Sebelum membaca, hayo bayar pakai poin ya buat VOTE ceritanya Anta.
Terima kasih dan Happy Reading... 😊
*******
Pak Herdi masuk ke dalam apartemen miliknya di lantai sembilan belas. Arya sedang menonton tv kala ia masuk ke sana.
"Gimana sekolah kamu hari ini?" tanya Pak Herdi pada anak satu-satunya itu.
"Biasa aja, malah makin hari makin nyebelin gara-gara anak perempuan rese itu," sahut Arya.
"Bukan dia yang rese tapi kamu yang rese sama dia, iya kan?" Pak Herdi meletakkan bokongnya di sofa dan duduk di samping Arya.
"Ayah tuh nyebelin masa anak orang dibelain terus bukannya anak sendiri yang dibelain," protes Arya.
"Arya, Arya." Pak Herdi mengacak-acak rambut anaknya itu dengan gemas.
"Oh iya, minggu depan akan ada Tante Hyena, kamu yang manis ya sama dia, biar bagaimanapun dia udah tolong keuangan kita sampai kita bisa pindah ke negara ini," ucap Pak Herdi.
"Please deh, Yah. Arya gak mau ya kalau sampai punya ibu tiri kayak dia, pokoknya aku gak suka kalau Ayah melupakan Bunda dengan cepat. Bunda kan baru meninggal dua bulan yang lalu," ucap Arya.
"Ayah tau bunda baru meninggal, siapa juga yang mau minta kamu merestui hubungan Ayah sama Hyena, toh Ayah juga gak pernah punya perasaan apa-apa sama dia," ucap sang ayah.
"Nah itu, kenapa nyuruh aku buat berbaik hati baik sama Tante Hyena?"
"Dia kan sudah membantu membayar semua biaya rumah sakit atas nama Bunda, dan dia juga yang sudah membeli rumah kita sampai kita punya uang untuk membayar hutang dan pindah ke sini."
"Tetep aja dia gak bisa menyelamatkan Bunda, ngapain bayar rumah sakit kalau Bunda juga gak selamat, gak sembuh!"
"Arya gak boleh bilang gitu, semua sudah di gariskan sama Tuhan, kamu gak boleh mengeluh dan marah sama takdir dari Tuhan."
"Sudahlah, aku mau tidur, lagipula ya aku tuh merasa Tante Hyena punya keinginan lain yaitu memiliki Ayah, dan aku gak akan mengijinkan ayah menikah sama dia," ucap Arya lalu melangkah masuk menuju kamarnya.
Pak Herdi mengusap wajahnya berkali-kali seraya menghela nafas dalam.
***
Di sekolah Raja, selama satu minggu itu dia berusaha mati-matian menghindari hantu seorang pria yang wajahnya memiliki luka robek. Namun, Raja selalu bertemu dia untuk meminta pertolongan Raja.
Sampai akhirnya Raja menyerah dan berjanji akan membawa hantu itu menemui Anta sepulang sekolah nanti. Hantu pria itu bernama Harun dan dia merupakan guru matematika di sekolah Raja lima tahun yang lalu. Dan baru tahun ini ia sangat senang bertemu dengan seseorang yang dapat melihatnya tanpa rasa takut seperti Raja.
"Oke, kalau Om Harun mau minta bantuan sama Raja, aku juga minta jawaban ya sama Om," ucap Raja.
"Pelajaran kamu masih kelas satu apa yang susah sih?" tanya hantu itu.
"Ya emang belum susah, tapi Raja males cari jawabannya, nanti isiin ya," pinta Raja.
Herannya biarpun hantu laki-laki itu sudah mengajukan protes pada Raja, dia tetap saja mengerjakan apa yang Raja perintahkan.
Sementara itu di kelas Anta saat jam istirahat.
Wajah Arya tampak marah setelah menerima telepon dari ayahnya. Ia juga memukul meja dengan kencang seraya berteriak. Beberapa siswa yang masih ada di kelas menatap ke arah Arya dengan tatapan aneh.
"Kamu kesurupan, ya?" celetuk Anta.
"Bukan urusan kamu, aargghh!" Arya menendang meja miliknya sampai mendorong tubuh Anta.
"Aduh...!" Anta mengusap punggungnya hang sakit terantuk dorongan meja dari Arya lalu bangkit menatap Arya.
Anak laki-laki di hadapannya itu menatap Anta dengan tajam dan menunjukkan wajah penuh kekesalan.
"Wah minta diruqyah nih cowok, mau macam-macam nih sama Anta."
Anta menaruh buku yang ia baca dan meletakkannya di meja. Gadis itu berniat menghampiri Arya, tetapi anak laki-laki itu sudah bangkit dan menantang Anta.
