Hai Hai Hai sobatnya Vie, mohon dukungannya ya buat rate bintang lima, favorite, like, komen dan pastinya Vote.
Happy Reading 😊
*******
Hari ini adalah hari pelepasan Anta dari sekolah dasar. Bukannya saling bermaafan dan mengucapkan selamat kepada kawan satu angkatannya, malah Anta berpamitan dengan para makhluk gaib penunggu sekolah.
Mama Dewi datang dengan seikat bunga mawar putih di tangannya. Papa Andri berdandan ala pangeran di buku komik favorit Anta. Akan tetapi karena ia terlihat makin tampan seperti raja dari negeri timur tengah, alhasil Papa Andri malah jadi rebutan para ibu-ibu wali murid untuk diajak berfoto.
"Maaf ya, Dewi..." ucap Andri lirih.
"Hadeh... Udah biasa, tapi jangan buat keributan," ancam Mama Dewi.
Sementara Doni dan Tasya membawa satu gerobak es krim untuk dibagikan pada kawan-kawannya Anta. Hal ini dijadikan Doni sebagai ajang promosi produk terbarunya di restoran miliknya bersama Andri.
"Udah habis cup es krim berapa, Ja?" tanya Doni pada Raja.
"Umm... sepuluh!" serunya seraya memamerkan deretan giginya yang menggemaskan itu.
"Udah, stop! Tante gak mau ya kalau kamu nambah lagi," ancam Tasya pada Raja.
Setelah acara di sekolah Anta selesai, semuanya pergi mengunjungi makam Dita dan Anan untuk berdoa dan mensyukuri kelulusan Anta. Malam tetapi, bukannya berdoa dengan benar, Raja malah asik bermain dengan para tuyul dan hantu anak kecil di sana.
Hari-hari libur Anta dilalui dengan menolong para hantu yang ia temui. Bahkan kali ini berbeda, bukan hanya ingin kembali ke alam masing-masing, melainkan ada saja hantu nyeleneh yang ingin bertemu dengan jodohnya.
Anta duduk di hadapan makam kedua orang tuanya. Lalu dia keluarkan buku diary biru itu dari dalam tasnya. Tulisan tangannya mulai menari di atas lembaran kertas dalam buku tersebut.
Dear Bunda dan Yanda.
Masa sekarang Anta jadi mak comblang buat para hantu sih. Tuh om pocong muka merah yang giginya gak ada, masa minta dijodohin sama hantu perempuan yang ada di pohon mangga taman SD Anta, hadeh... Udah gitu mereka gak jodoh lagi Bunda, habisnya Tante hantu itu udah punya pacar, Om Buto Kuning yang ada di pohon beringin. Kasian deh om pocong jadi galau. Besok Anta mau daftar SMP terus Raja masuk SD, kata Tante Tasya kita mau didaftarkan satu yayasan sekolah aja biar Anta bisa pantau Raja juga. Siapa tau besok Anta dapat jodoh buat Om Pocong.
Sosok Kuntilanak bergaun merah hadir mengejutkan Anta. Wajahnya menyeringai menyeramkan dan mencoba menakuti Anta dengan tawanya yang khas. Bola mata hantu perempuan itu berubah memerah dan mengeluarkan tetesan darah.
"Hihihihi... Halo gadis manis, sedang apa kau dimakam sendirian seperti ini?"
Tawanya makin menjadi dan berusaha menyentuh pipi Anta dengan jari tangannya yang mempunyai kuku panjang dan hitam.
"Mbak, hantu baru, ya?" tanya Anta menepis tangan hantu kuntilanak merah itu.
"Kau tak takut kepadaku?" tanyanya lalu tertawa melengking dan mengerikan.
Anta menggelengkan kepalanya. Gadis itu mengamati si hantu kuntilanak merah dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Gaun merahnya bagus tau, beli dimana?" tanya Anta.
"Hah, masa sih? Waktu itu aku beli di butik artis terkenal lho, tapi sayangnya pas aku pakai gaun ini di lomba fashion show, aku mati."
"Duh, kasian... yang sabar ya Mbak, Anta kirim doa deh, namanya siapa?" tanya Anta.
"Nama aku Silla," sahutnya.
"Kamu matinya pas peragaan busana gitu, lenggak - lenggok pas bergaya?" tanya Anta.
