Hayo... sebelum membaca, jangan lupa di Vote ya... Bayar dulu dengan VOTE 😁
Happy Reading...
...******...
Satu tahun berlalu...
Pak Panca mulai mendekati Bu Nina. Sebenarnya Anta ingin sekali membicarakan penglihatannya pada gurunya itu, tapi ia tak pernah punya waktu yang pas untuk membicarakan hal tersebut pada Bu Nina.
"Anta, Ibu bisa minta tolong?" tanya Bu Nina.
"Mau tolong apa, Bu?"
"Di dekat rumah kamu ada toko kue bika ambon yang enak banget, boleh minta tolong besok bawain ya?" tanya Bu Nina seraya menyerahkan selembar uang seratus ribu pada Anta.
"Gak usah nunggu besok nanti Anta langsung bawain ke rumah ibu sekalian Anta mau ke restoran dari rumah kan lewat sekolah ini, Ibu mau tunggu?"
"Kebetulan juga ibu mau input nilai pts kemarin, Ibu tunggu ya di sekolah," ucap Ibu Nina.
Sore itu, ketika Pak Panca yang sedang dalam pengaruh obat terlarang karena mulai ketagihan dan membeli obat terlarang alias narkoba tersebut dari pengedar masuk ke dalam ruang guru. Tak ada siapapun di sana hanya ada Bu Nina karena ia sedang lembur untuk menginput nilai ulangan pertengahan semester ganjil para murid.
Pak Panca mencoba menggoda Bu Nina bahkan memaksa wanita itu untuk berbuat tercela. Sampai akhirnya pria itu kehilangan kendali atas dirinya. Ia mencoba untuk menodai wanita itu. Bu Nina terus saja mencoba memberontak. Wanita itu meraih gunting dari rak kabinet kecil dan mengancam Pak Panca dengan senjata itu.
Namun, karena tenaga Pak Panca lebih kuat gunting itu malah berbalik mengarah ke perut Ibu Nina. Laki-laki itu mulai panik dan mencoba untuk menyembunyikan tubuh Ibu Nina. Akan tetapi, suara ketukan terdengar di pintu ruangan itu. Pria itu mulai menenangkan dirinya seolah-olah tak terjadi apa-apa.
"Mau apa kamu?" tanya Pak Panca pada Anta yang kebetulan datang dengan ojek online.
"Mau cari Ibu Nina, ini pesenan kuenya," ucap Anta.
"Ibu Nina sudah pergi, kamu ke rumahnya aja," ucap Pak Panca.
"Ummm... gimana ya, Anta gak tau rumahnya," sahut Anta.
Pak Panca lalu menyentuh kedua bahu Anta dan mendorongnya pelan menuju gerbang.
"Kamu tanya sama satpam aja di mana rumah Ibu Nina ya, Bapak sibuk," ucap Pak Panca terlihat limbung dan sempoyongan.
Sekelebat bayangan itu datang, saat kejadian Pal Panca yang berusaha menodai Ibu Nina dan menusuk wanita itu dengan gunting.
"Ini gak bisa dibiarin," gumam Anta yang langsung berlari ke pos penjaga sekolah dan melaporkan perbuatan Pak Panca.
Akhirnya petugas sekolah itu meminta bantuan warga yang lewat di depan sekolah dan juga ojek online yang masih menunggu Anta untuk meringkus Pak Panca. Untungnya tubuh Ibu Nina masih ada di dalam ruang guru dan masih bernyawa. Anta segera menemani Ibu Nina menuju rumah sakit, sementara Pak Panca di bawa ke kantor polisi.
Tasya dan Doni yang diberi kabar oleh Anta langsung menyusul gadis itu ke rumah sakit keluarga. Mereka melihat Anta berada di depan ruang tunggu operasi. Di sana juga ada keluarga dari Ibu Nina yang ikut menunggu kabar.
Sayangnya saat dokter keluar dari ruang operasi, kabar buruk disampaikan kalau Ibu Nina kehilangan banyak darah dan nyawanya tak dapat tertolong lagi. Tangis kesedihan pecah di ruangan tersebut.
