Bab. 14. Tekad Raka

Selamat menikmati 💕💕💕

Syaza kemudian berjalan dengan gontai menuju meja yang pernah ditempati oleh Bella dan mulai mengecek semua email yang masuk dan mengatur jadwal bossnya.

Dari dalam ruangan Raka melihat Syaza yang berbicara sendiri dengan bibir mengerucut membuat Raka tak bisa menghentikan senyumnya.

"Tolong berikan jadwal dan file kerjasama dengan PT. Cipta Raya ". kata Raka dibalik telpon mejanya yang menghubungkan dengan sekretarisnya.

"Baik pak,,," balas Syaza lalu mengambil file yang dimaksud sekaligus mengambil benda pipih di mejanya.

Kemudian Syaza masuk kedalam ruangan Raka setelah terlebih dahulu mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk

"Ini pak, file kerjasamanya dan jadwal bapak untuk hari ini,,,," kata Syaza sambil membacakan jadwal Raka untuk hari ini.

Raka sangat puas dengan hasil kerja Syaza di hari pertamanya sebagai sekretaris.

"Sebentar jam makan siang ikut saya sekalian meeting dengan PT. Cipta Raya ". kata Raka

"Tapi pak, masih banyak yang harus saya kerjakan, sebaiknya bapak meetingnya ditemani pak Jery ". balas Syaza mencoba bernegosiasi

"Memang kita bertiga yang akan pergi ". kata Raka

"Apa sebaiknya saya gak usah ikut pak,,," balas Syaza lagi

"Pokoknya kamu harus ikut, gak ada bantahan lagi.". kata Raka tak mau dibantah.

Raka bertekad akan selalu membawa Syaza kemanapun, Raka yakin dengan seringnya bersama maka rasa yang dulu ada akan kembali dirasakan oleh Syaza.

Syaza hanya mendelik kan matanya mendengar perkataan Raka. Ingin rasanya Syaza menendang bosnya ke angkasa luar supaya menjadi alien.

Syaza tersenyum sendiri membayangkan bosnya menjadi alien dengan badan berwarna hijau mata besar dengan sepasang antena dikepalanya

Raka yang melihat Syaza senyum-senyum sendiri merasa heran.

"Ngapain senyum-senyum sendiri???kesambet???" tanya Raka melihat Syaza penuh selidik.

"Oh,,,eh,,,enggak kok,pak,,,nggak ada apa-apa". jawab Syaza gagap "permisi pak, saya lanjutkan bekerja ". lanjut Syaza segera keluar dari ruangan Raka.

Kemudian Syaza melanjutkan pekerjaannya begitu pula dengan Raka meskipun sekali-sekali Raka memandangi Syaza dari balik kaca gelap ruangannya.

Tak terasa waktu makan siang pun tiba, nampak Jery keluar dari ruangannya dengan langkah panjang-panjang, tak lupa menegur Syaza ketika melewati meja sekretaris, hal itu tak luput dari perhatian Raka.

"Selamat siang Bu Syaza,,,,"sapa Jery sambil tersenyum

"Selamat siang juga pak Jery,,,"balas Syaza dengan tersenyum pula

"Oh ya,,,kok belum istirahat Bu Syaza,,,"kata Jery lagi

"Hehehe,,,baru beres-beres, pak Jery,,,,". balas Syaza

Raka dengan kesal segera keluar dari ruangannya dan mengajak mereka makan siang sekaligus meeting.

"Ngapain kamu ngobrol disitu, ayo berangkat,,,Sya jangan lupa bawa semua keperluan meeting sebentar ". kata Raka sambil berjalan diikuti Jery

Syaza kemudian mengambil berkas yang memang sudah disiapkan sejak tadi, dan bergegas mengikuti langkah kedua laki-laki tampan didepannya.

Setelah masuk kedalam lift, Jery selalu melihat ke arah Syaza sehingga membuat Syaza merasa canggung.

"Ada apa sih, kamu kok selalu melihat ke arah Syaza???" tanya Raka sok polos membuat Jery salah tingkah

"Ya suka aja, gak ada larangan kan???melihat gadis cantik,,,,kan sayang ada yang bening di depan mata ". jawab Jery seenaknya

Syaza yang mendengar perkataan Jery, wajahnya menjadi merah antara geram dan malu.

"Kamu bener-bener tidak pernah berubah,,,, makanya cepat kawin sana, biar mata gak jelalatan ". kata Raka kesal

"Alaaahh,,,kayak kamu punya istri aja, duda gak laku-laku juga ". balas Jery

Syaza yang mendengar pembicaraan mereka yang tanpa disaring membuatnya menahan tawa.

