...🌹🌹🌹🌹🌹...
...🌹AUTHOR POV🌹...
Cuaca pagi yang cerah tak mampu mewarnai perasaan Key yang tengah Menelungkup Kan wajahnya pada meja.
Duduk seorang diri dalam ruangan kelas.
Ini saja baru jam 6.45 pagi dan Key sudah berada di dalam kelasnya, dengan hati kesal dan terus menggerutu.
Seseorang mengendap-endap dari arah belakangnya.
"Doooooor!" sang gadis tak terkejut dan berekspresi apa pun. menegakkan kepalanya.
"Apaan sih Ranti?" gadis yang bernama Ranti pun memanyunkan bibirnya sambil duduk disebelah Key.
"Yaaa gw udah berjuang susah payah. lo malah ngak terkejut dasar lo Key. perjuangan hayati sia-sia" Key hanya menggeleng melihat Ranti memulai gaya lebay nya.
"BTW lo kemana kemaren? kok ngak masuk sekolah. gw rindu tau beb?!" Key kembali teringat akan kenangan pahitnya 2 hari lalu.
Teringat bahwa status nya sekarang adalah seorang istri dan itu membuatnya kembali cemberut.
Key tak menjawab ucapan dari Ranti. Ia kembali menelungkup kan wajahnya di meja.
"Eh Key, lo kenapa?" Ranti bingung melihat tingkah Key yang biasanya periang berubah menjadi tak bersemangat.
"Gak apa-apa. gw ngantuk aja"Ranti hanya memangut-mangut.
"Eh lo tau ngak Key ? kalau di kelas 12 ada anak baru lo?!" mendengarkan kata kelas 12.
Key mulai tertarik untuk mendengarkannya.
Mendongkakkan kepalanya. Key menatap antusias pada Ranti.
"Cewek atau cowok Ran ?
trus-trus kelas 12 berapa ?
trus pindahan dari mana ?
trus lo tau dari mana ?
trus sejak kapan?" Ranti ketawa melihat antusias dari Key.
"jhhh ok-ok gw jawab satu-satu jangan terlalu bersemangat Key. kayak mau makan orang aja lo!"
"Ya udah jawab jangan bacod!"Key mulai tak sabar.
"jhhhh ok-ok jadi yang pertama Dia tuh cewek katanya cantik sih. Trus yang kedua dia tuh masuk ke kelas 12 mipa 2!"
"Haaaa kok bisa sih?"
"Ya iyalah. bukan hanya cuman cakep, tapi juga pinter. gw dengar-dengar ya Key cewek itu dulu anak SMA sini. Trus pas 6 bulan sekolah pindah deh ke luar kota gosip nya sih, bapak nya bangkrut !"
"Kenapa bisa balik lagi?" Ranti menggeleng.
"Kita lihat nanti Key, katanya hari ini si cewek itu datang. Semua anak cowok di kelas malah bicarakan dia muluk !!"
"Oh iya nama tuh cewek siapa?"
"Eh itu namanya hmmmm. gw lupa siapa ya namanya?"
"Dasar lemot lo Ran!"
"PAGI SEMUAAAAAAAAAAAA!"suara toa dari ujung pintu menggema ke penjuru kelas.
Key dan Ranti sekejap menutup telinganya dengan tangan.
"Apaan sih Cesi. lo bisa kurangin dikit ngak volume toa lo itu. telinga gw dah budek nih!" Ranti begitu emosi pagi-pagi ini melihat sahabat mereka Cesi.
Cewek yang memiliki tubuh mungil dan suara toa.
"Key lo di tungguin sama orang di luar!" Key mengerutkan dahi nya.
"Siapa?" Key berdiri menatap Cesi.
"Itu senior kita sih ketua OSIS. mungkin mau bahas soal OSIS, gih sana!" Key menarik nafas jengahnya.
Ia tau pasti yang di sebut Cesi ketos adalah suami nya.
'Apalagi yang di inginkan nya, bukan kah Dia sudah membuatku malu pagi ini? lalu apa lagi?'Key menggerutu menunduk sepanjang jalan.
Ia mengingat kejadian pagi tadi yang membuatnya begitu merasa malu.
Sepanjang jalan menuju depan kelas, Key terus menunduk menggerutui hal yang membuat nya kesal.
Sampai tak sadar dan kepalanya membentur dada bidang seorang lelaki yang berada dihadapannya. Key hampir terjatuh kebelakang namun dengan sigap tangannya di tarik lelaki itu.
"Hati-hati kenapa sih. Kamu tidak bisa melihat aku berdiri disini. Kalau tadi kamu jatuh gimana ha?"Key terperangah melihat Devan begitu banyak bicara.
