Sebelum membaca, hayo bayar pakai poin ya buat VOTE ceritanya Anta.
Terima kasih dan Happy Reading... 😊
*******
Mobil milik Tasya datang membawa Anta dan Raja ke restoran The Anan's. Mereka lalu masuk ke dalam restoran itu. Langkah Tasya terhenti kala melihat sosok Hyena. Kedua tangan Tasya menggenggam dengan erat. Cengkeraman tangannya kuat memilin pinggir celana jeans yang ia pakai.
"Anta sepertinya pernah lihat wanita itu," gumam Anta.
"Nenek Sihir itu kenapa sih harus bertemu dia lagi," geram Tasya.
Dia masih ingat kala tempo hari saat kebakaran yang hampir membuat dia, Dita, Anta tewas apalagi saat perempuan menyebalkan itu juga hampir membunuh Dita, darah di tubuh Tasya makin mendidih.
"Halo, eh kamu bukannya sahabatnya Dita, ya? Wah aku turut berduka cita ya atas meninggalnya Dita dan Anan. Aku bener-bener gak nyangka," ucap Hyena yang mengulurkan tangannya pada Tasya tapi tak ditanggapi itu.
"Anta, Raja, ayo masuk ke ruang kantor!" ucap Tasya memberi perintah.
Anta dan Raja tanpa membantah lagi langsung masuk mengikuti Tasya.
"Kamu mau apa ke sini?" tegur Andri pada Hyena.
"Aku mau pesen tempat di restoran ini ya, untuk acara malam minggu sekitar lima puluh tamu undangan," ucap Hyena.
"Kamu mau ulang tahun?" tanya Andri yang menduga-duga.
"Bukan, aku mau tunangan," sahut Hyena dengan wajah berbinar.
"Lho, ada juga ya manusia yang mau sama kamu," ledek Andri.
"Gak usah bercanda deh, atau ku buat restoran ini hilang di telan bumi," ancam Hyena.
"Masih juga pakai ancaman kekuasaan dan uang ckckck... Apalagi cukup cepat juga kamu ke luar dari penjara, ya kan?"
"Siapa juga yang dipenjara, media mah taunya aku memang masuk penjara, tapi aku anteng-anteng aja kok di luar penjara bahkan bisa pergi shopping ke luar negeri," sahut Hyena dengan nada sombongnya.
"Ternyata, benar-benar culas ya kamu," ledek Andri.
Hyena tak peduli dengan cibiran Andri, dia dengan santainya memilih menu untuk para tamu nanti.
***
Sementara itu di apartemen Emas kamar Arya. Bocah laki-laki itu sedang memandang sebuah foto yang terdapat wajah dirinya, ayahnya dan ibunya. Mereka saling tertawa di sana. Arya merindukan sosok ibunya. Ia sampai menangis dan merebahkan kepalanya di atas meja belajarnya.
Tiba-tiba sentuhan tangan seseorang terasa di kepalanya mengejutkan Arya. Bocah laki-laki itu langsung menoleh ke sampingnya tapi tak ia temukan juga keberadaan yang mengusap kepalanya itu.
Lalu, Arya bangkit lalu ia mencoba merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya. Ia melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan waktu pukul delapan malam. Ia miringkan tubuhnya ke arah dinding dan sentuhan itu datang lagi. Kali ini di punggung Arya.
"Aaaaa....!" Arya menyingkap selimutnya dan menghempaskan selimut tersebut ke lantai. Ia pergi mencari sosok ayahnya yang tak juga ia temui.
"Duh, gue lupa lagi kalau Ayah lagi beli makanan buat isi kulkas, mana belum pulang jam segini," gumam Arya.
Embusan napas seseorang yang ditiupkan ke wajah Arya terasa saat itu. Sontak saja Arya terkejut dan melonjak ke atas sofa. Tiba-tiba ia melihat sosok bayangan seseorang di dinding ruangan tersebut dan sedang berjalan. Tapi, tak ia temukan juga sosok asli si pemilik bayangan itu.
Tanpa tedeng aling lagi, Arya langsung ke luar dari apartemennya dengan terburu-buru. Dan ketika pintu lift di hadapannya terbuka, Arya langsung bergegas masuk ke dalam sana sampai menabrak tubuh seorang anak kecil di dalam lift.
"Apa-apaan sih, Raja sakit tau di tabrak gitu," keluh Raja.
"Kamu ngapain sih berdiri di situ?" gerutu Arya.
"Lha, dia yang nabrak dia juga yang nyalahin, jelas-jelas ini lift umum terserah Raja dong mau pakai apa enggak," sahut Raja.
Arya menoleh pada Raja yang tersenyum sendiri. Padahal bocah itu sedang tersenyum pada hantu Momo yang sedari tadi mengikuti Arya.
"Ngapain elo senyum sendiri kayak gitu, nanti kesambet setan lho!" seru Arya memperingatkan Raja.
"Ini aku lagi sapa setannya," sahut Raja dengan nada terceplos begitu saja.
"Apaan? elo lagi nyapa setan? Wah stress nih kayak kakaknya," celetuk Arya.
"Raja gak stress, Kak Anta juga gak stress, cuma kita emang berbeda," sahut Raja.
"Maksud kamu tentang kalian berbeda?" tanya Arya penasaran.
