Sesaat setelah pria berjubah merah itu tewas, belasan prajurit pasukan penjaga kota datang ke rumah makan Lao Qin. Pasukan yang berjumlah tiga puluh orang tersebut, dipimpin oleh seorang komandan yang terlihat masih muda bernama Chang Yun.
"Ada masalah apa ini? kenapa anda membunuh mereka?" Tanya Komandan Chang Yun sambil menatap Yao Zhi yang baru selesai membersihkan darah yang membasahi pedangnya. Komandan Chang Yun mengerutkan dahinya, ia merasa tidak asing dengan wajah pria tampan dihadapannya.
"Aku membunuh mereka karena mereka ingin menculik isteriku Komandan" Jawab Yao Zhi seraya memasukan kembali pedang Pelangi ke sarungnya.
Yao Zhi pun kemudian menceritakan siapa mereka dan alasan dia membunuh mereka semua.
Saat mendengar nama kelompok Laba-laba Merah, Komandan Chang Yun terkejut. Hal itu karena akhir-akhir ini, kelompok tersebut sering membuat kekacauan dengan merampok para pedagang dan menculik para wanitanya.
"Terimakasih atas bantuannya menumpas mereka, Namaku Chang Yun, jika Aku boleh tahu dengan siapa aku sedang berbicara" Tanya Komandan Chang Yun sambil menangkupkan kedua tangannya di depan wajah.
Komandan Chang Yun tak lagi bisa menahan rasa penasarannya, dia yakin pernah melihat wajah pria tampan dihadapannya.
"Namaku Yao Zhi dari Sekte Lembah Dewa"Jawab Yao Zhi sambil menunjukan Lencana Tetua Sekte Lembah Dewa.
"Apa! Yao Zhi dari Sekte Lembah Dewa!!!"
Komandan Chang Yun terlihat sangat terkejut. Dirinya mengetahui nama tersebut tujuh tahun lalu saat dirinya masih menjadi prajurit di ibukota kekaisaran Wu, Chang An.
Namun yang diketahuinya, Tujuh tahun lalu, Yao Zhi telah menghilang saat mengawal rombongan Putri Bangsawan Lin Bao yang bernama Lin Hua.
Yang Chang Yun ketahui, rombongan tersebut diserang oleh sekolompok pembunuh bayaran yang terkenal memiliki kemampuan tinggi. Seluruh prajurit yang mengawal dan pendekar yang disewa terbunuh semua. Salah satu prajurit yang terbunuh adalah kakak Chang Yun, Chang Bun.
Saat itu Nama Yao Zhi menjadi terkenal di kalangan prajurit karena sepak terjangnya membantu pasukan Kekaisaran Wu dalam menumpas para pengacau yang mengganggu kedamaian Ibukota.
"Ada apa Komandan Yun, kenapa anda terlihat terkejut mendengar namaku?"
Komandan Yun ingin menjawab, namun matanya terlihat melebar saat melihat seorang perempuan cantik bersama seorang bocah kecil menghampiri Yao Zhi.
Saat matanya melihat gelang Giok hijau di tangan kiri perempuan itu, Komandan Yun segera menangkupkan kedua tangannya didepan wajah sambil memberi salam.
"Hormat kepada Nona Muda Hua, perkenalkan nama hamba Chang Yun, Adik dari Komandan Chang Bun"
Lin Hua terkejut mendapati situasi dihadapannya. Begitu juga dengan Yao Zhi., ia terkejut ketika mendengar nama Chang Bun.
Chang Bun adalah komandan pasukan yang mengawal Lin Hua tujuh tahun lalu. Karena jasa Chang Bun yang mengorbankan nyawanya, Yao Zhi yang saat itu terluka, akhirnya bisa menyelamatkan Lin Hua.
Suasana menjadi hening sesaat, namun itu tak lama karena tiba-tiba seorang prajurit lari menyeruak masuk. Setelah memberi hormat kepada Komandan Chang Yun, prajurit itu menyampaikan berita bahwa didepan gerbang timur ratusan orang berpakaian merah dan bersenjata hendak memasuki Kota Xinan.
"Apakah mereka berpakaian seperti itu?" tanya Komandan Chang Yun sambil menunjuk beberapa mayat yang mengenakan pakaian merah.
"Benar Komandan." jawab prajurit sesaat setelah melihat kearah yang ditunjuk oleh Komandan Chang Yun.
Mendengar itu, Komandan Chang Yun segera memerintahkan satu prajurit lain untuk memanggil prajurit yang ada di rumah walikota, sekaligus menyampaikan berita ini kepadanya.
"Tetua Zhi.. Mohon bantuan anda sekali lagi untuk membantu mempertahankan kota Xinan dan menumpas kelompok laba-laba Merah."Komandan Chang Yun menangkupkan kedua tangannya ke depan wajah.
