Anta dan Raja terpaksa kembali ke lobby dan menyeret tubuh Arya sampai Pak Satpam. Dan usilnya Anta dan Raja, mereka tinggalkan Arya pada penjaga dan langsung kabur meninggalkan Arya. Mereka berlari kecil menuju apartemen mereka seraya berlari.
"Kak Anta, jahat ih!" seru Raja.
"Enggak apa-apa, kali-kali bocah kayak gitu digituin hehehee... biar seru," sahut Anta.
***
Keesokan harinya di kelas Anta, sosok Arya datang dengan tergesa-gesa. Ia langsung menuju meja Anta dan menggebrak meja gadis itu.
Brak!
"Anta mau makan sama ayam!" sahut Anta yang tersentak karena gebrakan meja dari Arya.
"Elo makan sono sama ayam gue beliin dedek apa kopan nanti," seru Arya.
"Dih Arya, Anta kan kaget lagian dateng-dateng bukannya salam malah gebrak meja," keluh Anta.
"Gue mau marah nih," bentak Arya.
"Ada orang mau marah bilang dulu, ya udah situ marah, seteraaaah!"
"Terserah!"
"Ya itu terserah, wleeek!" Anta menjulurkan lidahnya pada Arya.
"Ih gue jepit tuh lidah mirip luh sama hantu cewek yang semalam," ucap Arya.
"Oh, maksudnya hantu yang di belakang kamu itu," tunjuk Anta.
Arya langsung duduk di samping Anta menggeser tubuh gadis itu agar berpindah.
"Sana geser, jangan sentuh gue!" hardik Arya.
"Nih orang pagi-pagi kesambet apa gegar otak terus jadi rada gila ya, orang dia yang sentuh Anta suruh geser malah teriak jangan sentuh, makanya kalau mau berangkat sekolah minum obat dulu," seru Anta.
"Ya pokoknya jangan sentuh gue, kalau elo sentuh gue nanti gue bisa lihat hantu yang tadi, dia dari kemarin ikutin gue terus tuh, ini semua pasti gara-gara elo, ya?" Arya menunjuk hidung Anta dengan jari telunjuknya. Ujung jari itu sudah menempel di hidung Anta yang lancip bak perosotan anak TK.
"Kok gara-gara Anta, emang si Momo demen sama kamu yang suka usil sama Anta," sahut Anta seraya menepis tangan Arya.
"Ya gara-gara elo nyumpahin gue, ya kan?"
"Nah, itu berarti kamu harus minta maaf sama Anta, nih salim minta maaf!"
Anta mengulurkan tangan kanannya pada Arya.
"Hidih, ogah! emangnya elo Nenek gue pake gue cium tangannya," sahut Arya menepis tangan Anta.
"Cie... pagi-pagi udah duduk berduaan aja, sejak kapan nih?" tegur Mey yang baru datang.
"Idih najissss!" seru Arya yang langsung bangkit dan berpindah tempat duduk ke belakang kursi Anta.
"Dih amit! Mey bawa hand sanitizer kamu yang semprot, gak?" pinta Anta.
"Bawa, buat apa?" Mey meraih benda yang diminta Anta dari dalam tasnya lalu memberikan pada Anta.
"Pinjem ya, buat bunuh kuman," ucap Anta lalu meraih benda tersebut dan menyemprotkan cairan pembersih itu ke kursi Anta yang tadi diduduki Arya.
"Heh, cumi albino, emangnya gue bangkai apa pake bilang banyak kuman, huh!" tukas Arya.
"Apa kamu bilang, cumi albino?" Anta menatap Arya tajam.
"Iya kulit lo emang putih tapi kayak cumi-cumi gaya elo hahahaha..." Arya tertawa sendirian sementara Anta dan Mey saling menatap.
"Garing!" sahut keduanya bersamaan.
Bel dimulainya tanda pelajaran pertama berbunyi dan langsung membuat para murid duduk di kursi mereka masing-masing.
"Lha kan tadi gue mau marah malah lupa, Anta gue mau marah tau!" bisik Arya yang maju sampai di belakang leher Anta..
Anta menoleh, "Bodo amat!"
***
Hantu Pak Harun mendatangi Raja kembali saat jam istirahat berlangsung. Raja sedang sibuk membuat sketsa para hantu yang ia lihat di sekolah tersebut. Sebuah kegiatan yang mulai menjadi hobi baru bocah itu.
"Kirain Bapak gak dateng lagi sakit, taunya dateng juga," celetuk Raja yang sudah paham kala melihat kaki yang hancur milik hantu itu.
"Kau janji kan akan menolongku?" pintanya.
"Oke, oke, ayo kita temui Kak Anta!" ajak Raja.
Bocah laki-laki itu pergi menemui Anta di kantin untuk murid SMP. Habislah Raja digoda para kakak kelas karena wajah Raja yang imut menggemaskan itu. Ada juga yang mencubit pipi Raja atau mengusap rambutnya dengan gemas.
Raja melangkah dengan bangga dan penuh percaya diri bak foto model cilik yang dikerumuni para penggemar.
"Bbbuuuaaahh!"
Kuah bakso yang ada di dalam mulutnya tersembur begitu saja ke wajah Arga yang sedang makan bersama Anta.
"Aku pesen mie goreng gak pakai kuah gini, Nta," keluh Arga.
"Sorry, sorry banget, Ga. Anta kaget lihat Raja jalan ke sini, tuh!" tunjuk Anta.
Arga berdecak kagum melihat Raja sembari menyeka bekas kuah bakso di wajahnya.
