happy reading...💞💞💞
Seperti biasa setiap hari Sabtu setelah sarapan bersama Syaza berangkat ke kampus, akan tetapi pagi ini papa dan mama Syaza tak seperti biasanya.
"Sayang,,,bisa gak sebentar kamu pulangnya lebih cepat???" tanya mama Dina lembut
"Emang ada apa ya, ma, pa???" tanya Syaza mulai merasa tidak enak
"Sebentar malam keluarga teman papa mengundang kita sekeluarga makan malam direstaurant Shangri-La ". kata Bimantara
"Baiklah pa,ma,,,Syaza setuju.". balas Syaza
"Benarkah sayang???"kata mama Dina senang
Syaza hanya mengangguk berusaha untuk memberikan senyum manisnya pada papa dan mama yang sangat bersejarah dalam hidupnya.
"Kalo gitu, Syaza berangkat dulu ya ma, pa." balas Syaza sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya secara bergantian.
Kemudian Syaza melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan mencoba untuk berpikir positif dengan permintaan kedua orang tuanya yang selama ini memang selalu mendesaknya.
Memikirkan semua itu dan ditambah dengan munculnya orang dari masa lalu yang selama ini selalu berusaha untuk dilupakannya apalagi dengan seorang anaknya yang memanggilnya mama membuat Syaza akhirnya berdamai dengan pilihan orang tuanya.
Bagi Bimantara dan Dina, jika Syaza menyetujui ikut makan malam itu sudah merupakan hal yang luar biasa. Mereka juga bingung dengan anak gadisnya yang sudah terbilang matang untuk menikah baik dari segi umur maupun pekerjaan.
Skip
Selama hidupnya baru kali ini Raka tidak bersemangat untuk mengajar. Seperti biasa tiba di kampus langsung masuk kelas on time dan menerangkan materi hanya saja kali ini materi yang diberikan tidak terlalu banyak melainkan tugas yang diberikan membuat mahasiswa dan mahasiswinya menarik napas tanpa bisa protes hanya saling melempar pandangan.
"Lyla,,,kok pak Raka kayak punya masalah gitu, ya.????" tanya Rheina
"Iya,,,ya,,,kayaknya sih, aku juga liat dari tadi kok gak fokus dan tugasnya buanyaak pake banget " jawab Lyla
"Hussshhh,,,,jangan ghibah, jangan sok tau dosa yang ada ". kata Syaza mencoba menghentikan mereka
"Jangan bilang kamu gak tau,,,"balas Rheina semangat
Baru saja Syaza ingin menjawab perkataan Rheina suara khas dingin dan datar yang hampir setiap hari akrab ditelinga nya
"Tolong yang duduk dibelakang, kalo anda tidak berniat ikut kuliah saya, silahkan keluar,,,pintunya gak tertutup. Jangan ganggu yang lain ". kata pak Raka
"Maaf pak,,,kami salah,,,,kami tetap ikut kuliah" cicit Rheina sambil tertunduk
Raka yang melihat ternyata yang sedang berbisik-bisik adalah teman duduk Syaza terpaku pandangannya pada Syaza yang sedang fokus mencatat.
Suasana kelas kembali sunyi yang terdengar hanya tarikan napas dari para mahasiswa. Perkuliahan kembali dilanjutkan sampai waktunya berakhir membuat mereka menarik napas lega.
Bagi mereka mengikuti kuliah pak Raka membuat perasaan mereka bagaikan menaiki rollercoaster di trans studio.
Setelah membereskan perlengkapan mengajarnya pak Raka kemudian memanggil Syaza
"Saudara Syaza tolong bawakan laptop saya ke ruangan dosen ". kata pak Raka tanpa menoleh dan terus melangkah meninggalkan kelas.
"Baik pak,,,"balas Syaza meskipun dengan langkah berat
Tiba di ruangan dosen kemudian Syaza mengetuk pintu ruangan pak Raka
tok tok tok
Ceklek
Syaza kemudian masuk ruangan setelah mendengar perintah untuk masuk.
"Ini pak laptopnya,,,"kata Syaza sambil menyimpan laptop Raka di mejanya
"Hmmm,,, simpan aja disitu dan tolong duduk sebentar ".balas Raka dengan nada datar
"Ada apa ya pak???" tanya Syaza gugup setelah duduk dikursi depan meja Raka
"Sya,,,bisakah kita seperti dulu lagi??" tanya Raka langsung pada intinya
"Maksud bapak???" tanya balik Syaza tak mengerti
"Syaza,,,lihat kedalam mataku dan katakan aku masih punya kesempatan atau tidak??" kata Raka dengan suara bergetar
Syaza berusaha tersenyum namun tak berani menatap mata Raka,,,
"Maaf pak,,,kesempatan apa yang bapak maksud???" tanya Syaza
"Kesempatan untuk bersama denganmu seperti dulu, Sya,,,"jawab Raka dengan tatapan sendu sambil melipat menautkan kedua tangannya didagu
"Sekali lagi maaf pak,,,saya juga mempunyai tujuan hidup sendiri, untuk bersama bapak sepertinya itu suatu hal yang tak mungkin, pak.". kata Syaza dengan tegas meskipun dalam hatinya rasa untuk bos sekaligus dosennya masih ada, tapi mengingat janji dengan kedua orang tuanya lebih penting daripada perasaannya saat ini.