"Kata Kak Anta aku sama dia tuh berbeda karena kita bisa melihat para hantu," ucap Raja.
"Hah? Wah nih bocah tengik pasti lagi bercandain gue," ucap Arya.
"Coba Kakak pandang pantulan dinding lift depan Kakak, nanti pasti ketemu Mbak Cantik yang bola matanya kayak bola pingpong," ucap Raja.
Meskipun Arya merasa sedang dikerjai Raja dan tak mau ambil pusing dengan penuturan bocah tersebut, tapi ia tolehkan juga wajahnya menatap dinding lift tersebut. Raja menyentuh tangan kiri Arya.
Terlihat sosok hantu Momo yang tersenyum pada Arya dengan mata melotot dan lidah terjulur ke luar. Sontak saja Arya langsung memundurkan tubuhnya sampai punggung miliknya terbentur ke dinding lift.
"Si-siapa itu barusan?" tunjuk Arya.
"Kalau kata Kak Anta dia itu namanya Momo," ucap Raja.
Tring.
Pintu lift itu terbuka dan Raja langsung ke luar menuju lobby. Arya bergegas mengikuti Raja.
"Tadi kamu bilang apa? namanya Momo?" tanya Arya.
"Iya, kata Kak Anta lho, soalnya yang kenalan sama tuh hantu kan Kak Anta."
"Jadi maksud kamu, si Anta sama kamu bisa lihat hantu?" tanya Arya.
Raja menganggukkan kepalanya. Arya langsung teringat sumpah Anta kala di kantin tempo hari.
"Jangan-jangan kalian sebangsa dukun ya apa penyihir?" tanya Arya yang masih mengikuti Raja masuk ke dalam minimarket di samping apartemen.
"Kita manusia, Kak. Kan tadi Raja udah bilang kalau Raja sama Kak Anta berbeda, mau Raja kasih lihat lagi nggak hantu Momo?" tantang Raja.
Arya menggelengkan kepalanya.
"Kamu anak kecil gak takut malam-malam kelayapan gini?"
"Tadinya takut, tapi udah biasa, kan deket dari rumah, kalau jauh juga gak boleh. Raja mau makan mie instan di sini, habisnya kalau di rumah Raja gak boleh makan mie instan hehehe," bisik Raja yang duduk di depan minimarket tersebut bersama Arya.
Perut Arya berbunyi, dia merasakan lapar juga. Bocah itu merogoh sakunya dan untungnya di dalam saku tersebut ada selembar uang kertas yang cukup untuk membeli mie instan dalam kemasan cup dan air mineral dalam botol.
Arya akhirnya mengikuti Raja untuk membeli dan memakan mie instan juga. Selama tiga puluh menit berlalu keduanya jadi tampak akrab saling bercerita satu sama lain. Raja juga menceritakan mengenai sosok Anta yang membuat Arya tertawa.
Setelah selesai dengan kegiatan mereka makan mie instan di area minimarket, keduanya kembali ke apartemen. Namun, saat keduanya melangkah menuju apartemen, sesuatu di celah gang antara minimarket dan apartemen Emas mengusik Raja.
"Kenapa, Ja?" tanya Arya.
"Itu siapa ya? Kamu lihat, gak?" tanya Raja yang menahan lengan Arya.
Terlihat di gang itu sosok yang maju menyeret bokongnya ke depan berusaha ke luar dari gang tersebut. Makin lama makin mendekat. Sosok itu akhirnya terlihat karena pantulan cahaya lampu dari tiang listrik di dekat gang tersebut.
"I-tu, itu mirip nenek-nenek, Ja," tunjuk Arya dengan nada gemetar dan tangan gemetar.
"Raja juga tau dia nenek-nenek, udah keliatan tuh rambutnya putih, kulit dia keriput juga, udah keliatan tuh di bawah pantulan lampu, tapi dia ngapain ngesot begitu, ya?" gumam Raja.
"Mana gue tau! Udah yuk, Ja, kita balik aja yuk, gue takut kalau dia itu hantu nenek ngesot," ucap Arya ketakutan berusaha menarik Raja.
"Iya ya, jangan-jangan hantu, nanti Kak Anta marah lagi kalau Raja bawa pulang hantu," gumam Raja.
"Raja, ayo buruan kita pergi!" Arya yang sudah ketakutan langsung menarik lengan Raja. Keduanya langsung berlari kecil menuju apartemen.
"Woy, bocah sial gak tau di untung! Ada nenek-nenek kakinya keseleo susah jalan, bukannya ditolong malah ditinggal kabur, huh!" keluh nenek itu yang ternyata masih manusia.
*******
To be continue...
Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.
- Pocong Tampan
- With Ghost
- 9 Lives
- Kakakku Cinta Pertamaku
- Forced To Love
- Diculik Cinta
Vie Love You All...😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 358 Episodes
Comments
Hati Yang Terkilan
buahhhhhhhhahaha ku kira beneran hantu
2024-10-14
0
Hati Yang Terkilan
pasti Tasya pengen cakar² tu muka si hyena😤😤😤
2024-10-14
0
Susan Handayani
oh ternyata s nenek bukannya hantu 👻👻👻 habisnya s nenek menakutkan jdnya s raja kabur deh 😋😋😋
2022-04-25
0