Kurang lebih tiga bulan setelah setelah kepergian Yao Chan ke Alam Kultiva Naga, Sekte Lembah Dewa dikejutkan dengan kembalinya Yu Ma, Ayah Yu Lian yang juga merupakan Tetua Sekte Lembah Dewa Ketiga.
Kembalinya Yu Ma yang telah dianggap tewas dalam misi tersebut, tentu saja membuat heboh Sekte Lembah Dewa. Yu Ma disambut oleh Guo Jin dan Tetua Ma serta yang lainnya dengan kegembiraan yang luar biasa.
Yang merasa begitu bahagia tentu saja Yu Lian dan Yao Zhi. Yu Lian memeluk sang Ayah dengan sangat erat sambil menangis cukup lama.
"Maafkan Ayah nak, meninggalkanmu selama ini." Yu Ma mengelus rambut putrinya dengan penuh kasih sayang. "Kamu cantik seperti Ibumu..." Yu Ma tersedak ludahnya sendiri saat melihat wajah Yu Lian berubah sedih.
Yu Ma memeluk Yu Lian dengan erat, menyadari kesalahannya, kata-katanya yang terakhir mengingatkan Yu Lian pada wajah sang Ibu yang tidak akan pernah ia lihat selamanya.
"Saudara Ma... Syukurlah kau baik-baik saja" Yao Zhi mendekati Yu Ma yang melepaskan pelukannya pada Yu Lian.
"Saudara Zhi...aku sangat merindukanmu kawan" sambut Yu Ma segera memeluk Yao Zhi. Keduanya berpelukan dengan erat. Guo Jin dan Tetua lain tersenyum bahagia melihat kedua orang yang bersahabat karib tersebut.
Hanya satu dari puluhan tetua sekte yang merasa berbeda, yaitu Tetua Ye Lung. Hatinya merasa gelisah, karena beberapa bulan yang lalu salah satu rekannya dari Sekte Elang Hitam telah terbunuh.
Sang pembunuh tidak diketahui identitasnya, hanya saja kabar yang beredar, ada seorang pria bertopeng perak yang mengejar rekannya yang baru keluar dari kota Xinan.
Saat pertamakali kembali ke Sekte Lembah Dewa, Yu Ma masih mengenakan Topeng peraknya tersebut. Setelah memasuki Aula Sekte barulah Yu Ma melepas topeng peraknya.
Setelah berbincang beberapa saat dengan Yao Zhi, Yu Ma akhirnya meminta waktu untuk menyampaikan informasi yang berhasil dia peroleh selama ini.
Setelah semua Tetua duduk di kursi masing-masing, Yu Ma lalu menceritakan kronologis dirinya saat menghilang tiga tahun lalu.
Semua orang terkejut saat Yu Ma mengatakan bahwa ada penyusup di dalam Sekte. Itulah kenapa tiga tahun lalu, misi yang diembannya diketahui oleh kelompok aliran hitam.
"Tiga bulan yang lalu, aku telah sampai di kota Xinan, di sana aku menemukan seseorang yang mencurigakan berpakaian Sekte kita. Dia menitipkan sebuah kertas terlipat kepada pemilik rumah makan yang aku dan Yao Zhi kenal."
Yu Ma menjelaskan lebih lanjut bahwa dia menemukan kertas terlipat itu, diambil dua orang. Saat yang bersamaan dengan masuknya kedua orang itu, Yu Ma melihat Yao Zhi memasuki Rumah Makan Lao Qin.
Yao Zhi pun membenarkan bahwa dia melihat pria bertopeng perak di rumah makan Lao Qin. Dirinya juga bercerita bahwa ia mencurigai Pria itu sebagai Yu Ma karena ilmu peringan tubuh yang digunakannya.
Karena hal itulah dirinya berusaha mengejar Yu Ma hingga ke pintu gerbang kota Xinan, Namun Yao Zhi melihat sosok tersebut sudaha terlalu jauh meninggalkan kota Xinan.
Yu Ma pun melanjutkan bahwa dia berhasil mengejar mereka, hanya saja yang berhasil dia kejar hanya satu orang.
Yu Ma lalu terlibat pertarungan dengan orang tersebut. Setelah membunuhnya, Yu Ma menggeledah jubah lawannya, namun dia tidak menemukan kertas yang terlipat tersebut.
Dari Lencana yang dia temukan, Yu Ma mengetahui bahwa pria tersebut adalah anggota Sekte Elang Hitam.
Semua orang terkejut saat mendengar nama Sekte Elang Hitam. Karena sekte tersebut telah terlibat konflik dengan Sekte Lembah Dewa sejak belasan tahun lalu.
Yu Ma melanjutkan ceritanya, bahwa setelah mengetahui identitas pria tersebut, dirinya memutuskan untuk menyelidiki Sekte Elang Hitam lebih lanjut.
Dengan bermodal lencana pria yang dibunuhnya, Yao Chan berhasil menyusup kedalam Sekte Elang Hitam.