"Elo mau apa?" tantang Arya.
Anta mendorong dada anak laki-laki di hadapannya seraya berseru, "Kalau punya masalah jangan semuanya kena, dong!"
"Gue yang punya masalah kenapa elo yang sewot?" Arya membalas dengan mendorong kedua bahu Anta.
"Karena kamu udah nyakitin Anta, punggung Anta sakit tau, bukannya minta maaf!" seru Anta yang gantian mendorong bahu Arya.
"Terus elo mau apa kalau gue kayak gini?"
Arya mau gantian mendorong bahu Anta, akan tetapi hantu Momo malah mengantuk kaki Arya sampai bocah itu kehilangan keseimbangan dan jatuh menimpa Anta yang langsung kesakitan di lantai.
"Aduh, sakit tau!" pekik Anta.
Kedua pasang mata Anta dan Arya saling bertemu dan menciptakan keheningan untuk sesaat sampai keduanya tersentak dengan teriakan para murid yang menatap ke arah mereka dan menggoda mereka.
"Cieeeeeee...."
Arga yang masuk ke kelas hendak memberikan bekal roti sandwich tuna miliknya pada Anta langsung terperangah melihat adegan Anta dan Arya.
"Anta, kamu enggak apa-apa?"
tanya Arga yang langsung menarik tubuh Arya dan mendorongnya jatuh di atas kursi.
Arga kemudian menolong Anta untuk bangkit.
"Aku enggak apa-apa, kok," sahut Anta yang menatap tajam ke arah Arya.
"Kita ke kantin aja yuk, tuh rok kamu juga kotor," tunjuk Arga pada rok Anta.
"Oh iya, kalau gitu Anta mau ke kamar mandi juga deh," ucap Anta lalu pergi ke luar kelas diikuti Arga di belakangnya.
***
Sore itu di restoran The Anan's.
"Halo, saya hendak memesan restoran ini untuk acara tunangan saya, boleh?" tanya seorang wanita yang bermata sipit dengan bahasa Indonesia yang terlihat belum fasih.
Tubuhnya ramping berkulit putih di tambah dengan parasnya yang cantik pasti dapat membuat siapapun yang melihatnya terpikat.
"Boleh, tunggu sebentar ya Nona, saya panggilan Bos saya terlebih dahulu,"
Pelayan yang bernama Yani di restoran The Anan's itu lalu mempersilahkan wanita itu untuk duduk. Yani lalu masuk ke dalam dan memanggil Andri untuk menemui wanita itu.
"Halo, selamat siang... perkenalkan nama saya Andri dan... Hyena?" Andri langsung terkejut kala melihat sosok wanita itu sangat ia kenal sebelumnya.
"Andri? Kamu pemilik restoran ini, astaga aku baru ingat namanya The Anan's, jadi ini milik Anan juga?" raut wajah Hyena sangat terlihat senang jika dia nanti dapat bertemu Anan.
Meskipun ia sudah melakukan kejahatan pada Dita dan Anan tapi seolah ia tak merasa bersalah akan hal itu.
"Restoran ini milik aku sama Doni, kamu mau apa ke sini?" tanya Andri, nada bicaranya mulai ketus terdengar.
"Andri, bukannya ketemu aku tanya kabar ini malah jutek banget pakai tanya mau apa aku ke sini. Eh ngomong-ngomong Anan mana?" tanya Hyena.
"Anan sudah meninggal, Na."
"Udah deh gak usah bercanda, tenang aja gak usah pakai bohong sama aku. Asal tau aja ya, aku tuh udah move on gak akan ganggu Anan sama Dita. Aku udah punya pasangan, kok."
"Gue gak bercanda, Anan sama Dita sudah meninggal," ucap Andri dengan wajah serius tak sedang bercanda. Dan kali ini Hyena percaya dengan perkataan Andri.
Mobil milik Tasya datang membawa Anta dan Raja ke restoran The Anan's. Mereka lalu masuk ke dalam restoran itu. Langkah Tasya terhenti kala melihat sosok Hyena.
*******
To be continue...
Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.
- Pocong Tampan
- With Ghost
- 9 Lives
- Kakakku Cinta Pertamaku
- Forced To Love
- Diculik Cinta
Vie Love You All...😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 358 Episodes
Comments
Hati Yang Terkilan
cehhh move on... paling nanti pake acara main santet lagi huhhhh
2024-10-14
0
Hati Yang Terkilan
harus nya si Arya bilang Titik gak mau Titik tidak pakai koma🤣🤣🤣🤣🤣
2024-10-14
0
Hati Yang Terkilan
iya ya buat apa coba🤔🤔🤔🤔🤔🤔
2024-10-14
0