DIKHIANATI

...🌹🌹🌹🌹🌹...

Sehabis pulang les Key lansung berniat pulang tanpa ada rencana untuk singgah atau pun pergi bermain dengan para sahabatnya.

Setelah mendapati telfon dari sang Mama, Cesi bergegas tuk pulang menuju tokoh milik Mamanya.

"Key, Cesi duluan ya. Maaf Cesi ngak bisa nganterin Key pulang, Mama nungguin Cesi di tokoh!" Cesi cemberut memohon maaf.

"Tak apa Cesi, Key bisa kok pulang sendiri"jawab lembut Key.

"Atau gw anterin aja Key?"ajak Frans.

Frans adalah satu-satu nya sahabat lelaki Key. Dulu Ia sempat menyatakan cinta pada Key.

Namun itu di tolak dengan lembut oleh Key, karena Ia tak mau merusak persahabatan mereka.

Key tau Cesi menyukai Frans, meski mereka selalu bertengkar.

"Hmmm ngak deh Frans makasih ya. Gw pulang dulu!" Dengan ego Key yang terlalu tinggi.

Ia berlalu pergi di hadapan Frans.

Key memutuskan untuk berjalan kaki pulang.

karena Ia baru ingat tak membawa dompet tadi pagi.

Dan tambah sial nya lagi sepanjang jalan tak ada satu pun orang yang dapat tuk Ia tumpangi.

Cuaca langit yang sudah mulai mendung membuat Key mempercepat langkahnya.

Tanpa sadar key tersandung batu di tambah lagi dengan trotoar yang licin dan hujan sudah mulai menitik.

"Awwwwww!"Key memegangi lutut nya.

Rok putih yang Ia kenakkan mulai berubah warna menjadi merah.

Key berusaha untuk berdiri lagi.

Namun nihil, Key merasakan kian perih. Tak sadar air matanya pun luruh bersautan dengan air hujan yang mulai deras.

Tak ada satu pun orang yang lewat, sepi. Membuat Key merasakan kepalanya semakin sakit.

"Tolong~tolong!" Key kian menjerit Dan semua nya mulai gelap. tubuh Key memang susah beradaptasi dengan air hujan sedari kecil. makanya itu mengakibatkannya pingsan.

⏳Beberapa menit berlalu⏳

Devan memasuki ruangan berbau obat itu.

Tempat dimana seorang gadis terkulai lemas di atas brankar nya. wajah pucat nya begitu membius Devan dengan seribu rasa bersalah.

Devan memutuskan untuk duduk di sebelah brankar Key, mengelus lembut rambutnya.

"Dasar gadis kecil! kali ini kamu membuat aku hampir jantungan. Kenapa tidak menelfon aku ha?! Untung aku yang menemukanmu kalau tidak, aku tidak bisa membayangkannya!" Devan mengeluarkan semua kekhawatirannya pada Key yang masih tertidur.

Meski Ia tau Key tak akan menjawab setiap katanya, namun itu sudah cukup baginya.

Devan memperhatikan setiap inci wajah istrinya. "Kalau Diam begini Kamu tambah cantik Key!" Devan memajukan wajah nya berniat tuk mencium pucuk kepala istrinya.

Semakin mendekat dan deru nafasnya semakin terasa di kening Key.

"Jadi kalau Key ngak diam, Key ngak cantik?"Devan terhenyak salah tingkah dibuat Istrinya.

"Ah...Kamu sudah bangun? a~ku keluar dulu memanggil dokter memeriksa mu!"jalan Devan terhenti.

Tangan nya di genggam erat oleh Key.

"Ihhh kak Dev jangan lari. Kak Dev harus tanggung jawab. Key seperti ini karena Kak Dev!"Devan mengerutkan dahinya.

"Karena aku?" Key mengangguk.

"Iya, kalau bukan karena kak Dev malu-malu in Key pagi ini. ngak bakalan Key lupa bawa dompet!"Key memberi tatapan sinis pada Devan.

"Bukan salah saya! Kamu saja yang bolot. Dengerin penjelasan saya ya.."Key marah dan menyela.

"Ngak usah, Key udah tau. Dasar memang semua cowok sama saja! br*ngsek! ngak mau ngaku salah. Ngak mau tanggung jawab!"Devan menahan amarah nya.

Ia tak mau bermusuhan dengan Key.

"Saya mau keluar dulu, kalau kamu bicara itu dijaga Key, saya disini suami kamu!

