happy reading,,,,
Mentari pagi perlahan mulai menampakkan sinarnya yang berwarna keemasan, gadis cantik dengan kulit putih bak mutiara dengan bulu mata yang lentik menghias kelopak matanya yang perlahan bergerak menyesuaikan cahaya yang memasuki retinanya. Setelah kesadarannya terkumpul dan melihat keluar jendela dengan sigap melompat turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi membersihkan diri secepat mungkin kemudian bergegas turun menghampiri kedua orang tuanya di meja makan,
Tanpa banyak bicara Syaza lalu mengambil sepotong roti dan mengolesnya dengan selai coklat kesukaannya lalu minum susu dan berpamitan dengan mencium punggung tangan kedua orang tuanya . Ya gadis itu adalah Syaza yang terlambat bangun karena semalam matanya tak bisa terpejam
"Pa, ma,,, Syaza berangkat " pamit Syaza
"Kok buru-buru, nak???" tanya mama
"Hari ini akan ada pergantian direktur, ma,,,Syaza takut telat,,," jawab Syaza sambil berlari ke garasi
"Hati-hati dijalan, jangan ngebut,,,," kata papa setengah berteriak yang di jawab dengan jempol oleh Syaza
Kemudian Syaza segera membelah jalan raya menuju kantornya, karena telat bangun jalan yang biasanya lengang jika Syaza melintas kini mulai terlihat ramai dipadati pengendara yang lain
Setelah Syaza menghilang dari pandangan kedua orang tuanya, kemudian mereka kembali masuk kedalam rumah karena papa Syaza juga akan segera ke kantor.
"Ma,,,kapan ya kita bisa mengatur pertemuan Syaza dengan anak teman sekolah kita " kata Bimantara.
"Jangan terlalu dipaksa, pa,,,nanti malah menjadi beban buat Syaza,,," balas Dina
"Tapi kan umurnya sudah cukup dewasa untuk menikah " kata Bimantara tak mau kalah
"Bicarakan dulu dengan Syaza, pa,,,siapa tau dia sudah punya calon " saran Dina
Bimantara terdiam mendengar penuturan isterinya, memang benar kata isterinya, sebaiknya semua dibicarakan sehingga tidak terkesan memaksa pikir Bimantara
Pagi yang luar biasa menurut Syaza karena bisa terbebas dari obrolan unfaedah sang papa yang hampir setiap pagi sejak Syaza kembali ke rumah jika sarapan bersama selalu mengajaknya bertemu dengan sahabatnya yang mencarikan istri buat putranya.
Setelah tiba diparkiran kantor, Syaza membubuhi make up tipis diwajahnya yang cantik yang belum sempat dilakukannya sejak selesai mandi pagi karena terburu-buru dan takut telat. Setelah berdandan dan merapikan rambutnya lalu Syaza berjalan memasuki lobby kantor, nampak para karyawan lebih sibuk dari biasanya apalagi karyawan yang berjenis kelamin perempuan, mereka justru lebih sibuk dengan dandanannya.
Pagi ini suasana kantor terlihat sangat berbeda, mulai pintu masuk sampai bagian dalam kantor terutama yang akan dilewati sang direktur dihiasi dan semua karpet diganti dengan yang baru.
Tepat pukul 08.00,semua karyawan dihimbau agar berkumpul di lobby untuk menyambut kedatangan bapak direktur dan putra yang akan menggantikannya.
Semua karyawan berdiri berjejer berhadap-hadapan sesuai dengan jabatan masing-masing, termasuk Syaza yang berdiri berdampingan dengan Shana dan pak Rinto. Dari arah pintu masuk terlihat bapak direktur yaitu bapak Prasetyo Prambudi turun dari sebuah mobil mewah dan didampingi putranya yang akan menggantikan posisi beliau.
Semua mata terfokus pada satu titi, parak karyawan perempuan yang sejak kemarin membicarakan calon direktur baru terpekik melihat pemandangan yang luar biasa menurut mereka, akan tetapi berbeda dengan keadaan Syaza ketika melihat siapa yang akan menjadi direktur tempatnya mengais rejeki. Seketika badan Syaza seolah tengah membawa beban berat dipunggung nya, kakinya serasa tak bertulang, tangannya gemetar dan keringat dingin tiba-tiba membanjiri dahinya, segera berpegangan kuat pada lengan Shana, pak direktur dan putranya terus melangkahkan kaki memasuki kantor, semakin dekat dengan posisi Syaza berdiri, semakin pucat pula wajah Syaza membuat Shana kaget.
