Saat Yao Zhi sedang berbincang dengan Lao Qin, Yu Ma sedang dalam dilema, apakah menemui Yao Zhi atau mengejar dua orang yang baru keluar dari rumah makan Lao Qin.
Setelah berpikir sesaat, Yu Ma pun memutuskan untuk mengikuti kedua orang tersebut. Walau sebenarnya ingin sekali ia menemui Yao Zhi.
Yu Ma lebih memprioritaskan penyelidikannya untuk mencari tahu siapa anggota Sekte Lembah Dewa yang menjadi mata-mata aliran hitam.
Hari ini tanpa diduga, Yu Ma melihat Tetua Ye Lung dengan gerak gerik yang mencurigakan. Tetua Ke-57 Sekte Lembah Dewa itu, menulis surat yang kemudian dilipat kecil dan diberikan kepada Lao Qin.
Awalnya Yu Ma menduga Lao Qin terlibat dalam hal ini, namun melihat wajah tegang dan ketakutan Lao Qin, Yu Ma menyadari bahwa Lao Qin berada dibawah ancaman Ye Lung. Untuk itulah Yu Ma memilih untuk mengetahui kepada siapa surat itu disampaikan.
Setelah mengetahui bahwa surat tersebut diambil oleh dua lelaki yang membawa pedang, Yu Ma semakin yakin bahwa Tetua Ye Lung yang kenalnya selama ini adalah penyusup yang memata-matai sekte Lembah Dewa.
Namun Yu Ma memerlukan bukti yang kuat untuk membuat Ye Lung tersudut. Itulah sebabnya Yu Ma memutuskan untuk mengikutinya dan merebut surat tersebut.
Sesampainya di gerbang keluar kota Xinan, Yu Ma menghampiri penjaga kota dan menanyakan tentang dua orang yang dikejarnya.
Dari keterangan penjaga gerbang kota, akhirnya Yu Ma melesat kearah timur.
Setengah jam kemudian Yu Ma dihadapkan pada dua persimpangan jalan. Setelah berpikir beberapa saat Yu Ma memilih persimpangan ke kanan. Karena persimpangan jalan ke kanan searah dengan jalan menuju Sekte Elang Hitam.
***
Sesaat setelah Yu Ma meninggalkan Gerbang Kota Xinan, Yao Zhi pun tiba di sana. Hanya saja Yu Ma sudah terlihat seperti titik kecil di kejauhan.
Yao Zhi akhirnya memutuskan kembali ke rumah makan. Yao Zhi yakin bila pria bertopeng itu adalah Yu Ma, pasti dia sudah mengenali dirinya, hanya saja ada sesuatu hal yang membuatnya harus pergi tanpa menyapanya terlebih dahulu.
Sesampainya di rumah makan, Yao Zhi melihat Lao Qin masih di meja tempat Lin Hua dan Yao Chan berada. Wajah gelisah dan khawatir Lao Qin membuat kening Yao Zhi berkerut.
"Ayah... Ibu lihat, Ayah sudah kembali" teriak Yao Chan saat melihat Yao Zhi menghampiri meja di mana Lin Hua baru saja menghabiskan makanannya. Wajah Lao Qin menjadi pucat saat melihat kedatangan Yao Zhi.
"Ada apa Senior Qin.. kenapa anda terlihat gelisah?" tanya Yao Zhi setelah duduk dihadapan Lao Qin.
"Zhi'er...maafkan aku..."
Yao Zhi terkejut karena tiba-tiba Lao Qin berdiri dari kursinya lalu berlutut sambil menangkupkan kedua tangannya. Tubuhnya terlihat gemetar.
Yao Zhi segera berdiri dan membantu Lao Qin untuk berdiri.
"Senior Qin.. ada apa? kenapa anda berlaku seperti ini?"
"Zhi'er...sebaiknya kita bicara di ruangan ku. Ada hal penting yang ingin ku katakan."
Setelah meminta Lin Hua dan Yao Chan menunggu sebentar, Yao Zhi dan Lao Qin bergegas ke ruangannya.
Sesampai di ruangannya, Lao Qin lalu menceritakan bahwa dirinya selama lima tahun terakhir berada dibawah ancaman Tetua Ye Lung,
Tetua Ye Lung, bekerjasama dengan Sekte Elang Hitam yang merupakan salah satu sekte aliran hitam di kekaisaran Wu. Tetua Ye Lung sering menitipkan surat kepada dirinya, apabila anggota sekte Elang Hitam tidak ada di rumah makan tersebut.
Lao Qin sebenarnya ingin menolak, namun karena takut dengan sekte Elang Hitam, dirinya tidak bisa berbuat banyak selain menuruti perintah Tetua Ye Lung.
