Guo Jin pun membalikkan badan, tampak sosok yang dikenalnya, Zhu Long sang pendiri Sekte Lembah Dewa, sedang melayang perlahan ke tempat mereka.
Ketiga orang lain yang baru pertama kalinya melihat seseorang bisa terbang, terbengong-bengong tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Guo Jin segera hendak berlutut, namun Zhu Long menahan dengan kekuatannya.
"Hormat kepada Leluhur."
"Jin'er, terimakasih telah melaksanakan apa yang ku tugaskan kepadamu. Anak ini adalah pilihan dewa. Aku diperintahkan oleh Dewa Naga untuk menjemputnya saat ini juga." Zhu Long menerangkan perihal kedatangannya. Lalu menatap kagum kepada Yao Chan.
Tidak ada yang mengetahui kenapa kulit Yao Chan bertato seperti sisik ular. Tato itu adalah bentuk lain dari Zirah Sisik Naga.
Zhu Long lalu menceritakan kepada Guo Jin bahwa Dewa Naga telah menjelaskan jika dirinya telah memilih seseorang beberapa tahun lalu untuk dilatih dan membantu Zhu Long.
Saat Yao Chan hendak dilahirkan, Dewa Naga Naga memasuki Alam Rahim Lin Hua. Lalu memakaikan Zirah Sisik Naga kepada Yao Chan. Karena belum memiliki tenaga dalam, Zirah Sisik Naga akan berbentuk seperti tato di kulit Yao Chan.
Selain itu, Zhu Long menceritakan bahwa Dewa Naga juga memasukan Mutiara Jiwa Naga ke dalam tubuh Yao Chan. Hal itu dilakukannya bersamaan dengan terbukanya Pintu Alam Kultiva beberapa hari yang lalu.
Dengan adanya Mutiara Jiwa Naga di tubuh Yao Chan, maka Yao Chan dapat menyerap energi alam disekitarnya.
Kabut yang berada di atas jembatan adalah sekumpulan energi alam yang sangat besar. Karena begitu besarnya energi di kabut itu hingga menimbulkan percikan seperti petir.
Karena keberadaan Mutiara Jiwa Naga ditubuhnya maka energi kabut tersebut terserap dan masuk kedalam tubuh Yao Chan.
Energi alam yang masuk kedalam tubuh Yao Chan akhirnya diserap oleh Zirah Sisik Naga. Dengan menyerap energi alam tersebut maka Zirah Sisik Naga kini telah menyatu dengan tubuh Yao Chan.
Yao Chan yang juga mendengar penjelasan tersebut, tubuhnya menjadi bergetar hebat. Semua pertanyaan tentang semua hal aneh yang terjadi dengan dirinya selama ini akhirnya terjawab.
Sementara Lin Hua sudah tidak bisa menahan air matanya. Yao Zhi mengangguk-angguk kepalanya. Benaknya dipenuhi pertanyaan tentang siapa Kakek Leluhur ini sebenarnya.
"Guru.. siapa Kakek sepuh yang bisa terbang ini?" Tanya Yao Zhi penasaran kepada Guo Jin.
Guo Jin dan Zhu Long tersenyum, lalu Guo Jin menjelaskan tentang siapa Zhu Long. Mendengar penjelasan Guo Jin, mulut Yao Zhi dan lainnya terbuka. Tampak rasa kagum yang besar terhadap Zhu Long.
"Lalu untuk apa kakek Leluhur datang menjemput aku?" Tanya Yao Chan dengan antusias.
"Chan'er, kakek datang kesini untuk menjemputmu, lalu melatih mu di Alam Kultiva Naga. Setelah dirimu selesai berlatih di sana dan kau menjadi sangat kuat, kau akan mendapat tugas untuk menggantikan kakek, menjaga perdamaian Tiga Dunia. Apakah kau mau ikut dengan kakek Chan'er?" Tanya Zhu Long.
Yao Zhi dan Lin Hua lagi-lagi terkejut dengan penjelasan dari Zhu Long. Perlahan Yao Chan mengangguk, lalu dia melihat kepada kedua orang tuanya.
"Ibu.., bolehkah aku ikut berlatih dengan Kakek Leluhur?" Tanya Yao Chan.
Lin Hua segera memeluk Yao Chan dengan sangat erat. Dirinya menyadari akan berpisah dengan putra satu-satunya yang sangat ia sayangi.
Sebenarnya Lin Hua dan Yao Zhi tidak ingin berpisah dengan Yao Chan, namun demi masa depan dan tugas mulia dari Dewa Naga dengan berat hati Yao Zhi dan Lin Hua mengizinkan Zhu Long membawa Yao Chan ke Alam Kultiva Naga.
