Stop...! Sebelum membaca jangan lupa bayar dulu pakai VOTE, please...
Terima kasih ya dan Happy Reading.😘😊
*******
Tiba-tiba Raja berlari ke luar dari gerbang.
"Ayo, buruan masuk mobil!" seru Raja.
"Bikin ulah apalagi ini bocah," ucap Anta.
"Buruan masuk!" Raja menarik lengan Anta masuk ke dalam mobil.
Tasya juga langsung masuk dan melajukan mobil itu dengan wajah panik karena Raja. Tiba-tiba sosok hantu wanita yang pipi kanannya berongga penuh belatung menunjuk ke arah Raja dengan kuku tangannya yang panjang dan melingkar ke arah dalam. Rambut sosok hantu wanita itu tipis hampir botak. Kulit kepalanya mengelupas penuh luka yang memperlihatkan darah dan nanah mengering.
Kedua mata sosok hantu wanita itu tampak juling saat melihat ke arah Raja dan lainnya dalam mobil. Kemeja hijau dengan motif garis yang ia pakai penuh darah. Rok selutut itu juga robek di bagian kiri.
"Ja, kamu apain itu hantu?" Anta menengok ke arah Raja.
"Raja gak sengaja tadi kencing di samping toilet, habisnya tuh toilet di kunci sama temen Raja."
"Terus?"
Tasya dan Anta bertanya bersamaan dengan nada yang kompak.
"Terus, Raja gak sengaja kencing di kepala dia, lagian Tante itu tidur di samping toilet mana Raja lihat, kenapa gak tidur di genteng apa gudang kosong, kenapa harus samping toilet coba," protes Raja.
"Hadeh, makanya lihat-lihat kalau mau buang air kecil. Itu kan kotoran kamu ya jelas aja hantu itu marah. Sana minta maaf!" pinta Tasya memberi perintah pada Raja.
"Mukanya kayak Zombie, Raja takut dimakan sama dia," ucap Raja.
"Gak ada hantu makan manusia, dia makannya sajen dari manusia tau!" seru Anta.
"Tapi zombie makan manusia, hayo."
"Raja! Zombie itu cuma ada di film yang kita tonton, kalau beneran ada zombie habislah kita manusia jadi hantu semua, dan zombie itu bukan hantu, hidih jangan sampe ada zombie di sini," ucap Anta bergidik ngeri.
"Sudah sana minta maaf!" seru Tasya.
"Anterin, Kak, please..." Raja memohon pada Anta.
"Ya udah ayo, buruan!"
Anta turun dari mobil tersebut dan menemani Raja menemui hantu perempuan itu. Raja mengikuti di belakang Anta dan memegangi tas di punggung Anta.
"Selamat sore, Tante. Maafin Raja ya, dia tadi gak ngelihat Tante di samping toilet," ucap Anta.
"Iya, Tante Hantu, maafin Raja ya, lagian Tante Hantu tiduran di situ, mana Raja lihat."
Anta langsung menepuk dada Raja seraya berucap, "Sopan dikit."
"Iya, maaf."
"Itu rumah saya, wajar saya tidur di sana. Saya itu guru baru lho di sekolah hantu yang di kebun kosong itu. Saya belum di kasih tempat di gedung itu," ucap hantu wanita itu.
"Wah, keren. Tante ibu guru toh, pindahan dari mana?" tanya Anta.
"Saya pindahan dari Kota Bunga Wangi, nama saya Ibu Irma. Lain kali kalau mau buang kotoran lihat-lihat ya, jangan sampai saya buat junior kamu itu membesar, mau?"
Hantu wanita itu melotot pada Raja dengan mata julingnya.
Sontak saja Anta dan Raja jadi tanpa sadar ikut menatap hantu tersebut dengan mata juling karena bingung ke arah mana hantu itu menatap.
"Heh! Kalian menghina saya, ya?"
"Bukan begitu Ibu Guru Irma, sama jadi bingung ibu liat ke arah mana," celetuk Anta.
"Saya juga bingung sama mata saya ini gak konsisten gara-gara di pukul sama suami saya pakai palu, terus saya jatuh menghantam sisi meja sampai pipi saya robek. Lalu, bukannya membawa saya ke rumah sakit dia malah mengubur saya hidup-hidup di area kosong belakang rumah yang sekarang jadi septic tank, huaaaaa..."
Hantu Irma itu memeluk Anta sambil menangis. Bau busuk semerbak tercium sampai ke hidung Anta, tapi ia usahakan untuk menahannya demi menghormati Ibu Irma.
"Cup, cup, cup, tapi mayat Ibu Irma udah ketemu?" tanya Anta.