'Dia marahin gw atau Dia lagi khawatirkan gw ya?'Key masih diam tak mampu berbicara banyak.
"Ada apa?"Key memutuskan duduk di depan kelasnya.
"Ini"Devan memberikan sebuah paper bag pada Key.
"Apa ini?!"mengerutkan dahi nya.
"Ambil saja, sudah dulu. saya mau ke kelas!"Devan berlalu saja di hadapan Key.
Key memutuskan untuk membuka paper bag yang di berikan Devan.
Di dalam nya terdapat kotak nasi botol minum dan satu hal ini yang membuat Key penasaran. Sebuah amplop kuning terletak di bagian bawah.
Key berniat membukanya.
Namun, Ia mengurungkan niat dan menaruh kembali amplop kuning itu di dalam paper bag.
"Cieee yang dikasih paper bag sama Ketua OSIS. Hmmmm gw mencium aroma cinta nih."Ranti datang begitu saja menggoda Key yang sudah merona.
Selama 3 tahun di SMA memang tak pernah ada yang tau Kalau Key dan Devan itu keluarga termasuk sahabat baik Key.
"Apaan sih Ran lo kan tau rumah Kami tetanggaan. Jadi nyokap gw nitipin ini ke Dia. Kan tadi gw cepat-cepat ke sekolah sampai lupa sarapan dan yaa ampun, dompet gw lupa bawa lagi!" Key mencoba meyakinkan Ranti agar ini tidak menimbulkan kecurigaan.
Sebenarnya setiap Ranti dan Cesi bermain ke rumah nya mereka tak pernah bertemu Devan di rumah.
Lebih tepatnya mereka melihat Devan berada di rumah tetangga. Karena itu mereka yakin kalau Devan adalah tetangga Key.
Rumah yang dikunjungi Devan adalah rumah Angga sahabat sohib Devan dari kecil, meski beda sekolah mereka tetap bermain sepulang sekolah.
Devan sering menghabiskan waktunya di rumah Angga dibanding di rumahnya sendiri.
"Udah tenang aja Cesi bawa duit lebih kok, nanti Cesi traktir deh!"Key yang tadinya murung lansung menyerkah senyum.
"Seriusan mau traktir gw?"
"Seriusan Key kan kita sahabat sohib kalau makan itu sama-sama makan, kalau satu ngak makan yang lain juga ngak makan, betulkan Ran?"Ranti manggut-manggut ucapan Cesi.
"Tumben lo bijak berarti gw juga di traktir ya Cesi cantik. kan lo tau sendiri, dari kita-kita lo yang berduit dan ini juga akhir bulan, gw harus ngirit, maklum belum gajian!"Ranti menampilkan wajah iba nya dan Cesi hanya mengangguk.
"Untung sahabat ya. kalau ngak dah Cesi tapol lo Ran!"Akhirnya mereka bertiga tenggelam dalam tawa.
Tanpa ada yang menyadari dari sudut ruangan kelas ada lelaki yang tersenyum devil melihat senyum dan tawa dari mereka bertiga.
'Awas saja sekarang Kau bisa tersenyum.. tertawa sesukamu tapi tidak untuk yang akan datang. Maka puaskan lah hidupmu dengan senyum. Rencana ku akan dimulai hari ini, maka bersiaplah menghitung sisa-sisa hidup mu!' Senyum devil yang begitu mematikan.
Sedangkan Key dan kedua teman nya malah menikmati, sarapan yang dibawakan Devan. 'Lezat sekali salad ini, apakah yang membuatnya Mami? Tapi Aku belum pernah dibuatkan salad oleh Mami selama ini?!'Key bertanya-tanya dalam hatinya
🏢12 MIPA 2🏢
Devan memasuki kelas dengan senyum menyerkah. Setelah menjahili istri kecilnya ntah mengapa moodnya begitu bagus.
"Eh si ketua OSIS baru datang. senyum-senyum lagi. Kemana aja kemaren?!"tanya Panji penasaran.
"Dirumah!"dinginnya. Devan menetralkan wajahnya yang tertangkap basah senyum-senyum sendiri.
Panji sudah biasa mendapati tingkah Devan yang seperti itu. Devan selalu menutupi perasaannya dibalik wajah dingin.
"Eh Dev, katanya Vara udah balik!" kalimat blak-blakkan Panji berhasil membuat Devan menegang.
Nama yang disebut Panji adalah mantan pacar Devan yang dulu menyakitinya. bahkan Vara lah yang menjadi penyebab perubahan sikap Devan.
