"Anak ini benar-benar memiliki keberuntungan langit." Zhu Long menatap Yao Chan yang sedang makan daging ayamnya yang kedua.
Sambil menunggu Yao Chan selesai sarapan, Zhu Long membuka lagi Kitab Dewa Angin. Di dalam kitab tersebut, terdapat empat teknik beladiri dari Dewa Angin. Yang pertama adalah Teknik Langkah Dewa Angin.
Zhu Long berdecak kagum dengan teknik peringankan tubuh ini. Walau dirinya memiliki ilmu peringan tubuh tingkat tinggi dari Dewa Naga, namun tekniknya tersebut berada satu tingkat dibawah Teknik Langkah Dewa Angin.
Teknik kedua yang terdapat di dalam Kitab Dewa Angin adalah Teknik Melayang Secepat Angin. Hanya saja untuk mempelajari teknik ini dibutuhkan tenaga dalam minimal seribu simpul.
Teknik ketiga adalah Teknik Pedang Angin. Syarat untuk dapat menggunakan teknik ini adalah memiliki tenaga dalam minimal Seribu Simpul dan menggunakan pusaka minimal di tingkat Pusaka Bumi.
Namun bagi orang yang telah mahir, hanya dengan menggunakan jarinya saja dapat menggunakan teknik ini. Hanya saja Pedang Angin yang dibentuk memiliki panjang satu hingga dua meter. Berbeda jauh jika menggunakan pedang yang mampu membuat pedang angin sepanjang sepuluh meter.
Teknik ke empat adalah Tornado Petir. Hanya saja untuk menggunakan teknik ini, dibutuhkan energi qi sebanyak lima ratus Kristal.
Teknik ini sangat efektif untuk menghadapi musuh yang berjumlah ratusan hingga ribuan orang. Karena Tornado petir yang dapat dibuat dengan teknik ini sebanyak sepuluh hingga dua puluh buah tornado petir.
"Aaahh ..kenyang sekali.." Suara Yao Chan membuat Zhu Long berhenti membaca Kitab Dewa Angin dan kemudian menyimpannya di Gelang Ruang Dimensi.
Zhu Long mengeluarkan sebuah bambu yang berisi air dan memberikannya kepada Yao Chan.
"Kakek.. apa kakek sudah makan?dari kemarin aku belum melihat kakek makan atau minum sekalipun?" tanya Yao Chan selesai minum.
Zhu Long tertawa kecil sebelum akhirnya menceritakan siapa dirinya. Yao Chan sempat bersujud saat mengetahui bahwa Zhu Long adalah pendiri Sekte Lembah Dewa.
Dan saat mengetahui bahwa Zhu Long yang ada dihadapannya ini adalah rohnya, barulah Yao Chan paham kenapa Zhu Long tidak makan ataupun minum.
"Enak juga ya Kek jadi roh."Gumam Yao Chan. Zhu Long yang mendengar hal itu, mengerutkan dahinya. Dia menebak-nebak apa gerangan yang membuat Yao Chan berkata demikian, namun dia tak mengetahui dengan pasti.
"Enak? dimananya yang enak?" tanya Zhu Long penasaran.
"Ya enak dong kek.. ga makan ga minum jadi ga perlu E ek" Jawab Yao Chan yang keliatan gelisah.
"Hahahaha...." Zhu Long tertawa keras, ia menyadari Yao Chan sedang ingin buang air besar.
Zhu Long lalu membawa Yao Chan melesat dengan ilmu peringan tubuhnya melalui jalan setapak yang menuruni bukit. Tak lama kemudian mereka sampai di tepi sungai yang lebar dengan air yang jernih.
**
Setelah kembali dari sungai, Zhu Long memutuskan untuk segera memulai latihan. Zhu Long lalu memberikan teori tentang Teknik Langkah Dewa Angin.
Walau Yao Chan anak yang cerdas, namun Teknik dari Kitab Langit bukan hal yang mudah untuk dipahami. Apalagi oleh seorang anak yang baru berusia enam tahun.
Namun setelah empat jam mendengar penjelasan teorinya dan melihat gerakan yang dipraktikan oleh Zhu Long, akhirnya Yao Chan dapat memahaminya walau belum secara mendalam.
Walau Yao Chan belum memahami tentang bagaimana mengumpulkan tenaga dalam, namun dirinya bisa merasakan ada hawa hangat yang mengalir di sekujur tubuhnya.
Yao Chan mencoba mempraktikkan teori teknik Langkah Dewa Angin, namun yang dapat dilakukannya hanya meloncat tinggi saja. Setiap akan turun dia gagal menjejakkan kakinya dengan benar.
Hasilnya dirinya berulang kali jatuh dengan terjungkal. Sempat kakinya terkilir, namun Zhu Long dengan mudah menyembuhkannya.
Sudah puluhan kali, Yao Chan mencoba namun hasilnya tetap sama saja. Hingga hari menjelang sore, sudah ratusan kali Yao Chan mencoba dan dirinya masih gagal untuk menjejakkan kaki dengan benar. Hanya saja lima belas kali terakhir dia mencoba, dirinya tidak jatuh terjungkal, hanya terhuyung-huyung hendak jatuh.