"Sya,,,kamu kenapa???wajahmu kok pucat banget, kamu sakit ???" tanya Shana khawatir
"Eng,,,nggak kenapa-napa kok". jawab Syaza gugup
"Atau jangan-jangan kamu kaget melihat calon direktur kita, ya???" goda Shana
"Ck,,,gak juga, kali,,,,tadi itu aku sarapannya sedikit karena telat bangun ". jawab Syaza mengelak tanpa berbohong.
'kenapa nasibku gini amat ya,,,,disaat aku sudah melupakan semuanya, tapi malahan selalu bertemu dengannya, sepertinya aku telah melakukan dosa dimasa lalu sehingga harus kutebus dikehidupan ini,,,pingin masuk ke perut mama aja kalo kejadiannya seperti ini,,,' batin Syaza
Kemudian pak direktur dan putranya terus melangkah memasuki kantor dan melewati karyawan yang menyambutnya, ketika tiba di depan Syaza, putra pak direktur berhenti sejenak dan melempar senyum kearah Syaza sementara yang disenyumi menundukkan pandangannya
'Sekali lagi terima kasih ya Allah,,,,telah memudahkan jalanku, kali ini akan kuperbaiki kesalahanku sayang, kamu tidak akan pernah kulepaskan' batin Raka
Setelah kedua big boss itu hilang dari pandangan para karyawan, terdengar pengumuman di interkom agar semua manager dan wakil manager berkumpul diruang rapat. Dalam waktu singkat ruang rapat pun dipadati oleh para manager dan wakilnya. Kemudian bapak Prasetyo memperkenalkan putranya sebagai penggantinya
"Karena umur saya sudah tak muda lagi untuk mengurus bisnis, maka mulai hari ini putra saya yang akan menggantikan posisi saya sebagai direktur, "perkenalkan dirimu, nak " kata pak Prasetyo pada putranya
"Terima kasih pa, pertama-tama saya akan memperkenalkan diri dulu, nama saya Raka Mahendra Prasetyo dan saya mengharapkan kerjasama kalian dan semoga kita bisa bersama-sama memajukan perusahaan ini " kata pak Raka dengan suara khasnya dingin dan datar.
Kemudian satu per satu kami menyalami beliau berdua sampai tiba giliranku, pak Prasetyo melihatku dengan keheranan karena pegawai baru dan langsung menjabat sebagai manager pemasaran
"Sejak kapan anda bergabung ???" tanya pak Prasetyo karena memang sejak kepindahan Syaza belum pernah bertemu dengan beliau.
"Baru beberapa hari yang lalu, pak,,,saya dari kantor cabang Yogyakarta " jawabku dengan tersenyum sopan.
"Oh,,,,jadi andalah orangnya yang berhasil membuat cabang perusahaan di Yogyakarta bangkit lagi???waahhh,,,bapak tidak menyangka ternyata orangnya masih muda dan cantik. "kata pak Prasetyo memuji seraya melirik anaknya
"Terima kasih pujiannya, pak,,," balas Syaza
"Pa,,,ingat umur dan ingat mama di rumah,,,"celetuk pak Raka mendengar ayahnya memuji kecantikan wanita muda, membuat sang ayah tertawa karena berhasil menggoda anaknya
Kemudian Syaza menyalami Raka dengan sedikit canggung, meskipun mereka sudah saling kenal bahkan pernah dekat akan tetapi Syaza tak mau mengingatnya lagi, baginya hubungan mereka hanyalah atasan dan bawahan di kantor.
"Selamat datang, pak,,," ucap Syaza menjabat tangan Raka
"Terima kasih,,,," balas Raka menjabat tangan Syaza dengan erat.
Syaza dengan cepat menarik tangannya dari genggaman tangan besar milik Raka,yang membuatnya gugup dan salah tingkah. Setelah bertahun-tahun baru kali ini mereka bertemu dan bahkan bersentuhan. Dan jantungnya kembali berdetak kencang seolah akan keluar dari dada Syaza.
Tanpa Syaza ketahui, hal yang sama pun terjadi pada jantung Raka yang berkerja lebih keras dari biasanya
'detak jantungku tak pernah berubah jika berdekatan denganmu Sya,,,meskipun sudah bertahun-tahun kita tak bertemu ' batin Raka
💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦
hai,,,,hai,,,,author hadir lagi menyapa lewat novel terbaru,,,,
"Back To The Mantan "
semoga bisa memuaskan para readers....
jangan lupa dukungannya buat author, Vote, like, komen akan sangat membantu untuk author tetap eksis berkarya
Salam hangat selalu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Siti Masitah
kok critanya nih..ntar jdi momong ank mantan nih...mantan buang ke tong sampah aj..
2024-08-18
0
Fikavindia
novel keduamu yg aku baca kaka
2023-01-24
0
Irde Sembiring
baper....
2022-12-15
0