Sebelum membaca, hayo bayar pakai poin ya buat VOTE ceritanya Anta.
Terima kasih dan Happy Reading... 😊
*******
Anta sudah bertolak pinggang di depan lift saat Raja dan Arya masuk ke lobby. Senyuman maut Raja dengan deretan gigi karies miliknya yang khas terpampang di wajah Raja.
"Darimana?" tanya Anta.
"Dari minimarket, nih Kak Arya yang ajakin Raja makan mie instan," ucap Raja seraya menunjuk Arya.
"Lho, kok gue disalahin, kan tadi Raja sendiri yang pergi ke minimarket mau makan mie katanya kalau di rumah dimarahin Nenek Lampir," sahut Arya.
"Lho kok Nenek Lampir, emang Raja ngomong gitu, ya?" Raja menggaruk kepalanya sendiri padahal tak terasa gatal di sana.
"Maksudnya Nenek Lampir, siapa?" tanya Anta.
Arya menunjuk ke arah Anta, akan tetapi saat Anta melirik ke arahnya tajam ia simpan tangan tadi ke belakang pinggangnya.
"Sumpah dah Kak Anta, Raja gak ngatain Nenek Lampir," seru Raja bersikeras.
"Udah, udah, ayo balik pulang!" ajak Anta.
Kedua bocah laki-laki itu menurut.
"Anta tunggu!"
Hantu Susi berseru seraya menggandeng tangan Tomo.
Anta memijit tombol tahan di lift tersebut.
"Buruan!" sahut Anta.
Arya menoleh pada Anta lalu bertanya, "Kamu nyuruh siapa supaya buruan?"
Anta hanya diam tak mau melihat wajah Arya, ia lupa kalau ia sudah keceplosan di depan Arya.
"Hantu ya?" tanya Arya.
Anta hanya diam kali ini tak mau menoleh pada Arya.
"Elo bisa lihat hantu, kan? Raja udah cerita semua ke gue," ucap Arya.
Anta langsung menoleh ke arah Raja yang pura-pura bersiul menatap langit-langit dalam lift tersebut. Ia takut menatap wajah Anta. Sementara hantu Susi dan Tomo menertawai Raja.
"Hayo lho, Anta marah, hayo lho Raja, Anta marah!" ucap Susi sambil tertawa.
"Anta, gue ngomong sama elo!" sentak Arya.
"Ummm... Anta gak tahu kamu ngomong apa," sahut Anta.
Tiba-tiba apartemen Emas mengalami masalah listrik dan menyebabkan pemadaman di tiap unit dan lift tersebut mendadak terhenti.
"Haduh, gimana nih?" gumam Arya yang takut akan kegelapan dan tanpa sadar mendekat pada Anta.
"Apaan sih, jangan deket-deket deh sama Anta!" seru Anta.
Tiba-tiba Raja menyalakan senter dari ponselnya dan langsung menerangi ruangan dalam lift tersebut. Arya yang sedang memegangi lengan Anta langsung bisa melihat ke arah hantu Susi dan Tomo. Kedua hantu itu sedang bermain bongkar pasang bola mata di wajah Tomo seraya tertawa.
"Aaaaaaaaa!"
Bruk!
Arya jatuh ke lantai lift tak sadarkan diri.
"Waduh, dia pingsan," ucap Raja.
"Kok dia bisa lihat kita?" tanya Susi.
"Kayaknya karena dia pegang tangan Anta deh," sahut Anta.
"Terus gimana, nih?" tanya Raja.
"Udah biarin aja lah, kita nunggu aja sampai lift nyala, coba hubungi satpam atau siapapun di tombol itu, Ja."
Anta menunjuk tombol "Help" di sisi kanan dinding pintu lift tersebut.
Saat Raja menekan tombol tersebut terdengar suara seorang penjaga yang memberitahukan sedang ada perbaikan instalasi listrik di apartemen tersebut dan hanya memberi saran agar Anta dan Raja sabar sampai listrik apartemen menyala kembali.
"Ya udahlah kita tunggu aja," ucap Anta.
"Kita main aja yuk biar gak bosen, gimana?" ucap Susi memberi saran.
"Main apa?" tanya Anta yang meletakkan bokongnya untuk duduk di lantai lift tersebut. Begitu juga dengan Raja yang mengikuti tindakan Anta.
"Main jailangkung, uwuuu serem tuh kayak di film yang kita lihat tadi di bioskop ya, sayang," ucap Tomo mencolek dagu susi dengan genit.
"Heh, bentar ya, intinya main jailangkung apa coba?" tanya Anta.
"Bentar juga ya, jailangkung itu apa sih, kak?" tanya Raja.
"Jelangkung sendiri itu semacam permainan memanggil arwah, biasanya ada boneka atau alat buat memanggil arwah tersebut. Setelah melakukan beberapa ritual maka jelangkung yang dibuat tadi bisa bergerak gerak dan ini menandakan jika jelangkung tadi sudah kemasukan jin atau mahluk halus lainnya," ucap Anta menjelaskan.