"Chan'er istirahatlah.. mandilah di sungai yang aku tunjukan tadi. Kakek akan mencari Ayam Hutan untuk makan malam mu nanti." Kata Zhu Long.
"Iya Kek.. tapi aku tidak punya baju ganti" jawab Yao Chan terlihat kebingungan.
Zhu Long menepuk jidatnya, dia lupa meminta pakaian Yao Chan saat di dunia manusia. Namun dia mengingat didalam gelang Ruang Dimensinya, puluhan jubahnya semasa ia hidup masih tersimpan rapi.
"Nanti akan Kakek buatkan pakaian dari jubah kakek yang belum terpakai. Sekarang mandilah, tubuhmu bau ayam.." Sahut Zhu Long sambil pura-pura menutup hidungnya.
Yao Chan mengerutkan dahinya, lalu di ciumnya ketiak sebelah kanan. Setelah mencium aroma ketiaknya, raut wajah Yao Chan terlihat heran.
"Kakek.. kenapa keringatku berbau seperti wangi Apel yang tadi siang ku makan ya?" Tanya Yao Chan.
Zhu Long sempat heran, namun dia segera tersenyum tipis saat menyadari bahwa Yao Chan akan mengerjai dirinya.
Yao Chan menyadari bahwa niatnya mengerjai Zhu Long ketahuan, namun dia masih mencoba sekali lagi.
"Kakek.. tadi pagi sehabis makan ayam hutan itu, keringatku memang berbau seperti ayam, tapi setelah makan apel emas tadi, sekarang jadi wangi seperti apel itu baunya." Lanjut Yao Chan sambil mencium kembali ketiaknya.
Yao Chan pura-pura memejamkan mata, seolah menikmati aroma Apel Emas yang dimakannya tadi.
Zhu Long pun menjadi ragu dengan dugaannya. Ia pun melangkah mendekati Yao Chan yang sejak siang tadi sudah tak memakai jubahnya saat berlatih.
Setelah jarak mereka hanya beberapa jengkal, Yao Chan mengangkat ketiaknya. Seketika wajah Zhu Long terlihat berubah jengkel.
"Bocah Sontoloyo.. kau mengerjai kakek lagi!" teriak Zhu Long lalu menggerakkan tangannya untuk mencubit pantat Yao Chan.
Yao Chan yang sudah waspada segera melompat menjauh ke arah sungai dengan teknik Langkah Dewa Angin. Dirinya sudah merasakan betapa sakitnya cubitan Zhu Long.
Melihat Zhu Long ikut melompat dan terus mengejarnya, Yao Chan menjadi panik, ia pun tanpa sadar mengerahkan tenaga dalamnya ke kaki, dengan maksud akan melompat lagi ketika kakinya menjejakkan tanah.
Zhu Long terkejut saat melihat Yao Chan berhasil menjejakan kakinya dengan baik tanpa terhuyung-huyung lagi. Apalagi melihat Yao Chan bisa meloncat lagi lebih tinggi dan jauh lagi. Ia pun terus mengejar Yao Chan yang kabur menggunakan teknik Langkah Dewa Angin.
Yao Chan yang juga terkejut, akhirnya menyadari bahwa ia berhasil mempraktikkan teori teknik Langkah Dewa Angin. Yao Chan semakin bersemangat untuk kabur dari Zhu Long yang semakin dekat untuk mencubit pantatnya.
Karena tak ingin pantatnya tercubit lagi, Yao Chan mengerahkan seluruh tenaga dalamnya untuk kabur dan menceburkan dirinya di sungai.
Gerakan melompat Yao Chan menjadi dua kali lebih cepat dan lebih jauh dari sebelumnya. Hal itu terjadi tepat saat tangan Zhu Long hampir mencubit pantatnya.
Zhu Long pun menjadi kesal namun di sisi lain dirinya merasa senang, karena kecepatan Yao Chan yang meningkat drastis.
Akhirnya Yao Chan berhasil mendekati sungai, Ia pun melompat dengan segenap tenaganya ke arah sungai.
Saat di udara mata Yao Chan terbelalak dan wajahnya menjadi pucat saat melihat sesuatu yang menyeramkan di air tepat di tempat dia akan menjatuhkan dirinya.
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 305 Episodes
Comments
Yuda Suastika
wkekekekke..leluhur sekte kok gak ada wibawanya ya
2024-06-18
0
凹凸不平衡
tp zu long terlihat spt baby sitter dari pd raja naga msa raja naga gaul sm boca wkwkwk. pengarang kurang wawasan dunianya sempit bk dunia kecil nyari boca manusia terus setiap hari nongkrong dgn boca gm nasib jutaan monster laut disana tau sendiri ketika harimau meningalkan hutan maka monyet pun bertingkah.
2022-06-24
0
Harman LokeST
terbelalak matanya
2022-06-11
0