Setelah keluar dari Lembah Dewa, Ye Lung dan sembilan Tetua lain berpencar. Ye Lung menuju kearah tenggara, ke kota Xinan yang berjarak lima puluh kilometer dari Lembah Dewa.
Ye Lung menempuh perjalanan dengan berlari menggunakan ilmu meringankan tubuh. Dalam dua jam dirinya telah sampai di kota Xinan.
Ye Lung kemudian mencari rumah makan. Setelah memesan makanan dan minuman kepada pelayan, Ye Lung mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.
Setelah yakin tidak menemukan orang yang dicarinya, Ye Lung mengeluarkan sebuah kertas dan kuas dari saku jubahnya.
Saat pesanannya datang, Ye Lung pun telah selesai menulis lalu melipat kertasnya hingga menjadi lipatan kecil, tanpa menyadari ada sepasang mata dibalik topeng perak sedang mengawasinya dengan tatapan curiga.
Mata dibalik topeng perak itu adalah milik seorang pria berjubah biru gelap, di pinggangnya terselip sebuah pedang dengan ujung gagang pedang berbentuk Lingkaran berwarna kuning.
Setelah selesai menyantap hidangannya. Ye Lung kemudian beranjak ke tempat pembayaran dimana seorang lelaki tua duduk di depan meja. Lelaki yang dikenal Ye Lung dengan nama Lao Qin sang pemilik rumah makan tersebut.
Tanpa diketahui orang lain Ye Lung memberikan kertas yang telah diikat dengan segel berlambang Burung Elang Hitam. Lalu menyerahkan lima keping uang perak kepada Pria setengah baya itu.
Pria itu mengangguk pelan, sudah belasan kalinya ia menerima titipan kertas yang sama, kertas yang diduganya sebagai pesan rahasia.
Sebenarnya pemilik rumah makan tersebut ingin menolaknya namun ia takut untuk berurusan dengan Sekte Elang Hitam, karena pasti akan berkahir buruk baginya.
Setelah selesai dengan urusan pembayaran, Ye Lung melangkah keluar rumah makan untuk menjalankan kembali tugas dari Sekte Lembah Dewa.
Lelaki bertopeng perak yang tadi menatap Ye Lung dengan curiga, kini menghampiri lelaki tua pemilik rumah makan.
"Tuan...berapa harus ku bayar untuk biaya hidangan yang telah ku santap?" tanya Pria bertopeng itu sambil mengeluarkan sekeping uang emas dari saku jubahnya.
"Sebentar tuan..." Pemilik rumah makan tertegun sejenak mendengar suara yang terdengar tidak asing di telinganya."Ah ... mungkin suaranya saja yang sama" Pikir pemilik Rumah Makan lalu mencari catatan tentang pesanan pria bertopeng itu. "Semuanya Dua keping perak tuan"
"Baik ini uangnya .. sisanya Aku minta beberapa kendi arak lagi, dimeja yang sama."
Pria bertopeng perak itu kembali melangkah ke mejanya semula. Dia membatalkan niatnya untuk bertanya kepada Pemilik Rumah Makan yang dikenalnya sebagai Lao Qin.
"Lebih baik aku menunggu siapa yang akan mengambil kertas itu" Pikir Pria Bertopeng Perak sambil menggeser kursinya dan duduk menghadap pintu.
Setelah Arak pesanannya datang, Pria bertopeng perak itu segera mengambil satu kendi arak dan menyisakan empat kendi lainnya.
Saat Kendi arak pertamanya habis, terlihat olehnya dua orang laki-laki memasuki rumah makan, di pinggang mereka berdua terselip sebuah pedang.
Hampir secara bersamaan di belakang dua orang tersebut, tampak berjalan Laki-laki dan seorang perempuan yang cantik. Diantara mereka berdua berjalan seorang anak laki-laki yang kulit tangan hingga wajahnya dipenuhi tato seperti sisik ular.
Di balik topeng peraknya, pria tersebut membelakakan matanya, mulut terbuka lebar saat menatap mereka bertiga.
Bukan karena terkagum-kagum dengan kecantikan sang perempuan atau terkejut melihat kondisi anak kecil itu.
Yang membuatnya terkejut adalah wajah lelaki tampan itu. Wajah yang sangat dirindukannya, wajah yang sudah tujuh tahun tidak ia lihat. Itu adalah wajah Yao Zhi, sahabat karibnya yang tujuh tahun lalu dikabarkan tewas dalam suatu misi.