Soal dompetmu, apakah kau melupakan sesuatu yang ku berikan tadi pagi?

silahkan cek dulu. Pertimbangkan, meminta maaf secepatnya!" Devan membanting pintu ruangan inap itu.

Ntah orang disebelah akan marah atau tidak, Ia tak peduli. Yang diperlukan nya sekarang hanyalah menghirup udara segar agar emosinya pada Key terluap kan .

Key berbaring memikirkan setiap percakapan nya dengan Devan. Mungkin Devan benar, Key sudah keterlaluan.

Bagaimana pun memaki suami adalah hal berdosa.

Meski suami nya salah, tapi tetap saja itu semua bukan salah Devan. ini hanya tentang kelalaiannya sendiri.

Key teringat akan perkataan Devan yang mengarahkan nya pada Paper bag tadi pagi.

"Sebenarnya apa yang telah ku lupakan ? "Key memanggil perawat agar bisa membantunya mengambil tas di sofa ruangan itu.

Mengeluarkan Paper bag itu Key merasa perkataan Devan benar.

Key sudah melupakan salah satu pemberian Devan tadi pagi. Amplop kuning yang tadi sempat ingin Ia buka.

Key kaget mendapati uang ratusan ribu di dalam nya dan sebuah surat.

💌Key

......Sorry hari ini aku membuat mu malu dihadapan keluarga sampai kamu melupakan sarapan dan dompet mu yang kulihat dimeja rias. Makan lah salad yang sudah ku buatkan dan juga pakai lah uang ini, minggu besok ku kasih lagi, kalau kurang bilang saja.......

^^^DEVAN💌^^^

Itulah bunyi surat Devan, dengan berlinang air mata Key mengutuk kesalahan nya.

Ia sudah memaki suaminya, tanpa tau yang sebenarnya. Tanpa mau mendengarkan penjelasan nya. sifat kekanak-kanakan nya memang tak bisa diubah.

"A~aku harus minta maaf, harus minta maaf!"Key mencari handphone nya di dalam tas.

Sebelum Ia mengklik nomor telfon Devan, suara pintu dibuka dari luar.

Key sudah berbinar menantikan Devan, Ia tak sabar meminta maaf!

"Devan memang baik padaku sampai Ia tak mau meninggalkanku lama-lama disini!" Key memalingkan wajah nya kearah pintu.

Namun yang datang bukan lah Devan. tetapi..

Angga yang datang membawakan keranjang buah. Key menyeka air mata yang sedari tadi mengalir di pipinya.

"Kak Angga, kok kak Angga ada disini?"Key menatap bingung.

'Dia menangis, kenapa? Apa ini karena Devan lagi?!! b*njingan itu sungguh membuatku kesal.'

"Jengukkin kamu NA'D"Angga tersenyum ramah.

Panggilan Angga untuk Key adalah panggilan spesial. Tak ada satupun orang lain yang memanggil Key dengan sebutan NA'D.

"Makasih ya kak udah nyempetin kesini jenguk Key. Kak tau dari mana Key ada disini?!" Angga tampak berfikir.

'Kalau Key tau aku masang pelacak di handphone nya, bisa-bisa ngambek dia!!Aku cari alasan lain saja!!'

"Ah itu tadi Devan yang chat aku, bilang kamu disini Key!" mendengar nama Devan.

Key kembali menangis. Angga lansung menyeka air mata Key. Memeluk untuk menenangkan Key yang mulai terisak.

Namun, Devan yang hendak masuk ke kamar inap Key. Langsung tercengang mendapati Key dan sahabat nya seperti itu.

'Key dan Angga? kenapa Angga bisa ada disini?! akankah aku melabrak mereka berpelukkan?! tapi aku melihat Key menangis?! apa itu karena ku? apa Angga menjalin hubungan spesial dengan Key tanpa sepengetahuanku??'

Ingatan Devan akan Vara kembali lagi. Devan merasa terhianati kembali. Dan sekarang karena istrinya.

BERSAMBUNG.....

Terpopuler

Comments

lily

lily

mohon maaf untuk di revisi penulisan nya harusnya bukan "tokoh" tapi " toko" karna gak cuma sekali ada kata seperti itu sedangkan itu artinya sudah berbeda

2024-02-05

0

Nyoman Sudarti

Nyoman Sudarti

Hadir lagi Thor 👍👍💪💪❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

2022-04-23

0

🖤리카𝘌𝘓𝘍98🖤

🖤리카𝘌𝘓𝘍98🖤

Maaf Thor baru lanjut baca lagi😁😁😁

2021-09-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!