"Oh pakai boneka terus bonekanya mana buat manggil arwahnya?" tanya Raja.
"Nah, ini masalahnya. Tomo ngajakin main jailangkung buat manggil arwah. Kalian lupa ya sama jati diri kalian, kalian kan hantu, masa setan manggil setan," ketus Anta.
"Oh iya ya, gak lucu dong ya masa setan main jailangkung, kita mau manggil siapa coba, lagian Anta mah gak usah main begituan buat manggil setan juga tiap hari ada aja setan yang dateng ks dia hehehehe," ucap Susi.
"Nah, itu tau. Udahlah kita main pok ame ame aja, nanti yang kalah kena cubit," ucap Anta.
"Oke, ayo kita main," sahut Susi.
Lengan Anta ditarik oleh seseorang secara mengejutkan.
"Astaga, kirain siapa, taunya Arya udah sadar," ucap Anta.
"Baguslah kaga nyusahin kalau ada orang pingsan bangun sendiri," celetuk Raja.
"Raja, kamu gak boleh ngomong gitu," sahut Anta.
"Iya, maaf..." Raja lalu membantu Arya untuk duduk dan menyandarkan punggung bocah laki - laki itu di dinding lift.
"Tadi itu ada hantu lagi main bola mata, Ja," ucap Arya dengan nada ketakutan.
"Iya, Raja tau. Tenang aja mereka hantu baik, kok." Sahut Raja yang memegangi tangan Arya untuk menunjukkan sosok Susi dan Tomo. Arya langsung memejamkan kedua matanya kala melihat kedua hantu itu melambaikan tangan pada Arya seraya menyapa, "Hai...!"
"Pergi, pergi! Aku gak mau lihat mereka!" seru Arya.
"Ya udah sih diem aja di situ, jangan bawel, kecuali mau ikut kita main, ayo Ja!" ajak Anta.
Putaran pertama Anta kalah ia mendapat tiga cubitan di pipi dari Susi, cubitan di tangan dari Tomo dan tamparan dari Raja.
"Eh, perjanjian gak ada nampar-nampar, ya!" hardik Anta yang langsung mencoba membalas Raja tapi tak berhasil, sampai Raja menyerah dan kembali duduk.
Di putaran kedua, hantu Susi kalah. Anta langsung membalas mencubit pipinya, tapi sayangnya kulit di pipi Susi tertarik oleh Anta.
"Hidih dia copot kulitnya," ucap Anta yang menyeka tangannya ke atas pakaiannya.
Tomo segera menepuk pipi Susi agar kulit itu menempel kembali. Raja mengamatinya dengan tertawa. Apalagi kala kulit di pipi tersebut selalu jatuh kembali tak mau menempel.
Arya mengamati dengan seksama seraya bergidik ngeri. Ia tak menyangka dua orang aneh di hadapannya itu benar-benar aneh sampai bermain dengan para hantu.
Tak lama kemudian lampu penerangan dan listrik di apartemen itu menyala, begitu juga dengan lift.
Arya mencoba bangkit, tapi ia sempat kehilangan keseimbangan saat bangkit. Namun, seseorang menolongnya agar tidak jatuh dengan menumpuk bagian ketiak Arya dengan bahu wanita itu.
"Makasih ya," ucap Arya.
Ternyata sosok yang membantu Arya barusan itu merupakan hantu Momo . Arya yang mengucapkan ucapan terima kasih kepada hantu Momo itu langsung diberi jawaban uluran lidah panjang seraya menoleh dan tersenyum dengan wajah menakutkan kepada Arya.
"Sama - sama, sayang. Hai..."
Hantu Momo tersenyum genit seraya melambaikan tangannya pada Arya.
"Ka-ka-kamu..."
Brug!
Arya kembali tak sadarkan diri dan jatuh ke lantai.
"Yah, dia pingsan lagi!" gumam Anta.
"Kita seret aja lah, Kak. Raja merasa berat kalau disuruh gendong dia, Raja gak mau ya," ucap Raja
"Ya tapi dia di lantai berapa juga Kakak mana tahu," celetuk Anta.
"Sekarang lantai berapa? Apa kita turun lagi tanya alamat rumah anak ini, gimana?"
Tanya Anta memberi saran yang diberi jawaban anggukan kepala oleh Raja
*******
To be continue...
Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.
- Pocong Tampan
- With Ghost
- 9 Lives
- Kakakku Cinta Pertamaku
- Forced To Love
- Diculik Cinta
Vie Love You All...😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 358 Episodes
Comments
Hati Yang Terkilan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣apes banget si Arya
2024-10-14
1
Hati Yang Terkilan
lahhh pingsan lagi🤣🤣🤣🤣
2024-10-14
0
Hati Yang Terkilan
lahhh si momo masi ngikutin si Arya rupanya 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2024-10-14
0