"Hai, Kak Anta, Hai, Kak Arga! Raja boleh ikutan ya," ucap Raja.
Tiba-tiba dari balik kerumunan gadis itu munculah hantu Pak Harun.
"Hmmm... buyar sudah selera makan aku, Ja!" keluh Arga yang langsung berbalik badan tak mau menatap ke arah hantu Pak Harun.
"Bubar, bubar!" seru Anta membubarkan para gadis-gadis abg yang gemas melihat Raja itu.
"Belum aja kalian semua lihat hantu di belakang Raja, kabur kalian semua Anta yakin," gumam Anta.
"Nah, ini Kakaknya Raja yang paling cantik, namanya Anta. Kenapa paling cantik? Soalnya Raja gak punya Kakak lagi, hehehe...," ucap Raja memperkenalkan Anta pada sosok hantu Pak Harun.
"Halo, nama saya Harun," ucap Pak Harun.
"Halo, Pak. Ummm... belum bisa mode cakep ya, Pak? Biar tampilannya lebih enak dilihat gitu," ucap Anta dengan suara kecil agar tak mencurigakan sekitar.
"Saya yang hancur begini bisa dilihat sama kalian aja sudah bersyukur, kenapa harus tampil mode cakep," sahut Pak Harun.
"Masalahnya buat kita yang ngeliat penampakan Bapak ya serem lah, ya, Ga?" Anta mencolek Arga yang akhirnya menoleh dan menganggukkan kepalanya.
"Oh begitu, tapi banyak lho yang lebih serem dari saya, yang semua badannya hancur juga ada..."
"Stop! Jangan dulu, Pak. Anta lagi makan bentar lagi habis nih."
"Raja, Kakak kamu bisa bantu saya, kan?" tanya hantu Pak Harun.
"Oh, tentu, dia itu spesialis penolong hantu yang tersohor di jagat raya ini," ucap Raja bangga.
Anta melirik tajam pada Raja yang langsung ciut nyalinya.
"Kasian, Kak. Dia udah lima tahun gentayangan pengen tenang katanya, nah baru sekarang ada manusia yang bisa lihat dia, tolongin ya, Kak," pinta Raja.
"Oke, Bapak mau ditolong apa?" tanya Anta akhirnya setelah menghela nafas panjang.
"Saya mau melamar Bu Nina."
"Bbbuuuaaahh!"
Semburan kuah bakso yang kedua hadir kembali, tapi kali ini Arga sudah menangkap gerak-gerik Anta dengan cekatan sehingga ia langsung meraih tisu dan menutup wajahnya.
"Bu Nina guru Bahasa Inggris yang wali kelas Anta?" seru Anta bangkit dari duduknya.
Berhubung suara Anta lebih tinggi karena ia lupa, akhirnya semua yang ada di kantin itu menatap Anta. Gadis itu meringis menunjukkan senyumnya yang salah tingkah lalu duduk kembali.
"Bisa, kan?" tanya Pak Harun.
Astaga, yang ada nanti Bu Nina bisa kena serangan jantung dilamar hantu macam gini.
Anta membatin seraya mengamati sosok hantu Pak Harun dari bagian atas sampai bagian bawah.
***
Anta dan Arya menemui Ibu Nina untuk menanyakan perihal Pak Harun.
"Darimana kalian tau soal Harun?" tanya Bu Nina.
"Anta ketemu sama saudaranya yang tanya soal Bu Nina kemarin," ucap Anta berbohong.
"Harun tak punya saudara di sini, ia tinggal sebatang kara, yang saya tahu ia anak panti asuhan yang berhasil menjadi sarjana dan menjadi guru di sekolah ini, tapi dia sudah meninggal lima tahun lalu karena perampokan," ucap Bu Nina.
Raut wajahnya nampak sedih dan hampir menangis karena kedua matanya terlihat berkaca-kaca.
"Justru itu, Bu. Kita berdua ketemu hantu Pak Harun," Arga tak sadar keceplosan.
Kedua mata Bu Nina langsung terbelalak dan raut wajahnya penuh rasa terkejut saat mendengar penuturan Arga. Anta menyenggol lengan Arga dengan sikunya.
"Sorry..." bisik Arga.
"Saya gak suka ya kalau kalian cuma mau bercanda di depan saya!"
Bu Nina melangkahkan kakinya meninggalkan Anta dan Raja menuju ke kamar mandi untuk guru.
"Pelan-pelan dong, Ga, bukan gitu caranya, masa iya kita bilang Bu kita ketemu hantu Pak Harun, mau lihat gak? Masa gitu?" tukas Anta..
"Kan emang biasanya begitu, kamu yang menunjukkan hantu itu," ucap Arga.
"Iya kalau Bu Nina cuma pingsan, kalau Bu Nina punya riwayat penyakit jantung, terus kena serangan jantung, gimana?"
"Oh, iya ya, aku gak kepikiran sampai sana. Ya udah besok kita coba bilang lagi kali ini pakai bukti supaya dia percaya sama kita," ucap Arga.
******
To be continue...
Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.
- Pocong Tampan
- With Ghost
- 9 Lives
- Kakakku Cinta Pertamaku
- Forced To Love
- Diculik Cinta
Vie Love You All...😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 358 Episodes
Comments
Hati Yang Terkilan
bener tu 😝🤣😂😂🤣🤣
2024-10-17
0
Hati Yang Terkilan
kasian si Arya 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
2024-10-17
0
lorea
wkwkwk
2022-08-12
0