Dari hasil penyelidikannya, Yu Ma akhirnya mengetahui bahwa kertas tersebut berisi informasi tentang Cambuk Naga Api.
Semua orang terkejut, beberapa diantaranya berdiri dengan kemarahan yang meluap.
"Tetua Ma... siapakah penyusup yang kau maksud, Aku akan memecahkan kepalanya dengan tanganku sendiri!" Seorang Tetua di kursi nomor lima berdiri sambil mengepalkan tangannya.
Feng Hu tetua nomor lima itu terlihat sangat marah, sebagai Tetua yang menjadi pemimpin atas penjagaan dan keamanan sekte, dirinya merasa bertanggung jawab dalam hal ini.
Selain Guo Jin, tak satupun yang memperhatikan wajah Tetua Ye Lung yang kini memucat.
Setelah mendengar perkataan Yu Ma tentang adanya penyusup yang membocorkan keberadaan Pusaka Cambuk Naga Api, Guo Jin memperhatikan satu persatu wajah tetua sekte yang hadir di Aula.
Guo Jin meyakini bahwa penyusup tersebut pasti salah satu dari sepuluh tetua yang dikirim untuk menjemput murid luar sekte. Guo Jin berniat hendak berbicara, namun Tetua Ma Hua sudah berdiri mendahuluinya.
Tetua Ma Hua juga sepemikiran dengan Guo Jin, untuk itulah ia meminta sepuluh Tetua yang dikirimnya untuk berdiri ditengah aula sekte. Sebagai Tetua tertinggi, Ma Hua merasa wajib menyelesaikan permasalahan ini.
Dari sepuluh orang yang di kirim, hanya satu orang saja yang tidak hadir, karena sedang mengemban misi dari sekte.
"Tetua Yu Ma apakah penyusup yang kau maksud ada diantara kesembilan orang ini?" Walau Yu Ma menantunya, Tetua Ma Hua selalu memanggil dengan sebutan tetua saat dalam acara resmi seperti ini.
"Benar Tetua Tertinggi, penyusup itu salah satu dari mereka" Jawab Yu Ma dengan tatapan tajam kearah Ye Lung.
Merasa misi menyusupnya sudah tidak bisa ia tutupi, Ye Lung akhirnya tertawa putus asa, dia tahu resiko menjadi mata-mata bila jati dirinya ketahuan.
"Hahaha Tak ku sangka hari ini indentitasku yang sebenarnya terbongkar oleh seseorang yang telah ku anggap mati"
Tetua yang hadir terkejut, delapan tetua yang lain segera meloncat mundur sambil mencabut pedang mereka, lalu mengepung Ye Lung.
"Biar aku yang membunuhnya" terdengar suara Tetua Feng Hu sambil melompat ke depan Ye Lung dan mencabut pedangnya.
"Tetua Hu tahan serangan mu!" Suara Guo Jin yang berwibawa, menghentikan langkah Tetua Feng Hu yang sudah berjarak beberapa langkah dari Ye Lung yang juga sudah mencabut pedangnya.
"Tetua Hu, sabarlah sejenak, kita harus mengetahui semuanya lebih jelas". Guo Jin berdiri dari kursinya.
"Tetua Ye Lung sebelum kematianmu, apakah kau bisa menjelaskan siapa dirimu sebenarnya!" Guo Jin menatap tajam kearah Ye Lung.
"Hahaha... jika aku menjelaskan siapa diriku sebenarnya, apakah kau akan membebaskan aku hei kakek tua bangka?" Ye Lung mencoba menutupi ketakutannya dengan tertawa.
"Ye Lung jaga mulutmu atau aku akan merobek mulutmu itu!" Bentak Tetua Feng Hu yang geram karena menyebut Ketua Sektenya dengan kata-kata kasar.
Guo Jin menenangkan Tetua Feng Hu dan yang lainnya yang begitu marah mendengar perkataan Ye Lung.
Sementara Yao Zhi dan Yu Ma hampir saja menerjang Ye Lung mendengar kata makiannya kepada guru yang sangat mereka hormati itu.
"Ye Lung kau telah mendustai kepercayaan kami selama ini. Kau tahu bukan bahwa dusta hanya diterima oleh beberapa orang di sebuah masa tetapi tidak akan diterima oleh semua orang di semua masa" Lanjut Guo Jin dengan tenang.
Lalu Guo Jin menganggukkan kepala kepada Tetua Feng Hu yang sudah sangat marah ingin segera menghabisi Ye Lung.
Tetu Feng Hu tersenyum mendapat persetujuan dari Ketua Sektenya. Lalu ia mengerahkan sejumlah besar tenaga dalam ke pedang yang dipegangnya.
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 305 Episodes
Comments
Abu Fadhila
Awal mula kehancuran Sekte Lembah Naga. nama yg sangat Keren tp tak sekeren kenyata'annya.
2024-05-16
0
Harman LokeST
para penyusup di bunuh saja jangan beri ampun
2022-06-11
0
pangeran selatan
mungkin maksudnya Yu Ma
2022-06-01
0