"Sya,,,,kamu harus tau kalo Jery ini adalah sahabatku makanya dia kalo ngomong suka sembarangan gini ". kata Raka

Baru saja Jery ingin bertanya karena tidak biasanya Raka menjelaskan sesuatu yang tidak penting pada orang, tiba-tiba lift sudah sampai di basemen.

"Pertanyaannya nanti aja, sekarang kamu yang nyetir mobil ". kata Raka

"Pak Agus pulang aja, hari ini ada meeting mungkin agak lama, jadi biar Jery aja yang jadi supir.". kata Raka

"Baik pak Raka,,,," balas pak Agus hormat

Kemudian mereka bertiga melaju dengan kecepatan sedang bergabung dengan pengendara yang lain menuju hotel tempat meeting akan dilaksanakan.

Baru kali ini Jery merasakan ketertarikan lebih pada seorang gadis, sehingga matanya selalu memandangi wajah ayu Syaza lewat spion. Raka yang merasakan keanehan tingkah Jery kemudian menegur Jery.

"Kamu kenapa sih, Jer,,,,sering banget curi-curi pandang, gitu ". kata Raka jengah

"Entahlah boss, sepetinya masa lajangku akan segera berakhir dengan sekretaris mu ". balas Jery tersenyum

Plaaaakkkk

"Ada apa, sih,,,,kejam banget jadi boss ". kata Jery yang mendapat pukulan dikepalanya

"Pak Jery baik-baik aja???" tanya Syaza khawatir karena tiba-tiba Raka memukul kepala asistennya

"Gak apa-apa kok,,,,terima kasih udah peduli padaku ". jawab Jery sambil tersenyum

"Setelah ini kamu pulang sendiri ". kata Raka emosi melihat interaksi keduanya

Syaza yang tidak tau permasalahan antara bos dan asistennya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Merekapun tiba di hotel, kemudian mereka turun dan memberikan kunci mobil pada pegawai hotel, lalu mereka bertiga masuk dan menuju meja yang sudah dipesan oleh Jery.

Mereka kemudian menikmati makan siang dengan nikmat dan tanpa bersuara. Setelah selesai mereka menuju ruangan meeting hotel tersebut

kira-kira gini ya readers ruangan meetingnya.

Tampak pak Samuel dan putrinya menunggu mereka, tepatnya menunggu Raka bos Mandiri coorporate.

"Silahkan pak Raka,,," kata pak Samuel

"Mas Raka setelah meeting dengan papa kita jalan-jalan,.yuk,,,," kata Dona dengan manja dan bergelayut di lengan Raka

Dengan kasar Raka melepas tangan putri pak Samuel dan memperingatkan pak Samuel

"Maaf pak Samuel,,,,jika anda tidak bisa profesional lebih baik kerjasama kita dibatalkan, saya tidak suka dengan kelakuan putri anda!!!" kata Raka sarkas membuat pak Samuel gelagapan

"Maafkan putri saya, pak Raka,,,,dia sangat menyukai anda makanya bertindak berlebihan ". kata pak Samuel meminta maaf

"Saya harap ini yang terakhir, pak Samuel." balas Raka masih emosi

Jery hanya mengangkat bahunya sebelah ketika Syaza melempar pandangan padanya tanda tak tau.

Meeting pun berjalan alot dan baik Syaza maupun sekretaris pak Samuel masing-masing mencatat point-point yang perlu.

Setelah kurang lebih 2 jam, akhirnya meeting berakhir dan jam sudah menunjukkan pukul 15.30. Kemudian mereka pulang ke kantor dengan perasaan lega karena meeting berjalan lancar, meskipun sempat ada insiden yang membuat Syaza penasaran.

Tiba dikantor, Syaza segera membereskan peralatannya dan membawa beberapa berkas pulang untuk dikerjakan di rumah.

"Sya,,,langsung pulang aja, barengan yuk.". kata Raka memulai pendekatan

"Saya bawa kendaraan, pak,,,,dan lagian masih ada urusan sedikit pulang kantor ". balas Syaza dengan datar

"Ya udah hati-hati dijalan, WA kalo udah sampai rumah, ya,,," kata Raka dengan lembut

Syaza hanya menatap Raka dengan datar tanpa menjawab. Kemudian Raka melangkah menjauhi meja Syaza dengan perasaan yang tak menentu.

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀

Alhamdulillah up_nya selesai lagi,,,

semoga suka dan jangan lupa tinggalkan vote, like atau komen seperti biasa.

jangan lupa mampir dikaryaku yang lain ya

...Wanita Pilihan untuk Ayah...

salam hangat dari author

Terpopuler

Comments

Siti Masitah

Siti Masitah

aneeeh

2024-08-19

0

Made Elviani

Made Elviani

kencenging usaha n doanya Raka........

2022-06-30

0

Oschar Migerz

Oschar Migerz

kalau tdk mau di ganggu sama mantan makanya cari yg lain

2022-02-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!