kira kayak gini lah hotel tempat mereka nginap😁😁😁maaf kalo salah. Author juga halunya gak tanggung_tanggung🤭🤭

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀

selamat menikmati, semoga menghibur buat para reader.

jangan lupa dukungannya....

jangan lupa mampir juga di novelku yang lain

...Wanita Pilihan untuk Ayah...

salam hangat dari author

Terpopuler

Comments

Siti Masitah

Siti Masitah

ooaalah syaza gampang banget.

2024-08-19

0

Fitri Sitorus

Fitri Sitorus

aduh shaza tolak donk...masa kmu mau sama duda...malah dulu pernah ninggalain kmu lgi...

2023-01-16

0

Latifah Ati

Latifah Ati

wah kalo sekerang turunnya di YIA😁...bandara adi sucipto sudah end hehe

2022-09-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!