Mengetahui sahabatnya masih hidup, hati pria bertopeng perak tersebut dipenuhi rasa bahagia yang membuat hatinya seakan-akan hendak meledak.
Namun, saat menatap wajah perempuan cantik dan anak kecil yang diyakininya sebagai isteri dan anak Yao Zhi, wajah Pria dibalik topeng perak itu berubah menjadi sedih.
Ingatannya kembali ke masa lima tahun lalu, teringat akan wajah damai isterinya yang meninggal sesaat setelah melahirkan putri mereka.
"Lian'er...bagaimana keadaanmu nak? kamu pasti sudah besar dan cantik seperti ibumu." Batin pria bertopeng itu dengan mata berkaca-kaca. Saat itulah dia baru menyadari dua orang lelaki yang membawa pedang telah sampai di pintu keluar dan beranjak pergi dari rumah makan tersebut.
Saat dirinya berdiri hendak menyusul kedua orang tersebut, dirinya dikejutkan oleh suara Lao Qin yang berjalan terburu-buru ke arah meja Yao Zhi sambil memanggil-manggil namanya.
"Zhi'er.... kau kah itu.. ? kau benar benar Yao Zhi yang ku kenal bukan?" Suara Lao Qin terbata-bata.
"Senior Qin... terimakasih anda masih mengingat ku." Lelaki tampan yang tak lain adalah Yao Zhi, berdiri dan memeluk Lao Qin yang juga memeluk dirinya dengan erat. Ada rasa hangat menjalar di hati Yao Zhi.
Para pengunjung rumah makan terhenti sejenak menikmati hidangan mereka saat mendengar nama Yao Zhi disebutkan oleh Lao Qin. Karena Nama itu sangat dihormati dan disegani di kota Xinan, sejak sepuluh tahun lalu.
"Syukurlah kau benar-benar Zhi'er yang ku kenal. Aku tak ingin percaya saat mendengar berita kematianmu tujuh tahun lalu. Ternyata aku benar kalau dirimu masih hidup." Lanjut Lao Qin sesaat setelah melepas pelukannya dari Yao Zhi dengan mata berkaca-kaca.
Kemudian mereka berdua terlibat dalam perbincangan yang seru. Sementara itu, Pria Bertopeng perak yang sedang dalam dilemanya, akhirnya melesat pergi dengan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi.
Kepergian Pria Bertopeng Perak itu mengejutkan Yao Zhi, ia mengenali ilmu meringankan tubuh tersebut sebagai ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi Sekte Lembah Dewa, hanya tiga orang yang menguasai teknik tersebut di Lembah Dewa.
Selain dirinya dan Patriak Guo Jin, satu orang yang lain adalah sahabatnya sendiri, yaitu Yu Ma yang menempati Tetua Sekte no 3.
Setahun lalu, Yao Zhi mendengar kabar tentang tewasnya Yu Ma yang sedang menjalankan misi rahasia sekte. Hal itulah yang mendorong Yao Zhi memutuskan mengunjungi Lembah Dewa untuk memastikan berita tersebut.
"Zhi Gege.. orang yang baru berkelebat pergi tadi, sepertinya menggunakan teknik peringan tubuh yang sama denganmu. Apakah kau mengenalinya?." tanya sang Isteri yang tak lain adalah Lin Hua, putri Bangsawan Lin Bao yang terkenal di Ibukota kekaisaran Wu, Chang Nan.
"Entahlah.. aku tak tahu siapa Pria Bertopeng Perak itu, tapi teknik peringan tubuhnya sama denganku. Selain Guru hanya saudara Ma yang menguasai teknik itu." Jawab Yao Zhi sambil mengerutkan dahi saat menatap Lao Qin yang duduk dihadapannya.
"Zhi'er... Saat mendengar suara Pria Bertopeng Perak itu, aku juga menduga dia adalah Yu Ma. Namun aku tidak yakin, karena.." Kata-kata Lao Qin terhenti saat tiba-tiba Yao Zhi pun melesat pergi ke arah yang dituju oleh Yu Ma.
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 305 Episodes
Comments
Shan shan
gw bingung sebenarnya siapa yang jadi MC
2024-03-25
0
🌼🆚🐝
bulet,sampek bingung,baca alurnya😅😅✌️✌️
2024-01-13
0
Harman LokeST
hati hati ada penyusup
2022-06-11
0