"Udah pas pekerja bangunan mau buat lubang septic tank, mereka nemuin mayat saya, dan suami saya sudah saya hantui lalu meninggal tertabrak truk."
"Oh, gitu."
Raja mengangguk-anggukan kepalanya seolah mengerti.
"Eh, kok saya jadi curhat ya," ucapnya.
"Gak apa, Tante. Anta udah biasa jadi tempat curhat para hantu hehehe," sahut Anta.
"Anak baik, tapi adiknya ini lho."
"Raja juga anak baik, kok, beneran deh Raja anak baik," sahut Raja.
Tin Tin.
"Udah belum, yuk buruan pulang!" seru Tasya dari dalam mobil.
Anta menunjukkan ibu jari kanannya pada Tasya.
Sosok Silla muncul menepuk bahu Anta, "Hai, Anta! Aku boleh ya pulang ke rumah kamu?"
"Boleh," sahut Anta.
"Eh kuntilanak merah, kamu kan belum mengumpulkan tugas kliping contoh darah manusia," seru Ibu Irma menegur Silla.
"Oh iya, kan kelasnya nanti malam, saya kumpulin besok ya, Bu. Nanti aku cari contohnya," sahut Silla.
Ibu Guru Irma lantas melayang kembali ke dalam tanpa menjawab pernyataan Silla. Anta dan Raja melangkah menuju mobil diikuti Silla.
"Ini kenapa jadi kuntilanak merah ikut kita pulang, sih?" gumam Tasya.
"Jam gentayangan aku kan mulai dari jam 4 sore, bebas dong mau ke mana aja. Nanti aku balik ke sekolah jam sembilan sampai jam tiga pagi praktek lapangan juga, sekarang aku mau ikut Anta pulang, aku mau jalan-jalan juga, boleh ya Tante?"
"Tante, Tante, kamu mah panggil saya Tasya aja atau Kak, cukup mereka yang panggil saya Tante."
***
Tasya membawa Anta dan Raja menuju restoran milik Doni dan Andri.
"Halo, kebetulan ini tadi Papa Andri buat menu baru, bebek bakar sambal hijau plus nasi kebuli."
Andri dengan bangga memperkenalkan menu barunya.
"Wuih, Papa hebat, Anta mau ya dua porsi, laper!" seru Anta.
"Raja juga mau, satu porsi aja," pinta Raja.
"Beres, tunggu sini ya!" Andri melangkah menuju dapur untuk menyiapkan pesanan Anta dan Raja.
Tasya menghampiri Doni yang sibuk melayani foto bersama para siswi SMA.
"Oh, bagus ya," bisik Tasya.
"Eh sayang aku datang, jangan salah paham, aku kan cuma baik sama pelanggan," sahut Doni seraya berbisik juga.
"Ya tapi gak lihat-lihat ganjen macam Andri lah," protes Tasya.
"Iya, iya maafin. Udah dulu ya foto-fotonya istri tercantik saya sudah datang, silahkan menikmati makanannya," ucap Doni.
Tasya tersenyum pada empat orang abg tersebut tapi mereka membalas dengan wajah ketus dan sebal akan kehadiran Tasya.
"Ih dasar bocah gak ada sopan santunnya," gumam Tasya yang langsung di tarik lengannya oleh Doni.
Di meja Anta dan Raja, Silla datang menepuk punggung Anta mengejutkan gadis itu sampai tersedak. Padahal ia ingin memberitahukan Anta sesuatu yang dilihatnya.
"Minum, Ja. Minum woy sini uhuk uhuk..." pinta Anta.
Raja dengan isengnya menuangkan air kobokan tangannya tadi ke gelas Anta lalu menyerahkannya. Anta segera minum dam menghabiskan air dalam gelas itu.
*******
To be continue...
Note : Aku udah punya visual remaja Anta, Raja dan Arya, tapi belum untuk Arga. Ada saran?
Komentar ya nama aktor yang cocok untuk Arga, terima kasih para sahabat PoTam.
Mampir juga ke Novelku lainnya.
- Pocong Tampan (END)
- With Ghost (END)
- 9 Lives (END)
- Kakakku Cinta Pertamaku (END)
- Forced To Love (Mau Revisi)
- Diculik Cinta (On Going - Tapi slow Up)
Vie Love You All...😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 358 Episodes
Comments
Hati Yang Terkilan
wuidiii si Tasya di panggil Tante sama kuntilanak Merah🤭🤭🤭🤭🤭🤭 Auto kesal tu Tasya 🤭🤭🤭
2024-09-26
1
Hati Yang Terkilan
Wuidiii kaya profesor aja.. ngumpulin bahan experiment..
2024-09-26
1
Hati Yang Terkilan
ohho gak jadi marah-marah ke Raja 🤣🤣🤣🤣🤣
2024-09-26
1