Devan masih tidak percaya gadis yang begitu membuatnya sakit itu kembali lagi. Seakan kenangan kelam yang sudah lama dibunuhnya kembali hidup.
🔄Flashback On🔄
Devan menunggu Vara di Bioskop ternama kota A. Sudah 2 bulan berpacaran dan baru kali ini Vara mau diajak berkencan.
Devan sungguh bahagia dan sudah memakai pakaian yang begitu rapi. Hari ini Ia ke bioskop menonton film bersama Vara.
Drrrrrttttt...
Drrrrrttttttt...
Drrrrrttttttt..
Handphone Devan berdering. tertera nama 'Vara Sayang' di layarnya.
"Hal.. "belum selesai Devan menyampaikan salam.
"Yang, aku ngak bisa datang ya. Lain kali aja aku mau antar ayah ke rumah sakit dulu!"Devan kecewa.
Namun bagaimana lagi jika itu menyangkut orang tua Vara. Devan tidak akan mempermasalahkan nya.
"Owh.. baiklah"ujarnya lesu.
"Udah dulu ya Yang see you"Vara lansung menutup telfon tanpa menunggu balasan dari Devan.
Devan menatap tiket yang telah ia beli. Senyum pahit membuatnya harus bersabar.
Melihat ada sepasang kekasih di sebelah bioskop. Devan berniat tuk memberikan tiket yang telah ia beli.
Namun, niat baik Devan malah membuat hatinya semakin hancur.
Pasangan disebelah bioskop itu adalah Vara. tengah bermesraan dengan seorang lelaki yang tidak dikenalnya. Tak tau malu, sampai orang yang melewatinya pun menatap risih.
Devan menatap tak percaya kalau itu adalah Vara. Vara Chen pacar nya.
Jangankan berciuman memegang tangannya saja Devan belum pernah.
Devan mencoba bersabar, menguji dan menelfon Vara.
"Hallo Yang, kamu dimana?!"Devan menahan emosinya.
"Ah.. aku di.. di rumah sakit Yang. Nanti aku telfon lagi ya!"Vara terengah-engah menjawab Devan.
Devan memutuskan untuk berjalan dihadapan mereka.
"Ada etika sedikit!"Devan menahan emosi. Melihat Vara yang masih saja bercumbu dengan orang asing itu.
Devan benar-benar tidak menyangka. Vara yang Ia kenal sangat lembut, pemalu dan tak seperti sekarang sangat liar.
Vara yang merasa terganggu langsung menatap orang yang menyapanya.
Vara terkejut dan langsung memohon maaf pada Devan.
Namun, tetap saja Devan telah begitu jijik pada Vara.
"Kita putus, lanjutkan!"Devan berlalu meninggalkan Vara yang memohon.
Belum jauh Devan berjalan.
"Lo kira gw suka beneran sama lo ha? Lo tu cupu ngak gaul dan satu hal yang harus lo tau. Gw cuman mau duit lo saja!"Devan mengepalkan kedua tangan nya.
Tanpa berniat melawan ucapan Vara, Devan melanjutkan langkahnya.
Semenjak hari itu Devan berubah, dari segi gaya dan caranya bersikap. Lebih suka diam menjaga wibawanya.
🔄Flashback Off🔄
Lamunan Devan akan masa lalunya buyar saat guru memasuki kelas. Panji pun sudah beranjak duduk ke tempatnya.
"Pagi anak-anak"seisi kelas menjawab sapaan dari wali kelas mereka.
"Pagi ini bapak mau memperkenalkan siswi pindahan, silahkan"Devan sungguh kaget mendapati gadis yang masuk ke kelas itu.
Mungkin perasaannya pada Vara belum menghilang semuanya. Devan mulai memanas saat gadis itu tersenyum hangat pada semua orang.
Tidak ada yang berbeda dari Vara dari 2 tahun yang lalu. Rambut sebatas bahu dan kulit putihnya.
Devan ingin sekali meluapkan kerinduannya, dan bertanya kemana Ia selama ini?
Namun, semua itu ditepisnya saat bayangan hitam yang begitu menyakitinya terlintas dipikiran.
"Baiklah Vara boleh duduk di meja itu"wali kelas menunjuk kearah meja didepan Dev.
Devan berusaha menetralkan perasaannya.
Pelajaran dilakukan dengan seperti biasa.
⏳Istirahat⏳
Devan dan para sahabat hendak beranjak dari tempat duduk mereka.
"Dev, maafin aku ya!"suara lembut itu keluar dari mulut Vara. Devan hanya mengangguk dan hendak berjalan.