Di pemakaman Ibu Nina, Anta dan Arga melihat sosok wanita itu bertemu dengan Pak Harun. Meskipun ada kesedihan karena kehilangan sosok guru favorit di sekolah, tapi ada kebahagiaan bagi Anta karena akhirnya Ibu Nina dan Pak Harun bisa bersatu.
"Aku belum mau pulang dulu, Mas Harun pergilah duluan tunggu aku di sana," ucap Ibu Nina pada Pak Harun yang kemudian menghilang.
Anta menceritakan kejadian yang menimpa Pak Harun kala itu pada Ibu Nina. Anta membuat senyum di wajah wanita itu menyeringai lalu berkata, "saya mau balas dendam dulu."
Wanita itu lalu menghilang
Ibu Nina menuju penjara menemui Pak Panca. Tiba-tiba sosok menyeramkannIbu Nina terlihat oleh pria itu. Tubuh penuh darah karena luka tusuk itu menghampiri Pak Panca membuatnya ketakutan.
"Pergi! Pergi! Jangan dekati aku!" pria itu terus berteriak sampai rekan satu selnya menganggap dia gila.
"Akui semua perbuatanmu padaku dan juga Mas Harun atau aku akan selalu berada di hidupmu," ancam Ibu Nina.
"Baiklah aku akan mengaku, Pak Polis tolong saya, saya mau mengakui semua perbuatan saya," teriaknya.
Hantu Ibu Nina lalu pergi menghilang dengan suara tawa yang menyeramkan.
...***...
Keesokan harinya di kelas Anta.
"Mei, kamu kok diem aja murung terus dari tadi?" tanya Anta pada Mey yang masih satu kelas dengannya di kelas delapan SMP.
Bahkan Arya dan Arga juga satu kelas dengan Anta.
"Enggak apa-apa, Anta rumah kamu di mana, aku boleh main?" tanya Mey.
"Oh iya kamu kan belum pernah ke rumah Anta," ucap Anta lalu menuliskan alamat rumahnya di buku Mey di bagian halaman belakangnya.
"Oke makasih, ya, nanti aku main."
Mey tersenyum pada Anta.
Biarpun Mey anak orang kaya namun sifat pendiam dan suka menyendiri membuatnya tak punya teman. Mereka hanya suka mendekato Mey karena harta dan gadis itu tau mereka tak tulus. Hanya Anta yang selalu tulus berteman dengannya
...***...
Sepulang sekolah Mey kabur dari rumah karena mendengar kabar sang ayah menikah lagi. Bodohnya lagi ia lupa membawa dompetnya jadi tak ada uang sepeser pun yang ia bawa. Ia bahkan tersesat menuju rumah Anta.
Akhirnya gadis itu sampai di sebuah pom bensin yang terdapat mini market. Di punggungnya sebuah tas ransel merah masih menggantung.
Ia menatap ke arah roti di dalam mini market tersebut seraya mengusap air liurnya. Ia kelaparan.
"Hei, apa yang kau lakukan di depan toko ku?" hardik seorang wanita gemuk dari dalam.
Mey terdiam.
"Kalau tak punya uang, jangan berdiri di situ, enyahlah! dasar gembel!" ucap Nyonya berbadan gemuk itu.
Seorang laki-laki yang sedang mengisi bensin pada mobil kijang hitamnya sedang memperhatikan Mey.
"Ku rasa dia tersesat," gumamnya.
...******...
To be continue...
Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.
- Pocong Tampan
- With Ghost
- 9 Lives
- Kakakku Cinta Pertamaku
- Forced To Love
- Diculik Cinta
Vie Love You All...😘😘😘
Note : Tumben Thor Crazy up tapi dikit²
Vie : Biasa authornya lagi ngejar cuan wkwkwkwkw...
Pleaseeeeee Jangan lupa VOTE...!!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 358 Episodes
Comments
Hati Yang Terkilan
kan.....Hajar trossss
2024-11-10
0
Hati Yang Terkilan
wahhh pasti bu Nina Mau balas dendam ni...asekkkkk
2024-11-10
0
Susan Handayani
aduh Bu jgn galak "dong sm tuh anak mang ibu mau kl anak ibu d gituin 🤪🤪🤪
2022-04-26
0