Lao Qin juga bercerita semenjak kabar kematian Yao Zhi tujuh tahun lalu, Yu Ma pun jarang sekali singgah di rumah makannya. Sehingga Lao Qin bingung harus mengadu kepada siapa.
"Zhi'er.. Maafkan orang tua yang bodoh ini nak" Lao Qin mengakhiri ceritanya sambil memohon maaf kepada Yao Zhi.
"Senior Qin..ini bukan salahmu, tak per..." Yao Zhi belum sempat menyelesaikan kalimatnya saat dirinya mendengar teriakan Yao Chan yang ketakutan.
Yao Zhi segera melesat menuju ruangan dimana Lin Hua dan Yao Chan berada.
Terlihat olehnya Lin Hua sedang bertarung melawan empat orang berpakaian merah, sementara dua orang berpakaian merah lainnya tergelatak tak bernyawa dengan leher yang hampir putus dengan darah yang mengalir deras.
Belasan meja dan kursi telah hancur akibat dari pertempuran itu. Sementara para pengunjung rumah makan sudah berlari keluar menjauh dari ruangan itu.
Sementara itu, Yao Chan terlihat ketakutan di sudut ruangan.
"Senior Qin.. tolong jaga puteraku." Tanpa menunggu jawaban dari Lao Qin, Yao Zhi segera melesat menerjang ke arena pertarungan.
Dalam satu serangan, pukulan Yao Zhi yang dialiri tenaga dalam besar mengenai dada salah satu lelaki berjubah merah, hingga membuatnya terpental keluar dari rumah makan dengan nyawa melayang.
Ketiga rekan pria tersebut, terkejut dengan kehadiran Yao Zhi. Mereka kemudian mengambil jarak dari dari Lin Hua.
"Siapa kau? berani ikut campur dan melawan Kelompok Laba-laba Merah!" Bentak salah satu dari mereka.
"Kelompok Laba-laba Merah? mengapa mereka sampai disini?" Pikir Yao Zhi sambil mengerutkan dahinya.
Sepengetahuan Yao Zhi Laba-laba Merah adalah sekelompok perampok yang mempunyai anggota ribuan orang. Markas mereka diketahui berada di hutan dekat dengan kota Fuxuan yang jarak tempuhnya hampir satu bulan dari kota Xinan dengan menaiki kereta kuda.
"Aku adalah suami dari perempuan yang kalian serang, kalian dari kelompok Laba-laba Merah mengapa membuat kekacauan di sini?" Jawab Yao Zhi Lantang.
"Itu bukan urusanmu, kami ingin perempuan cantik itu untuk menemani komandan kami malam ini hahahaha" Pria lain tertawa dengan sombongnya.
"Baiklah kalo begitu, sekarang aku punya alasan untuk membunuh kalian semua!" Yao Zhi mencabut pedangnya.
"Hua'er lindungi putera kita."
Selesai berkata, Yao Zhi mengalirkan empat puluh persen tenaga dalam ke pedangnya. Seketika pedang tersebut mengeluarkan tujuh warna pelangi.
Ketiga perampok itu membelakakan matanya melihat pedang berwarna pelangi dihadapan mereka.
Barulah mereka sadar telah menyinggung seorang pendekar yang terkenal dengan julukan Pendekar Pedang Pelangi. Tubuh mereka seketika bergetar hebat.
Belum hilang rasa terkejut mereka, Yao Zhi sudah melompat kearah tiga orang itu sambil menebaskan pedangnya. Selarik sinar merah melesat mendatar dari Pedang Pelangi. itulah jurus pertama Pedang Pelangi, Tebasan Sang Merah.
Sinar merah yang melesat secepat angin itu segera menebas dua orang yang terlambat untuk menghindar. Kedua orang itu tewas seketika dengan tubuh terpotong menjadi dua bagian.
Satu orang lainnya berhasil menghindar dengan melompat keatas. Namun Yao Zhi yang sudah menduga hal tersebut, melompat kearah pria berjubah merah itu sambil mengayunkan pedangnya.
Pedang Pelangi kembali menelan korban. Pria tersebut, sempat menahan tebasan pedang Yao Zhi yang mengarah ke lehernya. Namun pedangnya yang berada di tingkat senjata perak, bukanlah tandingan pedang Yao Zhi yang merupakan Pusaka Bumi.
Pedang pria tersebut patah menjadi dua membuat lehernya pun tertebas hingga hampir putus. Pria tersebut jatuh sesaat setelah nyawanya melayang.
*******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 305 Episodes
Comments
Yuda Suastika
habisin
2024-06-18
0
Iwan Sukendra
menarik....
2023-01-16
0
WAKANDA NO MORE
mantap jiwa 👍🏻
2022-12-22
0