"Kamu maafin aku kan? kamu bisa baca ini, kamu harus tau yang sebenarnya"Vara menyerahkan amplop putih yang tertera logo rumah sakit itu pada Devan.
Devan, Kiki serta Panji pun membaca hasil lab itu. Tertera di sana Vara mengidap sakit jantung studium 3.
Devan menatap lekat dan seolah bertanya pada Vara.
"Aku menghilang karena itu, setelah malam kita putus. tuhan lansung menghakimiku karena telah mengkhianatimu Dev. Aku pindah ke Singapura untuk berobat bukan seperti yang diceritakan orang-orang tentang Ayahku. Ayahku tidak jatuh bangkrut kok!"ujarnya lesu.
Devan mulai merasa simpati lagi padanya. Devan merasa selama ini seharusnya Ia mencari Vara.
"Dev, maafin aku"ujarnya berlinang air mata. pendirian Devan sudah runtuh dan akhirnya Ia mendekap Vara begitu hangat.
'Dasar bodoh!! hanya sikap mu saja yang berubah, hatimu masih lemah seperti dulu!! hanya karena kertas itu kau sudah percaya lagi padaku!! dasar bodoh!! Yang ku inginkan sekarang hanya uangmu, aku tidak bisa hidup dengan uang Ayah yang mulai menipis!! Kau masuk perangkap ku lagi Dev!!' ucap seseorang dalam hatinya.
🏢Pulang Sekolah🏢
Saat waktu pulang sekolah tambahan. Devan berniat tuk menjemput Key pulang les.
Namun desakan para sahabat nya membuat Devan terpaksa mengantarkan Vara pulang.
Melihat Vara yang pucat, Devan menguatkan hatinya untuk mengantarkan Vara pulang.
"Bye Dev, ngak mau mampir dulu? Mama sama Papa ada di rumah loh. udah lama Kamu ngak ke rumah!"Basa-basi Vara begitu manis.
"Ah.. lain kali aja ya Var, Aku mau balik dulu. bye"Mobil Devan meninggalkan rumah pagar hitam yang tidak lain adalah rumah Vara Chen.
🚘Didalam Mobil🚘
Devan menatap langit yang mulai tampak berawan hitam.
"Sudah mendung ternyata, apakah Key sudah pulang. Aku harus cepat-cepat pulang!"Devan membela jalanan di dampingi derasnya hujan.
Ia membawa mobil dengan begitu hati-hati. Jalanan yang begitu licin sangat berisiko kecelakaan.
Di sepanjang jalan hati Devan gelisah, selalu memikirkan Key.
Devan memberhentikan mobilnya mendadak, untung saja jalanan begitu sepi. Devan kaget mendapati seorang siswi persis dengan seragam SMA-nya, tergeletak di trotoar jalan.
Tanpa ada seorang pun yang mau menolong nya. Dengan niat hati, Devan menerobos hujan untuk menolong gadis itu.
Devan semakin terkejut dibuat nya.
Darah gadis itu menggenangi Trotoar. Rok yang semula putih berganti merah.
"Key~Key kamu kenapa Key,Key..?!!"Devan menggendong Key ke dalam mobil dengan begitu cepat.
Ia tak menghiraukan pakaiannya akan penuh darah juga.
Dengan Hati yang begitu cemas, Devan segera membawa Key ke rumah sakit tidak jauh dari Ia menemukannya.
"Dok bagaimana keadaan Is~saudara Saya?"Devan hampir saja keceplosan.
Ia sangat khawatir takut terjadi sesuatu pada Key.
"Saudara Anda tidak apa-apa. Hanya saja luka di lutut nya begitu dalam. Saya sudah menjahit lukanya bila nanti sudah sadar, sudah bisa pulang. Beberapa hari ke depan Ia akan bisa berjalan seperti biasa, sebelum itu biarkan Ia istirahat. Ini resep obatnya silahkan tebus di apotik depan!"Devan mengangguk dan tersenyum pada bapak tua seumuran dengan Ayah nya.
"Terima kasih Dok!"Dokter berlalu pergi dihadapan Devan.
BERSAMBUNG.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Suzieqaisara Nazarudin
Kayak nya surat dari dokter jantung itu akal akalannya vara doang yg maraih simpati devan..🙄🙄
2022-06-19
0
yunita ita
gemesss sm si devan mau aja lg sm vara😬😬
2022-05-30
0
🖤리카𝘌𝘓𝘍98🖤
Hmmm yg tersenyum devil apakah Vara, apakah Vara yg menginginkan kematiannya Key???
2021-09-17
0