Komandan Chang Yun sebenarnya merasa sedikit khawatir menghadapi kelompok perampok tersebut, namun keberadaan Yao Zhi yang merupakan pendekar tingkat tinggi, membuat kekhawatirannya berkurang banyak.
"Tentu saja Komandan Yun, Aku akan membantu anda."
Yao Zhi berpesan kepada Lin Hua agar tetap tinggal di rumah makan Lao Qin dan menjaga Yao Chan. Sementara Komandan Yun, memerintahkan empat prajuritnya, untuk mengurus mayat enam anggota Laba-laba Merah.
Setelah itu, Yao Zhi dan Komandan Yun beserta pasukannya segera berlari kearah gerbang Kota bagian timur.
Kota Xinan adalah sebuah kota dengan jumlah penduduk hampir sepuluh ribu orang. kota ini dikelilingi pagar tembok yang tingginya mencapai empat meter.
Terdapat empat Gerbang di kota Xinan, yaitu gerbang Barat, Utara, Selatan dan Timur.
Pintu gerbang terbuat dari kayu yang tebal dan kuat dengan lebar empat meter. Di setiap gerbang, terdapat sebuah tangga untuk naik keatas tower yang tingginya enam meter.
Tower tersebut berfungsi sebagai tempat melihat keluar tembok pagar kota. tower itu dapat menampung lima orang dewasa.
Sesampainya di Gerbang Timur, komandan Yun dan Yao Zhi segera menaiki tower. Terlihat sekitar lima ratus orang yang menaiki kuda dan membawa berbagai senjata, seperti pedang, golok dan kapak. Kelompok tersebut adalah kelompok perampok Laba-laba Merah yang terkenal dengan kekejamannya.
Di bagian depan, terlihat tiga orang yang sepertinya menjadi pemimpin kelompok tersebut. Salah satu dari ketiga orang itu melambaikan tangannya. Lalu seorang lelaki memacu kudanya ke hadapan mereka bertiga.
Sesaat kemudian, laki-laki itu memacu kudanya menuju ke arah gerbang kota. Sesampainya di depan gerbang kota laki-laki tersebut berteriak lantang.
"Kami dari kelompok Laba-laba Merah, ingin memasuki kota Xinan, izinkan kami lewat atau kami akan menggunakan kekerasan dan membunuh kalian semua."
"Kalian tidak diizinkan memasuki kota, enam teman kalian sudah berbuat keonaran dan kami terpaksa membunuhnya, pergilah kalian dari sini" Teriak komandan Chang Yun membalas perkataan laki-laki itu sambil mengarahkan anak panah yang telah dipasang di busurnya.
Melihat hal itu, lelaki utusan kelompok Laba-laba Merah segera berbalik dan memacu kudanya kearah ketiga pimpinannya dan melaporkan apa yang disampikan komandan Chang Yun.
Tak lama kemudian, Kelompok Laba-laba Merah pun mengacungkan senjata seraya memacu kudanya kearah gerbang kota yang tertutup.
"Komandan Yun, Buka pintu gerbang lalu kau pimpin pasukan dan pertahankan gerbang Kota, aku akan didepan kalian membunuh kuda-kuda mereka terlebih dahulu" perintah Yao Zhi seraya mencabut pedang Pelangi dan mengalirkan tenaga dalam yang besar ke pedangnya.
"Baik Tetua Zhi" Komandan Yun segera melompat turun, bersamaan dengan hal itu, pasukan yang dipimpin oleh walikota tiba di gerbang timur dengan jumlah lebih dari seratus orang.
Sementara Yao Zhi, segera melompat dari Tower dan mendarat belasan meter dari pintu gerbang.
"Tebasan Sang Merah"
Yao Zhi menebaskan pedangnya secara mendatar dari kiri ke kanan. Selarik sinar merah melesat dari pedang ditangannya. Sinar merah tersebut mengarah pada kuda yang melaju kearahnya.
Lebih dari dua puluh kuda terjungkal dengan kedua kaki depannya putus tertebas sinar merah dari Pedang Pelangi.
Para penunggang kuda tersebut melompat dari atas punggung kuda, hanya saja mereka terlambat menyadari gerakan Yao Zhi berikutnya.
Saat kaki mereka menjejak tanah, seberkas cahaya merah menerpa tubuh mereka dan memotongnya menjadi dua bagian. Dua puluh orang lebih tewas dalam dua serangan Yao Zhi.
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 305 Episodes
Comments
Abu Fadhila
Klo di zaman sekarang 10 ribu itu jumlah penduduk 1 Desa bahkan bisa lebih dari 10 ribu
2024-05-16
0
Atek Jong
kota dgn penduduk 10 ribuan, dikit amat. jakarta aja 12 juta. /Drool/
2024-05-08
0
premier MT
bingung bacanya
2022-09-26
1