Hai Hai Hai sobatnya Vie, mohon dukungannya ya buat rate bintang lima, favorite, like, komen dan pastinya Vote.
Happy Reading 😊
*******
Seorang pria dan anak laki-laki turun dari mobil tersebut. Wajah pria itu tampak panik dan segera menghampiri Anta.
"Apa kau tak apa-apa?" tanya pria itu.
"Dasar dungu, dia mau mati mungkin, yah!" seru si anak laki-laki itu.
"Arya, jaga ucapan kamu!" seru si pria itu.
Sementara Anta masih melongo memandang wajah pria di hadapannya tersebut. Mulut Anta terbuka lebar dengan kedua mata melebar memandang laki-laki di hadapannya itu.
"Kau tak apa-apa, Nak?" tanya pria itu lagi.
"Pak Herdi?" Anta memeluk pria di hadapannya itu dengan erat.
"Hei itu ayahku! Ayah apa kau mengenal anak ini?" tanya Arya.
Sosok yang dipanggil Ayah oleh Arya itu menggelengkan kepala.
"Bagaimana kamu tau namaku?" tanya pria yang ternyata bernama Herdi juga.
"Bapak namanya Herdi, kan? Pocong tampannya Anta? Bapak udah jadi manusia, ya?" tanya Anta.
"Wah, anak ini sudah gila rupanya," cibir Arya.
"Arya, Ayah bilang jaga ucapan kamu!" seru Pak Herdi.
"Di mana rumahmu? Mau aku antar? Hari mulai malam, tidak baik anak perempuan sepertimu sendirian, apalagi dekat makam begini," ucap pria itu.
Senyum di wajahnya benar-benar menghangatkan hati siapapun yang melihat ketampanannya.
"Rumahku di Apartemen Emas," sahut Anta. Gadis itu masih mencoba menyentuh pipi Herdi dan mengamati wajah itu.
"Apartemen Emas? Kami juga akan menuju ke sana, kebetulan kalau begitu, ayo ikut kami!" ajaknya.
"Ummm... oke deh, makasih ya, Pak."
Anta sempat menoleh pada Arya yang masih menatapnya dengan sinis saat masuk ke dalam mobil sedan putih itu.
"Anta, aku ikut ya?" pinta Silla.
Anta menganggukan kepalanya tanda setuju. Silla si kuntilanak merah itu duduk di samping Anta pada kursi belakang. Tak henti-hentinya ia menatap ke arah wajah Herdi yang fokus di hadapan setir itu.
"Ganteng banget, Nta," gumam Silla.
Anta menoleh pada Silla seraya berbisik, "Siapa?"
"Itu, cowok itu ganteng banget, kamu kenal?" tanya Silla lagi.
Anta menganggukkan kepalanya lalu tak lama kemudian menggeleng.
"Ih gimana sih, tadi katanya kenal, sekarang malah bilang enggak," sahut Silla.
"Pokoknya, aku juga belum yakin," ucap Anta.
Arya menoleh ke arah Anta, masih dengan pandangan sinis.
"Udah gila, ya? Ngomong sendirian?" ucap Arya dengan ketusnya.
"Anta gak ngomong sendiri kok, Anta lagi... Anta lagi nyanyi aja bisik-bisik."
Hampir saja Anta keceplosan mengatakan ia sedang berbicara dengan Silla si kuntilanak merah.
"Udah deh, Arya. Kamu tuh seneng banget si menggoda anak itu dari tadi," ucap Herdi.
"Hidih... siapa yang menggoda, najong...!" sahut Arya.
"Oh iya, nama kamu siapa tadi, Anta?" tanya Herdi yang melirik sedikit ke arah kaca spion.
"Iya, nama aku Anta."
Gadis itu tersenyum manis.
"Nama yang cantik ya, seperti orangnya," puji Herdi.
"Hidih... Ayah menghalu aja, anak cewek kumel kayak gitu dibilang cantik, hwleek..."
Arya masih terus saja mencibir Anta. Gadis itu sudah siap melayangkan tinjunya pada anak laki-laki yang menyebalkan itu, tapi ia masih coba tahan.