"Baiklah,,,mungkin memang nasib saya harus selalu dijodohkan oleh orang tua, meskipun rasa penyesalanku dulu tak pernah di hiraukan oleh orang lain ". balas Raka dengan napas memburu karena menahan rasa amarah, penyesalan dan ketidakpekaan Syaza datang secara bersamaan
Deeggg,,,
'maksud pak Raka apa??? ah itu bukan urusan loe, Sya,,,' batin Syaza
"Sebaiknya jangan pernah menyesali masa lalu pak, toh anak bapak lahir ke dunia ini dalam keadaan bersih dan tak tau apa-apa ". kata Syaza sok bijaksana
"Kamu tak pernah tau dengan apa yang kurasakan selama 6 tahun, Sya,,,hanya aku sendiri yang merasakan, soal kehadiran Lala memang itu suatu kesalahan tapi aku tak menyesali memiliki Lala tapi proses sehingga Lala lahir itu yang tak dapat ku terima, Sya,,," balas Raka dengan nada suara yang dingin
Syaza terhenyak mendengar perkataan Raka, 'gila aja nih dosen, anaknya udah lahir cantik masih juga menyalahkan prosesnya,,,,ck ck ck bener-bener nih orang, aneh,,,,'batin Syaza melihat Raka yang terus mengoceh
"Maaf pak,,,itu masalah bapak, saya tidak turut campur ". kata Syaza memutuskan
"Sya,,,aku tanya sekali lagi,,,masih bisakah kita bersama lagi???" tanya Raka penuh harap
"Maaf pak, saya rasa sebaiknya bapak mengikuti kemauan orang tua bapak, toh dulu juga seperti itu dan bapak bisa bahagia dengan memiliki Lala dan berhasil seperti sekarang ini ". balas Syaza
"Tapi jangan salahkan saya karena tetap mencintaimu ". kata Raka
"Itu terserah bapak, itu hak bapak tapi saya mohon bapak berlaku profesional dan jangan mencampuradukkan masalah bapak dengan saya dan proses perkuliahan dan pekerjaan dikantor ". balas Syaza karena takut nilainya jadi masalah dikemudian hari, kalo masalah kantor Syaza bisa resign Dan mencari pekerjaan baru.
Raka tersenyum sinis dan membalas perkataan Syaza dengan ancaman
"Masalah kantor gak ada urusan dengan masalah pribadi tapi masalah kampus dan urusan pribadi sepertinya harus di libatkan ". kata Raka dengan yakin
"Oh begitu ya, pak,,,,gak masalah karena setelah hari ini saya bisa pindah jurusan bahkan pindah kampus toh perkuliahan juga belum satu tahun ". balas Syaza tak mau kalah
Raka seketika membeku ditempat duduknya tak pernah menyangka akan mendapatkan jawaban yang seperti itu. Dalam pikirannya Syaza akan merubah keputusannya tapi ternyata yang terjadi malah sebaliknya.
"Maksud kamu apa???" tanya Raka setelah mampu menguasai perasaannya.
"Gak ada maksud apa-apa, pak,,,permisi,,," jawab Syaza kemudian membalikkan badannya keluar ruangan tampak menoleh ke belakang dimana Raka memandangi punggungnya yang semakin menjauh sampai akhirnya menghilang.
Raka hanya menarik napas frustasi dan putus asa, jalan untuk bersama dengan Syaza menemui jalan buntu.
'Yah,,,apa boleh buat, biarlah ku ikuti kemauan papa, kalo dulu keinginan mama untuk menikahi Siera tapi kali ini dengan kemauan papa, siapa tau aku bisa mengalihkan rasa cintaku pada anak teman papa,.semoga saja Lala suka dan mau menerimanya'. batin Raka
💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦
Alhamdulillah up_nya 2 bab untuk mengganti beberapa hari gak up 😀😀
selamat menikmati dan jangan lupa tinggalkan jejaknya. Vote, like, komen.atau boom like, author sangat harapkan
salam hangat dari author
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Khairul Azam
gak cinta kq nympk punya anak, itulah laki laki cuman mengedapankan nafsu
2024-11-21
0
Siti Masitah
egoiis...
2024-08-18
0
Olla Tulandi Jom
hahahaaa pastilah zaysa akan luluh hatinya secara ada lala sebagai penghubung cinta paoa Raka
2023-03-17
1