"Iya, aku kejatuhan lampu panggung pas di kepala, nih lihat!" Hantu itu membelah rambutnya dan menunjukkan tempurung kepala belakangnya yang berongga pada Anta.
"Wah parah ya, terus kamu langsung tewas di tempat?"
"Iya, mana ada artis idolaku dan aku pakai baju rancangan dia ini, eh tau enggak nama artisnya? Namanya Mbak Matahari, itu lho artis penyanyi sama bintang sinetron itu?" ucap si kuntilanak merah itu dengan wajah mulai berubah antusias.
"Enggak kenal, Anta jarang liat tivi, tapi bajunya emang bagus banget lho, beda sama kuntilanak yang lain," ucap Anta.
Hantu perempuan di hadapannya itu malah berputar-putar seraya mengibas-ngibaskan gaun merahnya.
"Anta pulang ya, dah..." Anta melangkahkan kaki ke gerbang taman pemakaman umum itu meninggalkan si hantu kuntilanak merah itu.
"Kok aku jadi muter-muter gini ya, aku kan mau menakuti anak itu, hisss..."
Hantu perempuan itu terbang menghampiri Anta.
"Ada apa lagi?" seru Anta.
"Aku kan mau menakuti kamu, kok gak takut sih, nanti predikat lulus aku jadi hantu baru nilainya jelek lho," tegur Silla.
"Emang kamu sekolah perhantuan di mana?" tanya Anta menghentikan langkahnya.
"Di belakang Sekolah Karya Bangsa itu, kan ada pohon beringin besar dan kebun kosong, nah itu sekolah hantunya," ucap Silla.
"Sekolah Karya Bangsa? itu kan sekolah Anta sama Raja nanti, wah makin seneng aja nih Raja kalau ketemu bangsa kalian," ucap Anta.
"Siapa Raja?"
"Adik aku," sahut Anta.
"Adik kamu? Terus dia seperti kamu gitu enggak takut hantu?" tanya Silla.
"Iya, dan super usil, mau sama manusia atau sama hantu si Raja itu super, super usil. Anta sebel kalau Raja lagi kumat usianya," ucap Anta.
Silla masih mengikuti Anta yang melangkah ke luar area makam. Hari mulai malam kala itu.
"Dah Om Item, dah Nenek Baskom, dah adek tuyul," Anta melambaikan tangan pada para hantu yang ia sering temui dalam makam.
Hantu kuntilanak merah itu berdecak tak percaya.
"Kamu sama adik kamu aneh ya, dimana-mana itu anak kecil takut sama hantu, ini malah..."
"Malah apa?" Anta menoleh pada hantu Silla dengan tatapan tajam.
Deg.
"Enggak kenapa-kenapa hehehe...," ucap Silla dengan nada lumayan gugup, hatinya ciut juga melihat tatapan tajam Anta.
"Hei, anak kecil, awas...!!!"
Silla mencoba melindungi Anta tanpa sebab.
Tin... Tin...
Mobil sedan berwarna putih langsung menghentikan lajunya secara mendadak tepat di hadapan Anta. Hampir saja bagian depan mobil itu menghantam Anta karena telat sedikit saja menginjak pedal rem, Anta sudah terhempas.
Seorang pria dan anak laki-laki turun dari mobil tersebut. Wajah pria itu tampak panik dan segera menghampiri Anta.
"Apa kau tak apa-apa?" tanya pria itu.
"Dasar dungu, dia mau mati mungkin, yah!" seru si anak laki-laki itu.
"Arya, jaga ucapan kamu!" seru si pria itu.
Sementara Anta masih melongo memandang wajah pria di hadapannya tersebut. Mulut Anta terbuka lebar dengan kedua mata melebar memandang laki-laki di hadapannya itu.
*******
To be continue...
Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.
- Pocong Tampan
- With Ghost
- 9 Lives
- Kakakku Cinta Pertamaku
- Forced To Love
- Diculik Cinta
Vie Love You All...😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 358 Episodes
Comments
Hati Yang Terkilan
maksudnya Anta tu...Sebel kalo Si Raja lagi kumat usilnya...typonya bilang usianya🤭🤭🤭🤭
2024-09-23
1
Hati Yang Terkilan
kan jadi lupa tu.... kesenangan lagi dapat teman curhat,🤣🤣🤣🤣
2024-09-23
1
Hati Yang Terkilan
kannnn hantunya auto curhat tu...bukan nakutin😅😅😅😅😅
2024-09-23
1