Silla melirik Anta dengan menyunggingkan senyum sedikit nakal. Ia mengulurkan tangannya dan mencolek kaki Arya. Anak laki-laki itu langsung terkejut dan mengira ada hewan di dalam mobil.
Ia mengarahkan cahaya senter dari ponselnya ke bawah mobil dan mencari sesuatu.
"Kamu kenapa sih, Ya?" tanya Pak Herdi.
"Tadi tuh kayak ada sesuatu di kaki aku, Yah."
Arya makin membungkukkan tubuhnya dan mengamati bawah jok kursi mobil. Tiba-tiba wajah Silla muncul di sinar senter yang di layangkan Arya.
"KKYAAAAAA...!" pekik Arya, ia sangat ketakutan.
Mobil yang dikendarai Pak Herdi tiba-tiba berhenti mendadak di tepi jalan raya itu.
"Kamu kenapa, teriak-teriak seperti itu?" Pak Herdi mencoba menenangkan Arya yang ketakutan.
Sementara Anta sudah menatap tajam ke arah Silla agar segera menghentikan perbuatannya.
"Tadi itu, ada... ada itu... tadi itu..."
"Tadi itu ada apa, Arya?" Pak Herdi mencengkeram kedua bahu Arya.
"Tadi itu, aku lihat hantu, Yah. Mukanya perempuan serem," ucap Arya.
"Halah, kamu pasti berhalusinasi, Ayah pikir kamu digigit binatang kecil apa serangga sampai kesakitan," ucap Pak Herdi.
Arya menggelengkan kepalanya. Ia segera meraih botol mineral yang ada di dashboard mobil. Air di dalamnya tersisa setengah botol dan langsung ia habiskan begitu saja. Kini Arya mulai tenang kembali. Pak Herdi melajukan mobilnya menuju apartemen.
Silla masih saja tertawa cekikikan di samping Anta. Ia benar-benar suka sekali menggoda anak laki-laki itu.
***
"Anta mana, Raja?" tanya Tante Dewi.
"Tadi katanya mau ke rumah Bunda sama Yanda," sahut Raja.
"Udah malam nih, kok belum balik ya, takut keterusan dan kesenangan main sama hantu lagi," gumam Tante Dewi.
"Dew, kamu sudah menyiapkan makan malam? Aku lapar nih," pinta Andri.
"Tadi sih Tasya sama Doni lagi beli makan mau makan bareng di sini makanya aku gak siapin makanan buat kamu, tungguin bentar ya," ucap Tante Dewi.
"Oke, deh."
Sementara itu Doni dan Tasya sampai di parkiran Apartemen Emas. Mereka turun dari mobil dan menjinjing beberapa kotak makan yang berisi ayam bakar, ikan bakar, lalapan sayur dan sambal, serta sayur asam untuk santap makan malam mereka di rumah Tante Dewi.
Sebuah sedan putih meluncur di hadapan Tasya dan Doni lalu berhenti persis di hadapan mereka untuk parkir.
"Tante..." seru Anta yang baru turun dari sedan itu.
"Anta, kamu dari mana? Terus naik mobil siapa itu?" tanya Tasya.
"Aku dari rumah Bunda sama Yanda. Oh iya, Anta punya kejutan, Tante Tasya sama Om Doni pasti kaget deh kayak Anta tadi," ucap Anta.
"Kejutan? Kejutan kayak apa, sih?"
*******
To be continue...
Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.
- Pocong Tampan
- With Ghost
- 9 Lives
- Kakakku Cinta Pertamaku
- Forced To Love
- Diculik Cinta
Vie Love You All...😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 358 Episodes
Comments
Hati Yang Terkilan
Taraaaaaa to be continue 😅😅😅😅😅😅😅
2024-09-24
0
Hati Yang Terkilan
Sukurinnnnn 😝😝😝😝😝😝😝
2024-09-24
0
Hati Yang Terkilan
alaaaaa paling juga nanti klepek klepek naksir trus jatuh cinta tu😮💨😮💨😮💨😮💨....jadi kengen sama Arga...
2024-09-24
0