"Berlatihlah dengan tekun nak.. ibu akan selalu merindukanmu. Patuhilah Kakek Leluhur." Lin Hua memeluk erat Yao Chan, air matanya jatuh tak tertahankan.
"Iya Ibu" Yao Chan pun membalas pelukan ibunya.
Sementara Zhu Long terlihat sedang berbicara kepada Guo Jin.
"Jin'er.. dengarlah baik-baik, aku diperintahkan oleh Dewa Naga untuk memberikanmu Cincin Tanduk Naga ini. Jika terjadi sesuatu yang genting dengan sekte, Gunakan cincin ini untuk menyelamatkan diri."
Zhu Long lalu menjelaskan cara kerja Cincin Mustika Tanduk Naga dan menyerahkannya kepada Guo Jin.
Guo Jin terkejut, bukan karena Cincin Mustika tersebut melainkan perkataan Zhu Long tentang hal genting yang akan terjadi dengan Sekte Lembah Dewa.
Zhu Long dan Yao Chan akhirnya pergi ke Alam Kultiva Naga dengan menapaki Jembatan Kabut Petir.
Perlahan namun pasti mereka melewati jembatan tersebut, setelah kaki kecil milik Yao Chan melangkah, bebatuan di belakangnya satu persatu jatuh ke dalam Jurang Dewa.
Tubuh Zhu Long dan Yao Chan menghilang dari hadapan mereka sesaat setelah melewati Pintu Alam Kultiva Naga. Tak lama kemudian Pintu Alam Kultiva Naga pun menghilang.
Bersamaan dengan hal itu, waktu pun berjalan Normal kembali. Para Tetua tampak kebingungan, karena tidak melihat Yao Chan bersama mereka.
Saat pandangan mereka mengarah ke Jurang Dewa, barulah mereka menyadari, Jembatan Kabut Petir telah hilang beserta lubang kecil yang terletak di tebing.
Akhirnya Tetua Ma Hua dan Tetua lainnya menyadari, bahwa Yao Chan adalah anak yang terpilih untuk berlatih di Alam Kultiva Naga.
Hal itu juga menjelaskan, kenapa Lin Hua terlihat menangis dan wajah Yao Zhi terlihat sangat sedih.
Namun saat melihat wajah Patriak mereka, Tetua Ma Hua mengerutkan dahinya. Terlihat wajah Guo Jin dipenuhi sebuah kerisauan. Sepertinya ada suatu hal yang membebani pikirannya. Melihat situasinya, Tetua Ma Hua akhirnya menyimpan rasa penasarannya.
"Zhi'er mari kita kembali ke Aula, Guru ingin mengetahui kisahmu." Guo Jin menepuk bahu Yao Zhi.
Sesampainya mereka di Aula Sekte, Yao Zhi pun menceritakan tentang peristiwa tujuh tahun lalu.
Saat dirinya mengawal rombongan Lin Hua, ditengah perjalan rombongan diserang oleh kelompok pembunuh bayaran berkemampuan tinggi.
Yao Zhi yang saat itu baru mencapai tingkat Pendekar Raja, tak berdaya menghadapi belasan lawannya di puncak pendekar Bergelar.
Yao Zhi berhasil menyelamatkan Lin Hua, namun tidak dengan pelayan dan para pengawalnya. Mereka semua di bunuh dengan kejam.
Yao Zhi yang terluka cukup parah dan Lin Hua berhasil menyelamatkan diri dengan terjun bersama ke sebuah jurang, yang diketahui oleh Yao Zhi dasarnya adalah sebuah sungai.
Lalu mereka terbawa arus sungai hingga tak sadarkan diri. Saat telah siuman dari pingsannya, baru mereka sadari telah ditolong oleh seorang Nenek sepuh yang berkemampuan tinggi. Nenek sepuh yang kemudian diketahui oleh mereka berdua bernama Xie Jia.
Mendengar Nama Xie Jia, Guo Jin terperanjat, nama itu adalah nama yang tak akan pernah dia lupakan. Mengetahui Xie Jia masih hidup, Guo Jin tersenyum tipis.
Lin Hua yang melihat senyuman Guo Jin, akhirnya memahami bahwa orang yang menyebabkan Sesepuh Xia Jia meninggalkan Gua tempat tinggalnya setahun lalu adalah Guru dari suaminya.
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 305 Episodes
Comments
Yuda Suastika
njuuut
2024-06-18
0
Mas Uan
terserah lu tood...
2024-03-11
0
MrQues Ques
ini kisahnya yao zhi atau yao chan???tulul
2023-07-17
0